google-site-verification=mfDzAmrATs_axixiQE589FtwGxMIv1RrxySdHsqAmqE
spot_img
Beranda blog Halaman 25

Lippo Land Karawang Bangun Ekosistem Perkotaan Modern Sambil Pererat Kedekatan dengan Warga

0

Karawang, KarawangExpose.com – Lippo Land Karawang menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kawasan terpadu yang mengintegrasikan hunian, area komersial, serta berbagai fasilitas pendukung bagi masyarakat Kabupaten Karawang. Komitmen tersebut disampaikan dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di kawasan Lippo Karawang pada Sabtu (18/01/2026).

Pengembangan kawasan ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, fungsional, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Lippo Land Karawang dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem perkotaan modern dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan aksesibilitas strategis, mengingat lokasinya berada di sekitar kawasan industri yang menjadi motor utama perekonomian daerah.

Selain berfokus pada pembangunan properti, Lippo Land Karawang juga aktif mendukung berbagai kegiatan publik, seperti olahraga, hiburan, dan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan sebagai upaya menghadirkan kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang hidup dan dinamis.

Tim Activation Lippo Karawang, Sany Priyanto, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari strategi membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga sekitar.

“Lippo Karawang tidak hanya berfokus pada pengembangan kawasan, tetapi juga ingin menjadi bagian dari aktivitas masyarakat melalui kegiatan-kegiatan positif yang berdampak langsung,” ujar Sany.

Sementara itu, Revin Fulki dari Tim Marketing Communication Lippo Karawang menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dengan masyarakat dalam setiap tahap pengembangan kawasan.

“Kami berupaya menyampaikan informasi pengembangan kawasan secara transparan dan mudah dipahami, sehingga masyarakat dapat melihat Lippo Karawang sebagai kawasan yang terus tumbuh dan terbuka,” kata Revin.

Hal serupa disampaikan Amadeus Dicky dari Tim Product Marketing Lippo Karawang. Menurutnya, setiap produk dan fasilitas yang dikembangkan selalu disesuaikan dengan kebutuhan pasar serta karakter masyarakat Karawang.

“Pengembangan produk di Lippo Karawang selalu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat lokal, baik dari sisi fungsi, kenyamanan, maupun keberlanjutan kawasan,” ungkap Amadeus.

Ke depan, Lippo Land Karawang berencana melanjutkan pengembangan kawasan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek tata ruang, lingkungan, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Dengan konsep kawasan terpadu dan dukungan berbagai fasilitas, Lippo Land Karawang diharapkan mampu berkontribusi positif terhadap pertumbuhan wilayah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Karawang.

Gema Tangkas: Mahasiswa KKN UNSIKA Taringgul Tengah Sukses Inovasi Fungisida Nabati dari Rempah Dapur

0

Purwakarta, Karawangexpose.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) di Desa Taringgul Tengah, Kecamatan Wanayasa, sukses meluncurkan program unggulan bernama “Gema Tangkas” (Gerakan Bersama Petani Tanggulangi Penyakit Blast).

Inovasi ini memfokuskan pada pembuatan fungisida nabati berbahan dasar rempah dapur guna membantu petani mengatasi serangan jamur pada tanaman padi.

Program ini lahir sebagai solusi atas keluhan petani lokal terkait penyakit blas (patah leher) yang seringkali menurunkan produktivitas panen secara signifikan.

Inovasi dari Dapur untuk Sawah

Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) KKN UNSIKA Taringgul Tengah, M Abdeejar Ridho Al Ghazali, menjelaskan bahwa Gema Tangkas adalah upaya konkret mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan di masyarakat.

“Kami melihat potensi rempah-rempah dapur seperti lengkuas, kunyit, dan jahe yang memiliki kandungan antijamur alami. Melalui Gema Tangkas, kami ingin mengedukasi bahwa perlindungan tanaman tidak harus selalu bergantung pada bahan kimia mahal, tapi bisa dimulai dari apa yang ada di dapur kita sendiri,” ujar Abdeejar.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana (Keplak) program, Riska Amanda dan Salwa Nabila, menekankan aspek keberlanjutan dari inovasi ini.

“Tujuan utama kami adalah kemandirian petani. Dengan bahan yang murah dan mudah didapat, petani bisa memproduksi fungisida sendiri secara rutin. Ini bukan hanya tentang mengobati penyakit tanaman, tapi juga menjaga ekosistem tanah agar tetap sehat dalam jangka panjang,” jelas Riska dan Salwa.

Apresiasi dari Petani dan Pemerintah Desa

Kehadiran mahasiswa KKN UNSIKA disambut antusias oleh para pelaku tani. Bapak Sobandi, selaku Ketua Kelompok Tani Desa Taringgul Tengah, mengakui bahwa cara pembuatan fungisida ini sangat sederhana namun memberikan harapan baru bagi para petani.

“Selama ini kami cukup kesulitan menghadapi penyakit blas, apalagi harga obat-obatan kimia terus naik. Pelatihan dari adik-adik mahasiswa ini sangat bermanfaat. Praktiknya mudah dan bahan-bahannya ada di sekitar kami. Ini sangat membantu menekan biaya produksi kami,” ungkap Sobandi.

Dukungan penuh juga datang dari pihak pemerintah desa. Kepala Desa Taringgul Tengah, Ade Kusnadi, mengapresiasi kontribusi aktif mahasiswa yang langsung menyentuh akar permasalahan warga.

“Kami sangat bangga dengan program Gema Tangkas ini. Mahasiswa UNSIKA tidak hanya datang untuk menjalankan tugas, tapi benar-benar membawa perubahan dan solusi nyata bagi kesejahteraan petani di desa kami. Saya berharap ilmu yang dibagikan ini terus diterapkan oleh warga meski masa KKN telah usai,” tutur Ade Kusnadi.

Tentang Program Gema Tangkas

Program ini meliputi sosialisasi bahaya penyakit blas, demonstrasi pembuatan fungisida cair, hingga pendampingan aplikasi lapangan. Dengan semangat “Berpikir, Bergerak, Berdampak”, KKN UNSIKA Taringgul Tengah berharap inovasi ini menjadi langkah awal menuju pertanian organik yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Purwakarta.

Aksi Pembegalan di Bendungan Cirata Purwakarta Digagalkan, Pelaku Diamankan

0

Purwakarta – Aksi pembegalan yang terjadi di salah satu ruas jalan kawasan Bendungan Cirata, Kabupaten Purwakarta, berhasil digagalkan berkat kewaspadaan warga dan respons cepat aparat keamanan, pada malam hari.

Peristiwa tersebut menimpa seorang pengendara yang tengah melintas seorang diri di lokasi yang dikenal sepi pada malam hari. Pelaku diduga berusaha merampas barang milik korban dengan cara mengancam, sehingga sempat menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi kejadian.

Namun, upaya kejahatan tersebut tidak berjalan mulus. Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung memberikan bantuan dan berkoordinasi dengan aparat keamanan. Tak berselang lama, pelaku berhasil diamankan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Sementara itu, korban dinyatakan selamat dan telah mendapatkan pertolongan serta pendampingan. Korban juga diarahkan untuk segera membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian guna kepentingan proses hukum lebih lanjut.

Pelaku kini berada dalam pengamanan aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada malam hari dan melintasi jalanan yang minim penerangan serta sepi lalu lintas.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk terus menjalin kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Pasca kejadian tersebut, situasi di sekitar lokasi dinyatakan aman dan kondusif.

Mengakar pada Sejarah, BEM STIE Budi Pertiwi Selenggarakan LDKM 2026 di Situs Candi Jiwa

Karawang, KarawangExpose.com — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Budi Pertiwi Karawang menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) 2026 bertema “Rise of Jiwa: Dari Warisan Sejarah Menuju Generasi Penerus yang Berkarakter dan Berintelektual.” Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (17–18 Januari 2026), berpusat di kawasan bersejarah Situs Candi Jiwa, Desa Pakisjaya, Kecamatan Batujaya, Karawang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan simbolis di area Tugu Kebulatan Tekad Proklamasi, Rengasdengklok, sebelum seluruh agenda inti LDKM dilaksanakan di Candi Jiwa. Peserta terdiri atas mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan semester 1 hingga semester 5.

Pembukaan resmi dilakukan oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIE Budi Pertiwi, Wahyu Heriyanto, S.E., M.M. Ia menegaskan bahwa LDKM merupakan program strategis penguatan soft skills sekaligus bagian dari pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) bidang kemahasiswaan yang selaras dengan Capaian Profil Lulusan (CPL) perguruan tinggi.

“LDKM adalah investasi karakter bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, kami ingin melahirkan generasi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam kepemimpinan, berintegritas, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat,” ujar Wahyu.

Kegiatan ini digerakkan oleh Panitia Inti BEM STIE Budi Pertiwi Karawang, yang dipimpin oleh Ketua Presiden Mahasiswa (Presma) Adji Rajab, bersama jajaran panitia inti: Ade Tiani, Nuraena, Tommy, dan Yustira Permana.

Ketua Presma STIE Budi Pertiwi, Adji Rajab, menjelaskan bahwa tema Rise of Jiwa dipilih untuk mengaitkan nilai sejarah dengan pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa masa kini.

“Candi Jiwa kami pilih bukan sekadar lokasi, tetapi simbol akar sejarah yang menginspirasi mahasiswa agar tumbuh menjadi pemimpin yang berkarakter, beretika, dan berdaya pikir kritis,” kata Adji.

Materi dalam LDKM mencakup kepemimpinan, manajemen organisasi, dan kaderisasi, yang dikemas melalui metode pembelajaran outbound serta diskusi kelompok terarah untuk melatih kerja tim, komunikasi, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah.

Pemateri berasal dari berbagai latar belakang profesional, termasuk anggota DPRD, praktisi manajemen, serta aktivis organisasi kemahasiswaan yang kompeten di bidang kepemimpinan dan pembangunan sosial.

Sebagai bentuk dukungan kepada peserta, panitia menyediakan sejumlah benefit, meliputi:

Sertifikat resmi LDKM,

Kaos seragam kegiatan,

Akomodasi selama dua hari, dan

Konsumsi penuh selama kegiatan berlangsung.

Dosen STIE Budi Pertiwi, Wawan, S.E., M.M., menegaskan bahwa kepemimpinan adalah kompetensi yang harus terus dilatih melalui pengalaman langsung.

“Kepemimpinan bukan sekadar bakat, tetapi keterampilan yang dibentuk melalui proses pembelajaran, latihan, dan refleksi. Melalui LDKM ini, mahasiswa ditempa untuk berpikir kritis, bekerja dalam tim, dan bertanggung jawab sebagai agen perubahan,” tuturnya.

Rangkaian LDKM ditutup pada Sabtu (18/1/2026) dengan sesi simulasi kepemimpinan, refleksi pembelajaran, serta evaluasi kegiatan guna mengukur dampak program terhadap pengembangan karakter dan kapasitas mahasiswa.

IWO Indonesia Luncurkan Program “IWO Indonesia Peduli”, Bagikan Makanan untuk Warga Pinggir Jalan

0

KarawangExpose.com — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Karawang menggagas program sosial bertajuk IWO Indonesia Peduli dengan mengusung tema “Berbagi Tanpa Batas, Peduli Tanpa Sekat”. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian insan pers terhadap masyarakat kecil dan kelompok rentan di Kabupaten Karawang.

Kegiatan perdana IWO Indonesia Peduli diwujudkan melalui aksi berbagi nasi kotak kepada masyarakat kurang mampu, pemulung, dan warga yang beraktivitas di pinggir jalan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 16 Januari 2026, mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai, dengan menyusuri jalur Alun-Alun Karawang menuju Galuh Mas dan Perumnas Karawang, meski diguyur hujan.

Aksi sosial tersebut dikomandoi langsung oleh Junaedi Hambali selaku Ketua IWOI Peduli, bersama jajaran pengurus dan anggota IWO Indonesia DPD Karawang.

Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra, mengatakan bahwa program ini lahir dari keprihatinan atas kondisi sosial masyarakat, termasuk masih banyaknya warga yang membutuhkan uluran tangan serta adanya musibah yang terjadi di sejumlah wilayah Karawang.

“Melalui IWO Indonesia Peduli, kami ingin menghadirkan aksi nyata yang sederhana, namun berdampak langsung bagi masyarakat. Ini adalah bentuk kepedulian dan empati insan pers terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar Syuhada.

Dalam pelaksanaannya, makanan siap saji berupa nasi kotak disiapkan oleh Indah Cafe, kemudian dibagikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan di beberapa titik jalan protokol dan kawasan padat aktivitas.

Ketua IWOI Peduli, Junaedi Hambali, mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin program sosial tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua IWO Indonesia DPD Karawang yang telah mempercayakan saya sebagai Ketua IWOI Peduli. Kegiatan hari ini menjadi langkah awal gerakan sosial IWOI Peduli. Semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat dan membawa keberkahan,” ungkap Junaedi.

Usai kegiatan, Syuhada Wisastra turut memberikan apresiasi kepada seluruh anggota IWO Indonesia DPD Karawang yang tetap antusias dan solid meski cuaca hujan.

“Saya sangat mengapresiasi rekan-rekan IWOI. Di tengah hujan, semangat berbagi tidak surut. Ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial telah menjadi bagian dari jiwa insan pers,” katanya.

Syuhada juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

“Momentum Isra Mi’raj mengajarkan nilai kepedulian, keikhlasan, dan ketaatan sosial. Kami berharap kegiatan ini menjadi amal kebaikan sekaligus pengingat untuk terus berbagi kepada sesama,” tutur Syuhada.

Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha lokal seperti Indah Cafe merupakan bagian penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Kami ingin program ini tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga melibatkan pelaku usaha lokal agar tumbuh bersama dalam semangat berbagi dan kepedulian sosial,” jelasnya.

Selain berbagi makanan, IWO Indonesia Peduli juga membuka ruang kolaborasi sosial dengan berbagai pihak sebagai mitra pendamping guna memperkuat konsep, pelaksanaan, serta dampak keberlanjutan program.

Setiap kegiatan akan didokumentasikan dan dipublikasikan sebagai bagian dari edukasi publik, sekaligus mengajak masyarakat luas untuk turut ambil bagian dalam gerakan sosial ini.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan IWO Indonesia Peduli hari ini,” tambah Syuhada.

Ke depan, program IWO Indonesia Peduli direncanakan berlangsung secara berkala, baik mingguan maupun bulanan, dengan lokasi kegiatan yang bergilir menyesuaikan kesiapan tim dan mitra kolaborasi.

Melalui program ini, IWO Indonesia berharap dapat membangun citra positif insan pers sebagai agen perubahan sosial, sekaligus menjadikan kegiatan berbagi sebagai gerakan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Karawang.

(Humas IWOI DPD Karawang)

Setelah Atensi Keras Dedi Mulyadi, Bupati Karawang Tancap Gas ke Lokasi Tanggul Jebol

0

Karawang, KarawangExpose.com – Bupati Karawang mendatangi lokasi tanggul jebol di wilayah Badami pada hari ini, setelah mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Peninjauan dilakukan menyusul meluapnya Sungai Kalimalang sejak pagi yang berdampak ke permukiman warga.

Di lokasi, kondisi terlihat cukup memprihatinkan. Air sungai meluap dan menggenangi rumah warga, bahkan menyebabkan kerusakan di beberapa titik permukiman. Sejumlah warga tampak masih berusaha menyelamatkan barang-barang mereka.

Bupati Karawang bersama jajaran dinas terkait langsung memeriksa titik jebolnya tanggul serta melakukan koordinasi awal untuk langkah penanganan darurat. Upaya pembendungan sementara mulai dipersiapkan guna menahan aliran air agar tidak semakin meluas.

Peristiwa ini juga mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dan meminta pemerintah daerah bergerak cepat menangani dampak banjir.

Hingga saat ini, pendataan rumah terdampak dan warga yang membutuhkan bantuan masih terus berjalan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di sekitar bantaran Kalimalang tetap waspada, terutama jika hujan kembali turun di wilayah hulu.

Arus Lalu Lintas ke Trans Jawa Meningkat, Tol Jakarta–Cikampek Padat

0

Karawang | KarawangExpose.com — Libur peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian ke luar kota. Dampaknya, arus lalu lintas kendaraan di ruas Tol Jakarta–Cikampek mengalami lonjakan signifikan pada Jumat (16/1/2026).

Kepadatan arus lalu lintas terpantau sejak Jumat pagi. Ribuan kendaraan, yang didominasi kendaraan pribadi, terlihat memadati jalur menuju arah Trans Jawa dan Tol Cipularang.

Untuk mengantisipasi kepadatan yang terus meningkat, petugas kepolisian bersama PT Jasa Marga memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem lawan arus atau contra flow di ruas Tol Jakarta–Cikampek, tepatnya dari wilayah Karawang Barat hingga Karawang Timur.

Penerapan contra flow dilakukan guna mengurai antrean kendaraan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas menuju wilayah timur Pulau Jawa selama periode libur Isra Miraj.

Sementara itu, PT Jasa Marga memperkirakan jumlah kendaraan yang melintas menuju Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama selama libur Isra Miraj mencapai sekitar 288 ribu kendaraan.

Lonjakan volume kendaraan di ruas Tol Jakarta–Cikampek dari arah Jakarta menuju Tol Cipularang dan Trans Jawa diprediksi masih akan terus terjadi hingga Jumat sore.

Bupati Aep Tertibkan Bangunan Liar, Tata Saluran Irigasi Tirtajaya–Rengasdengklok

Karawang, KarawangExpose.com -Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh melakukan penertiban bangunan liar (Bangli) di sepanjang saluran irigasi Medangasem, Kecamatan Tirtajaya, pada Kamis, 15 Januari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari program penataan wilayah utara Karawang agar lebih tertib, aman, dan nyaman.

Bupati Aep menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyelesaikan penataan saluran air sepanjang hampir 11 kilometer, mulai dari Batujaya hingga Pakisjaya. Selanjutnya, penataan akan diteruskan dari wilayah Medangasem, Tirtajaya hingga Rengasdengklok.

“Hari ini kita menata saluran air. Kemarin sudah kita kerjakan hampir 11 kilometer, dari Batujaya sampai Pakisjaya. Sekarang dilanjutkan dari Medangasem, Tirtajaya sampai ke Rengasdengklok,” ujar Bupati Aep.

Ia berharap program ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan potensi banjir di wilayah tersebut, sesuai dengan aspirasi masyarakat setempat.

“Harapannya, ke depan tidak ada lagi banjir. Ini juga menjadi harapan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan administrasi internal Pemerintah Kabupaten Karawang pada 15 Januari 2026.

Karang Taruna Karawang Mantapkan Visi MAJU lewat 9 Program Strategis 2026

0

Karawang, KarawangExpose.com – Karang Taruna Kabupaten Karawang secara resmi menetapkan 9 Program Strategis Tahun 2026 sebagai arah kebijakan organisasi dalam memperkuat peran pemuda serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Karawang. Kesembilan program tersebut disusun secara terencana, terukur, dan berkelanjutan sebagai wujud implementasi Visi Karang Taruna Karawang MAJU (Modern, Adaptif, Jaringan, Unggul) dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan pembangunan desa.

 

Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dr. (C) Dhani Sudirman, S.T., S.E., M.M., menegaskan bahwa Karang Taruna harus mampu bertransformasi menjadi organisasi kepemudaan yang relevan dengan dinamika zaman dan kebutuhan masyarakat. “Visi MAJU menuntut Karang Taruna untuk modern dalam tata kelola organisasi, adaptif terhadap perubahan sosial, kuat dalam jejaring kemitraan, serta unggul dalam kerja-kerja pengabdian. Sembilan program strategis ini merupakan manifestasi nyata dari visi tersebut,” ujar Dhani.

 

Adapun 9 Program Strategis Karang Taruna Kabupaten Karawang Tahun 2026 meliputi 1) Partnership Building sebagai upaya penguatan jejaring kemitraan ke dunia industri; 2) Bedah Regulasi Karang Taruna dan Penerbitan Peraturan Bupati Karang Taruna untuk memperkuat landasan hukum serta tata kelola organisasi; 3) Lomba Karang Taruna Berprestasi, Aditya Karya Mahatva Yodha Award, dan Bulan Bakti Karang Taruna sebagai instrumen apresiasi dan motivasi guna mendorong kinerja, inovasi, serta daya saing organisasi; 4) Karang Taruna Peduli Hunian Layak (KTPHL) sebagai wujud kepedulian sosial pemuda melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor; 5) Penyusunan Kurikulum Karang Taruna dan Pelatihan Public Speaking dalam rangka peningkatan kapasitas, kualitas kepemimpinan, dan kepercayaan diri pemuda; 6) Karang Taruna Goes to School, Lomba Cerdas Cermat Pelajar, dan Pendampingan Pemuda Putus Sekolah untuk memperkuat pendidikan, literasi, serta inklusi sosial pemuda sejak usia sekolah; 7) Penanganan Sampah Berbasis Pemuda dan Taruna Farm yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, ekonomi sirkular, dan ketahanan pangan; 8) Peningkatan Mitigasi Kebencanaan dan Penguatan Kamtibmas guna membangun ketangguhan sosial, kesiapsiagaan bencana, serta keamanan dan ketertiban masyarakat; serta 9) Karang Taruna Saba Desa sebagai program konsolidasi organisasi dan penguatan kelembagaan Karang Taruna hingga tingkat desa dan unit RW guna menjamin kesinambungan program pembangunan pemuda.

 

Menurut Dhani, secara konseptual kesembilan program tersebut dibangun dengan pendekatan pembangunan pemuda (youth development), penguatan modal sosial, serta tata kelola organisasi modern. Program Partnership Building diarahkan untuk memperluas jejaring lintas sektor dengan dunia industri dan usaha guna membuka akses pelatihan, magang, kewirausahaan, serta penyerapan tenaga kerja pemuda. Hal ini mencerminkan penguatan aspek Jaringan dan Unggul dalam visi MAJU. Program Bedah Regulasi dan Penerbitan Perbup Karang Taruna ditujukan untuk memperkuat kerangka kelembagaan dan kepastian hukum organisasi agar Karang Taruna memiliki legitimasi dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan. Sementara itu, Lomba Karang Taruna Berprestasi serta Aditya Karya Mahatva Yodha Award dirancang berbasis prinsip reward and recognition untuk mendorong inovasi, kinerja, dan daya saing organisasi Karang Taruna di seluruh wilayah Kabupaten Karawang.

 

Di bidang pengabdian sosial, Karang Taruna Peduli Hunian Layak menjadi bentuk konkret semangat gotong royong pemuda dalam membantu masyarakat kurang mampu memperoleh hunian layak melalui kolaborasi lintas sektor. Pada aspek peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Penyusunan Kurikulum Karang Taruna dan Pelatihan Public Speaking disusun untuk mencetak kader pemuda yang percaya diri, komunikatif, dan memiliki kompetensi kepemimpinan. Program Karang Taruna Goes to School, Lomba Cerdas Cermat Pelajar, dan Pendampingan Pemuda Putus Sekolah diarahkan untuk memperkuat pendidikan, literasi, dan inklusi sosial pemuda sejak usia sekolah. Sementara itu, Penanganan Sampah Berbasis Pemuda dan Taruna Farm mengintegrasikan isu lingkungan, ekonomi sirkular, dan ketahanan pangan dengan peran aktif pemuda sebagai agen perubahan. Program Peningkatan Mitigasi Kebencanaan dan Penguatan Kamtibmas menempatkan pemuda sebagai garda terdepan dalam membangun ketangguhan sosial, kesiapsiagaan bencana, serta keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Adapun Karang Taruna Saba Desa menjadi instrumen konsolidasi organisasi hingga tingkat desa dan unit RW guna memastikan kesinambungan program serta penguatan struktur kelembagaan Karang Taruna di akar rumput. Menurut Dhani, pembangunan pemuda harus dimulai dari desa sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Mengutip Bung Hatta, ia menyampaikan, “Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi karena pelita di desa-desa.” Kesembilan Program Strategis Karang Taruna Kabupaten Karawang Tahun 2026 tersebut disusun selaras dengan Peraturan Menteri Sosial Nomor 25 Tahun 2019 dan Nomor 9 Tahun 2025 tentang Karang Taruna, serta sejalan dengan visi dan misi Bupati Karawang, H. Aep Syaefuloh, S.E., dalam mewujudkan Karawang yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.

 

“Secara akademik dan praktis, sembilan program strategis ini membentuk satu ekosistem pembangunan pemuda yang holistik. Karang Taruna tidak hanya hadir sebagai organisasi sosial, tetapi sebagai instrumen strategis pembangunan sumber daya manusia dan modal sosial daerah,” pungkas Dhani. Dengan semangat kolaborasi dan optimisme, Karang Taruna Kabupaten Karawang meyakini seluruh Program Strategis Tahun 2026 dapat diimplementasikan secara optimal untuk melahirkan pemuda Karawang yang modern dalam berpikir, adaptif terhadap perubahan, kuat dalam jejaring, dan unggul dalam kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

IWO Indonesia DPD Karawang Jadikan Isra Mi’raj 1447 H Pengingat Etika dan Amanah Jurnalisme

0

Karawang, KarawangExpose.com — Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) DPD Kabupaten Karawang, Syuhada Wisastra, A.Md., CHRM, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan moral kepada seluruh insan pers dan masyarakat luas.

Syuhada menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai keimanan, keikhlasan, serta kedisiplinan, khususnya dalam menegakkan shalat sebagai fondasi kehidupan umat Islam.

“Isra Mi’raj adalah peristiwa agung yang sarat makna. Di dalamnya terdapat pelajaran tentang ketaatan, kejujuran, dan tanggung jawab yang relevan dengan peran wartawan dalam menjalankan profesinya,” ujar Syuhada dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Ia menyampaikan harapannya agar peringatan Isra Mi’raj tahun ini dapat menjadi penguat spiritual bagi seluruh anggota IWO Indonesia DPD Karawang, sekaligus menjadi landasan moral dalam menjaga marwah pers yang profesional, beretika, dan berpihak pada kebenaran.

Menurutnya, insan pers memiliki tanggung jawab besar dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat. Nilai-nilai Isra Mi’raj, kata dia, harus tercermin dalam sikap dan karya jurnalistik sehari-hari.

“Momentum ini hendaknya menjadi pijakan untuk terus berbuat kebaikan, mempererat persaudaraan, serta berkontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” tambahnya.

Atas nama keluarga besar IWO Indonesia DPD Kabupaten Karawang, Syuhada juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim.

“Selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, 16 Januari 2026. Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan iman, kelapangan hati, dan istiqamah dalam menjalankan amanah,” pungkasnya.