Karawang, KarawangExpose.com – Banjir kembali melanda wilayah Desa Kutamakmur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Dua dusun terdampak dalam peristiwa ini, yakni Dusun Citopeng dan Dusun Jati, dengan Dusun Citopeng menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat luapan air dari Saluran Sekunder Bengbang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, luapan air terjadi setelah intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Debit air yang meningkat menyebabkan saluran Sekunder Bengbang meluap dan merendam permukiman warga yang berada di bantaran sungai.
Selain rumah warga, banjir juga merendam lahan pertanian, sawah, empang, serta kebun sayur milik masyarakat. Kondisi tersebut mengakibatkan kerugian cukup besar bagi warga Desa Kutamakmur, khususnya di Dusun Citopeng.
Kepala Desa Kutamakmur, Hj. Juhariah, mengatakan bahwa banjir tahun ini terbilang lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah desa, kata dia, telah mengambil langkah cepat dengan melaporkan kondisi tersebut kepada pihak kecamatan dan pemerintah daerah.
“Kami sudah melaporkan kondisi banjir yang terjadi di lapangan dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Tirtajaya serta pemerintah daerah. Setiap kali Sekunder Bengbang meluap, ditambah curah hujan tinggi, air pasti masuk ke permukiman warga yang berada di bantaran sungai,” ujar Hj. Juhariah saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, pemerintah desa juga telah melakukan pengecekan langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang.
“Hari ini kami sudah turun langsung mengecek kondisi rumah warga dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Karawang. Alhamdulillah, bantuan dari BPBD sudah diterima oleh warga yang terdampak banjir,” jelasnya.
Hj. Juhariah berharap adanya perhatian serius dan solusi jangka panjang dari pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan luapan air Sekunder Bengbang, agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
“Harapan kami ada penanganan lanjutan yang lebih serius agar warga, khususnya di Dusun Citopeng, tidak terus menjadi langganan banjir setiap tahun,” pungkasnya.











