google-site-verification=mfDzAmrATs_axixiQE589FtwGxMIv1RrxySdHsqAmqE
spot_img
Beranda blog Halaman 26

Pastikan Standar Terpenuhi, Bupati Aep Cek Langsung Pembangunan SDN Dawuan Tengah 1

0

KARAWANG | KarawangExpose.com – Pemerintah Kabupaten Karawang menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah. Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan SDN Dawuan Tengah 1, Kamis (15/1/2025) pagi.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai standar teknis, memenuhi aspek keamanan, serta menjamin kenyamanan bagi siswa dan tenaga pendidik.

Bupati Aep didampingi Kapolres Karawang, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang. Dalam peninjauan itu, rombongan mengecek kondisi bangunan sekolah yang tengah dikerjakan sekaligus mengevaluasi kualitas pekerjaan kontraktor.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan harus mengutamakan mutu dan keselamatan. Ia meminta kontraktor memperhatikan kualitas struktur bangunan, penggunaan material yang layak, serta penerapan standar keselamatan kerja.

“Pembangunan fasilitas pendidikan harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Kualitas bangunan yang baik adalah investasi jangka panjang demi keselamatan, kenyamanan, serta peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Bupati Aep.

Pemkab Karawang berharap pembangunan SDN Dawuan Tengah 1 dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas serta berdampak positif terhadap proses belajar mengajar.

Selain sekolah ini, Pemkab Karawang juga terus meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah.

Peringati Hari Desa Nasional 2026, Ketua BAPERA Karawang Ajak Perkuat Peran Desa

0

KARAWANG | KarawangExpose.com – Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional 2026 yang jatuh pada 15 Januari 2026, Ketua Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) Kabupaten Karawang, Sa’idah Anwar, S.H., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional.

Mengusung tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia. Desa Terdepan untuk Indonesia”, peringatan Hari Desa Nasional dinilai menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali posisi strategis desa dalam mendorong kemajuan bangsa.

Sa’idah Anwar menyampaikan bahwa desa tidak hanya menjadi pusat aktivitas sosial dan budaya, tetapi juga memiliki peran besar dalam menopang ketahanan ekonomi, pangan, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal.

“Desa adalah fondasi utama pembangunan nasional. Ketika desa maju, mandiri, dan sejahtera, maka Indonesia akan semakin kuat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat desa harus terus diperkuat,” ujar Sa’idah Anwar, Kamis (15/1/2026).

Ia menegaskan, BAPERA Karawang berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan desa, khususnya dalam peningkatan kapasitas pemuda, penguatan ekonomi kreatif desa, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.

Menurutnya, tantangan desa ke depan semakin kompleks, mulai dari persoalan infrastruktur, ketahanan pangan, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Namun, dengan semangat gotong royong dan persatuan, desa diyakini mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan berkeadilan.

“BAPERA Maju, Nusantara Bersatu. Semangat ini sejalan dengan cita-cita membangun desa yang berdaya saing dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan nasional,” tambahnya.

Peringatan Hari Desa Nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan dan aksi nyata yang berpihak pada kemajuan desa serta kesejahteraan masyarakatnya.

Lapas Karawang Panen Besar, Hasilnya Disalurkan untuk Bansos Banjir dan Stunting

0

KARAWANG | KarawangExpose.com – Lembaga Pemasyarakatan (apas) Kelas IIA Karawang melaksanakan Panen Raya Ketahanan Pangan yang digelar secara serentak di seluruh jajaran Pemasyarakatan se-Indonesia, Kamis (15/1). Kegiatan nasional ini terpusat di Lapas Kelas I Cirebon dan dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Panen raya ini merupakan bagian dari komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan melibatkan warga binaan sebagai subjek utama pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Lapas Karawang mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui virtual meeting bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia. Sementara itu, Kalapas Karawang, Christo Toar turut hadir secara langsung di Lapas Cirebon.

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Karawang berhasil memanen berbagai hasil unggulan pembinaan kemandirian warga binaan, di antaranya 200 kilogram ikan nila, 500 kilogram ikan lele, 300 kilogram ikan patin, 150 kilogram kangkung, serta 150 kilogram caisim. Hasil panen perikanan dan sayuran hari ini menghasilkan keuntungan sebesar Rp3,4 juta.

Bantuan sosial bagi korban banjir di wilayah Sumatera disalurkan dari hasil panen hari ini senilai Rp3,4 juta yang digabungkan dengan hasil panen sebelumnya senilai Rp3,5 juta, sehingga total bantuan sosial yang disalurkan Lapas Karawang mencapai Rp6,9 juta melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Selain itu, Lapas Karawang juga memanen 1,5 ton padi Nutri Zinc yang seluruh hasilnya akan dimanfaatkan untuk kegiatan bakti sosial dalam rangka pengentasan stunting. Tidak hanya itu, panen turut menghasilkan 100 kilogram magot yang digunakan sebagai pakan perikanan, sebagai bagian dari upaya mendukung sistem pertanian dan perikanan terpadu yang berkelanjutan.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, peran tersebut tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan karena melibatkan langsung pembinaan keterampilan dan kemandirian warga binaan sebagai manusia yang produktif.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Panen Raya Ketahanan Pangan ini merupakan bentuk nyata implementasi Asta Cita Presiden serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, Lapas Karawang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan yang berorientasi pada kemanfaatan  sosial.

Grand Opening PT Changsu Indonesia di Karawang, Bupati Aep Pastikan Manfaat Investasi untuk Masyarakat Karawang

0

Karawang, KarawangExpose.com – Kabupaten Karawang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu jantung industri nasional. Hal tersebut ditandai dengan peresmian pabrik PT Changsu Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Kamis (15/1/2026).

PT Changsu Indonesia merupakan produsen biji plastik berkualitas tinggi yang digunakan untuk kemasan makanan (food grade) hingga lapisan film pelindung baterai kendaraan listrik. Kehadiran perusahaan ini diharapkan tidak sekadar menambah deretan industri di Karawang, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan iklim investasi yang kondusif di daerah.

Pemerintah Kabupaten Karawang terus menunjukkan konsistensinya dalam memberikan kemudahan bagi investor yang patuh terhadap regulasi, sekaligus memastikan pertumbuhan industri berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat.

Dampak positif investasi tersebut mulai dirasakan melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Sekitar 40 persen karyawan PT Changsu Indonesia merupakan pemilik KTP Karawang. Dengan dominasi tenaga ahli di bidang food packaging, perusahaan ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.

Investasi PT Changsu Indonesia dinilai sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang menempatkan sektor padat karya dan padat modal sebagai prioritas pembangunan daerah. Di kawasan industri Karawang yang luasnya mencapai sekitar 5.000 hektare, perusahaan ini dipandang memiliki potensi besar serta kinerja menjanjikan dalam mendukung pengembangan industri plastik nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. menegaskan bahwa keberadaan PT Changsu Indonesia akan membawa dampak signifikan bagi daerah. Menurutnya, masuknya PT Changsu Indonesia menjadi bukti bahwa Karawang masih menjadi tujuan utama investasi nasional.

“Kami tidak hanya menyambut kehadiran industri, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Bupati Aep.

Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UNSIKA Gelar Demo Masak Bergizi di Desa Taringgultengah

0

WANAYASA, PURWAKARTA – Dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kesadaran nutrisi sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) sukses menyelenggarakan program kerja “Demo Masak Bergizi” di Desa Taringgultengah, Kecamatan Wanayasa.

Kegiatan yang berlangsung di balai desa ini menyasar ibu-ibu yang memiliki balita. Para mahasiswa mendemonstrasikan cara mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat yang menggugah selera bagi anak-anak.

Inovasi Menu untuk Tumbuh Kembang Balita

Ketua Pelaksana (Keplak) program, Nayla Ashifa Gumelar, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi praktis mengenai pengolahan makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga ekonomis.

“Kami ingin menunjukkan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Melalui demo masak ini, kami mengenalkan variasi menu yang mengandung protein tinggi dari bahan-bahan yang mudah didapat di sekitar Desa Taringgultengah,” ujar Nayla.

Komitmen Mahasiswa untuk Desa

Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades), M Abdeejar Ridho Al Ghazali, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa UNSIKA terhadap isu kesehatan nasional, khususnya stunting.

“Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk memenuhi tugas akademik, tetapi membawa misi perubahan. Kami berharap melalui interaksi langsung dengan ibu-ibu balita ini, pola asuh nutrisi di Desa Taringgultengah menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” tutur Abdeejar.

Apresiasi dari Pemerintah Desa

Pemerintah Desa Taringgultengah menyambut hangat inisiatif ini. Sekretaris Desa (Sekdes), Ibu Wida Ningsih, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para mahasiswa.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN UNSIKA. Program demo masak ini sangat relevan dengan kebutuhan warga kami. Dengan adanya edukasi ini, ibu-ibu menjadi lebih kreatif dalam menyajikan makanan sehat untuk balitanya, yang tentunya sangat membantu program desa dalam menciptakan generasi yang sehat dan kuat,” ungkap Ibu Wida Ningsih.

Detail Kegiatan
  • Target Peserta: Ibu-ibu dengan balita di Desa Taringgultengah.
  • Fokus Menu: Pengolahan protein hewani dan nabati berbasis pangan lokal.
  • Output: Peningkatan pemahaman ibu rumah tangga mengenai gizi seimbang.

Acara ditutup dengan sesi mencicipi bersama hasil masakan dan pembagian brosur resep bergizi kepada seluruh peserta yang hadir.

Tinjau Titik Banjir, Wabup Maslani Tegaskan Kesiapsiagaan BPBD dan Dinkes

KARAWANG | KarawangExpose.com – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, turun langsung meninjau sejumlah titik banjir pada Rabu (14/1/2026) atas arahan Bupati Karawang. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak serta efektivitas penanganan di lapangan.

Kunjungan dilakukan di Kecamatan Tirtajaya, meliputi Desa Kutamakmur (Dusun Citopeng dan Dusun Jati), Desa Srikamulyan Dusun Jatitengah, serta wilayah Kecamatan Cibuaya.

Di setiap lokasi, Wabup Maslani melihat langsung dampak genangan terhadap aktivitas masyarakat. Ia menegaskan bahwa banjir tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan, kesehatan, dan keberlangsungan hidup warga.

“Banjir bukan sekadar luapan air. Ini menyangkut keselamatan, kesehatan, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat. Karena itu, kehadiran pemerintah di lapangan sangat penting,” ujarnya saat peninjauan.

Sebagai langkah antisipasi, Wabup menginstruksikan BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial untuk tetap siaga penuh. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat, penanganan dapat dilakukan cepat, tepat, dan menyeluruh.

“Saya minta seluruh perangkat terkait tetap siaga. Koordinasi harus solid agar setiap perkembangan di lapangan bisa segera ditangani,” tegasnya.

Wabup juga memastikan pemerintah daerah hadir mendampingi masyarakat terdampak. Menurutnya, warga tidak boleh merasa sendirian menghadapi situasi ini, dan seluruh upaya bersama diarahkan untuk meminimalkan risiko serta mempercepat pemulihan.

“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat tidak sendirian. Semoga seluruh warga yang terdampak senantiasa diberi keselamatan, dan ikhtiar bersama ini dapat mempercepat pemulihan,” tambahnya.

Banjir Parah Rendam Dua Dusun di Kutamakmur, Dusun Citopeng Paling Terdampak

Karawang, KarawangExpose.com – Banjir kembali melanda wilayah Desa Kutamakmur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Dua dusun terdampak dalam peristiwa ini, yakni Dusun Citopeng dan Dusun Jati, dengan Dusun Citopeng menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat luapan air dari Saluran Sekunder Bengbang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, luapan air terjadi setelah intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Debit air yang meningkat menyebabkan saluran Sekunder Bengbang meluap dan merendam permukiman warga yang berada di bantaran sungai.

Selain rumah warga, banjir juga merendam lahan pertanian, sawah, empang, serta kebun sayur milik masyarakat. Kondisi tersebut mengakibatkan kerugian cukup besar bagi warga Desa Kutamakmur, khususnya di Dusun Citopeng.

Kepala Desa Kutamakmur, Hj. Juhariah, mengatakan bahwa banjir tahun ini terbilang lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah desa, kata dia, telah mengambil langkah cepat dengan melaporkan kondisi tersebut kepada pihak kecamatan dan pemerintah daerah.

“Kami sudah melaporkan kondisi banjir yang terjadi di lapangan dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Tirtajaya serta pemerintah daerah. Setiap kali Sekunder Bengbang meluap, ditambah curah hujan tinggi, air pasti masuk ke permukiman warga yang berada di bantaran sungai,” ujar Hj. Juhariah saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, pemerintah desa juga telah melakukan pengecekan langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang.

“Hari ini kami sudah turun langsung mengecek kondisi rumah warga dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Karawang. Alhamdulillah, bantuan dari BPBD sudah diterima oleh warga yang terdampak banjir,” jelasnya.

Hj. Juhariah berharap adanya perhatian serius dan solusi jangka panjang dari pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan luapan air Sekunder Bengbang, agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

“Harapan kami ada penanganan lanjutan yang lebih serius agar warga, khususnya di Dusun Citopeng, tidak terus menjadi langganan banjir setiap tahun,” pungkasnya.

Bupati Aep Ungkap Kunci Karawang Jadi Lumbung Pangan Indonesia

0

Jakarta, KarawangExpose.com – Kabupaten Karawang kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional. Hal tersebut mengemuka dalam siaran langsung CNN Indonesia Newsroom bertajuk “Swasembada Pangan: Karawang Lumbung Pangan Nasional”, yang tayang pada Selasa, 13 Januari 2026.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., hadir sebagai narasumber utama dalam program tersebut yang dipandu oleh anchor Hernof Al Basyir. Dalam kesempatan itu, Bupati Aep memaparkan capaian, tantangan, serta strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjaga eksistensi daerahnya sebagai sentral produksi padi dan gabah nasional.

Bupati Aep menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang menunjuk Kabupaten Karawang sebagai lokasi Panen Raya Nasional. Bahkan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir langsung dalam kegiatan panen raya yang digelar di Kecamatan Cilebar.

“Alhamdulillah, Kementerian Pertanian menunjuk Kabupaten Karawang untuk melaksanakan panen raya, dan Presiden hadir langsung di Cilebar. Daerah ini memang merupakan salah satu sentral gabah di Indonesia,” ujar Bupati Aep.

Ia juga mengungkapkan bahwa capaian produksi gabah Karawang pada tahun 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan. Dari target nasional sebesar 1,4 juta ton gabah kering panen, Karawang mampu merealisasikan produksi sebesar 1.400.100 ton, atau surplus dari target yang diberikan.

“Target tahun 2025 sebesar 1,4 juta ton, dan alhamdulillah dapat kami capai bahkan melebihi. Ini menunjukkan Karawang masih sangat kuat sebagai sentra produksi pangan nasional,” jelasnya.

Memasuki tahun 2026, Kementerian Pertanian kembali memberikan target peningkatan produksi kepada Kabupaten Karawang. Pemerintah daerah pun optimistis target tersebut dapat dicapai melalui peningkatan produktivitas lahan, perbaikan kualitas gabah, serta penguatan peran petani dan kelompok tani.

“Secara kualitas, beras dan gabah Karawang sangat baik. Tinggal bagaimana produktivitasnya terus kita tingkatkan secara berkelanjutan,” pungkas Bupati Aep.

Dampak Efisiensi Anggaran, Karawang Kehilangan TKD Rp753 Miliar di 2026

0

Jakarta, KarawangExpose.com – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) pada Selasa, 13 Januari 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait efisiensi anggaran daerah. Pada tahun 2026, Kabupaten Karawang mengalami pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp753 miliar.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Karawang juga memastikan bahwa kekurangan bayar dari pemerintah pusat sebesar Rp104 miliar, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120 Tahun 2025, telah diakui sebagai utang pemerintah pusat kepada Pemkab Karawang.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Aep beserta jajaran Pemkab Karawang meminta arahan dari Kemenkeu RI terkait strategi optimalisasi anggaran daerah di tengah keterbatasan dana.

“Kami akan memaksimalkan anggaran yang ada untuk tetap menjalankan pembangunan daerah secara efektif dan efisien,” ujar Bupati Aep Syaepuloh.

Rombongan Pemkab Karawang diterima langsung oleh Direktur Transfer Umum DJPK Kemenkeu RI. Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Karawang juga memaparkan sejumlah langkah efisiensi, termasuk penggabungan beberapa dinas di lingkungan pemerintahan kabupaten.

Belajar ke Bogor, Bupati Aep Siapkan Penataan Kabel Udara di Karawang

0

Bogor, KarawangExpose.com – Pemerintah Kabupaten Karawang berencana melakukan perapihan dan penertiban jaringan kabel utilitas udara yang dinilai semrawut dan berpotensi membahayakan. Rencana tersebut mengemuka saat Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., didampingi Kepala Dinas PUPR, Kepala Diskominfo, serta Kepala Bapperida Karawang, melakukan kunjungan ke Kota Bogor dalam rangka studi tiru penertiban kabel udara.

Bupati Aep menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan survei sekaligus mempelajari langkah-langkah strategis yang telah diterapkan Pemerintah Kota Bogor dalam menata jaringan kabel utilitas udara, yang dinilai cukup berhasil.

Menurutnya, kondisi kabel udara di Kabupaten Karawang saat ini masih semrawut. Selain mengganggu estetika kota, keberadaan kabel yang tidak tertata juga kerap membahayakan pengendara maupun masyarakat di sekitar jaringan kabel.

“Di Karawang ini kita harus antisipatif dari sekarang. Jangan sampai terlambat dalam penanganan,” ujar Bupati Aep.

Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, Bupati Aep menilai Kota Bogor sukses melakukan penertiban kabel utilitas udara dengan capaian sekitar 17.280 meter. Penertiban tersebut dinilai efektif, baik dari sisi anggaran maupun kecepatan pelaksanaan.

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kota Bogor antara lain realisasi pekerjaan boring kabel bawah tanah sepanjang kurang lebih 5.664 meter, serta pemutusan dan pembongkaran kabel udara (cut off & dismantle) sepanjang sekitar 2.650 meter.

Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menyusun kebijakan dan langkah konkret penertiban kabel utilitas udara ke depan.