BEKASI | KARAWANG EXPOSE.COM | Asosiasi Praktisi Human Resources Indonesia (ASPHRI) resmi membentuk Panitia Pelaksana (Panpel) ASPHRI Gathering 2026 melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 009/ASPHRI-SK/VII/2026 yang ditetapkan di Bekasi pada 30 Juli 2026. Pembentukan panitia tersebut menjadi langkah awal organisasi dalam mempersiapkan agenda tahunan ASPHRI yang dijadwalkan berlangsung pada 7–8 November 2026.
Surat Keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum ASPHRI Dr. Yosminaldi, SH., MM, Sekretaris Jenderal Mat Mursalin, SE, serta diketahui oleh Ketua Dewan Pembina Prof. Dr. H. Bomer Pasaribu, SE., SH., MS. Berdasarkan keputusan tersebut, panitia mulai melaksanakan tugasnya secara efektif sejak tanggal penetapan SK.
Dalam keputusan itu disebutkan, lokasi penyelenggaraan ASPHRI Gathering 2026 masih dalam tahap finalisasi. Sejumlah daerah menjadi alternatif lokasi pelaksanaan, yakni Puncak, Sentul, Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Malang.
Susunan kepanitiaan terdiri atas lima orang Pembina, yaitu Bomer Pasaribu, Payaman Simanjuntak, B. Woerjono, Kasno Abdulrachman, dan Wasju Juanda. Sementara jajaran Penasihat diisi oleh Yosminaldi, Mat Mursalin, dan Widi S. Karyaningsih.
Untuk Panitia Pelaksana, Aditya Wijaya ditunjuk sebagai Ketua Panitia, Maya Listiani sebagai Sekretaris, dan Ika Purnamasari sebagai Bendahara.
Pada Bidang Acara, Iriani N. dipercaya sebagai Koordinator dengan anggota Albert Yusuf dan Idris. Bidang Akomodasi dan Konsumsi dikoordinatori Rina Herlina bersama Andi Kurniyanto.
Sementara itu, Bidang Publikasi, Dokumentasi, Desain dan Operator Laptop dikoordinatori oleh Syuhada Wisastra, dengan anggota Yudhi Antonie dan Dodi Firmansyah.
Untuk Bidang Perlengkapan, Transportasi dan K3, koordinator dijabat Hengki Kurniawan dengan anggota Tatang S. dan Verry FA. Sedangkan Bidang Sponsorship dipimpin Syaifulloh sebagai Koordinator bersama Erlan Jayadi dan Sinta.
Adapun Bidang Kepesertaan dikoordinatori Hesti B. Ningsih, dengan anggota Sinta dan Firman.
Dalam SK tersebut ditegaskan bahwa seluruh panitia diberikan kewenangan untuk menjalankan tugas secara mandiri, profesional, berintegritas, transparan, dan bertanggung jawab. Selain itu, Tim Panitia Pelaksana ASPHRI Gathering 2026 wajib melaporkan serta mempertanggungjawabkan seluruh pelaksanaan kegiatan secara langsung kepada Ketua Umum ASPHRI.
Ketua Umum ASPHRI Dr. Yosminaldi, SH., MM, yang juga berprofesi sebagai advokat, mengatakan pembentukan panitia merupakan wujud komitmen organisasi dalam mempersiapkan kegiatan secara matang agar memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota.
“ASPHRI Gathering 2026 bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, membangun jejaring antarpengurus dan anggota, serta meningkatkan kompetensi para praktisi HR di Indonesia,” ungkapnya.
Yosminaldi, yang juga merupakan Dosen Pascasarjana Universitas Pertiwi Bekasi, menegaskan bahwa seluruh panitia diberikan ruang untuk bekerja secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi akuntabilitas organisasi.
“Saya berharap seluruh panitia dapat bekerja sebagai satu tim yang solid, saling mendukung, dan mampu menghadirkan kegiatan yang berkualitas serta memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yosminaldi yang juga dikenal sebagai Master Trainer di PPM Jakarta menjelaskan bahwa ASPHRI Gathering 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi ASPHRI sebagai organisasi profesi yang berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia dan hubungan industrial di Indonesia.
“Keberhasilan kegiatan ini bukan hanya menjadi keberhasilan panitia, tetapi menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar ASPHRI. Mari kita tunjukkan bahwa kolaborasi dan semangat gotong royong mampu menghasilkan kegiatan yang profesional dan berkelas,” jelasnya.
ASPHRI merupakan organisasi yang mewadahi para praktisi Human Resources dari berbagai daerah di Indonesia dengan fokus pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan hubungan industrial, serta memperluas jejaring profesional antaranggota. Melalui penyelenggaraan ASPHRI Gathering 2026, organisasi ini berharap dapat mempererat solidaritas antaranggota sekaligus memperkuat kontribusi praktisi HR dalam mendukung kemajuan dunia ketenagakerjaan di Indonesia.







