google-site-verification=mfDzAmrATs_axixiQE589FtwGxMIv1RrxySdHsqAmqE
spot_img
Beranda blog Halaman 42

Bukan dengan Senjata, Tapi dengan Pena: IWOI Karawang Ajak Jurnalis Jadi Pahlawan Masa Kini

0

KARAWANGEXPOSE.COM – Memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2025, Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Karawang mengajak seluruh insan pers, khususnya jurnalis media online, untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan melalui karya jurnalistik yang bermakna, bertanggung jawab, dan menginspirasi.

Ketua IWOI DPD Karawang, Syuhada Wisastra, A.Md., CHRM., dalam pernyataannya di Kantor Sekretariat IWO Indonesia DPD Karawang, Senin (10/11/2025), menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan tahun ini dengan tema nasional “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini, kata Syuhada, harus menjadi ajang refleksi bagi insan pers untuk memperkuat tanggung jawab moral dalam menjaga kebenaran dan membangun kesadaran publik.

“Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang jasa para pahlawan di masa silam, tetapi juga panggilan bagi kita semua — khususnya para jurnalis dan media online — untuk terus bergerak, mengabdi, dan melanjutkan perjuangan dalam konteks hari ini. Sebagai insan pers digital, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi yang benar, memberdayakan masyarakat, dan memperkuat persatuan bangsa,” tegas Syuhada.

Ia menambahkan, perjuangan para jurnalis masa kini berbeda bentuknya dengan para pahlawan terdahulu, namun semangatnya tetap sama: berjuang untuk kebenaran dan keadilan.

“Hari Pahlawan mengingatkan kita bahwa perjuangan tidak berhenti di medan perang. Bagi kami para jurnalis, perjuangan itu hadir setiap hari—melalui berita yang jujur, akurat, dan mendidik. Pena dan kamera adalah senjata kami untuk menjaga nilai-nilai kebenaran, keadilan, serta kemanusiaan,” ujar Syuhada.

Syuhada juga menekankan bahwa jurnalis di media online memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, keadilan, dan transparansi publik.

“Melalui kerja jurnalistik yang profesional, kita ikut meneladani pahlawan—tidak dengan pedang atau senjata, tetapi dengan pena, kamera, dan semangat kritis yang konstruktif,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ketua IWOI DPD Karawang itu menyampaikan apresiasi kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, yang dinilainya konsisten dalam melestarikan tempat-tempat bersejarah dan situs perjuangan di Kabupaten Karawang.

“Kami dari IWOI Karawang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE. Beliau telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah di Karawang—seperti Monumen Rengasdengklok, Tugu Proklamasi, dan berbagai cagar budaya lainnya. Upaya itu bukan hanya melestarikan sejarah, tapi juga menanamkan semangat nasionalisme bagi generasi muda,” ujar Syuhada.

Menurutnya, langkah Bupati Aep merupakan bentuk nyata kepahlawanan masa kini, karena melalui pelestarian sejarah, pemerintah daerah turut menjaga identitas dan warisan perjuangan bangsa.

Syuhada juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan media dalam memperkuat narasi kepahlawanan di era digital. Media, kata dia, memiliki peran vital dalam menyebarkan nilai-nilai perjuangan melalui berita yang inspiratif, edukatif, dan berimbang.

“Wartawan bukan hanya peliput peristiwa, tapi juga penerus perjuangan para pahlawan dalam bentuk yang berbeda. Melalui tulisan, foto, dan video, kita bisa menyalakan semangat kebangsaan di hati masyarakat. Karena pahlawan sejati hari ini adalah mereka yang terus berbuat untuk kebaikan dan kemajuan bangsa,” ucapnya.

Selain itu, IWOI DPD Karawang juga mengajak seluruh anggota dan mitra media untuk mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan 2025, mulai dari upacara bendera, tabur bunga, hingga hening cipta serentak.

“Kami berharap masyarakat Karawang dan seluruh pembaca media online lokal memahami bahwa penghormatan terhadap pahlawan berarti juga memberikan yang terbaik bagi masyarakat hari ini—dengan informasi yang akurat, solusi yang nyata, dan etika jurnalistik yang tidak tergoyahkan,” tutup Syuhada.

Dalam kesempatan yang sama, IWOI Karawang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghargai jasa para pahlawan dengan cara berkontribusi positif di bidangnya masing-masing — terutama dengan menjaga keutuhan, persatuan, dan kedamaian di tengah perbedaan.

“Mari kita lanjutkan perjuangan dengan cara kita masing-masing. Pemerintah dengan kebijakannya, media dengan informasinya, dan masyarakat dengan tindakannya. Semua menjadi satu kesatuan dalam mewujudkan cita-cita para pahlawan,” pungkas Syuhada.

Sebagai penutup, IWOI DPD Karawang menyampaikan ucapan penuh hormat:

“Selamat Hari Pahlawan 10 November 2025. Semoga semangat juang para pahlawan terus hidup di setiap langkah kita menuju Indonesia yang berdaulat, beretika, dan berkemajuan.”

📰 Tentang IWOI Karawang

Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Karawang merupakan organisasi yang menaungi wartawan dan pelaku media digital di wilayah Karawang. Melalui berbagai program pelatihan dan kolaborasi, IWOI berkomitmen untuk membangun profesionalisme, solidaritas, dan integritas jurnalis dalam menghadirkan informasi yang akurat serta mendukung pembangunan daerah dan pelestarian nilai-nilai kebangsaan.

Nasi Ayam & Nasi Bebek Bumbu Hitam Khas Madura, Lezatnya Bikin Nagih! Kini Bisa Dipesan Sekitar Perum Griya Mas Lestari Karawang

0

KARAWANGEXPOSE.COM – Bagi pecinta kuliner pedas gurih khas Madura, kini tak perlu jauh-jauh mencari. Masakan khas dengan cita rasa autentik itu kini hadir di Karawang, tepatnya di kawasan Perum Griya Mas Lestari. Menu andalan yang ditawarkan adalah Nasi Ayam dan Nasi Bebek Bumbu Hitam Khas Madura dengan harga yang sangat bersahabat — hanya Rp15.000 per paket.

Dibuat dengan bumbu rempah khas Madura yang kuat dan dimasak hingga meresap sempurna, menu ini menawarkan sensasi rasa pedas, manis, dan gurih yang berpadu harmonis di lidah. Potongan ayam atau bebek yang empuk berpadu dengan sambal dan nasi hangat, menjadikan setiap suapan terasa istimewa.

Tak hanya cita rasa yang khas, harga yang ramah di kantong membuat menu ini cocok untuk semua kalangan — mulai dari pekerja, pelajar, hingga keluarga yang ingin menikmati santapan nikmat tanpa harus merogoh kocek dalam.

Pemilik usaha, Mas Duki, mengatakan bahwa pelanggan bisa dengan mudah memesan menu ini tanpa harus datang langsung.

“Kami menerima pesanan untuk wilayah sekitar Perum Griya Mas Lestari Karawang. Cukup hubungi nomor kami, nanti pesanan siap diantar atau diambil langsung,” ujar Mas Duki dengan ramah.

Mas Duki menambahkan, setiap porsi dimasak dengan bahan-bahan segar dan bumbu pilihan agar cita rasa khas Madura tetap terjaga.

“Kami ingin pelanggan merasakan sensasi makan bebek dan ayam bumbu hitam yang benar-benar autentik Madura, tapi tetap terjangkau,” ujarnya lagi.

Bagi kamu yang ingin mencicipi sensasi bumbu hitam khas Madura yang menggoda selera, segera pesan melalui nomor 0878 0008 5511.

📞 Nasi Ayam & Nasi Bebek Bumbu Hitam – Khas Madura

💰 Harga: Paket Serba Rp15.000

📍 Lokasi: Sekitar Perum Griya Mas Lestari, Karawang

📱 Order: 0878 0008 5511

Yuk, rasakan nikmatnya cita rasa Madura asli di Karawang — dijamin bikin ketagihan!

Tujuh Tahun Berpisah, Alumni SMAN 4 Karawang 1995 Kembali Bertemu dalam Haru dan Tawa

0

KARAWANGEXPOSE.COM – Suasana penuh tawa, haru, dan nostalgia mewarnai reuni alumni SMA Negeri 4 Karawang angkatan 1995 yang digelar di Dewasena Café & Resto, kawasan belakang GOR Panatayudha Karawang, pada Minggu siang, 9 November 2025.

Pertemuan yang dihadiri puluhan alumni dari total 40 orang sekelas ini berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Setelah bertahun-tahun sibuk dengan kehidupan masing-masing, reuni ini menjadi ajang melepas rindu sekaligus mempererat kembali tali silaturahmi antar teman lama.

Dengan tema “Meningkatkan Silaturahmi, Terus Berlanjut Tanpa Batas Waktu”, acara berlangsung santai namun penuh makna. Para alumni larut dalam nostalgia masa putih abu-abu, saling bertukar cerita dan bernyanyi bersama lagu “Pertemuan” yang menjadi pengiring kenangan mereka.

Reuni ini tak sekadar ajang temu kangen. Sejumlah alumni kini telah meniti karier cemerlang di berbagai bidang turut hadir memeriahkan acara.

Di antaranya Pipik Taufik Ismail, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga menjadi ketua panitia reuni, Iis Puspita, Kapolsek Telukjambe Timur, Nace Permana, aktivis dan Ketua Umum Ormas Lodaya, serta R. Doni Suryanagara, pengusaha asal Karawang, juga beberapa tokoh lain hadir dari Indramayu dan daerah lainnya.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kekeluargaan tetap terjaga meski waktu dan profesi telah memisahkan.

Dalam sambutannya, Pipik Taufik Ismail menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih kepada semua alumni yang hadir.

“Alhamdulillah, setelah tujuh tahun lamanya kita baru bisa kumpul lagi dalam suasana seperti ini. Banyak di antara kita yang kini punya kesibukan luar biasa, tapi hari ini kita kembali seperti dulu — satu kelas, satu cerita, satu tawa,” ujarnya disambut tepuk tangan hangat.

“Saya berharap reuni ini bukan sekadar temu kangen. Mari kita jaga silaturahmi ini, saling mendukung, saling mendoakan, dan terus terhubung. Karena sejatinya, teman sekolah adalah keluarga yang tumbuh bersama kenangan,” tambah Pipik.

Sementara itu, Nace Permana dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa haru dan bangganya dapat kembali berkumpul.

“Bertemu lagi setelah puluhan tahun ini seperti membuka album lama yang penuh cerita. Kita dulu belajar bersama, bercanda bersama, dan hari ini kita kembali dengan kisah hidup masing-masing,” kata Nace.

“Semoga momen ini menjadi pengingat bahwa di mana pun kita berada, persahabatan tidak akan pernah lekang oleh waktu,” tuturnya penuh makna.

Banyak peserta yang mengaku tak kuasa menahan haru saat mengenang masa sekolah.

Salah seorang alumni, Iis Puspita, menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan yang masih terjalin.

“Rasanya seperti kembali ke masa SMA. Dulu kita punya mimpi besar, dan hari ini melihat teman-teman sukses di jalannya masing-masing membuat saya bangga sekali,” ucapnya dengan senyum hangat.

Sementara itu, R. Doni Suryanagara, pengusaha sekaligus alumni, menuturkan kesannya.

“Saya kagum panitia bisa menyatukan kita lagi setelah sekian lama. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin, bukan hanya tujuh tahun sekali,”ungkapnya.

Acara ditutup dengan makan bersama, sesi foto bersama dan diiringi hiburan karaoke bersama yang disedikan Cafe Dewasena. Beberapa alumni bahkan telah merencanakan pertemuan berikutnya dengan suasana yang lebih luas dan melibatkan guru-guru mereka.

Meski hanya berlangsung beberapa jam, reuni ini meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta. Dalam senyum dan pelukan hangat, mereka menyadari bahwa waktu boleh memisahkan, tapi persahabatan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali bersatu.

Nelayan Blanakan Subang Larung Dondang di Puncak Ruat Laut ke-58

0

KARAWANGEXPOSE.COM – Perayaan Ruat Laut atau Nadran Nelayan Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, mencapai puncaknya pada Minggu (9/11/2025).

Acara bertajuk “Syukuran Nelayan Blanakan ke-58” itu telah berlangsung sejak 21 Oktober 2025 dan dipusatkan di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) KUD Mandiri Mina Fajar Sidik, Blanakan.

Sejak pukul 07.00 WIB, ribuan warga dan nelayan memadati lokasi acara. Deretan perahu nelayan yang ikut dalam prosesi tampak semarak dengan hiasan warna-warni serta ornamen unik dari aneka makanan dan minuman, menjadi ciri khas tradisi tahunan tersebut.

Prosesi diawali dengan penyambutan replika kapal nelayan atau dondang, yang kemudian akan dilarung ke laut lepas sebagai simbol doa dan harapan.

“Replika kapal menjadi simbol perjuangan dalam upaya pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Dasam MB, Ketua KUD Mandiri Mina Fajar Sidik Blanakan, dalam sambutannya.

Menurut Dasam, Ruat Laut tahun ini bertepatan dengan momentum bersejarah, yakni peringatan Hari Pahlawan 10 November, yang mencerminkan semangat perjuangan ekonomi rakyat.

“Ini melambangkan semangat untuk mewujudkan kemandirian dan memberdayakan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sebagai puncak acara, masyarakat menyaksikan prosesi pelarungan dondang, tradisi sakral yang melambangkan ungkapan syukur dan doa keselamatan bagi para nelayan saat melaut.

Tradisi ini menjadi penutup sekaligus simbol kuat keterikatan masyarakat Blanakan dengan laut, sumber utama kehidupan mereka. (*)

Editor: Sacim Zein

Sinergi PMC dan Indonesia CARE Salurkan Bantuan ke Korban Longsor Sukabumi

0

SUKABUMI | KARAWANGEXPOSE.COM — Hujan rintik-rintik masih mengguyur sepanjang jalan menuju Kampung Pamokoan, Desa Sukarame Kecamatan Cisolok pada 8 November pagi.

Kondisi ini membuat jalan menjadi licin sebagai imbas longsoran di sejumlah titik. Sejumlah motor para relawan dan pers tetap tak surut menjangkau lokasi yang dituju.

Ya, hari Sabtu (8/11) tim Pers Mobile Community (PMC) menggandeng lembaga kemanusiaan Indonesia CARE menuju lokasi kampung terisolir yang terdampak longsor di Pamokoan, Desa Sukarame, Cisolok.

Tim dilokasi tersebut menyalurkan bantuan logistik dan pelayanan kesehatan bagi ratusan warga terdampak.

Aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami dampak langsung bencana alam. Tim Indonesia CARE yang dipimpin oleh Mohammad Syahri, akrab disapa Bang Choy, datang bersama tim medis setelah menerima ajakan kolaborasi dari sahabat jurnalis yang tergabung dalam PMC.

Sebagian warga yang tak bisa keluar rumah karena akses jalan yang sulit didatangi langsung oleh tim medis. dr. Dindana Caesarea dan Indri Retno Putranti dari tim medis Indonesia CARE melakukan kunjungan dari rumah ke rumah, sementara dr. Dayang Indah Milennia Komalasari dan Faza Ahluna berjaga di pos pelayanan utama untuk melayani warga yang datang.

“Bagi kami, kepedulian tidak mengenal cuaca, lokasi, dan jarak. Selama masih ada yang membutuhkan, kami akan datang dan berbuat semampu kami,” ujar Indri Retno Putranti, tim medis dari Indonesia CARE.

“Dalam kondisi darurat seperti ini, masyarakat sering menunda berobat karena takut akses sulit. Kami berusaha memastikan setiap warga tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” ungkap dr. Dindana Caesarea di sela kegiatan pelayanan.

“Kami datang bukan hanya membawa obat, tetapi juga membawa semangat kepedulian. Melihat warga tersenyum meski dalam kondisi sulit, itu sudah menjadi energi tersendiri bagi kami,” tambah Choy, Direktur Jaringan Relawan Indonesia CARE.

Ketua Pelaksana Kegiatan Pers Mobile Community (PMC) mengapresiasi kerja sama tersebut. “Sinergi antara relawan media dan tenaga kesehatan ini membuktikan bahwa kepedulian bisa datang dari mana saja. Kami akan terus hadir di tengah masyarakat ketika dibutuhkan,” ujar Billy Adhyaksa, .

Selain pelayanan medis, PMC juga menyiapkan pendampingan kesehatan lanjutan serta bantuan logistik ringan bagi masyarakat terdampak bencana.

“Kami percaya bahwa gotong royong adalah kekuatan utama kita. Selama masih ada yang membutuhkan, kami akan terus bergerak,” ujar Billy.

Kolaborasi lintas profesi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial, terutama di daerah rawan bencana.

Kegiatan ini didukung juga oleh PWI Kabupaten Sukabumi, PWI Peduli Sukabumi, PWI Kabupaten Bogor, PWI Kabupaten Karawang, IWO Kabupaten Karawang, SMSI Kabupaten Bogor, Eiger Adventure Land, Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bogor, BAZNAS kabupaten Bogor serta Klinik Dr Suhendra.

Seperti diketahui pada 28 Oktober pekan lalu banjir bandang dan tanah longsor melanda Cisolok, Sukabumi. Hingga hari ini masih ada sejumlah lokasi yang terisolir dan minim bantuan.

Salahsatu yang sulit ditembus kendaraan roda empat adalah kampung Pamokoan Desa Sukarame Kecamatan Cisolok. Di kampung ini ada 9 rumah tertimbun longsor dan sejumlah titik jalan utama nyaris terputus oleh longsoran.

Lapas Karawang Latih Petugas dan Warga Binaan Hadapi Potensi Kebakaran

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Lapas Kelas IIA Karawang menggelar kegiatan simulasi pemadaman kebakaran di lapangan utama, bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karawang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh petugas serta perwakilan warga binaan.

Saya izin jabarin ya.

Simulasi ini bertujuan memberikan edukasi dan keterampilan praktis dalam menanggulangi bencana kebakaran di lingkungan lapas, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen pemasyarakatan terhadap potensi keadaan darurat.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Christo Toar, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran dan kemampuan seluruh jajaran dalam menghadapi potensi bencana, termasuk kebakaran. Sinergi dengan instansi terkait seperti Damkar Karawang menjadi langkah nyata dalam memperkuat sistem keamanan dan keselamatan di Lapas Karawang,” ungkap Christo.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan penjelasan langsung dari petugas Damkar tentang prosedur penanganan awal kebakaran, teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga praktik langsung memadamkan api di lapangan.

Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (Adm. Kamtib), Widhi Ideriananto, menambahkan bahwa kegiatan ini penting untuk meningkatkan kapasitas pengamanan di lingkungan lapas.

“Simulasi ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar bagi petugas dan warga binaan agar mampu melakukan langkah penanggulangan kebakaran secara efektif dan tepat. Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” ujarnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh petugas dan warga binaan memiliki kesiapan mental, pengetahuan, serta keterampilan teknis dalam menghadapi situasi darurat secara tanggap dan terkoordinasi.

Karawang Diapresiasi, Bima Arya Sebut Efisiensi Sebagai Wujud Pemerintahan Modern

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang pada Jumat siang (7/11/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia membawa semangat baru untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah melalui langkah yang efisien, cepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Bima Arya menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Bupati Karawang dan jajaran dalam melakukan efisiensi birokrasi. Menurutnya, upaya tersebut menjadi contoh baik bagi daerah lain dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berorientasi hasil.

“Bupati tadi menyampaikan langkah-langkah perampingan di birokrasi. Kami apresiasi, karena saat ini yang dibutuhkan bukan sekadar struktur besar, tapi pemerintahan yang efektif. Kalau bisa dihemat, silakan hemat,” ujar Bima Arya.

Ia menegaskan, efisiensi harus tetap diimbangi dengan peningkatan kinerja dan pelayanan publik yang berkualitas.

“Tapi saya titip, jangan sampai efisiensi ini mengganggu target kinerja. Penghematan Rp100 miliar itu luar biasa, asal pelayanan tetap tajam,” tambahnya.

Selain membahas efisiensi birokrasi, kunjungan kerja tersebut juga menyoroti tindak lanjut kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) serta percepatan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) — program strategis yang diharapkan dapat menjadi penggerak utama ekonomi desa di Karawang.

Kegiatan itu turut dihadiri oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE, Wakil Bupati H. Maslani, dan Sekda H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., beserta jajaran pejabat Pemkab Karawang.

Karawang Timur Punya Wajah Baru, District East Usung Konsep Kota Hijau Terpadu

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM -Karawang Timur segera memiliki wajah komersial baru yang prestisius. Momentum pemancangan perdana Ruko ION Terrace dilaksanakan hari ini, menandai dimulainya pembangunan kawasan komersial megah bernama District East.

Acara simbolis ini dihadiri oleh perwakilan perbankan besar yang siap mendukung fasilitas kepemilikan.

Direktur Sales Jonson Lim, selaku perwakilan pengembang, mengungkapkan ambisi di balik proyek seluas 26 Hektar tersebut.

Ia bahkan menyebut kawasan ini sebagai “Singapore of Karawang,” merujuk pada desainnya yang menarik dan inspirasi arsitektur dari negara Singapura.

Jonson Lim menekankan bahwa District East dirancang dengan konsep ramah lingkungan dan terintegrasi.

“District East ini memiliki luas 26 Hektar dan hampir 70 persennya adalah ruang terbuka hijau dan biru, serta banyak sekali fasilitasnya,” jelas Jonson Lim pada Jum’at (7/11/2025).

Pemancangan perdana ini sekaligus menjadi bukti keseriusan proyek, yang sudah didukung penuh oleh perbankan nasional.

Acara ini turut dihadiri perwakilan dari Bank BCA, Mandiri, BTN, dan BSI, yang semuanya diketahui akan memberikan fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Ruko kepada calon pembeli.

Lokasi Strategis dan Danau Terpanjang di Karawang

District East terletak di lokasi yang sangat strategis, yaitu di Jalan Lintas Karawang. Aksesibilitas menjadi keunggulan utama kawasan ini.

“Lokasinya sangat bagus sekali, dekat dengan Mall Vilagio Summarecon, dan memiliki akses yang sangat mudah dekat dengan Pintu Tol Karawang Timur, serta fasilitas umum lainnya,” imbuh Jonson.

Lebih lanjut, Jonson Lim mengumumkan rencana pembangunan fasilitas ikonik yaitu dengan membangun danau terbesar dan terpanjang di Karawang, yang di sampingnya terdapat ruko-ruko untuk berbisnis dengan view danau.

“Tentunya ini menjadi peluang bagus bagi masyarakat Karawang dan sekitarnya yang ingin memiliki rumah dan ruko bisnis,” tambahnya.

Proyek ini, yang dikerjakan bersama salah satu arsitek terbaik, menekankan pada penciptaan kota baru yang mengutamakan hidup yang aman dan nyaman.

Pemancangan tiang perdana ini menandai langkah awal District East sebagai kawasan komersial terpadu dan menjanjikan di Karawang.

Ramayana Fair Karawang Resmi Diperpanjang, Brand Ternama dan Hiburan Seru Siap Manjakan Pengunjung!

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM –  Kabar gembira bagi warga Karawang dan sekitarnya! Antusiasme pengunjung yang membludak membuat Ramayana Fair Karawang (KRF) resmi diperpanjang hingga 30 November 2025.

Perpanjangan ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali menikmati pesta rakyat terbesar di Karawang dengan promo belanja, hiburan, dan produk unggulan dari berbagai brand ternama.

Keputusan perpanjangan tersebut diumumkan langsung oleh Manajemen Ramayana Ciplaz Karawang, menyusul tingginya animo masyarakat sejak pameran dibuka pada 30 September 2025 lalu.

Dalam surat resmi bernomor 067/RMY/CPLZ/XI/2025 tertanggal 4 November 2025, pihak manajemen menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf atas lonjakan pengunjung yang melebihi perkiraan sehingga menyebabkan keterbatasan stok dan layanan di beberapa titik acara.

“Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap pelanggan, Karawang Ramayana Fair kami lanjutkan hingga 30 November 2025,” tulis manajemen dalam surat klarifikasinya.

Acara yang semula dijadwalkan berakhir pada 2 November ini dikenal sebagai pesta rakyat paling meriah di Karawang. Selain menghadirkan hiburan, Ramayana Fair juga menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk lokal berkualitas.

Manajer Operasional Ramayana Karawang, Barly Soltan, menjelaskan bahwa gelaran ini melibatkan 49 UMKM dan 20 booth viral khas Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang dibawa langsung ke Karawang.

“Melalui Ramayana Fair, kami ingin menjadi jembatan antara konsumen dan produsen, membuka peluang kerja sama baru, serta memberi dampak positif bagi perekonomian daerah,” ujar Barly.

Antusiasme warga terlihat jelas di lokasi acara. Sejumlah pengunjung, seperti Sumantri dan Marisa, mengaku senang karena bisa berbelanja dengan harga terjangkau sambil menikmati suasana pameran yang ramai dan penuh hiburan.

“Saya senang banget, bisa belanja murah, nonton musik, dan dukung UMKM lokal tanpa harus ke Jakarta,” ungkap Marisa.

Memanfaatkan masa perpanjangan hingga akhir November, Ramayana berkomitmen menghadirkan pengalaman yang lebih seru dan berkelas. Sejumlah brand ternama siap ikut memeriahkan, di antaranya:

  • Fladeo
  • Carvil
  • Dr. Kevin
  • Otha
  • Yongki Komaladi
  • Cardinal
  • Emba
  • Benhill
  • Trekker
  • Gabrielle, dan masih banyak lagi.

Selain belanja, pengunjung juga akan dimanjakan dengan hiburan panggung setiap akhir pekan, mulai dari lomba, live music, performance show, hingga sesi Meet & Greet artis lokal. Ramayana Ciplaz Karawang juga membuka kesempatan bagi komunitas, sekolah, pelaku kuliner, dan UMKM untuk berpartisipasi di area Ramayana Fair.

🎉 Jangan lewatkan kesempatan ini!

Nikmati suasana pesta rakyat, belanja produk branded dengan harga spesial, dan dukung UMKM Karawang hanya di Ramayana Fair Karawang – diperpanjang hingga 30 November 2025!

(Red)

Pentahelix Dipertanyakan, Askun Bongkar Dugaan Proyek Drainase Karawang Digarap Asal Jadi

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Konsep ‘Pentahelix’ yang didengungkan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang kembali mendapat sorotan tajam.

Pengamat kebijakan pemerintahan, Asep Agustian, membongkar dugaan potret buram dalam pelaksanaan proyek, yang ironisnya terjadi setelah seorang Kepala Bidang (Kabid) SDA lantang mengklaim diri “bersih”.

Proyek pembangunan drainase di Jalan Puri Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karawang senilai kurang lebih Rp1,4 miliar dan dikerjakan oleh CV Trisula Wijaya, menjadi sasaran kritik utama Askun, sapaan akrab Asep Agustian.

Menurut Askun, pelaksanaan proyek drainase tersebut terindikasi kuat dikerjakan asal jadi dan menyalahi Kerangka Acuan Kerja (KAK).

Pelaksana diduga tetap melanjutkan pengerjaan meski lokasi proyek masih dalam kondisi tergenang air.

“Faktual hukum, faktual yang saya lihat proyek drainase di Puri, siapapun pelaksananya dikerjakan dalam kondisi banjir. Lalu, keberadaan material pasir di proyek itu buat apa?” tegas Ketua DPC Peradi Karawang ini.

Kritikan Askun tak berhenti di proyek drainase. Ia juga menyoroti proyek sabuk pantai yang lamban dan terindikasi tidak selesai di akhir tahun 2025 dengan anggaran nyaris Rp1 miliar

“Dengan faktual potret buram sejumlah proyek SDA PUPR Karawang yang saya beberkan—baik proyek sabuk pantai dan proyek drainase di dekat pusat kota—maka di mana letak pentahelix-nya?” tanya Askun kembali menyindir Kabid SDA Aris.

Konsep Pentahelix yang dimaksud, yang diklaim menjawab “lingkaran setan” dalam pembangunan, kini dipertanyakan keberadaannya di lapangan.

Menyikapi temuan ini, Askun mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan penyelidikan.

“APH harus bisa mengungkap, kalau proyek itu tidak benar di mana letak tidak benarnya, dan jika proyek itu benar di mana letak benarnya. Kalau APH tidak selidiki, maka patut dipertanyakan ada hubungan apa antara APH dengan ‘Kabid Pentahelix’,” pungkas Askun, menantang Kabid SDA untuk mempertanggungjawabkan ucapannya. (Red)