Karawangexpose.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara terkait kasus viral pengeroyokan terhadap seorang ustaz di Kabupaten Karawang yang sempat menghebohkan media sosial.
Melalui konten yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Dedi Mulyadi atau KDM meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Menurutnya, peristiwa tersebut bukan kasus tertangkap tangan dugaan perzinaan seperti yang ramai diperbincangkan.
KDM menjelaskan, insiden itu bermula dari informasi awal warga yang menyebut adanya dugaan pencurian di lokasi kejadian. Informasi tersebut kemudian cepat menyebar dan memicu kerumunan massa.
Saat petugas dari unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa tiba di tempat kejadian perkara (TKP), korban diketahui sudah diamankan warga di sebuah gardu. Namun, situasi di lokasi semakin memanas karena jumlah warga yang datang terus bertambah hingga terjadi aksi pemukulan.
Setelah dilakukan penelusuran, dugaan pencurian yang menjadi pemicu awal ternyata tidak terjadi pada saat itu. Informasi yang berkembang kemudian mengarah pada tuduhan terkait peristiwa lama yang disebut-sebut terjadi sekitar dua tahun lalu.
Korban yang diketahui merupakan guru ngaji sekaligus imam masjid itu, kata KDM, sebelumnya dijemput oleh pihak tertentu untuk dimintai klarifikasi soal dugaan hubungan pribadi dengan seorang perempuan.
“Perlu diluruskan, kejadian ini bukan tertangkap tangan melakukan perbuatan asusila. Ini adalah pengakuan atas peristiwa yang disebut terjadi di masa lalu,” ujar Dedi, Minggu (29/3/2026).
Menurut KDM, situasi semakin tidak terkendali saat korban berusaha melarikan diri. Saat itu, korban diteriaki sebagai “maling” oleh pihak tertentu, yang kemudian memicu kesalahpahaman warga hingga berujung aksi kekerasan.
Teriakan tersebut diduga menjadi pemicu utama warga yang berada di lokasi langsung tersulut emosi dan melakukan pengeroyokan.
Beruntung, aparat gabungan bersama perangkat desa bergerak cepat mengamankan korban dari amukan massa. Korban kemudian dievakuasi menggunakan sepeda motor menuju kantor polisi guna mendapatkan perlindungan dan penanganan lebih lanjut.
Kasus ini sebelumnya viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan seorang pria diduga ustaz menjadi korban pengeroyokan warga di wilayah Karawang.







