google-site-verification=mfDzAmrATs_axixiQE589FtwGxMIv1RrxySdHsqAmqE
spot_img
Beranda blog Halaman 15

Pelantikan Pimpinan Tinggi KPK, IWO Indonesia Soroti Pentingnya Integritas

0

Karawang, Karawangexpose.com – Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas dilantiknya sembilan pejabat strategis di lingkungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Pelantikan yang berlangsung pada rentang waktu 18 dan 20 Februari 2026 ini merupakan langkah krusial dalam penguatan struktur organisasi lembaga antirasuah tersebut.

Dalam pernyataannya, Ketua Umum IWO Indonesia menyampaikan harapan agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh integritas dan dedikasi. Pemenuhan jabatan ini dipandang sebagai energi baru bagi KPK dalam menghadapi tantangan pemberantasan korupsi yang semakin kompleks.

“Kami mengucapkan selamat bertugas kepada para Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama yang telah resmi dilantik. Semoga momentum ini memperkuat sinergi antara KPK dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas di Indonesia,” ujar Ketua Umum IWO Indonesia.

Dalam prosesi pelantikan tersebut, Ketua KPK menekankan bahwa jabatan yang diemban bukanlah sekadar posisi struktural. Para pejabat terpilih memikul mandat strategis untuk menggerakkan roda organisasi secara efektif, integratif, dan berorientasi pada hasil nyata. Keterisian posisi kunci oleh SDM yang profesional dan kolaboratif diyakini akan menjadi fondasi kuat dalam mengakselerasi pencapaian sasaran strategis KPK.

Berdasarkan data yang dirilis, berikut adalah profil pejabat yang menempati posisi baru:

Pejabat Pimpinan Tinggi Madya:

1. Asep Guntur Rahayu – Deputi Bidang Penindakan.

2. Aminudin – Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK.

3. Ely Kusumastuti – Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK.

Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama:

1. Tessa Mahardhika – Direktur Penyelidikan.

2. Budhi Sarumpaet – Direktur Penuntutan.

3. Kunto Ariawan – Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat.

4. Maruli Tua – Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V.

5. Taryanto – Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi.

6. Iskandar Marwanto – Kepala Biro Hukum.

IWO Indonesia berharap dengan formasi baru ini, penegakan hukum dan upaya pencegahan korupsi dapat berjalan lebih masif dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Banjir Kembali Rendam Empat Kecamatan di Karawang

Karawang, Karawangexpose.com – Bencana banjir masih merendam sejumlah wilayah di empat kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (24/2/2026). Ketinggian air di titik terparah bahkan mencapai lebih dari dua meter.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karawang, banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu.

Kepala Pelaksana BPBD Karawang, Usep Supriatna, mengatakan wilayah yang terdampak cukup parah berada di Desa Karangligar, Kecamatan Teluk Jambe Barat.

“Saat ini yang paling parah, kedalaman air mencapai dua meter di dalam permukiman warga,” ujarnya.

Selain Desa Karangligar, banjir juga merendam Desa Sukamakmur di Kecamatan Teluk Jambe Timur serta Desa Karawang Kulon di Kecamatan Karawang Barat akibat luapan Sungai Citarum dan Cibeet.

Sementara itu, banjir di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, terjadi akibat tanggul Sungai Cilamaya yang jebol.

Desa Karangligar menjadi wilayah terdampak paling parah karena minimnya saluran pembuangan air, sehingga genangan bertahan lebih lama dibandingkan wilayah lainnya.

BPBD Karawang menyebut, hingga saat ini belum didirikan tenda pengungsian karena sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat terdekat.

Meski di beberapa titik air mulai surut dan debit sungai terpantau menurun, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi kenaikan debit air jika hujan kembali turun, terutama karena curah hujan di wilayah hulu masih cukup tinggi.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Penulis: Rey

Menjelang Ramadhan, Lapas Karawang Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima

0

Karawang, Karawangexpose.com – Sebanyak lima orang pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang selangkah lebih maju dalam perjalanan kariernya dengan menerima kenaikan pangkat. Prosesi kenaikan pangkat tersebut dilaksanakan pada apel pagi, Senin (23/2), bertempat di Aula Sahardjo Lapas Karawang.

Kepala Lapas Karawang, Christo Toar, secara simbolis menyematkan tanda kenaikan pangkat kepada lima pegawai yang naik dari golongan II/B menjadi III/A. Kenaikan pangkat ini diberikan setelah para pegawai tersebut berhasil mengikuti dan lulus tes akademik penyetaraan pendidikan sebagai salah satu syarat administrasi dan kompetensi.

Adapun kelima pegawai yang menerima kenaikan pangkat tersebut yakni Aji Winata, Raden Eggy, Riyan Kusriana, Rafly, dan Soleh Aldiansyah. Kenaikan pangkat ini menjadi bukti atas dedikasi dan komitmen mereka dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Dalam amanatnya, Kalapas menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan golongan, melainkan bentuk apresiasi atas kinerja, integritas, dan loyalitas. Ia menegaskan bahwa setiap jenjang jabatan membawa tanggung jawab yang lebih besar.

“Semakin tinggi pangkat, semakin besar pula tanggung jawab yang diemban. Jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan kualitas pelayanan,” tegasnya.

Apel pagi berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Diharapkan, capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pegawai untuk terus mengembangkan kompetensi serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan organisasi dan pelayanan pemasyarakatan. (*)

Tarawih Keliling Ramadan 1447 H, Bupati Aep Pastikan Serap Aspirasi Warga

0

Karawang, Karawangexpose.com – Pemerintah Kabupaten Karawang resmi memulai rangkaian Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan 1447 Hijriah yang dipusatkan di Kecamatan Pakisjaya, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, hadir bersama Wakil Bupati Maslani serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain melaksanakan salat tarawih berjamaah, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog terbuka guna menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep menyerahkan bantuan secara simbolis dari Baznas Karawang kepada guru ngaji, guru TPQ, guru DTA, guru Madrasah (MI dan MTs), amil, marbot masjid, serta santunan bagi anak yatim.

“Hari ini kita melaksanakan salat tarawih bersama. Ini merupakan rutinitas Tarawih Keliling. Selama satu bulan Ramadan akan dilaksanakan di 10 titik, dengan pola satu titik gabungan dari tiga kecamatan,” ujar Bupati Aep.

Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen untuk hadir di tengah masyarakat.

“Selama 10 hari ini kami hadir di tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi. Insyaallah saya bersama Pak Wakil Bupati terus berupaya memberikan yang terbaik sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Menariknya, dalam rangkaian kegiatan Tarling tahun ini turut dihadirkan program “Cepot Ngabuburit” sebagai media komunikasi publik yang ringan dan menghibur. Melalui pendekatan budaya tersebut, pemerintah menyampaikan berbagai informasi terkait kebijakan, capaian, serta program pembangunan daerah kepada masyarakat yang menunggu waktu berbuka puasa.

Adapun pelaksanaan Tarawih Keliling Ramadan 1447 H dijadwalkan berlangsung di 10 lokasi, meliputi Kecamatan Pakisjaya, Pedes, Cilebar, Cikampek, Majalaya, Lemahabang, Telagasari, Cilamaya Wetan, Pangkalan, dan Karawang Timur.

Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Karawang yang lebih maju.

Bupati Aep Sidak THM, Pastikan Tutup Total Selama Ramadan hingga H+3 Lebaran

0

Karawang, Karawangexpose.com — Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, bersama Wakil Bupati Maslani, unsur Forkopimda, serta Danyon 305/Tengkorak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM), Senin (23/2/2026).

Sidak dilakukan untuk memastikan seluruh THM mematuhi ketentuan penutupan selama bulan suci Ramadan hingga H+3 Idul Fitri.

“Kami ingin memastikan seluruh pelaku usaha menaati aturan yang telah ditetapkan. Ini bukan sekadar penegakan regulasi, tetapi bentuk penghormatan terhadap kekhusyukan umat muslim yang menjalankan ibadah puasa,” tegas Bupati.

Dari hasil pemantauan di beberapa titik, seluruh THM yang disidak dalam kondisi tidak beroperasi. Bupati pun mengapresiasi kepatuhan para pengelola.

“Alhamdulillah, hasil sidak menunjukkan semua tempat hiburan malam patuh dan tidak beroperasi. Terima kasih atas kerja samanya menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan,” ujarnya.

Pemkab Karawang menegaskan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan aturan berjalan konsisten hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pelaku usaha, diharapkan suasana Ramadan di Karawang berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Berbasis Data dan Aksi Nyata, Karang Taruna Karawang Gandeng PNKT Percepat Penanganan Banjir

0

Jakarta, Karawangexpose.com — Karang Taruna Kabupaten Karawang menggelar Rapat Koordinasi Strategis Penanggulangan Banjir bersama Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) pada Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Kementerian Sosial Republik Indonesia, Gedung D Lantai 1, Jalan Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat. Kegiatan berlangsung pukul 17.00–21.00 WIB sebagai upaya memperkuat sinergi lintas struktur Karang Taruna dalam merespons dampak banjir di Kabupaten Karawang.

Dalam pertemuan tersebut, Pengurus Nasional Karang Taruna menyambut langsung rombongan Karang Taruna Kabupaten Karawang. Hadir dari PNKT antara lain Fabian Cornellis (Wakil Sekretaris Jenderal PNKT/Sekretaris Satgas Bencana), Virgo Sulianto Gohari (Wakil Sekretaris Jenderal PNKT), Abdul Rahman Putra Batubara (Wakil Bendahara Umum PNKT/Bendahara Satgas Bencana), M. Iqbal Suyudi (Wakil Bendahara Umum PNKT), Aswandi Jailani (Ketua Bidang Tanggap Bencana PNKT/Wakil Kepala Satgas Bencana), serta Fahmi Aulia Rachman (Anggota Bidang Koperasi dan UMKM PNKT). Rombongan Karang Taruna Kabupaten Karawang dipimpin oleh Dr. (C). Dhani Sudirman, S.H., S.T., S.E., M.M. (Ketua Umum), didampingi Candra Caniago, S.H. (Wakil Ketua/Kepala Unit Rescue), Yogi Prabowo, S.I.P. (Sekretaris Umum) dan Very Sukma (Wakil Sekretaris).

Dalam rapat, Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang memaparkan data dampak banjir Karawang berdasarkan rilis BPBD per 24 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, yang mencatat 21 kecamatan terdampak, 9.752 rumah terdampak, dan 11.059 KK terdampak. Paparan berbasis data tersebut menegaskan urgensi percepatan langkah mitigasi dan penguatan dukungan logistik di lapangan.

Sebelum rapat koordinasi ini dilaksanakan, Karang Taruna Kabupaten Karawang telah melakukan berbagai langkah respons cepat di lapangan sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab kemanusiaan. Sejumlah kader Karang Taruna terlibat langsung dalam proses evakuasi warga terdampak banjir ke titik-titik pengungsian yang lebih aman, membantu kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak. Selain itu, Karang Taruna Kabupaten Karawang juga turut berperan aktif dalam pengelolaan dapur umum, pendistribusian makanan siap saji, air bersih, serta bantuan logistik dasar kepada warga yang mengungsi di beberapa wilayah terdampak banjir. Kegiatan ini dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, relawan, serta elemen masyarakat setempat guna memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Menanggapi paparan tersebut, Fabian Cornellis dan Virgo Sulianto Gohari mewakili PNKT merespons positif dengan menyatakan komitmen PNKT untuk menyalurkan bantuan berupa 4 (empat) unit tenda pengungsian guna mendukung kebutuhan darurat di lokasi terdampak banjir di Kabupaten Karawang. Bantuan ini diharapkan dapat segera dimobilisasi sesuai kebutuhan lapangan melalui koordinasi Satgas Bencana PNKT dan Karang Taruna Kabupaten Karawang.

Diskusi kemudian berlanjut pada aspek teknis penguatan organisasi. PNKT menyampaikan bahwa saat ini tengah menyiapkan 5 (lima) Peraturan Organisasi (PO) sebagai turunan dari Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 9 Tahun 2025. Regulasi turunan ini ditujukan untuk memperjelas tata kelola, struktur kerja, peran kebencanaan, serta penguatan fungsi Karang Taruna di daerah agar lebih operasional dan adaptif. Pada sesi tersebut, Dhani Sudirman memaparkan secara gamblang sejumlah kelemahan implementatif Permensos No. 9 Tahun 2025 ketika dihadapkan pada kondisi kearifan lokal di Kabupaten Karawang, khususnya karakter wilayah industri, dinamika kepemudaan, serta realitas sosial di kawasan rawan banjir. Masukan tersebut menjadi bahan penting bagi PNKT dalam merumuskan Peraturan Organisasi agar kebijakan nasional dapat diterjemahkan secara kontekstual di daerah.

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan penyerahan plakat dari Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang kepada PNKT sebagai simbol komitmen kolaborasi. Di akhir kegiatan, PNKT melalui Fabian Cornellis juga menyerahkan plakat balasan kepada Karang Taruna Kabupaten Karawang sebagai simbol keberlanjutan kemitraan strategis dan penguatan sinergi nasional-daerah dalam penanggulangan bencana serta penguatan tata kelola organisasi Karang Taruna.

Insan Pers Geruduk Universitas Singaperbangsa Karawang, IWOI Desak Klarifikasi Dugaan Pelecehan Jurnalis

0

Karawang, Karawangexpose.com — Halaman Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) memanas, Senin sore (23/2/2026). Gelombang protes dari insan pers menggema di depan gerbang kampus negeri kebanggaan masyarakat Karawang itu. Mereka datang bukan membawa spanduk kebencian, melainkan tuntutan klarifikasi dan penghormatan terhadap profesi jurnalis.

Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Karawang, Syuhada Wisastra, berdiri di barisan terdepan. Dengan suara lantang, ia mengecam dugaan perlakuan tidak etis yang dialami sejumlah jurnalis saat menjalankan tugas peliputan.

“Kami datang baik-baik. Kami mencari berita dengan prosedur yang benar, melakukan klarifikasi dengan santun. Tapi yang kami terima justru pengusiran dan kata-kata yang merendahkan,” tegas Syuhada di hadapan aparat keamanan dan perwakilan kampus.

Menurutnya, seorang staf kampus diduga melontarkan kata-kata kasar, termasuk menyebut “goblok” kepada jurnalis yang tengah menjalankan tugas. Bagi IWOI, persoalan ini bukan sekedar emosi sesaat atau konflik personal, melainkan dugaan pelecehan terhadap profesi yang dilindungi undang-undang.

“Apakah itu mencerminkan orang berpendidikan? Apakah itu etika akademik? Kampus adalah rumah ilmu, bukan tempat arogansi!” serunya, disambut sorakan dukungan para jurnalis yang hadir.

Syuhada juga menyinggung sikap pimpinan kampus. Ia mengakui Rektor telah menyampaikan permintaan maaf, namun pernyataan lanjutan yang muncul dinilai tidak tegas dan justru menimbulkan tafsir berbeda di ruang publik.

“Kalau Rektor tidak bisa mengoreksi stafnya, lebih baik mundur. Ini soal wibawa institusi dan penghormatan terhadap profesi,” ujarnya, memberi ultimatum terbuka.

IWOI Karawang menyampaikan tiga tuntutan utama:

• Klarifikasi terbuka dan transparan dari pihak kampus.

• Evaluasi serta pembinaan terhadap staf yang diduga melakukan tindakan tidak etis.

• Komitmen Unsika untuk menghormati dan melindungi kerja jurnalistik sesuai Undang-Undang Pers.

Bagi para jurnalis, insiden ini menyentuh persoalan yang lebih besar: marwah profesi dan kebebasan pers di daerah. Kampus, yang seharusnya menjadi ruang dialog dan literasi publik, dinilai tidak boleh bersikap defensif apalagi represif terhadap media.

“Kami ini manusia. Kami juga berpendidikan. Kami datang untuk klarifikasi, bukan untuk diusir. Jangan sampai kampus di tanah Karawang justru anti terhadap pers Karawang,” tambah Syuhada.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Unsika belum memberikan pernyataan resmi lanjutan atas tuntutan tersebut. Publik kini menanti langkah konkret: apakah Unsika akan berdiri di sisi transparansi dan etika akademik, atau membiarkan polemik ini menjadi preseden buruk hubungan kampus dan pers?

Satu hal yang pasti, suara jurnalis Karawang sore itu bukan sekedar protes. Ia adalah peringatan keras bahwa martabat profesi tidak bisa diperlakukan semena-mena, bahkan oleh institusi pendidikan sekalipun.

Lubang di Sepanjang Pantura Klari–Jatisari, Siapa Bertanggung Jawab atas Korban?

0

Karawang, Karawangexpose.com – Sejak Jumat, 20 Februari 2026, perjalanan saya dari Klari menuju Jatisari melalui ruas Jalan Pantura bukan lagi sekadar rutinitas harian.

Ia berubah menjadi perjalanan penuh kecemasan—antara harapan sampai tepat waktu dan rasa waswas apakah saya bisa pulang dengan selamat.

Arus lalu lintas di jalur vital ini nyaris tak pernah lengang. Kepadatan sudah terasa sejak Terminal Klari, berlanjut di lampu merah Klari, merayap di depan Desa Duren, hingga kembali tersendat saat melintasi Pasar Kosambi.

Kemacetan seolah menjadi menu wajib di pertigaan arah Cengkong, berlanjut di Dawuan, dan mencapai titik paling mengkhawatirkan di Simpang Jomin.

Namun ironisnya, kemacetan bukan semata karena volume kendaraan yang tinggi.

Di banyak titik menuju Jatisari, laju kendaraan justru melambat akibat jalan yang berlubang. Lubang-lubang menganga di badan jalan memaksa pengendara roda dua maupun roda empat bermanuver mendadak, menghindar di tengah padatnya arus kendaraan.

Tak jarang, kendaraan besar saling serobot di Simpang Jomin, terlebih saat dua lajur menyempit menjadi satu jalur akibat kerusakan jalan.

Situasi ini bukan hanya merusak kendaraan, tetapi juga membuka peluang kecelakaan yang bisa merenggut nyawa.

Beberapa waktu lalu memang sempat ada perbaikan.

Tambal sulam dilakukan di sejumlah titik. Namun pertanyaan besarnya: mengapa tidak dituntaskan?

Mengapa perbaikan terkesan setengah hati, cukup untuk meredam keluhan sesaat, tetapi belum mampu menghadirkan rasa aman secara menyeluruh?

Bagi saya, jalan ini bukan sekadar jalur lintasan ekonomi. Ini adalah rute harapan.

Setiap pagi dan malam, saya harus bolak-balik menuju RSUD Jatisari untuk menjenguk anak yang sedang dirawat.

Dalam gelapnya malam, lubang-lubang di jalan kerap tak terlihat. Ban kendaraan menghantam aspal rusak tanpa peringatan.

Beberapa kali saya hampir terjatuh. Beberapa detik saja bisa menjadi pembeda antara sampai di rumah atau justru menjadi korban berikutnya.

Tulisan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Namun sudah saatnya para pemangku kebijakan—dari level kabupaten, provinsi, hingga pusat—membuka mata lebih lebar.

Jalan rusak di jalur Pantura Klari–Jatisari bukan lagi persoalan estetika infrastruktur, tetapi soal keselamatan publik.

Jangan sampai respons hanya berhenti pada kalimat, “iya, akan segera diperbaiki.”

Sebab di balik setiap lubang jalan, ada potensi kecelakaan. Dan di balik setiap kecelakaan, ada keluarga yang menunggu di rumah—berharap orang yang mereka cintai pulang dengan selamat.

Kerja nyata bukan lagi pilihan. Ia adalah keharusan. Sebelum lubang-lubang itu kembali memakan korban berikutnya.

(Penulis Feature : Ketua IWO Indonesia DPD Karawang)

Pemkab Karawang Hadirkan 100 Tenant di Bazar Ramadan Karawang Maju 2026

0

Karawang, Karawangexpose.com – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Bazar Ramadan Karawang Maju 1447 H/2026 M yang secara resmi dibuka oleh Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati Maslani di Lapangan Karangpawitan, Sabtu (21/2/2026).

Bazar Ramadan tahun ini tidak hanya menghadirkan pelaku UMKM kuliner, tetapi juga melibatkan UMKM kriya binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karawang. Kegiatan ini akan berlangsung selama 10 hari, mulai 21 Februari hingga 2 Maret 2026, dengan melibatkan 100 tenant.

Bupati Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa bazar ini diharapkan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan selama menjalankan ibadah puasa.

“Jadi masyarakat yang ingin mencari hidangan untuk berbuka puasa tidak usah jauh-jauh, cukup datang ke Lapangan Karangpawitan. Insya Allah semuanya ada di sini,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang kepada para pelaku UMKM agar terus berkembang dan mendapatkan ruang usaha di momen-momen penting.

“Tidak hanya masyarakat yang mendapatkan kemudahan, kami juga memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk terus berkegiatan dan meningkatkan usahanya,” tambahnya.

Terkait target, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM), bazar ini ditargetkan mampu mencatatkan transaksi hingga Rp2,5 miliar selama 10 hari pelaksanaan, dengan estimasi 3.000 pengunjung per hari.

Bupati Aep optimistis target tersebut dapat tercapai melalui kolaborasi seluruh pihak, termasuk para camat dan kepala desa untuk mengajak masyarakat hadir dan meramaikan bazar.

“Kami optimis target bisa tercapai. Dengan kolaborasi bersama seluruh unsur kewilayahan, mudah-mudahan kegiatan ini membawa keberkahan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Karawang,” pungkasnya.

Pantura Jawa Barat Bangkit 14 Ribu Hektare Tambak Direvitalisasi

0

Karawang, Karawangexpose.com – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan komitmennya dalam mendorong revitalisasi tambak Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat sebagai langkah strategis membangkitkan kembali sektor perikanan budidaya.

Dalam pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Subang, Jumat (20/2/2026), Bupati Aep menyampaikan dukungan penuh terhadap program revitalisasi tambak lintas wilayah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurut Aep, Pantura memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Namun, selama puluhan tahun terakhir, banyak kawasan tambak mengalami penurunan produktivitas akibat banjir rob, abrasi, pendangkalan saluran, perubahan fungsi lahan, serta keterbatasan infrastruktur dan teknologi.

Ia menilai program revitalisasi menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali tambak-tambak idle sekaligus menerapkan sistem budidaya yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi sesuai konsep ekonomi biru.

Bagi Karawang, langkah ini dinilai sangat strategis. Karawang memiliki potensi tambak seluas 6.209 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan pesisir dan menjadi wilayah dengan luasan terbesar dalam rencana revitalisasi ±14 ribu hektare di empat kabupaten.

Karawang bahkan direncanakan masuk tahap pertama pelaksanaan pada 2026. Bupati Aep optimistis, program ini akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, serta memperkuat ekosistem perikanan dari hulu hingga hilir.

“Kita ingin tambak kembali produktif, masyarakat pesisir sejahtera, dan lingkungan tetap terjaga,” tegasnya.