Beranda blog Halaman 65

Bupati Karawang Hadiri Rakornas “Sampah Hilang Indonesia Terang”, Dukung Program Waste to Energy Nasional

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE didampingi Kepala Bappeda dan Kepala DLHK Karawang menghadiri Rapat Koordinasi Nasional bertajuk “Sampah Hilang Indonesia Terang” yang digelar bersama Kementerian Investasi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Wisma Danatara, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Rakor tersebut membahas langkah konkret dalam mengatasi persoalan persampahan nasional melalui penerapan teknologi Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik ramah lingkungan.

Presiden Republik Indonesia menegaskan komitmen pemerintah dalam pengelolaan sampah dengan target 50 persen pada tahun 2025 dan 100 persen pada 2029. Program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menekan polusi, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta memperkuat transisi menuju energi bersih nasional.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Sekretaris Jenderal Dr. Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa tahap pertama proyek ini akan difokuskan di sejumlah kota besar, seperti Yogyakarta, Denpasar, Bekasi, Tangerang, Bogor, Medan, dan Semarang. Dua wilayah dengan potensi besar yaitu DKI Jakarta dengan volume sampah mencapai 8.000 ton per hari, serta Bandung sekitar 7.000 ton per hari, masih dalam proses melengkapi berbagai persyaratan teknis.

“Insyaallah 10 titik kota yang telah dievaluasi akan masuk ke tahap selanjutnya. Kami menargetkan program ini dapat diluncurkan pada akhir Oktober 2025,” ujar Menteri Investasi, Rosan Perkasa Roeslani.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat menyampaikan apresiasi terhadap langkah ini, dan berharap program pengelolaan sampah berbasis energi tersebut dapat segera terwujud dengan dukungan penuh semua pihak. “Danatara menjadi lembaga yang dipercaya sebagai solusi masalah di Indonesia. Kita berdoa agar program ini dapat berjalan sukses,” ujarnya.

Kehadiran Bupati Karawang dalam kegiatan tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mendukung kebijakan nasional menuju pengelolaan sampah berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Bupati Aep Hadiri Perayaan 3 Juta Unit Ekspor Toyota, Bukti Kekuatan Industri Otomotif Karawang

0
Karawang menorehkan sejarah baru! Bupati Aep bersama Wabup Maslani hadiri perayaan ekspor ke-3 juta unit Toyota Indonesia di TMMIN Karawang — bukti kekuatan industri otomotif Indonesia. 💪✨

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE bersama Wakil Bupati H. Maslani menghadiri acara Perayaan 3 Juta Unit Ekspor Toyota Indonesia yang digelar di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang, pada Kamis (09/10/2025).

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan menjadi momentum bersejarah bagi industri otomotif nasional.

Pencapaian ekspor tiga juta unit kendaraan ini menegaskan posisi Indonesia, khususnya Karawang, sebagai pusat produksi dan ekspor otomotif yang mampu bersaing di tingkat global.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Presiden Direktur Toyota Motor Corporation Koji Sato, Wakil Presiden ke-10 RI Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri, serta Gubernur Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi kepada Toyota atas kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

“Capaian ini menjadi bukti nyata daya saing industri otomotif Indonesia di kancah global,” ujar Airlangga.

Sementara itu, Koji Sato mewakili Toyota Group menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama lebih dari lima dekade.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas bantuannya dan seluruh partner kami selama 50 tahun lebih,” tutur Koji Sato.

Perayaan ekspor ke-3 juta unit ini menjadi simbol kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat peran Indonesia di pasar otomotif dunia.

RSUD Rengasdengklok Siap Layani Warga, BPK Temukan Ratusan Juta Kelebihan Bayar Nyaris Rugikan Daerah

0

KARAWANG | KARAWANGEXSPOSE.COM –  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok dijadwalkan beroperasi penuh pada awal Januari 2026. Pembangunan fasilitas kesehatan ini telah berlangsung sejak 14 November 2023 hingga 27 Desember 2024.

RSUD Rengasdengklok diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Karawang Utara, yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas medis.

Acara soft opening RSUD Rengasdengklok pun berlangsung sukses. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, bersama jajaran pemerintah daerah, mengagumi arsitektur dan interior bangunan yang modern.

Namun, di balik kemegahan tersebut, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) menemukan sejumlah catatan yang berpotensi merugikan keuangan daerah.

Meski demikian, temuan BPK ini telah ditindaklanjuti dengan pengembalian kerugian ke kas daerah.

Berdasarkan laporan BPK RI, terdapat beberapa permasalahan dalam pembangunan RSUD Rengasdengklok:

– Pekerjaan tidak sesuai kontrak senilai Rp774.331.667,00.

– Kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp267.302.572,00.

– Harga satuan beberapa item pekerjaan baru dalam addendum kontrak lebih tinggi dari seharusnya sebesar Rp234.675.931,00.

– Hasil pengujian kualitas material pada beberapa item tidak sesuai standar sebesar Rp26.341.784,00.

– Kelebihan pembayaran akibat selisih harga satuan atas perubahan merek dalam addendum kontrak sebesar Rp246.011.380,00.

BPK RI mencatat, pekerjaan pembangunan RSUD Rengasdengklok dilaksanakan oleh PT PP berdasarkan Kontrak Nomor 01.01/01/KONTRAK RS RENGASDENGKLOK-DINKES/XI/2023 tanggal 14 November 2023 senilai Rp236.100.471.000,00, dengan masa pelaksanaan 390 hari kalender (14 November 2023 – 7 Desember 2024). Kontrak mengalami perubahan melalui addendum Nomor ADD 01.05/01.KONTRAK RS RENGASDENGKLOK-DINKES/XII/2024 tanggal 9 Desember 2024, yang mengubah volume pekerjaan (Contract Change Order/CCO) dan nilai kontrak menjadi Rp247.488.881.000,00.

Pengawasan pekerjaan dilakukan oleh PT AA sebagai Manajemen Konstruksi (MK).

BPK RI mengungkapkan bahwa penyedia telah menyetorkan kelebihan pembayaran sebesar Rp862.139.667,00 ke kas daerah, dengan rincian:

– CV Azz: Rp87.808.000,00

– PT PP: Rp774.331.667,00

BPK RI menilai, potensi kerugian negara tersebut disebabkan kurang cermatnya Kepala Dinas Kesehatan dan PPK selaku Pengguna Anggaran dalam mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD. Selain itu, penyedia barang/jasa dinilai melaksanakan pekerjaan tidak sesuai kontrak, serta konsultan pengawas kurang cermat dalam mengawasi pekerjaan.

Upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih terus dilakukan hingga berita ini diturunkan.

Kemnaker Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Program Layanan Kewirausahaan di Karawang

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Ketenagakerjaan (BPKK) kembali menggelar program Layanan Kewirausahaan dengan tema “Sejahtera dengan Kerja Wirausaha”. Kegiatan berlangsung di Aula Disnakertrans Kabupaten Karawang, Kamis (09/10/2025) pagi.

Pelatihan yang memasuki Batch 12 ini diikuti oleh 106 peserta dan terbagi ke dalam empat kelas, yakni Kelas A dan B (DMI) masing-masing berjumlah 28 peserta, Kelas C (PTKK) dengan 20 peserta, serta Kelas D (BLK) berisi 30 peserta.

Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja, Iwan Darmawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mencetak wirausahawan muda yang kreatif, inovatif, dan tangguh.

“Kewirausahaan bukan sekadar solusi untuk menekan angka pengangguran, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam memperkuat perekonomian nasional,” ujarnya.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas inisiatif Kemnaker. Ia menilai program ini selaras dengan visi daerah dalam memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

“Karawang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan industri. Dengan 30 kecamatan dan 309 desa, serta luas lahan sawah mencapai 87 ribu hektar, kewirausahaan dapat menjadi pintu kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa geliat UMKM di Karawang terus meningkat, dibuktikan dengan capaian rekor MURI pada perayaan Hari Jadi Karawang, di mana transaksi masyarakat mencapai Rp2,8 miliar dalam 14 hari selama kegiatan UMKM Naik Kelas.

“Kami berharap program ini dapat menjadi wadah nyata bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan melalui wirausaha,” tutup Bupati.

Kang Dedi Iskandar Jalin Silaturahmi dengan PWNU Jawa Barat, Bahas Penguatan Nilai Keagamaan dan Kebangsaan

0

BANDUNG | KARAWANGEXPOSE.COM – Dalam upaya memperkuat silaturahmi sekaligus memperluas wawasan keagamaan, pengusaha sekaligus tokoh masyarakat Karawang, Kang Dedi Iskandar (KDI), melakukan kunjungan ke Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat di Kota Bandung, Rabu (8/10/2025). Kunjungan tersebut menjadi ajang penting bagi KDI untuk berdialog langsung dengan para ulama dan tokoh NU terkait peran keagamaan, sosial, serta kebangsaan di tengah masyarakat.

Kedatangan KDI disambut hangat oleh jajaran pengurus PWNU Jawa Barat, termasuk Abuya KH. Ade Fatahillah, Khatib Syuriah PWNU Jawa Barat. Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban dan keilmuan. Dalam kesempatan itu, kedua pihak berdiskusi mengenai nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta penguatan peran ormas Islam dalam menjaga keharmonisan sosial.

KDI menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat bersilaturahmi langsung dengan para tokoh NU yang selama ini menjadi panutan dan sumber inspirasi bagi dirinya.

“Alhamdulillah, saya bisa berkunjung ke Kantor PWNU Jawa Barat dan bertemu langsung dengan para ulama serta tokoh besar NU. Ini pengalaman berharga karena saya bisa berdiskusi dan bertukar pikiran dengan sosok-sosok berilmu tinggi yang menjadi teladan umat,” ujar KDI dengan penuh antusias.

Ia menegaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan juga menjadi sarana pembelajaran dan penyegaran spiritual. Menurutnya, banyak nilai luhur Nahdlatul Ulama yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Saya bersama Abuya KH. Ade Fatahillah banyak berdiskusi tentang ilmu agama dan kiprah NU, baik di Karawang, di tingkat Jawa Barat, maupun secara nasional. Informasi yang saya peroleh langsung dari tokoh NU tentu sangat berharga dan menambah wawasan,” lanjutnya.

Kang Dedi Iskandar yang dikenal rendah hati, mudah bergaul, dan memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus ia lakukan. Ia berkomitmen memperluas jaringan silaturahmi serta memperdalam pemahaman keagamaan dengan berbagai kalangan, khususnya para ulama dan tokoh masyarakat.

“Semoga kegiatan seperti ini menjadi ladang pahala, memperkuat nilai religius dan sosial, serta menambah pemahaman saya terhadap ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama,” tutup KDI penuh harap.

Kunjungan Kang Dedi Iskandar ke PWNU Jawa Barat ini mencerminkan semangat belajar tanpa batas dan komitmen kuat untuk terus meneladani nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. Sebagai tokoh masyarakat Karawang, ia terus menunjukkan keteladanan melalui sikap religius, kebersamaan, dan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat. (*)

Pemkab Karawang dan Polri Gelar Penanaman Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan Nasional

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Salah satunya melalui kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025, yang digelar di Dusun Cimide, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, pada Rabu (8/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh SE, bersama unsur Forkopimda, Bulog Karawang, dan Dinas Pertanian, serta dilanjutkan dengan zoom meeting bersama Presiden RI.

Penanaman jagung tersebut menjadi bagian dari program sinergis nasional dalam mendukung Swasembada Pangan Nasional 2025 dan memperkuat rantai pasok pangan di wilayah Jawa Barat.

Total lahan yang digunakan mencapai 2 hektare, terdiri dari 1,5 hektare di Kecamatan Majalaya dan 0,5 hektare di Kecamatan Telukjambe Barat. Jenis benih yang ditanam adalah Jagung Hibrida atau Jagung Pipil Kering, dengan kepadatan tanam 10 kilogram per hektare. Tanaman ini diperkirakan siap panen dalam waktu 3,5 hingga 4 bulan ke depan.

“Karawang dikenal sebagai lumbung padi, tetapi tidak hanya tentang padi. Hari ini kita buktikan komitmen dengan penanaman jagung unggul. Sinergi antara Pemkab dan Polri ini adalah kunci untuk menciptakan rantai pasok pangan yang stabil dan kuat,” ujar Bupati Aep Syaepuloh dalam sambutannya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah berharap produktivitas pertanian Karawang semakin beragam dan berdaya saing, sehingga daerah ini tidak hanya dikenal sebagai penghasil padi, tetapi juga menjadi penopang komoditas pangan strategis lainnya seperti jagung. (*)

60 Pegawai Lapas Karawang Jalani Tes Urine, Hasilnya Negatif Semua

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Sebagai upaya memperkuat integritas aparatur dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Karawang menggelar tes urine bagi 60 pegawai secara acak, Selasa (7/10/2025). Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang.

Pemeriksaan tersebut melibatkan tim gabungan dari petugas BNNK Karawang dan tenaga kesehatan Klinik Lapas Karawang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel urine dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba.

Kepala Lapas Kelas III Karawang, Christo Toar, mengatakan tes urine ini merupakan langkah konkret jajaran pemasyarakatan dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba.

“Tes urine ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga integritas pegawai dan memastikan lingkungan kerja di Lapas Karawang bebas dari penyalahgunaan narkotika. Hasil negatif seluruh pegawai menunjukkan profesionalisme dan tanggung jawab moral kami sebagai aparatur negara,” ujar Christo.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, yang menekankan pentingnya pemberantasan peredaran narkoba serta penipuan dengan berbagai modus di lingkungan Lapas dan Rutan.

“Kami mendukung penuh arahan Menteri Agus Andrianto. Pencegahan dan pemberantasan narkoba tidak hanya dilakukan terhadap warga binaan, tetapi juga harus dimulai dari internal petugas,” tegasnya.

Dengan hasil tes yang seluruhnya negatif, Lapas Kelas III Karawang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme seluruh jajaran, serta memperkuat sinergi dengan BNNK Karawang dan aparat penegak hukum lainnya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. (*)

“Awewe NPD”: Langkah Baru Kang Cucu Rajah Kalamangsa di Dunia Musik

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Gema lagu “FBD (Fana Berbalut Doa)” masih terasa hangat di telinga para pendengar karya Kang Cucu Rajah Kalamangsa Puredalem, sosok musisi asal Karawang yang dikenal lewat lagu-lagu bertema kearifan lokal seperti Napak Jagad Adipati Singaperbangsa, Taruna Kadaga, Karawang, Sabar, Bingung Ku Linglung, Tanjung Pakis, Randa Motekar, Ema, hingga Seusahna Di Gawe.

Lagu FBD yang menjadi penanda kembalinya Kang Cucu setelah lama vakum berhasil menemani banyak jiwa yang terluka. Kini, sang musisi tak ingin jeda terlalu lama. Ia tengah mempersiapkan karya terbaru yang berjudul “Awewe NPD”, sebuah lagu dengan tema yang unik dan relevan dengan kehidupan masa kini.

Dalam karya terbarunya ini, Kang Cucu berkolaborasi dengan musisi muda Dede, menghadirkan warna musik yang segar. Judul “Awewe NPD” sendiri merupakan perpaduan antara bahasa Sunda “Awewe” (perempuan) dan istilah “NPD” yang dikenal dalam dunia psikologi sebagai singkatan dari Narcissistic Personality Disorder.

Menurut Kang Cucu, lagu ini lahir dari pengamatannya terhadap dinamika hubungan di sekitar kita — bukan untuk menghakimi, melainkan menjadi cermin bagi mereka yang pernah terjebak dalam kisah cinta yang tampak indah, namun sebenarnya menguras emosi. “Awewe NPD” adalah potret cinta yang rumit, dikemas dalam lirik jujur dan melodi yang menyentuh.

Menjelang perilisan lagunya, Kang Cucu menyapa para pendengar dengan pesan khasnya:

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Coming soon, lagu terbaru saya berjudul ‘Awewe NPD’. Setelah lama vakum, saya memutuskan untuk kembali berkarya. Semoga lagu ini bisa diterima masyarakat Karawang khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Sesuai janji saya, lagu ini gratis. Silakan didengarkan dan dinyanyikan di mana saja. Lagu ini untuk semua rakyat Indonesia.

Terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

– Kang Cucu x Dede

Pesan sederhana itu mempertegas komitmen Kang Cucu bahwa musik baginya bukan sekadar industri, melainkan ruang berbagi rasa. Di tengah maraknya komersialisasi karya, ia tetap memilih untuk menghadirkan musik yang tulus dan bisa dinikmati semua kalangan tanpa biaya.

Jika FBD menjadi lagu penyembuh luka batin, maka “Awewe NPD” hadir untuk membuka mata. Perpaduan antara kearifan lokal dan sentuhan modern dari kolaborasi Kang Cucu dan Dede ini diyakini akan menjadi perbincangan baru di dunia musik independen.

Siap-siap, Karawang. Siap-siap, Indonesia.

Sebuah cerita baru akan segera mengalun dari tangan Kang Cucu.

Pemkab Karawang Luncurkan Sentra UMKM Rawamerta, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan meluncurkan Sentra UMKM Rawamerta, Selasa (7/10/2025).

Peluncuran tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, bersamaan dengan kegiatan Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) di halaman Kantor Kecamatan Rawamerta.

Dalam sambutannya, Bupati Aep mengapresiasi terbentuknya Sentra UMKM Rawamerta yang dinilai mampu menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Ia juga meminta Dinas Koperasi dan UMKM untuk terus melakukan pendampingan agar pelaku usaha di wilayah tersebut bisa naik kelas dan mandiri secara ekonomi.

“Sentra UMKM ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat kecamatan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, para pelaku usaha bisa meningkatkan daya saing produk mereka,” ujar Aep.

Sementara itu, Plt Camat Rawamerta, Angga Satria Atmaja, menjelaskan bahwa Sentra UMKM Rawamerta merupakan satu-satunya yang ada di Kabupaten Karawang, dengan 209 anggota dan 209 produk unggulan di dalamnya.

“Alhamdulillah, hari ini kita grand launching Sentra UMKM Rawamerta. Ini merupakan pusat UMKM pertama dan satu-satunya di Kabupaten Karawang. Kami berharap bisa menjadi tempat baru bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat, terutama bagi warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Angga menuturkan bahwa di kawasan Sentra UMKM tersebut juga disediakan koperasi dan coffee shop untuk memperkuat jejaring ekonomi lokal serta menghadirkan pusat keramaian baru di wilayah Rawamerta.

Selain Sentra UMKM, pihak kecamatan juga tengah menyiapkan Rawamerta Kuliner Night, yakni pasar malam yang akan digelar setiap Jumat dan Sabtu di halaman Kantor Kecamatan Rawamerta.

Pasar tersebut menyediakan beragam makanan basah dan kering hasil olahan warga setempat, serta diharapkan menjadi ajang promosi produk lokal sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi bagi ibu-ibu rumah tangga.“Kebanyakan warga Rawamerta bekerja di sektor pertanian. Karena itu, kami ingin ibu-ibu juga bisa berdaya melalui UMKM agar memiliki tambahan penghasilan dan ikut menggerakkan ekonomi keluarga,” kata Angga.

Dengan hadirnya Sentra UMKM dan pasar kuliner tersebut, Pemerintah Kecamatan Rawamerta optimistis kawasan ini dapat tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(rey)

Bansos Tak Bisa Lagi Dicairkan Tunai, Kemensos Terapkan Sistem Kartu Digital Berbarcode BI

0

JAKARTA | KARAWANGEXPOSE.COM– Kementerian Sosial Republik Indonesia tengah menyiapkan sistem baru dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui kartu digital yang dilengkapi barcode khusus dari Bank Indonesia (BI). Program ini dirancang untuk memastikan dana bansos digunakan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh penerima manfaat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, penggunaan kartu digital ini merupakan bagian dari transformasi penyaluran bantuan sosial yang lebih transparan dan akuntabel. Melalui sistem tersebut, setiap transaksi penerima bantuan akan terekam dan hanya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan sesuai peruntukannya.

“Ke depan, kartu digital bansos ini tidak bisa diuangkan tunai, tetapi hanya bisa digunakan untuk membeli barang-barang yang sesuai peruntukannya di toko yang telah bekerja sama,” ujar Gus Ipul dalam program Jejak Pradana yang disiarkan detikcom, Selasa (7/10/2025).

Gus Ipul menambahkan, Bank Indonesia akan menjadi mitra utama dalam penerbitan kartu digital ini. Setiap kartu akan memiliki barcode khusus yang dapat memverifikasi transaksi penerima bantuan agar tidak digunakan untuk pembelian barang di luar kebutuhan pokok.

Selain memperkuat akuntabilitas, program ini juga diharapkan mampu menekan potensi penyimpangan penggunaan dana bansos yang selama ini masih ditemukan di lapangan.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah bantuan sosial benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat miskin, bukan untuk hal lain,” tegasnya.

Namun demikian, Gus Ipul menyadari bahwa tantangan terbesar adalah literasi digital di kalangan masyarakat penerima bansos. Untuk itu, Kementerian Sosial akan menerjunkan pendamping sosial dan perangkat desa untuk membantu warga dalam menggunakan kartu digital tersebut.

“Kami akan melibatkan pendamping-pendamping Kemensos di desa serta perangkat desa setempat. Selain itu, disiapkan pula hotline dan aplikasi khusus bagi masyarakat yang membutuhkan panduan,” kata dia.

Langkah digitalisasi ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis teknologi, agar penyaluran bantuan semakin efisien, tepat waktu, dan bebas dari praktik manipulasi data.

Program kartu digital bansos ini juga menjadi bagian dari reformasi data dan tata kelola bansos nasional, di mana Kemensos telah melakukan koreksi terhadap 1,9 juta data penerima manfaat yang tidak sesuai hasil verifikasi terbaru.

Dengan terobosan ini, pemerintah berharap distribusi bantuan sosial dapat lebih adil, merata, serta memberikan dampak langsung terhadap pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.