google-site-verification=mfDzAmrATs_axixiQE589FtwGxMIv1RrxySdHsqAmqE
spot_img
Beranda blog Halaman 34

Enam Hari Naik Kapal Demi Wisuda, Perjuangan Mahasiswi Papua Lulus dari Unsika

0

KARAWANG | KarawangExpose.com — Perjuangan panjang dan keteguhan hati akhirnya mengantarkan Ertina Hisage meraih hasil membanggakan. Mahasiswi asal pedalaman Papua itu resmi menyelesaikan pendidikannya di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) dengan predikat sangat memuaskan, sekaligus menyandang sertifikasi profesi guru.

Di balik toga kelulusan yang dikenakannya, tersimpan kisah perjuangan luar biasa. Untuk menghadiri momen kelulusan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsika, Ertina harus menempuh perjalanan laut selama enam hari dari Papua menuju Karawang. Ia datang bersama sang ibu dan dua anaknya.

 

“Puji Tuhan, hari ini saya menerima kelulusan saya ditemani ibu dan dua orang anak saya. Bisa sampai ke sini dengan perjalanan enam hari naik kapal,” ujar Ertina dengan mata berkaca-kaca kepada awak media, Minggu (14/12/2025).

Tantangan Infrastruktur dan Keterbatasan Sinyal

Selama menjalani perkuliahan, Ertina dihadapkan pada tantangan geografis dan minimnya infrastruktur telekomunikasi di wilayah tempat tinggalnya. Keterbatasan akses sinyal internet menjadi kendala utama, terutama saat perkuliahan daring berlangsung.

Ia mengungkapkan, demi mendapatkan jaringan internet yang stabil, dirinya harus turun ke kota dan berganti angkutan umum hingga dua kali.

“Pagi saya mengajar di Sekolah Dasar Advent Maima, lalu siang atau sore saya kuliah. Karena di tempat saya tidak ada sinyal, saya harus ke kota agar bisa mengikuti perkuliahan,” tuturnya mengenang masa-masa sulit tersebut.

Anak Petani yang Tak Menyerah pada Keadaan

Ertina menyadari keberhasilan yang diraihnya tak lepas dari campur tangan Tuhan, dukungan keluarga, serta bimbingan para dosen di Unsika. Lahir dari keluarga sederhana, ia tak pernah menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai penghalang untuk menempuh pendidikan tinggi.

“Saya hanya anak dari keluarga petani dan pekebun. SD dan SMP saya dibiayai oleh bapak angkat, sedangkan SMA dan kuliah dibantu orang tua,” ungkapnya.

Cita-cita Bangun PAUD di Kampung Halaman

Kini, setelah resmi menyandang sertifikat pendidik, Ertina memiliki misi besar untuk kembali mengabdi di tanah kelahirannya. Ia bercita-cita mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di desanya agar anak-anak di pedalaman Papua mendapatkan akses pendidikan sejak usia dini.

Menurutnya, fasilitas PAUD yang ada saat ini berada jauh di pusat kota, sehingga sulit dijangkau oleh anak-anak di wilayah pedalaman.

“Kasihan adik-adik saya yang masih kecil. Harapan saya, pemerintah bisa membantu pembangunan PAUD di desa kami,” pungkasnya penuh harap.

Kisah Ertina Hisage menjadi gambaran nyata tantangan pendidikan di daerah terpencil, sekaligus bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi dan kembali membangun daerah asal. (Red)

Cari Kacamata Berkualitas dengan Harga Hemat? EM Health Optic Tawarkan Paket Lengkap untuk Semua Kebutuhan

0

KARAWANG | KarawangExpose.com – Kebutuhan akan kacamata berkualitas dengan harga terjangkau kini semakin mudah didapat. EM Health Optic menghadirkan berbagai paket kacamata lengkap yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari penggunaan harian, perlindungan layar digital, hingga kenyamanan berkendara malam hari.

Melalui program Paket Kacamata, EM Health Optic menawarkan harga ekonomis yang sudah termasuk lensa, frame, box, lap pembersih, dan cairan cleaner. Paket ini dibanderol mulai dari Rp99.000, sehingga dapat diakses oleh berbagai kalangan.

Beberapa pilihan paket yang ditawarkan antara lain Frame + Lensa Anti Radiasi Supersin seharga Rp99.000, Frame + Lensa Blueray dan Photocromic masing-masing Rp155.000, serta Frame + Lensa Bluecromic dengan fitur perlindungan maksimal senilai Rp350.000. Selain itu, tersedia pula pilihan lensa anti fog (anti embun) dan night driving untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna.

Menariknya, setiap pelanggan juga mendapatkan pemeriksaan mata gratis menggunakan metode komputer dan manual tanpa syarat tambahan. Pemeriksaan ini membantu memastikan tingkat minus, plus, maupun silinder sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Untuk ketentuan lensa, EM Health Optic melayani berbagai kondisi mata, mulai dari normal hingga minus, plus, dan silinder dengan batas tertentu sesuai jenis lensa yang dipilih. Hal ini menunjukkan komitmen EM Health Optic dalam memberikan pelayanan yang profesional dan transparan kepada pelanggan.

Dengan kombinasi harga terjangkau, produk berkualitas, serta layanan pemeriksaan mata gratis, EM Health Optic menjadi solusi tepat bagi masyarakat yang menginginkan kacamata fungsional sekaligus stylish tanpa harus menguras kantong.

Konsolidasi dan Program Besar 2026, IWOI Karawang Rencanakan IWOI Run Humanity dan IWOI Awards

0

KARAWANG | KarawangExpose.com – Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menggelar rapat koordinasi organisasi pada pagi hari, Sabtu 13 Desember 2025 di Perum Jasmine Village Melbourne, Karawang Wetan. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja tim, penyusunan program kerja tahun 2026, serta perubahan dan penataan struktur kepengurusan Koordinator Wilayah (Korwil).

Rapat dipimpin langsung oleh Syuhada Wisastra Ketua IWOI DPD Karawang dan dihadiri oleh jajaran pengurus inti serta para Ketua Korwil dari berbagai wilayah, meliputi wilayah utara, selatan, perkotaan, hingga daerah penyangga. Dalam arahannya, Syuhada menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dan penguatan peran Korwil sebagai ujung tombak organisasi di daerah.

“Rapat ini kami fokuskan untuk mematangkan materi Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Saat Rakerda nanti, tidak lagi membahas teknis, melainkan pengesahan program dan penandatanganan keputusan,” ujar Syuhada.

Perubahan dan Penetapan Struktur Korwil

Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah penetapan perubahan dan pemisahan wilayah Korwil guna meningkatkan efektivitas koordinasi dan kinerja organisasi. Adapun penetapan tersebut antara lain:

* Korwil II tetap dipimpin oleh Alim sebagai Ketua, dengan Dedi sebagai Wakil Ketua Korwil dan Gugun sebagai Humas dan Bidang Kewartawanan.

* Korwil III resmi dipimpin oleh Haji Boleng, dengan kewenangan penuh untuk menyusun struktur internal serta fokus pada pengembangan wartawan di wilayah daerah pemilihan terkait.

* Korwil IV (Cilamaya) mengalami restrukturisasi dengan menunjuk Gilang sebagai Ketua Korwil, didampingi Iwan sebagai Humas, serta diperkuat unsur wakil, bendahara, tim kreatif, dan investigasi.

* Untuk Korwil Selatan, Ketua IWOI meminta penguatan keanggotaan, khususnya penambahan wartawan di wilayah Pangkalan agar cakupan pemberitaan lebih merata.

Penetapan struktur tersebut merupakan kewenangan Ketua IWOI dan akan segera dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) resmi organisasi.

Program Kerja dan IWOI Peduli

Rapat juga membahas program kerja IWOI tahun 2026 yang meliputi konsolidasi organisasi, pendataan ulang anggota, penerbitan KTA baru, peningkatan kompetensi jurnalis, penguatan humas dan kemitraan lintas lembaga, serta optimalisasi media sosial dan dokumentasi kegiatan.

Selain itu, Ketua IWOI mengumumkan pembentukan IWOI Peduli melalui Yayasan Pena Karya Sejahtera yang bergerak di bidang sosial, kebencanaan, pendidikan nonformal, serta program Jumat Berkah yang akan dilaksanakan secara bergilir di setiap Korwil. Dalam kesempatan tersebut, Junaedi ditunjuk sebagai Ketua IWOI Peduli.

Penguatan Sinergi dan Program Besar 2026

Dalam rangka memperkuat eksistensi organisasi, rapat juga menekankan pentingnya pengiriman surat pemberitahuan resmi kepada Camat, Kapolsek, serta dinas-dinas terkait mengenai keberadaan IWOI, susunan pengurus, dan program kerja organisasi. Surat tersebut direncanakan akan disertai dengan pemberian kalender resmi IWOI sebagai bagian dari sosialisasi.

Sebagai agenda besar tahun 2026, IWOI merencanakan pelaksanaan IWOI Run Humanity 2026 dalam rangka Hari Pers Nasional dan HUT IWOI, serta IWOI Awards sebagai bentuk apresiasi kepada OPD dan pemangku kepentingan yang dinilai aktif bersinergi dengan insan pers.

Rapat ditutup dengan ajakan Ketua IWOI kepada seluruh Korwil agar segera menindaklanjuti pendataan anggota, memperkuat koordinasi wilayah, serta menjalankan program kerja secara terukur demi memperkuat peran dan kontribusi IWOI di tengah masyarakat.

Penulis: Rey

Ziarah Sejarah ke Rengasdengklok, PSIB Subang Dalami Jejak Proklamasi

KARAWANG | KarawangExpose.com — Pengurus DPC Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) Kabupaten Subang melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor DPC PSIB Kabupaten Karawang, Kamis (11/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga melanjutkan perjalanan ke Rumah Sejarah Rengasdengklok di Dusun Kalijaya I, Desa Rengasdengklok Utara, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Rombongan disambut pengurus PSIB Karawang, lalu bersama-sama mengunjungi Rumah Bersejarah Djiauw Kie Siong, tempat dimana Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta bermalam serta merumuskan Proklamasi Kemerdekaan pada 16 Agustus 1945 bersama para tokoh pemuda. Rumah tersebut kini ditempati oleh Janto Joewari, cucu Djiauw Kie Siong.

Dalam situs sejarah itu, para pengurus PSIB mendapatkan penjelasan mengenai peran penting rumah tersebut dalam proses menuju kemerdekaan. Di tempat itulah Bung Karno, bersama Fatmawati dan Guntur kecil, serta para tokoh pemuda mempersiapkan teks proklamasi dan bendera Merah Putih.

Peristiwa Rengasdengklok juga tidak terlepas dari pertemuan antara Ir. Soekarno dan Ama Raden Puradiredja, tokoh pendiri Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu. Dalam pertemuan tersebut, Ama Raden Puradiredja turut memberikan gagasan sekaligus arahan bahwa Indonesia harus memproklamasikan kemerdekaan pada Jumat, 17 Agustus 1945.

Ketua DPC PSIB Kabupaten Subang, Ir. Beni Budiono, menilai kunjungan ini menjadi momen penting untuk meneguhkan semangat kebangsaan. “Ama Raden Puradiredja, Bung Karno, Bung Hatta, Djiauw Kie Siong, Sukarni, dan para tokoh lainnya berjuang demi Indonesia merdeka. Kepahlawanan itu lahir dari kehendak yang kuat untuk merdeka,” ujarnya.

Ir. Beni juga mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak dapat lahir secara instan. “Menjadi pemimpin memerlukan perjuangan, pengorbanan, dan kepercayaan rakyat. Semua itu dibangun dari hati yang bersih,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal DPC PSIB Kabupaten Karawang, Kiki SH, turut menekankan pentingnya memahami sejarah bangsa. “Tanpa sejarah, kita tidak akan tahu bagaimana bangsa ini berdiri. Sejarah memberi kita pelajaran untuk menjaga dan mempertahankan kemerdekaan,” jelasnya.

Kiki juga mengajak generasi muda untuk tidak melupakan situs-situs bersejarah sebagai warisan perjuangan. “Generasi muda harus memahami bahwa perjuangan dan kepemimpinan yang baik tidak datang secara instan. Ada proses panjang yang harus dipelajari,” tambahnya.

Kunjungan tersebut menjadi refleksi bagi kedua DPC PSIB dalam memperkuat pemahaman sejarah serta meneguhkan komitmen menjaga nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa.

Lewat Monev Pengaduan, Bupati Aep Minta OPD Maksimalkan Keterbukaan Informasi di Era Digital

0

KARAWANG | KarawangExpose.com – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengelolaan Pengaduan dan Implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) di Aula Husni Hamid, Kamis (11/12/2025). Kegiatan ini dihadiri para kepala dan sekretaris Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekretaris kecamatan, admin pengaduan dan media sosial, instansi vertikal, serta perwakilan BUMN dan BUMD.

Monev tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E. Dalam sambutannya, Bupati Aep menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi Diskominfo, OPD, instansi vertikal, dan BUMN/BUMD dalam menjaga kualitas pengelolaan pengaduan masyarakat serta implementasi UU KIP.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Diskominfo, dan hari ini kami bermitra dengan Polres serta seluruh instansi vertikal. Hari ini saya ingin sampaikan bahwa bapak ibu admin Tangkar adalah pelopor,” ungkap Bupati.

Bupati Aep menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik menjadi elemen penting dalam membangun pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif, terlebih di tengah pesatnya perkembangan era digital.

“Di era digitalisasi saat ini, keterbukaan informasi publik memiliki peranan yang sangat penting untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang, Poltak S.M.L Toruan, menjelaskan bahwa pelaksanaan Monev ini bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam peningkatan kualitas pengelolaan pengaduan dan pelayanan informasi publik.

“Tujuan Monev ini untuk melahirkan komitmen bersama dalam peningkatan kualitas pengelolaan pengaduan, perbaikan kualitas layanan publik, serta meningkatkan kepuasan masyarakat,” jelas Poltak.

Dalam upaya mendukung pelayanan publik yang lebih cepat dan terintegrasi, Diskominfo Karawang juga menghadirkan inovasi Tangkar Super Apps yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Jakarta Smart City. Aplikasi ini diharapkan menjadi pusat layanan berbasis digital yang dapat mempermudah masyarakat dalam menyampaikan pengaduan serta memperoleh informasi resmi pemerintahan.

Kegiatan Monev ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Karawang untuk terus memperkuat transparansi dan kualitas layanan publik di seluruh sektor pemerintahan.

Peduli Warga Lansia, Bupati Aep Datangi Abah Rojak di Kampung Cinangoh

KARAWANG | KarawangExpose.com – Momen haru terjadi saat Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., menyambangi kediaman Abah Rojak (74), warga Kampung Cinangoh, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, pada Kamis (11/12/2025). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi warga lanjut usia yang membutuhkan uluran tangan.

Bupati Aep menyampaikan bahwa Abah Rojak sejak lama memilih hidup sendiri di rumahnya, meski keluarga dekat selalu menawarkan untuk tinggal bersama. “Abah Rojak yang kini usianya sudah 74 tahun, salah satu warga Kampung Cinangoh, memilih hidup sendiri di rumahnya,” ujar Bupati Aep.

Menurutnya, keluarga Abah Rojak setiap hari tetap mengirimkan makanan dan mengajak untuk tinggal bersama. Namun, Abah Rojak menolak karena ingin tetap tinggal di rumah yang penuh kenangan bersama mendiang keluarga. “Keluarga beliau setiap hari mengirim makanan dan mengajak untuk tinggal di rumah saudaranya. Namun, Abah Rojak menolak dan memilih untuk tinggal sendiri,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Aep turut didampingi Plt. Kadinsos Karawang, Kabid Rutilahu, serta Plt. Camat Karawang Timur. Mereka melihat langsung kondisi kesehatan Abah Rojak dan kondisi rumahnya yang dinilai sangat memprihatinkan.

“Sebelumnya saya sudah menginstruksikan camat dan Kabid Rutilahu serta stakeholder terkait untuk mengecek kondisi kesehatan, kondisi rumah, dan mengirimkan bantuan berupa sembako, kasur, peralatan dapur dan lainnya,” jelas Bupati.

Melihat kondisi rumah yang tak lagi layak huni, Bupati Aep memastikan bahwa perbaikan rumah akan segera dilakukan. “Sehat selalu ya Bah, panjang umur, berkah. InsyaAllah, rumah Abah langsung kami bangun. Hatur nuhun atas doa dan perhatian Abah kepada kami semua,” ucapnya.

Kunjungan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, yang menilai bahwa perhatian pemerintah terhadap warga lansia adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam mengayomi warganya.

Solidaritas Antar-Daerah, Karawang Bantu Rp400 Juta untuk Penanganan Banjir Aceh Tamiang

0

ACEH | KarawangExpose.com – Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menunjukkan kepedulian terhadap sesama dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp400 juta untuk korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Asep Aang Rahmatullah, yang ditunjuk sebagai utusan resmi Pemkab Karawang.

Setibanya di Aceh, Asep Aang diterima langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Karawang terhadap upaya penanganan bencana di wilayah tersebut.

“Bantuan ini secara spesifik untuk penanganan dan pemulihan masyarakat yang terdampak bencana alam di Kabupaten Aceh Tamiang,” ujar Asep Aang.

Ia menegaskan, penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud nyata solidaritas dan semangat gotong royong masyarakat Karawang. “Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meringankan beban dan mempercepat proses pemulihan masyarakat Aceh Tamiang,” katanya.

Asep Aang juga menyampaikan doa dan harapan agar warga Aceh Tamiang diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi musibah. Ia menekankan pentingnya solidaritas antar-daerah saat bencana melanda.

Bantuan yang disalurkan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan oleh Pemerintah Provinsi Aceh guna memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk kebutuhan mendesak para korban. ***

Kinerja Terbaik, 12 Penyuluh Karawang Dapat Motor dari Kementan

KARAWANG | KarawangExpose.Com -Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan apresiasi berupa 12 unit sepeda motor operasional kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Karawang.

Kendaraan dinas ini diberikan khusus bagi penyuluh yang dinilai berprestasi dalam menjalankan tugas dan pelaporan data pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Rochman menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk penghargaan langsung dari pemerintah pusat.

Dari total 189 penyuluh yang ada di Karawang, 12 orang terpilih menerima kendaraan operasional baru karena memenuhi indikator kinerja terbaik.

“Alhamdulillah, hari ini Kementerian Pertanian memberikan apresiasi kepada para penyuluh yang berprestasi. Mereka yang mendapat prestasi ini adalah yang rutin melaporkan semua kegiatan secara aplikasi ke kementerian,” ujarnya usai penyerahan simbolis, di Hotel Akhsaya Front One, Telukjambe Timur, Kamis (11/12/2025).

Didampingi Rini yang merupakan Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Karawang, ia memaparkan, indikator utama penilaian prestasi tersebut berbasis pada keaktifan dan akurasi data.

Para penyuluh diwajibkan melakukan pelaporan Luas Tambah Tanam (LTT) setiap hari melalui aplikasi berbasis GPS (Open Camera).

“Indikatornya dibuat langsung dari kementerian. Pertama rutin melaporkan kegiatan, kedua pelaporan LTT yang dituntut setiap hari. Target LTT sekecamatan harus tercapai sesuai penilaian kementerian,” jelas Rochman.

Pemberian fasilitas ini diharapkan tidak hanya menunjang mobilitas penyuluh terpilih, tetapi juga menjadi motivasi bagi rekan-rekan penyuluh lainnya untuk meningkatkan kinerja dan hasil produksi pertanian di Karawang.

Meski apresiasi diberikan, Dinas Pertanian Karawang mengakui masih adanya kendala kekurangan sumber daya manusia. Idealnya, satu desa didampingi oleh satu orang PPL.

Namun, dengan jumlah 309 desa/kelurahan di Karawang, saat ini hanya terdapat 189 penyuluh dengan 130 di antaranya terdata aktif di pusat.

“Idealnya satu desa satu, sekarang masih ada yang pegang dua sampai tiga desa. Mudah-mudahan ini jadi motivasi, dan ke depan kementerian bisa lebih cepat melakukan rekrutmen untuk menutupi kekurangan tersebut,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rochman mengungkapkan adanya rencana peralihan status kepegawaian. Dimana mulai 1 Januari 2026, status dan penggajian Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) rencananya akan ditarik langsung di bawah naungan Kementerian Pertanian Pusat.

“Nanti petugas PPL ini sudah menjadi petugas kementerian. Penggajiannya langsung dari kementerian, rencananya mulai 1 Januari 2026,” imbuh Rochman.

“Aset kendaraan yang diberikan ini, nanti tercatat sebagai aset kementerian,” pungkasnya.

Absennya Pengurus KORPRI Bikin RDP Buntu, Askun: “Gentle Dong, Hadapi! Jangan Lempar Bola Panas”

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM -Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik dana kadeudeuh pensiunan KORPRI di DPRD Kabupaten Karawang kembali buntu. Ketiadaan pengurus KORPRI, baik dari kepengurusan lama maupun baru, membuat pemerhati kebijakan politik dan pemerintahan Asep Agustian, SH., MH., meluapkan kekecewaannya.

Pria yang akrab disapa Askun itu menilai RDP tidak menghasilkan solusi konkret karena pihak yang semestinya menjelaskan dasar polemik justru tidak hadir.

“Saya kecewa keras. Bagaimana persoalan hiruk-pikuk para pensiunan ini bisa selesai kalau pengurus lama dan baru yang diundang tidak hadir? Seolah-olah ada ketakutan dan misteri,” tegas Asep kepada awak media, Rabu (10/12/2025).

Askun menilai kehadiran pengurus inti sangat penting untuk menerangkan dasar perhitungan dana kadeudeuh yang menjadi persoalan. Ia menyoroti perubahan nominal dana dari Rp 14 juta menjadi Rp 7 juta yang dinilai tidak memiliki dasar transparan.

“Dulu ada angka Rp10 juta, naik jadi 11, 12, sampai Rp14 juta. Dasar hitung-hitungannya dari mana? Sekarang turun jadi Rp7 juta, wajar purna menolak. Mereka berpikir, tahun kemarin bisa Rp14 juta, kenapa sekarang turun?” ujarnya.

Selain mempertanyakan transparansi, Askun juga mengkritik pihak-pihak yang dianggap terlalu mudah melempar persoalan internal organisasi kepada Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, selaku Dewan Pembina KORPRI.

“Jangan sedikit-sedikit lapor APH, sedikit-sedikit ke Bupati. Bupati itu bukan malaikat. Kasihan Bupati sekarang, padahal masalah ini akumulasi dari masa lalu,” ujarnya.

“Bereskan dulu internal. Duduk bareng pengurus lama dan baru. Kalau strukturnya gentle, hadapi. Kalau menghindar terus seperti ini, ya banci namanya,” tambah Askun dengan nada tinggi.

Ia menilai perwakilan yang hadir dalam RDP bukan pengambil keputusan sehingga rapat dianggap tidak efektif dan tidak mungkin menghasilkan kesimpulan yang tegas.

Terkait wacana pelaporan kepada Aparat Penegak Hukum (APH), Askun menilai langkah itu seharusnya tidak menjadi prioritas. Ia mengingatkan bahwa hasil audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) sebenarnya sudah tersedia dan dapat dijadikan pijakan.

“Hukum itu bukan alat untuk menakut-nakuti. Apa yang mau dilaporkan kalau persoalan angkanya saja belum clear? Ini urusan perdata, urusan kesepakatan. Selesaikan dulu lewat musyawarah. Undang para purna, jelaskan terang benderang. Kalau jelas, saya yakin mereka manut,” jelasnya.

Askun mendesak pengurus KORPRI untuk segera menggelar pertemuan ulang yang menghadirkan seluruh pihak terkait.

“Sok beresin dulu ini. Undang sekali lagi. Pengurus lama dan baru wajib hadir, tidak boleh mengelak. Jangan sampai preseden buruk ini berlarut-larut tanpa kejelasan,” pungkasnya.

Bupati Tegaskan Komitmen: KRL Ditargetkan Benar-Benar Tembus Cikampek

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang terus mendorong percepatan pengembangan akses transportasi massal berbasis rel. Salah satu program prioritas yang saat ini tengah diupayakan ialah perluasan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) hingga Stasiun Cikampek.

Upaya tersebut kembali dibahas dalam pertemuan koordinasi antara Pemkab Karawang, Forkopimda, dan PT KAI Daop 1 Jakarta yang berlangsung di Stasiun Cikampek dan Pasar Cikampek, Selasa (9/12/2025). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan rencana jalur, teknis operasional, hingga kesiapan infrastruktur pendukung sebelum proses pengembangan dilakukan.

Bupati Karawang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan perluasan layanan KRL tersebut.

“Kami ingin KRL benar-benar sampai Cikampek. Bukan hanya wacana, tetapi diwujudkan dalam bentuk layanan yang dapat dinikmati masyarakat. Pemkab siap bersinergi dengan PT KAI dan Forkopimda dalam penyiapan infrastruktur serta penataan kawasan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut konkret, Pemkab Karawang mulai melakukan penertiban dan penataan kawasan Stasiun Cikampek. Pembenahan meliputi pengaturan arus lalu lintas, penataan PKL, serta penataan area publik agar lebih tertib dan mendukung mobilitas penumpang. Seluruh proses dilakukan secara bertahap dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Penguatan kawasan sekitar stasiun menjadi salah satu syarat penting dalam kajian kelayakan perluasan jalur KRL. Pemerintah berharap langkah ini dapat memperkuat peluang Cikampek menjadi titik akhir layanan KRL sekaligus meningkatkan kualitas akses transportasi bagi warga.

Selain mempercepat mobilitas, hadirnya KRL hingga Cikampek diharapkan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Karawang.