BANDUNG | KARAWANGEXPOSE.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pengujian Kendaraan Bermotor dan Pengendalian Operasional Angkutan Barang Hasil Tambang di Wilayah Jawa Barat, yang digelar di Bale Gemah Ripah, Gedung Sate Bandung, Kamis (6/11/2025).
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya melakukan reformasi total di berbagai sektor, mulai dari layanan publik, tata kelola pertambangan, hingga peningkatan keselamatan lalu lintas dan kesiapsiagaan bencana.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar menjadikan Jawa Barat setara dengan standar pelayanan publik di Eropa.
Gubernur Jawa Barat mengungkapkan keprihatinannya atas tingginya angka korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Jabar.
“Korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas mencapai lebih dari 3.200 orang per tahun, jauh melampaui korban bencana alam yang hanya 74 orang,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jabar mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya:
1. Peningkatan Layanan Darurat Jalan.
Seluruh jalan provinsi akan dilengkapi dengan Pos Pelayanan Terpadu berbasis teknologi informasi (IT), meliputi penyediaan mobil derek, ambulans, mobil kontrol kelayakan penerangan jalan umum (PJU), dan mobil pemadam kebakaran.
2. Optimalisasi Penanganan Korban Kecelakaan.
Pemerintah menegaskan bahwa penanganan korban harus dilakukan menggunakan ambulans untuk memastikan pertolongan pertama berjalan cepat dan tepat, serta mengurangi risiko fatal akibat keterlambatan evakuasi.
Selain itu, Pemprov juga menyoroti perlunya penataan ulang angkutan barang hasil tambang yang kerap menjadi sumber kemacetan dan kerusakan jalan. Melalui koordinasi lintas kabupaten/kota, Jawa Barat akan memperkuat pengawasan terhadap operasional kendaraan tambang agar sesuai dengan standar keselamatan dan kapasitas jalan yang berlaku.
Langkah-langkah ini diharapkan menjadi tonggak perubahan besar dalam mewujudkan transportasi aman, tertib, dan berstandar tinggi di Jawa Barat.











