google-site-verification=mfDzAmrATs_axixiQE589FtwGxMIv1RrxySdHsqAmqE
spot_img
Beranda blog Halaman 39

Pengembangan Karir Petugas Pemasyarakatan Diperkuat, Ditjenpas Lakukan Sosialisasi Nasional

0

Jakarta, KarawangExpose.com – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) terus memberikan perhatian pada pengembangan karir petugas Pemasyarakatan. Hal ini dilakukan untuk mendukung tugas dan fungsi petugas Pemasyarakatan yang merupakan garda terdepan dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan. Kali ini, pembinaan karir yang dilakukan teruntuk jabatan fungsional Pembinaan Keamanan dan Pengamanan Pemasyarakatan. Untuk itu, dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) di Bidang Pembinaan Karir Petugas Pemasyarakatan, di Bekasi, Kamis (20/11).

“Profesionalitas, integritas, dan kompetensi para petugas merupakan kunci terselenggaranya pelayanan, pembinaan dan pengamanan yang humanis serta berkeadilan. Oleh karena itu, harus dilaksanakan mekanisme untuk memenuhi kebutuhan akan pembinaan karir yang terukur, transparan, dan berbasis kinerja,” kata Kepala Bagian Sumber Daua Manusia, Ardian Nova Christiawan yang mewakili Sekretaris Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Sesditjenpas), Gun Gun Gunawan pada pembukaan Sosialisasi Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) di Bidang Pembinaan Karir Petugas Pemasyarakatan.

Sementara itu, Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ditjenpas, Aris Setiawan mengatakan bahwa keputusan Dirjenpas yang disosialisasikan ini merupakan langkah nyata yang dilakukan untuk memastikan bahwa pembinaan karir petugas Pemasyarakatan dilakukan secara jelas, objektif dan akuntabel. “Selanjutnya, dalam pelaksanaan pembinaan petugas Pemasyarakatan, regulasi terkait diharapkan memberikan arah yang pasti mengenai persyaratan, mekanisme, serta tahapan pengembangan karir, baik dalam aspek kepangkatan, jabatan, maupun pengembangan kompetensi,” lanjutnya lagi.

Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh petugas pemasyarakatan dapat meningkatkan pemahamannya, sehingga implementasinya dapat terlaksana dengan baik. “Pembinaan karir bukan hanya terkait promosi jabatan, tetapi juga menyangkut bagaimana kita membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” tanbah Aris.

Giat ini diikuti oleh Pemangku Jabatan Fungsional PKP dan PP seluruh indonesia secara langsung dan daring. (yp)

Komitmen Berita Akurat, suarapurwasuka.com Terima Apresiasi Kapolres Subang

0

Subang | Karawangexpose.com — Redaksi suarapurwasuka.com mendapat apresiasi dari Kapolres Subang berupa sebuah karangan bunga ucapan “Selamat & Sukses”. Karangan bunga tersebut dikirim langsung sebagai bentuk dukungan atas peran suarapurwasuka.com dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Rabu, 19 November 2025.

Karangan bunga dengan warna mencolok itu terlihat terpajang di depan kantor redaksi. Pada papan ucapan tersebut tertulis pesan dukungan dari AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D, Kapolres Subang, yang memuji komitmen media terhadap penyajian berita yang jernih dan terpercaya.

Pendiri yang juga Komisaris suarapurwasuka.com, Syuhada Wisastra, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Kapolres Subang.

Menurutnya, kepercayaan ini menjadi motivasi besar bagi seluruh tim redaksi.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan apresiasi dari Kapolres Subang. Ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga amanah bagi kami untuk semakin memperkuat komitmen dalam menyajikan berita yang akurat, mendidik, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Syuhada menegaskan bahwa kepercayaan publik dan institusi penegak hukum adalah modal penting dalam menjaga integritas pers daerah.

Ditempat yang sama, Pimpinan perusahaan sekaligus Pemimpin Redaksi suarapurwasuka.com, Muhammad Rifai, menyebut apresiasi tersebut sebagai bukti bahwa kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan redaksi mendapat tempat di hati masyarakat maupun instansi pemerintah.

“Kami bekerja dengan prinsip profesionalitas, verifikasi, dan keberimbangan. Dukungan dari Kapolres Subang semakin menguatkan tekad kami untuk terus menjaga standar tersebut. Kami akan terus berdiri di garis independensi, mengedepankan kepentingan publik, serta menjadi mitra kritis yang konstruktif,” ungkapnya.

Rifai menambahkan bahwa redaksi akan terus memperkuat kualitas liputan, terutama terkait isu-isu lokal yang menyangkut keamanan, pelayanan publik, dan dinamika sosial.

Sinergitas dan komunikasi baik terjalin berkat kinerja langsung Wakil Pimpinan Redaksi Suarapurwasuka.com.

Wakil Pemimpin Redaksi, Feri Kosasih, yang selama ini menjalin komunikasi intensif dengan jajaran Polres Subang termasuk Kapolres, mengatakan bahwa hubungan profesional antara media dan aparat penegak hukum sangat penting dalam menjaga keterbukaan informasi.

“Kami selalu membangun koordinasi yang baik dengan Kapolres Subang maupun seluruh jajaran kepolisian. Tujuannya jelas: memastikan informasi yang diterima masyarakat valid, tidak simpang siur, dan berdampak positif. Apresiasi ini semakin memperkuat hubungan sinergis yang selama ini sudah terjalin,” kata Feri.

Tim Redaksi Suarapurwasuka.com menegaskan bahwa penghargaan ini akan menjadi penguat semangat tim redaksi dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik yang profesional.

Ke depan, suarapurwasuka.com akan terus meningkatkan kualitas pemberitaan, memperluas jangkauan informasi, serta menjaga integritas dan independensi sebagai media terpercaya di wilayah Purwasuka.

Ratusan Mahasiswa Antusias Ikuti Workshop Fotografi IM3 x Nikon

0

Jakarta | KarawangExpose.com – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui brand IM3 bekerja sama dengan Nikon menyelenggarakan rangkaian IM3 Photography Seminar Roadshow di lima kampus besar wilayah Outer Jakarta Raya. Kampus yang disambangi meliputi Universitas Multimedia Nusantara (Tangerang), Universitas Nusa Putra (Sukabumi), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Serang), Institut Pertanian Bogor (Bogor), dan Universitas La Tansa Mashiro (Pandeglang).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Indosat untuk memberdayakan generasi muda agar mampu mengekspresikan kreativitas visual melalui storytelling dan era digital. Mahasiswa diajak merasakan langsung proses berkarya dalam fotografi, mulai dari teknik, konektivitas digital, hingga seni menyampaikan pesan lewat karya visual.

EVP Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison, Chandra Pradyot Singh, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berisi teori, tetapi membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkarya dan terkoneksi langsung dengan dunia profesional. Kolaborasi dengan Nikon disebutnya menjadi wujud nyata komitmen Indosat dalam memperluas makna konektivitas, bukan hanya soal jaringan, tetapi juga menghubungkan potensi muda Indonesia dengan panggung kreatif yang lebih luas.

Lebih dari 800 mahasiswa berpartisipasi aktif dalam seminar, workshop, dan photo competition on the spot yang menampilkan tema beragam, dari street portrait hingga food photography. Peserta mendapat kesempatan mencoba kamera Nikon terbaru dan belajar dari fotografer profesional seperti Ajie Lubis, Hizkia Christie, dan Silvo. Mereka berbagi teknik, pengalaman, serta filosofi di balik karya visual yang mereka hasilkan.

Selain mengasah kemampuan fotografi, kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana teknologi dan konektivitas digital berperan penting dalam proses kreatif. Dengan jaringan IM3 yang cepat dan stabil, mahasiswa dapat langsung mengunggah karya, berkolaborasi, dan membangun portofolio digital sebagai pijakan awal karier kreatif mereka.

Indosat juga menghadirkan fitur perlindungan digital SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam) untuk memberikan rasa aman bagi pengguna ketika berinteraksi di ranah digital, sehingga ruang berekspresi tetap aman dan terlindungi.

Suasana hangat dan interaktif dirasakan di setiap kampus, menghadirkan nuansa pertemuan komunitas kreatif antara mahasiswa, fotografer profesional, dan pelaku industri yang saling bertukar ide dan inspirasi.

“Indosat percaya kreativitas adalah bahasa universal generasi muda. Melalui IM3, kami ingin memastikan mereka memiliki dukungan konkret: koneksi yang cepat, aman, dan mudah dijangkau untuk menyalurkan ide dan membangun masa depan,” ujar Chandra.

Rangkaian IM3 x Nikon Roadshow to Campus ini menjadi bagian komitmen besar Indosat Ooredoo Hutchison dalam mendorong perkembangan ekosistem digital yang memberdayakan masyarakat melalui peningkatan akses, keterampilan, dan kreativitas.

Bangga! Lapas Karawang Borong Dua Penghargaan dari Kanwil Pemasyarakatan Jabar

0

Karawang, KarawangExpose.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang berhasil meraih dua penghargaan dalam peringatan Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Ke-1 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat.

Kepala Lapas Karawang, Christo Victor Nixon Toar, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran Lapas Karawang.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas penghargaan yang diterima. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik,” ujar Christo.

Dua penghargaan yang diterima oleh Lapas Karawang adalah:

– Peringkat 1 sebagai Unit Pelaksana Teknis dengan Persentase Tertinggi Pemesanan Barang INKOPASINDO periode Januari – Oktober 2025.

– Peringkat 3 sebagai Unit Pelaksana Teknis yang Berperan Aktif dalam Penguatan Program Ketahanan Pangan di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakata – Jawa Barat.

Christo menambahkan bahwa Lapas Karawang akan terus berkomitmen dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai lembaga pemasyarakatan yang profesional dan akuntabel.

“Kami akan terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan warga binaan,” tutup Christo.

Abaikan Nota UPTD Pengawas Ketenagakerjaan, PT Galuh Citarum Terancam Sanksi Pidana Ketenagakerjaan

0

Karawang | KarawangExpose.com – Dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) fiktif yang menimpa Tatang Suhendi, karyawan PT Galuh Citarum (Group), memasuki babak krusial. Kasus yang menyeret perusahaan karena diduga tidak membayarkan hak upah Tatang selama delapan tahun ini kembali memanas setelah UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Karawang menegaskan bahwa PHK tersebut tidak sah dan hubungan kerja sejatinya masih berlaku. Di tengah sikap perusahaan yang terus mengabaikan hasil pemeriksaan, DPRD Karawang kini turun tangan memanggil seluruh pihak untuk dimintai keterangan.

Komisi IV DPRD Karawang memanggil seluruh pihak untuk duduk bersama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang digelar Rabu (19/11/2025).

Perusahaan pun ditegaskan harus bertanggung jawab dan mematuhi seluruh arahan UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II sesuai ketentuan hukum.

RDP digelar pada Rabu, 19 November 2025 di Ruang Rapat DPRD Karawang sebagai respons atas laporan Tatang yang telah delapan tahun tidak menerima hak upahnya sejak 2017.

Permasalahan bermula ketika Tatang, yang bekerja sejak tahun 2012, menerima SK Pengangkatan sebagai karyawan tetap pada 12 April 2017. Namun SK tersebut diterbitkan oleh PT Galuh Citarum, sementara masa percobaannya diterbitkan oleh PT Graha Buana Prima, dan surat PHK dikeluarkan oleh perusahaan yang berbeda lagi PT Galuh Buana Prima.

“Nama perusahaan tidak konsisten. Saya diangkat oleh PT Galuh Citarum, tapi di-PHK oleh PT Galuh Buana Prima,” ungkap Tatang.

Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industri (PHI) Bandung bahkan menyatakan dokumen perusahaan tidak sinkron, sehingga PHK tidak sesuai fakta hubungan kerja.

Kasus ini diperkuat dengan temuan resmi UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Karawang yang dituangkan dalam Surat Nomor 560/5691/UPTD-WII.II/VIII/2025, yang menyebutkan:

1. Status hubungan kerja Tatang adalah PKWTT (karyawan tetap) PT Galuh Citarum

2. Surat PHK dari PT Galuh Buana Prima tidak sah dan tidak dapat diberlakukan.

3. Hubungan kerja Tatang dengan PT Galuh Citarum masih berlangsung dan belum berakhir.

Dengan dasar tersebut, UPTD kemudian memerintahkan perusahaan untuk membayar seluruh hak Tatang, termasuk gaji, THR, dan hak normatif lainnya yang tidak diberikan selama delapan tahun.

UPTD menerbitkan Nota Pemeriksaan I dan II, namun PT Galuh Citarum tetap mengabaikannya. Akibat pembangkangan ini, kasus telah resmi dilimpahkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Tatang juga melaporkan kasus ini ke Polres Karawang karena diduga terdapat unsur pidana ketenagakerjaan.

“Kasusnya sekarang ditangani Reskrim Polres Karawang. Saya hanya ingin keadilan sesuai undang-undang,” ujar Tatang.

Terpisah, Komisi IV DPRD Karawang memanggil Tatang, Disnakertrans Karawang, UPTD Pengawas Ketenagakerjaan, dan manajemen PT Galuh Citarum untuk duduk bersama membahas akar persoalan.

Dalam RDP tersebut, Ketua Komisi IV H. Asep Junaedi dan Hj. Neneng Siti Fatimah akan mengawal dan melaporkan hasil RDP kepada Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin.

Selain, Komisi IV juga akan memanggil secara resmi PT Galuh Citarum, UPTD pengawas, Disnakertrans, dan Tatang untuk pertemuan lanjutan yang bersifat mengikat.

“perusahaan tidak boleh mengabaikan arahan UPTD, terlebih terdapat bukti administrasi yang jelas bahwa Tatang secara sah adalah karyawan tetap PT Galuh Citarum,” kata Asep Junaedi.

DPRD dan UPTD sama -sama menekankan bahwa PT Galuh Citarum wajib mengikuti seluruh perintah Nota Pemeriksaan UPTD dan menyelesaikan tunggakan hak ketenagakerjaan Tatang. Pasalnya, Pengabaian terhadap Nota Pemeriksaan bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi juga dapat berujung pada pidana ketenagakerjaan, terutama setelah kasus masuk ranah PPNS dan kepolisian.

Sementara itu, Hingga berita ini diterbitkan, upaya -upaya menghubungi PT Galuh Citarum (Group) dan PT Galuh Buana Prima masih terus dilakukan. Pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait temuan UPTD, panggilan DPRD, maupun laporan polisi.

Kadin Indonesia Dinilai Mandul, Konflik Meledak di Jabar: Gedung Diserbu dan Disegel Anggota

0

Bandung | Karawangexpose.com -Ketegangan internal Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat mencapai puncaknya. Puluhan anggota Kadin dari berbagai kabupaten/kota mendatangi Kantor Kadin Jawa Barat di Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Rabu (19/11/2025), sebagai bentuk protes terhadap dualisme kepengurusan yang tak kunjung diselesaikan oleh Kadin Indonesia. Massa menyatakan gedung tersebut dalam status quo dan menyegel bangunan hingga keputusan resmi diterbitkan.

Aksi massa berlangsung dengan orasi terbuka, pemasangan spanduk bertuliskan “GEDUNG KADIN JAWA BARAT DALAM STATUS QUO”, serta poster “BANGUNAN INI DISEGEL”. Polisi melakukan pengamanan ketat, sementara akses Jalan Sukabumi sempat ditutup ketika penyegelan dilakukan.

Koordinator aksi sekaligus Wakil Ketua Kadin Jawa Barat, Galih F. Qurbany, mengatakan dualisme kepengurusan membuat tubuh organisasi terpecah menjadi dua kubu: kubu Almer dan kubu Nizar Sungkar.

“Ketidaktegasan Kadin Indonesia menjadikan situasi ini berbahaya dari sisi keamanan maupun politik. Ada pihak yang diuntungkan, salah satunya kubu Almer, padahal keduanya sama-sama belum punya SK dan sama-sama menggelar Musprov pada 24 September di lokasi berbeda,” ujar Galih.

Sebelumnya, kubu Nizar melaksanakan Musyawarah Provinsi (MuProv) di Bandung, sedangkan kubu Almer menggelar MuProv di Bogor. Kedua belah pihak sama-sama mengklaim sebagai kepengurusan sah Kadin Jawa Barat, menambah kerumitan konflik.

Galih menegaskan, Kadin Indonesia harus segera mengambil keputusan untuk menghentikan polemik agar tidak mengganggu iklim usaha di Jawa Barat.

“Pemerintah sedang fokus memperkuat ekonomi kerakyatan sesuai arah Presiden Prabowo. Tapi konflik yang dibiarkan di Kadin Jabar justru bisa menghambat pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa organisasi sebesar Kadin tidak boleh terjebak dalam tarik-menarik kepentingan.

“Kadin harus berjalan berdasarkan aturan, bukan karena faktor politik atau like and dislike. Kalau pengelolaannya tidak benar, yang terjadi hanya kekacauan,” ujar Galih.

Lebih jauh, Galih mendesak Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, segera menerbitkan SK kepengurusan hasil Musprov yang dihadiri perwakilan 16 kabupaten/kota.

“Berdasarkan AD/ART, kepengurusan sah harus didukung 50% + 1 dari 27 kabupaten/kota. Kami sudah memenuhi syarat itu. Namun tetap menunggu keputusan resmi Kadin Indonesia,” ujarnya.

Galih menutup dengan penegasan bahwa gedung Kadin Jawa Barat harus tetap dikosongkan sampai keputusan final ditetapkan pusat.

“Kami meminta kantor ini tidak dipakai siapa pun sampai sengketa kepengurusan diselesaikan. Gedung ini harus berada dalam status quo,” tegasnya.

UNSIKA Tingkatkan Daya Saing, 4.023 Mahasiswa Baru Dijaring dari 35 Ribu Pendaftar

Karawangexpose.com – Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menggelar Wisuda Periode Desember 2025 bagi 1.571 lulusan di Aula Syekh Quro, Kampus Unsika, Selasa (18/11/2025). Para wisudawan terdiri atas 16 lulusan Diploma, 1.517 lulusan Sarjana, dan 38 lulusan Magister.

Adapun rincian wisudawan berasal dari sembilan fakultas, yaitu: Fakultas Hukum (97), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (201), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (378), Fakultas Pertanian (88), Fakultas Agama Islam (247), Fakultas Teknik (208), Fakultas Ilmu Komputer (99), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (194), serta Fakultas Ilmu Kesehatan (59) lulusan.

Dalam sambutannya, Rektor UNSIKA, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, SH., M.Sc, mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di UNSIKA. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.

Rektor juga berpesan kepada para lulusan mengenai tujuh kunci penting dalam menjalani kehidupan, yakni bertakwa, berbakti kepada orang tua, memperbanyak doa, bersedekah, memperluas ilmu, disiplin, dan menikmati proses.

Capaian dan Proyeksi UNSIKA 2025

Pada kesempatan tersebut, Rektor memaparkan berbagai pencapaian dan program kerja UNSIKA tahun 2025. Saat ini UNSIKA memiliki 9 fakultas dengan 40 program studi, terdiri dari 3 Prodi Diploma Tiga, 29 Prodi Sarjana, 1 Profesi, dan 7 Prodi Magister.

UNSIKA juga didukung oleh sumber daya akademik yang kuat, yaitu 5 Guru Besar, 35 Lektor Kepala, 358 Lektor, 143 Asisten Ahli, dan 104 tenaga pengajar. Selain itu, perguruan tinggi negeri di Karawang ini sedang mengajukan 4 Guru Besar dan 10 Lektor Kepala ke Kementerian.

Dari sisi kualifikasi dosen, UNSIKA memiliki 181 dosen bergelar Doktor dan 465 bergelar Magister, serta 93 dosen yang tengah menempuh studi doktoral. Dalam setahun terakhir, sebanyak 53 dosen lulus dari universitas luar negeri seperti Taiwan dan Amerika Serikat, dan 53 lainnya dari kampus-kampus terbaik di Indonesia.

Penerimaan Mahasiswa Baru Tingkatkan Daya Saing

Proses penerimaan mahasiswa baru UNSIKA dilakukan melalui enam jalur, yakni:

* SNBP dan SNBT di bawah Kemendikbudristek,

* jalur keagamaan SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN bersama Kementerian Agama,

* jalur mandiri berbasis prestasi di bidang olahraga, seni budaya, dan keagamaan,

* serta SMMPTN Barat bekerja sama dengan BKS PTN Wilayah Indonesia Barat.

Dari keenam jalur seleksi tersebut, UNSIKA berhasil menjaring 4.023 mahasiswa baru dari 35.570 pendaftar.

Rencana Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur

Rektor menyampaikan bahwa pada tahun 2025 UNSIKA akan memulai pembangunan sejumlah fasilitas penting, di antaranya Gedung Serbaguna, Gedung Student Center, pembangunan ruang kelas kabin sementara, serta pengembangan sistem informasi untuk mendukung tata kelola akademik dan keuangan.

Selain itu, UNSIKA juga akan membangun lapangan sepak bola dan fasilitas olahraga lainnya yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, tenaga pendidik, staf, dan masyarakat kampus secara umum.

Mengakhiri sambutannya dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode Februari 2025 ini, Rektor UNSIKA menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan para wisudawan.

“Semoga seluruh ilmu yang telah diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.

Ketika Gubernur Mengambil Alih Semua Panggung, Otonomi Daerah Kita Sedang Sakit

0

Karawangexpose.com – Ada sesuatu yang keliru dalam tata kelola pemerintahan kita hari ini. Di banyak provinsi, kita melihat pola yang sama: gubernur semakin sering turun tangan mengurusi hal-hal yang sejatinya menjadi kewenangan kabupaten, sementara bupati hanya menjadi penonton dari pinggir panggung yang seharusnya mereka pimpin.

Ini bukan sekadar dinamika politik. Ini adalah kegagalan memahami batas kekuasaan. Lebih jauh lagi, ini adalah gejala bahwa otonomi daerah sedang mengalami degradasi serius

Provinsi Bukan Atasan Kabupaten

Konstitusi tidak pernah menempatkan provinsi sebagai “atasan langsung” kabupaten.

Gubernur tidak pernah diberi kewenangan untuk “mengkomandokan” bupati.

Hubungan itu bersifat koordinatif, bukan subordinatif.

Namun dalam praktiknya, justru sebaliknya yang terjadi.

Atas nama pembinaan, pengawasan, atau percepatan pembangunan, gubernur turun langsung mengatur urusan teknis, mengambil alih agenda kabupaten, bahkan mengukuhkan diri sebagai problem solver tunggal di wilayah yang secara hukum berada dalam otonomi bupati.

Ini bukan pembinaan.

Ini bukan koordinasi.

Ini adalah intervensi kewenangan yang mengacaukan struktur pemerintahan daerah.

Ketika Citra Mengalahkan Tata Kelola

Kita tahu, politik hari ini sangat visual: siapa yang terlihat bekerja, dialah yang dianggap bekerja.

Gubernur memahami betul logika ini.

Maka munculah fenomena pencitraan:

turun ke kabupaten, menghadiri masalah lokal, mengumumkan program daerah seolah tanpa bupati, mengambil kredit kebijakan tanpa melibatkan pemangku kewenangan yang sah.

Dan apa yang tersisa untuk bupati?

Foto di belakang panggung.

Tangan terlipat menunggu giliran.

Atau bahkan tidak diundang sama sekali.

Ketika politik panggung lebih diutamakan daripada tata kelola, yang rusak bukan hanya relasi antar pejabat, tetapi integritas sistem pemerintahan itu sendiri.

Bupati Bukan Figuran

Jika tren ini berlanjut, bupati hanya akan menjadi administrator tanpa otoritas, pejabat yang menandatangani regulasi tetapi tidak diakui sebagai pemimpin di daerahnya sendiri.

Padahal bupati adalah aktor utama dalam otonomi daerah.

Merekalah yang paling mengetahui:

karakter wilayah,

kebutuhan masyarakat,

dinamika ekonomi lokal,

dan prioritas pembangunan setempat.

Ketika ruang gerak mereka dipersempit, yang dirugikan bukan pejabatnya, tetapi rakyat yang seharusnya menikmati kebijakan yang tepat sasaran.

Dominasi Gubernur adalah Kemunduran Otonomi

Kita tidak boleh lupa: otonomi daerah diciptakan untuk mengatasi sentralisasi kekuasaan Orde Baru.

Jika hari ini gubernur mulai bertindak sebagai “penguasa kabupaten”, maka kita sedang berjalan mundur.

Sebuah sistem yang seharusnya:

mendorong inovasi lokal,

memperkuat pelayanan publik,

mempercepat penyelesaian masalah daerah,

malah berubah menjadi sistem yang mengulang pola pusatisme, hanya dengan wajah baru.

Redaksi Berpendapat: Sudah Saatnya Hubungan Kewenangan Diluruska.

Indonesia membutuhkan relasi pemerintahan daerah yang sehat dan proporsional.

Karena itu, menurut redaksi, ada tiga hal yang mendesak dilakukan:

1. Pemerintah pusat harus memperjelas batas pembinaan dan pengawasan.

Agar tidak ada lagi tafsir berlebihan yang menjadikan gubernur “komandan kabupaten”.

2. Bupati harus berani memperjuangkan ruang otonominya.

Diam bukan pilihan. Otonomi daerah hanya hidup bila pemimpinnya tegas menjaga kewenangannya.

3. Publik perlu diedukasi tentang siapa yang berwenang apa.

Agar tidak mudah terkecoh oleh pencitraan dan bisa menilai kinerja pemimpin secara objektif.

Otonomi Daerah Bukan Simbol, Tetapi Sistem

Kita tidak boleh membiarkan sistem ini rusak hanya karena ambisi politik jangka pendek.

Ketika gubernur mengambil alih panggung kabupaten, yang hilang bukan hanya peran bupati, tetapi juga ruang inovasi, partisipasi lokal, dan semangat desentralisasi yang telah diperjuangkan sejak reformasi.

Sebagai media, kami menegaskan:

Indonesia membutuhkan kolaborasi, bukan kompetisi panggung.

Koordinasi, bukan dominasi.

Dan yang paling penting—otonomi, bukan subordinasi.

Dukung Ketahanan Pangan, FIFGROUP Gelar CSR Green House di SMKN 1 Rengasdengklok

Karawang, Karawangexpose.com – Sebagai sarana pembelajaran urban faming, FIFGROUP cabang Karawang gelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Rumah pembibitan bersama SMK Negeri 1 Rengasdengklok Karawang, Selasa pagi, (18/11/2025).

Kegiatan CSR ini dipimpin langsung, Branch Head FIFGROUP, Aldicel Yastrilova melalui Region Support Warehouse Head FIFGROUP Cabang Karawang, Marjulis, dan di ikuti seluruh pelajar di SMKN 1 Rengasdengklok Karawang serta para pengajar dan juga hadir Kepala Sekolah SMKN 1 Rengasdemgklok Karawang, Deni Iskandar Spd.

Adapun kegiatan program CSR Rumah pembibitan atau pembuatan Green House ini diantaranya, pangan bergizi, beragam, seimbang, dan aman (B2SA) yang bisa berdampak positif secara langsung

kepada siswa-siswi khususnya di lingkungan SMKN 1 Rengasdengklok Karawang.

Kepala Sekolah SMKN 1 Rengasdengklok, Deni Iskandar Spd, mengucapkan terimakasih kepada FIFGROUP Cabang Karawang, yang telah menyampaikan atau memberikan CSR Rumah pembibitan, hal ini tentunya dalam rangka turut serta mendukung program pemerintah pusat terkait ketahanan pangan, dan salah satunya di SMKN 1 Rengasdengklok ini.

“Alhamdulillah saya ucapkan terimakasih, dengan program CSR yang diberikan FIFGROUP Cabang Karawang ini tentunya sangat bermanfaat bagi kami di sekolah ini,” ujar Deni Iskandar.

Hal ini Deni juga menambahkan bahwa, kegiatan CSR yang digelar oleh FIFGROUP Cabang Karawang ini sangat bermanfaat bagi warga SMKN 1 Rengasdengklok, tentunya untuk mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan.

Pantauan tim liputan, kegiatan ini juga dilaksanakan pula pembekalan perawatan Green House SMKN 1 Rengasdengklok yang disampaikan langsung M. Ali Bin Tawar, dan menympaikan beberapa hal terkait perawatan Green House yang baik.

Tak hanya menyampaikan pembekalan perawatan saja, namun tim dari FIFGROUP juga melakukan pengisian LUP Rumah pembibitan yang dilakukukan oleh Eka, Diman dan Ica.

Selanjutnya, Branch Head FIFGROUP Aldicel Yastrilova, melalui Region support Warehouse Head FIFGROUP Cabang Karawang, Marjulis mengatakan bahwa, kegiatan yang digelar ini dalam rangka memberikan pelajaran terkait Ketahanan Pangan kepada anak usia dini, dan salah satunya kepada para pelajar di SMKN 1 Rengasdengklok Karawang.

“Program CSR ini sebagai bentuk kontribusi dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDG’S) dan Environmental, Social & Governance (ESG), dimana mulai dari pembekalan serta praktek proses pembibitan, penanaman, proses panen dapat digunakan berulang kali dan bermanfaat bagi Sekolah,” ungkap Marjulis.

Hal ini, Marjulis juga berharap, dengan adanya kegiatan Program CSR dapat bermanfaat bagi seluruh warga SMKN 1 Rengasdemgklok Karawang.

“Semoga kegiatan program After Ceremony hari ini, dapat bermanfaat dan tetap berjalan,” jelasnya.

Inisiatif Kios: Langkah Indosat Siapkan Generasi Muda Siap Kerja di Era Digital

Jakarta, Karawangexpose.com — Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) memperkenalkan model pembelajaran berbasis praktik melalui inisiatif Kios di SMK Walang Jaya. Program ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola kegiatan bisnis dan layanan pelanggan di lingkungan sekolah. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Indosat dalam memberdayakan generasi muda Indonesia melalui pendidikan vokasi dan kolaborasi dengan dunia pendidikan.

Melalui program ini, siswa dari berbagai jurusan, seperti Teknik Otomotif, Akuntansi, dan Tata Kelola Perkantoran, berkesempatan untuk mengelola kios ritel telekomunikasi dengan pendampingan langsung dari tim Indosat. Dalam praktiknya, para siswa belajar menjalankan kegiatan operasional, melakukan pencatatan transaksi, hingga melayani pelanggan secara profesional. Lebih dari sekadar praktik bisnis, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kerja sama, dan etika kerja yang penting untuk kesiapan mereka di dunia kerja.

“Kami percaya pendidikan vokasi merupakan kunci penting dalam mencetak generasi muda yang mandiri dan siap kerja,” ujar Chandra Pradyot Singh, EVP – Head of Circle Jakarta Raya (JAYA) Indosat Ooredoo Hutchison. “Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga mengasah kemampuan manajerial dan finansial yang menjadi bekal penting saat mereka terjun ke dunia industri.”

Program Kios SMK Walang Jaya menjadi bagian dari komitmen Indosat untuk memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dan industri. Dengan pendekatan experiential learning, siswa memperoleh kesempatan belajar melalui praktik nyata yang diakui sebagai bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) sesuai kurikulum sekolah. Selain itu, Indosat juga mendukung kegiatan pelatihan tematik seperti Seminar Teknologi Seluler, Distribusi Digital, dan literasi AI, yang secara rutin diadakan untuk memperluas wawasan teknis dan pemahaman siswa tentang peran teknologi dalam dunia bisnis modern.

Kepala Sekolah SMK Walang Jaya, Gatot Edi Sabekti S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. “Kami berterima kasih kepada Indosat Ooredoo Hutchison yang telah membuka ruang bagi siswa kami untuk belajar langsung dari dunia industri. Pengalaman ini sangat berharga dalam membentuk kepercayaan diri dan kemandirian mereka menghadapi dunia kerja di masa depan,” ujarnya.

Dengan total 2.800 siswa dari empat jurusan keahlian utama Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), serta Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) SMK Walang Jaya menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara dunia pendidikan dan industri dapat menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berdampak sosial.

Program ini juga melanjutkan berbagai kolaborasi edukatif yang telah terjalin antara Indosat dan SMK Walang Jaya, seperti Hero Power Battle, Seminar Teknologi Seluler dan Distribusi Digital, serta Pelatihan Pemasaran Berbasis AI. Ke depan, model pembelajaran kolaboratif seperti Kios @ School akan terus dikembangkan sebagai best practice nasional dalam memperkuat kesiapan kerja siswa SMK di era modern.

“Kami ingin menjadikan Kios SMK Walang Jaya sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia usaha secara berkelanjutan. Melalui inisiatif ini, Indosat berkomitmen untuk terus memberdayakan masyarakat melalui konektivitas, inovasi, dan kolaborasi,” tutup Chandra.

Inisiatif ini menunjukkan peran nyata konektivitas yang tidak hanya mempercepat akses digital, tetapi juga membuka peluang pembelajaran dan pengembangan diri bagi generasi muda. Dengan menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan transformasi digital, Indosat terus mewujudkan tujuan dalam memberdayakan Indonesia.