google-site-verification=mfDzAmrATs_axixiQE589FtwGxMIv1RrxySdHsqAmqE
spot_img
Beranda blog Halaman 48

Dukung Program Pengentasan Stunting, Lapas Karawang Bagikan Padi Nutri Zinc Hasil Warga Binaan

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Dalam rangka refleksi satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang melaksanakan kegiatan bakti sosial di Kantor Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, pada Selasa (22/10).

Kegiatan ini meliputi kerja bakti lingkungan yang melibatkan 10 orang warga binaan program asimilasi kebersihan, serta pembagian 150 paket bantuan sosial berisi produk hasil karya warga binaan dan dukungan CSR Primer Kopasindo Lapas Karawang. Paket bantuan tersebut disalurkan kepada anak-anak penderita stunting serta warga Kelurahan Palumbonsari yang membutuhkan.

Pemberian bantuan kepada anak penderita stunting memiliki makna khusus. Sebagian produk yang dibagikan berasal dari hasil panen padi unggul varietas Nutri Zinc, yang dibudidayakan oleh warga binaan program asimilasi pertanian Lapas Karawang. Padi Nutri Zinc dikenal memiliki kandungan seng (zinc) yang tinggi—nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan anak dan mencegah risiko stunting.

Kepala Lapas Karawang, Christo Toar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial jajaran pemasyarakatan, sekaligus bentuk kontribusi terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa hasil kerja keras warga binaan juga bisa membawa manfaat bagi masyarakat luas. Padi varietas Nutri Zinc yang ditanam oleh warga binaan memiliki kandungan gizi tinggi dan diharapkan dapat membantu anak-anak yang mengalami stunting. Inilah bentuk nyata pembinaan yang produktif dan berdampak,” ujar Christo Toar usai menyerahkan secara simbolis paket bantuan kepada perwakilan penerima.

Plt. Camat Karawang Timur, Asep Suryana, S.STP., M.H., menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lapas Karawang yang terus aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kegiatan ini sangat positif. Lapas Karawang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial yang nyata melalui pemberdayaan warga binaan. Semoga sinergi ini terus berlanjut,” ungkap Asep Suryana.

Sementara itu, Lurah Palumbonsari, Indra Sudrajat, S.STP., turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Lapas Karawang atas bantuan sosial yang disalurkan. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami, khususnya bagi keluarga yang memiliki anak penderita stunting,” ujar Indra Sudrajat.

Sebagai penutup, Kalapas Karawang menyampaikan harapan agar di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, kebijakan pemerintahan ke depan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam bidang ketahanan pangan dan pengentasan stunting melalui pemberdayaan warga binaan.

“Kami berharap arah kebijakan pemerintahan ke depan semakin berpihak pada kesejahteraan rakyat, dan Lapas dapat terus menjadi bagian dari solusi melalui program pembinaan yang produktif dan berdaya guna,” tutup Christo Toar.

@Rey

PLN Gerak Cepat Tangani Gangguan Kelistrikan Bekerja Sama dengan BPBD Karawang

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – PT PLN (Persero) UP3 Karawang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang bergerak cepat melakukan penanganan gangguan kelistrikan akibat pohon tumbang yang terjadi di wilayah Rawasikut–Telagasari, Rabu (22/10).

Peristiwa tersebut disebabkan oleh hujan deras disertai angin kencang yang mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan menimpa jaringan listrik. Petugas gabungan dari PLN dan BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemangkasan pohon, perbaikan jaringan, serta memastikan pasokan listrik dapat kembali menyala dengan aman.

Manager PLN UP3 Karawang, Mahadhir, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi cepat antara PLN dan BPBD dalam penanganan tersebut.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, petugas kami langsung bergerak bersama tim BPBD. Kesigapan ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik, sekaligus bentuk pelayanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Mahadhir.

Mahadhir menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi insan PLN untuk terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat di momen menjelang Hari Sumpah Pemuda.

“Semangat gotong royong dalam menangani gangguan ini mencerminkan nilai Sumpah Pemuda, di mana kita bekerja bersama tanpa melihat batas wilayah atau instansi demi kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, mengapresiasi sinergi antara PLN UP3 Karawang dan BPBD yang menunjukkan semangat tanggap darurat serta kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

“PLN tidak hanya bertugas menyalurkan listrik, tetapi juga memastikan keandalan sistem kelistrikan dalam kondisi apa pun. Tindakan cepat ini membuktikan bahwa semangat kolaborasi dan pelayanan menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik,” kata Sugeng.

PLN mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan segera melaporkan potensi bahaya kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123. Dengan kerja sama yang baik antara masyarakat, pemerintah daerah, dan PLN, diharapkan keandalan sistem kelistrikan di Karawang dan sekitarnya dapat terus terjaga.

Fakultas Hukum UNSIKA Bahas Ketahanan Pangan dan Perubahan Iklim Bersama Pakar Internasional

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Fakultas Hukum Universitas Singaperbang Karawang (“UNSIKA”) menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “The Hunger Crisis in the 21st Century: Geopolitical Tensions, Climate Change, and Pathways Toward Sustainability”.

Acara ini digelar pada hari Rabu, 22 Oktober 2025 di Aula Syekh Quro UNSIKA, menghadirkan para akademisi dan pakar hukum dari Malaysia dan Indonesia untuk membahas keterkaitan antara hukum, perubahan iklim, serta ketahanan pangan global.

Seminar ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, dan tamu akademik, dengan tujuan memperkuat dialog ilmiah internasional dan kolaborasi akademik dalam menghadapi tantangan kemanusiaan serta lingkungan global.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Hukum, Dr. Imam Budi Santoso, S.H., M.H., yang menekankan pentingnya peran dunia akademik dalam membangun kesadaran hukum global di tengah berbagai krisis dunia. “In the face of global hunger and climate uncertainty, legal education must serve not only as a framework for justice but also as a foundation for collective responsibility. This seminar is a call for intellectual solidarity and legal innovation toward a sustainable and equitable world,” ujar Dekan Fakultas Hukum.

Selanjutnya, Rektor UNSIKA menyampaikan Keynote Address dengan judul “The Hunger Crisis in the 21st Century: Geopolitical Tensions, Climate Change, and Pathways Toward Sustainability.”

Beliau menyoroti bagaimana konflik bersenjata dan ketegangan global mengganggu produksi, merusak infrastruktur, dan memutus rantai pasokan pangan dunia.

“Geopolitical tensions can trigger food crises in multiple ways by damaging infrastructure, disrupting production, and breaking global supply chains. Armed conflict remains one of the major drivers of food insecurity across the world. Addressing these challenges requires not only diplomacy and policy, but also a moral and legal framework for global cooperation,” tutur Rektor UNSIKA.

Sesi pertama diisi oleh Prof. Dr. Rahmat bin Mohamad dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Universiti Islam Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam, & Fellow University of Aberystwyth, UK, dengan topik “Legal Architecture of Sustainability: Climate Change, SDGs and International Responsibility.” Beliau menjelaskan tiga dimensi utama keberlanjutan: integritas lingkungan, kemakmuran ekonomi, dan keadilan sosial, serta menyoroti peran hukum dalam mengintegrasikan hak, kewajiban, dan akuntabilitas dalam tata kelola global.

Beliau juga mengangkat studi kasus penting seperti Urgenda v. Netherlands (2019) yang menunjukkan pergeseran yurisprudensi menuju climate justice. Dalam penutupnya, beliau menegaskan tiga refleksi utama:

1. Keberlanjutan kini telah menjadi norma hukum, etika, dan eksistensial.

2. Krisis iklim menguji kekuatan arsitektur hukum.

3. Tugas bersama ke depan adalah membangun sistem tanggung jawab yang adil, dapat ditegakkan, dan berorientasi pada masa depan.

Sesi kedua disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Noor Dzuhaidah Osman dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), dengan tema “Climate Change, Sustainable Development Goals and The Path To Sustainability.” Beliau menekankan bahwa perubahan iklim adalah fenomena yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan bahwa setiap peningkatan suhu sekecil apa pun memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan dan kesejahteraan global.

Sesi terakhir dibawakan oleh Prof. Dr. Aslan Noor, S.H., M.H. dari UNSIKA, dengan topik “Legal Protection For Sustainable Food Agricultural Land From The Threat of Conversion From Agricultural to Non-Agricultural Land as Seen From The Teachings of the Welfare State.” Beliau menyoroti urgensi perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) serta pentingnya perspektif welfare state dalam memastikan keberlanjutan sistem pangan nasional.

Diskusi dipandu oleh dosen Fakultas Hukum UNSIKA yang merupakan ahli di bidang hukum pidana. Dalam sesi tanya jawab, para mahasiswa secara aktif mengajukan pertanyaan seputar keadilan global, penerapan kebijakan, dan tanggung jawab hukum lintas negara. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika, khususnya mahasiswa hukum, untuk memahami bahwa tantangan global seperti krisis pangan dan perubahan iklim tidak bisa dilepaskan dari peran hukum sebagai instrumen perubahan sosial.

Melalui seminar internasional ini, Fakultas Hukum UNSIKA menunjukkan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan pemikiran hukum yang responsif terhadap isu-isu global dan multidimensi. Acara ini bukan hanya wadah untuk bertukar gagasan, tetapi juga platform akademik untuk membangun kesadaran kolektif tentang tanggung jawab hukum dalam mewujudkan keberlanjutan dan keadilan sosial.

Peringati 10 Tahun Hari Santri, H. Maslani: Santri Harus Berinovasi Tanpa Lupakan Tradisi

KARAWANGEXPOSE.COM – Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional yang ke-10, Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, mengajak para santri untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin apel peringatan Hari Santri di Plaza Pemda Karawang, Rabu (22/10/2025).

Dalam amanatnya, H. Maslani menegaskan bahwa Hari Santri tahun ini memiliki makna istimewa, karena menandai satu dekade sejak ditetapkannya Hari Santri Nasional oleh pemerintah pada tahun 2015.

“Momen ini menjadi pengingat akan peran besar ulama dan santri dalam memperjuangkan, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan bangsa,” ujar Wakil Bupati Karawang.

Ia menuturkan, pesantren memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan kebangsaan. Menurutnya, banyak tokoh bangsa, pemimpin nasional, hingga ilmuwan besar yang lahir dari lingkungan pesantren.

“Pesantren melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan berakhlak mulia,” katanya.

Dalam kesempatan itu, H. Maslani juga berpesan kepada seluruh santri di Indonesia, khususnya yang ada di Kabupaten Karawang, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, namun peluklah inovasi zaman. Tunjukkan bahwa santri adalah bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” tegasnya.

Wakil Bupati menambahkan, ilmu merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan. Ia mengingatkan para santri agar terus menuntut ilmu, menghormati guru dan kiai, serta menanamkan kecintaan terhadap tanah air.

“Barang siapa menanam ilmu, maka ia menanam masa depan. Dari tangan para santrilah masa depan Indonesia akan ditulis,” tutur H. Maslani.

Menutup amanatnya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal cita-cita kemerdekaan Indonesia menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban.

Peringatan Hari Santri 2025 di Kabupaten Karawang berlangsung khidmat dan penuh semangat, dengan mengusung tema “Santri Siaga Jiwa Raga – Karawang Berkah.”

Anggaran Pemeliharaan DPRD Karawang Rp1,5 M Disorot, BPK Temukan Pekerjaan Tak Sesuai Volume Kontrak

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – “Gedung Rakyat” Karawang kini menjadi sorotan tajam setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan adanya kekurangan volume signifikan dalam sejumlah pekerjaan pemeliharaan aset di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Temuan ini mencuat dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas anggaran belanja pemeliharaan Pemkab Karawang Tahun Anggaran (TA) 2024.

Dari total alokasi belanja pemeliharaan Pemkab Karawang sebesar Rp56,2 miliar, anggaran untuk pemeliharaan di Sekretariat DPRD saja mencapai Rp1.508.416.000,00.

Namun, hasil uji petik BPK pada 8 paket pekerjaan mengungkapkan fakta mengejutkan, terjadi kekurangan volume pekerjaan senilai total Rp257.586.920,67.

Temuan ini berisiko besar menyebabkan Pemerintah Kabupaten Karawang menerima aset dengan kualitas dan volume yang tidak sesuai dengan rencana, meskipun pemeliharaan seharusnya bertujuan menjaga keandalan dan memperpanjang usia pakai aset.

BPK secara spesifik mencatat bahwa dari 8 paket pekerjaan yang bermasalah, masih ada dua perusahaan (CV) yang hingga laporan diterbitkan belum mengembalikan kelebihan bayar ke kas daerah.

Jumlah yang belum dikembalikan mencapai Rp112.601.459,46, dengan rincian,

1. CV RPS sebesar Rp78.623.860,26

2. CV SS sebesar Rp33.977.599,20

Kekurangan volume ini terjadi pada pekerjaan-pekerjaan vital, termasuk:

• Kekurangan Volume atas Pekerjaan Pengecatan Gedung Sidang (Rp37,9 juta)

• Kekurangan Volume Gedung Sekretariat DPRD (Rp41,9 juta)

• Kekurangan Volume atas Pekerjaan Plat Atap dan Ruang Humas Lantai 3 (Rp98,6 juta)

• Kekurangan Volume atas Pekerjaan Pemasangan Wall Paper (Rp38,4 juta)

• Kekurangan Volume atas Pekerjaan Pemeliharaan Taman Termin (Rp40,6 juta)

Dalam laporannya, BPK RI mengungkap akar masalah ini. Penyebab utamanya adalah penyedia jasa diduga tidak melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi kontrak, dan yang tak kalah penting, konsultan pengawas dinilai kurang cermat dalam mengawasi pelaksanaan pekerjaan di Gedung DPRD tersebut.

Menyikapi hal ini, BPK merekomendasikan langsung kepada Bupati Karawang agar segera memasukkan klausul sanksi tegas atas ketidakoptimalan konsultan pengawas dalam setiap kontrak jasa.

Saat dikonfirmasi, Sekretariat DPRD Kabupaten Karawang Dwi, mengakui adanya temuan tersebut dan menyatakan proses pengembalian masih terus berjalan.

“Sebagian sudah dikembalikan, sisa sedikit,” ujar Dwi singkat, tanpa merinci total keseluruhan yang sudah masuk kas daerah dan target penyelesaian pengembalian sisa kerugian negara yang masih tertahan di tangan dua CV tersebut.

(Red)

Ketua DPRD Karawang Hadiri Bimtek Gerindra se-Jawa Barat, Tegaskan Komitmen Kawal Program Asta Cita Presiden Prabowo

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD se-Jawa Barat yang diselenggarakan oleh DPD Partai Gerindra Jawa Barat di Hotel Mercure Karawang, Selasa (21/10/2025) hingga Kamis (23/10/2025).

Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota DPRD provinsi, kabupaten, dan kota se-Jawa Barat. Tujuannya, memperkuat kapasitas serta peran anggota Fraksi Gerindra dalam mengawal kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto, khususnya pelaksanaan program-program unggulan Asta Cita yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, H. Amir, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi seluruh fraksi di setiap daerah pemilihan agar kebijakan pemerintah pusat dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Seluruh kader Gerindra di legislatif wajib mengawal kebijakan nasional, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kualitas dan pelaksanaannya harus terus dipantau,” tegasnya.

Ia juga menyoroti hasil survei Level Tracking yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 83,7 persen, sebuah capaian yang dinilai patut dibanggakan.

“Angka ini membuktikan bahwa masyarakat merasakan langsung manfaat kebijakan Pak Prabowo — mulai dari program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, hingga Koperasi Merah Putih yang kini telah mencapai lebih dari 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia,” tambah Amir.

Selain itu, ia menyoroti keberhasilan sejumlah program monumental seperti pemeriksaan kesehatan gratis, subsidi tarif tol bagi pemudik, serta keringanan tarif dasar listrik, yang menjadi bagian dari implementasi nyata Asta Cita, delapan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin menilai Bimtek ini penting sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas anggota DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, serta penganggaran.

“Kami dibekali ilmu dan wawasan langsung dari para narasumber kementerian, agar setiap kebijakan dan alokasi anggaran yang kami bahas benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Endang.

Ia menjelaskan, kegiatan Bimtek juga menjadi wadah transfer ilmu dari para ahli dan pejabat kementerian, terutama bagi anggota DPRD yang tergabung dalam komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) seperti Badan Anggaran, yang memiliki peran strategis dalam merancang dan menyetujui APBD.

“Sebagai anggota dewan, kami perlu memahami dengan baik mekanisme penyusunan dan pengawasan anggaran agar keputusan yang diambil tepat dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Endang Sodikin menyampaikan bahwa hasil Bimtek juga meneguhkan komitmen seluruh fraksi Gerindra untuk terus mengawal implementasi program-program Presiden Prabowo, agar Asta Cita benar-benar berjalan efektif hingga ke tingkat desa.

“Setiap kader Gerindra harus memastikan program pemerintah pusat benar-benar terlaksana dengan maksimal. Implementasi Asta Cita harus dijalankan sesuai harapan Presiden Prabowo,” tegasnya.

Endang juga menyoroti pentingnya peran sektor pertanian dan perikanan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sebagai daerah agraris dan maritim, Karawang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pangan dan hasil laut.

“Karawang punya kekuatan di bidang pertanian dan perikanan. Ini harus terus ditingkatkan agar bisa mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, revitalisasi sektor pangan dan perikanan menjadi salah satu fokus yang harus dikawal bersama oleh para wakil rakyat di setiap daerah pemilihan (dapil).

“Program ketahanan pangan, revitalisasi pertanian dan perikanan harus kita kawal bersama di tiap dapil. Ini bagian dari implementasi nyata Asta Cita di lapangan,” kata Endang.

Perkuat Pengabdian Lewat Ilmu dan Sinergi

Di akhir sambutannya, Endang Sodikin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Bimtek dan apresiasi kepada DPD Gerindra Jawa Barat yang telah menghadirkan narasumber berkompeten.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak ilmu baru dari para narasumber yang ahli di bidangnya. Ini menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas dan pengabdian kami kepada masyarakat,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, Partai Gerindra Jawa Barat meneguhkan tekad untuk menjadi garda terdepan dalam memastikan program-program Presiden Prabowo Subianto berjalan maksimal, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat di seluruh wilayah Jawa Barat.

Hari Santri 2025, IWOI Karawang: Santri Hari Ini, Pemimpin Bangsa di Masa Depan

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM -Santri memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa, tidak hanya sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga motor penggerak kemajuan di berbagai bidang kehidupan. Menjelang peringatan Hari Santri 2025 yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, Ketua IWO Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Karawang, Syuhada Wisastra, A.Md. CHRM., menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan pesantren di wilayah Karawang serta mengapresiasi kepemimpinan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh S.E., atas perhatian dan dukungannya terhadap kemajuan pesantren.

Menurut Syuhada Wisastra, peran pesantren sangat strategis dalam mengawal nilai-nilai kemerdekaan bangsa sekaligus membangun peradaban.

“Kami menyambut baik komitmen pemerintah kabupaten dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan pesantren sebagai bagian dari pembangunan daerah,” ujar Syuhada dalam keterangan persnya, Rabu (22/10/2025).

Ia menambahkan bahwa IWOI Karawang akan terus melakukan pengawasan dan pelaporan media agar pembangunan dan pengembangan pesantren berjalan transparan dan berdampak.

Lebih lanjut, Ketua IWOI DPD Karawang menyatakan:

“Atas nama seluruh jajaran IWOI DPD Kabupaten Karawang, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati H. Aep Syaepuloh yang telah membuka ruang dan memfasilitasi pengembangan pesantren di Karawang. Dukungan tersebut bukan hanya soal sarana fisik, tetapi juga perhatian terhadap pembinaan kualitas santri dan pesantren.”ungkapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan harapan agar pesantren-pesantren di Karawang tidak hanya menjadi institusi keagamaan semata, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter, ilmu pengetahuan, dan keislaman yang siap berkontribusi pada pembangunan lokal maupun nasional.

Sementara itu, Peringatan Hari Santri 2025 menekankan bahwa santri memiliki tugas historis dan kontemporer: mengawal kemerdekaan serta membangun peradaban dunia. Kehadiran pesantren dalam konteks ini menjadi sangat relevan, terutama di wilayah Karawang yang terus mengalami pembangunan industri dan urbanisasi.

Dukungan pemerintah daerah terhadap pesantren dinilai menjadi langkah penting untuk memadukan pembangunan material dan spiritual. Syuhada Wisastra berharap kerja sama antara pemerintah, pesantren, masyarakat, dan media semakin intens agar pembangunan pesantren dapat berjalan terpadu dan menyeluruh.

“Dengan sinergi ini, kami percaya Karawang akan memiliki generasi santri yang unggul dan siap menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Syuhada bersama seluruh jajaran IWO Indonesia DPD Karawang juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Nasional 2025 kepada seluruh santri dan pesantren di Kabupaten Karawang.

“Selamat Hari Santri 2025. Santri hari ini adalah pemimpin masa depan. Teruslah berkhidmat, berjuang, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Mari bersama kita jadikan pesantren sebagai pusat pencerahan dan peradaban di Karawang,” ungkapnya penuh semangat.

Di akhir pernyataannya, Syuhada kembali menegaskan apresiasi kepada pemerintah daerah:

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Bupati H. Aep Syaepuloh atas keberpihakannya kepada pesantren. Semoga dukungan ini terus berkelanjutan demi kemajuan umat dan daerah,” pungkasnya.

Warga Binaan Lapas Karawang Dapat Pelatihan Beternak Ayam Lokal dari Kementan

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM — Balai Riset dan Manajemen Perbibitan (BRMP) Unggas dan Aneka Ternak, Kementerian Pertanian RI, melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan penyebaran hasil Agro Modern Ayam Lokal di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Karawang.

Kegiatan ini diikuti oleh warga binaan program asimilasi pertanian Lapas Karawang sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan Arta Cita Presiden sekaligus mewujudkan kemandirian pangan dari dalam lembaga pemasyarakatan, Selasa (21/10).

Dalam sambutannya, Kepala BRMP Unggas dan Aneka Ternak Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Andi Saenab, M.Si., mengapresiasi langkah Lapas Karawang yang membuka ruang kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dalam memanfaatkan potensi sumber daya yang ada.

“Potensi sisa bahan makanan dari sekitar 1.180-an warga binaan Lapas Karawang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak ayam lokal. Dengan pengelolaan yang tepat, hal ini bukan hanya mengurangi limbah, tetapi juga menjadi peluang pengembangan ekonomi produktif di dalam lapas,” ujar Andi Saenab.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penerapan konsep agro modern di lingkungan pemasyarakatan, di mana teknologi dan praktik pertanian berkelanjutan diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Karawang, Lutfi Ari Bimoko (Bimo), yang mewakili Kepala Lapas Karawang Christo Toar, menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan arah pembinaan kemandirian warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan beternak ayam lokal, tetapi juga memahami bagaimana mengelola sumber daya yang ada menjadi nilai tambah ekonomi. Ini bentuk nyata pembinaan yang berorientasi pada produktivitas dan kemandirian,” ungkap Bimo.

Adapun materi teknis dalam kegiatan Bimtek ini disampaikan oleh drh. Tri Wardhani Cahyaningsih, SKH., M.Si. dan Dewi Sari Kumalawati, SPT., M.Sc. Para narasumber memaparkan berbagai hal terkait penerapan teknologi pakan alternatif, manajemen kesehatan ternak, serta strategi pengembangan ayam lokal unggul yang adaptif terhadap kondisi lingkungan Lapas

Dari Pelayanan ke Kepedulian: H. Maslani Tinjau Gebyar PATEN dan Temui Anak Disabilitas di Lemahabang

0

KARAWANGEXPOSE.COM – Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) kembali digelar, kali ini di Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Selasa (21/10/2025). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai layanan publik secara cepat, mudah, dan dekat tanpa harus ke kantor pemerintah kabupaten.

Dalam kegiatan itu, H. Maslani turut hadir bersama jajaran perangkat daerah untuk meninjau langsung pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Camat Lemahabang dalam sambutannya menyampaikan potensi dan kondisi wilayahnya, salah satunya potensi unggulan berupa wisata religi Makam Syekh Quroh, yang dinilai memiliki daya tarik besar bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Menanggapi hal tersebut, H. Maslani mengatakan bahwa pengembangan wisata religi Makam Syekh Quroh telah masuk dalam rencana pembangunan daerah. “Diharapkan tahun depan infrastruktur penunjang wisata dapat segera dibangun, agar sektor pariwisata lokal semakin berkembang,” ujarnya.

Pada sesi dialog dengan masyarakat, salah satu warga menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan Wadas–Kerasak yang kerap rusak akibat gorong-gorong di bawah badan jalan. Warga mengaku khawatir karena kondisi tersebut telah menimbulkan banyak korban dan berpotensi menyebabkan jalan amblas.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karawang memberikan respons cepat dengan menyampaikan, “Tolong titiknya diinformasikan ke Pak Lurah, akan segera kami tindak lanjuti.”

Selain meninjau layanan publik, H. Maslani juga menyempatkan diri mengunjungi seorang anak penyandang disabilitas di wilayah tersebut. Dalam kesempatan itu, ia memberikan dukungan moral kepada orang tua anak dan menegaskan komitmen pemerintah dalam memperhatikan kelompok rentan.

“Anak-anak ini adalah titipan dan anugerah. Kita semua bertanggung jawab memastikan mereka mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang layak,” ujar H. Maslani.

Kegiatan Gebyar PATEN di Kecamatan Lemahabang ini bukan hanya menjadi momentum peningkatan pelayanan publik, tetapi juga wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat di seluruh lapisan.

 

Wabup Karawang Hadiri Muswil Dekopinwil Jabar 2025 di Gedung Sate

0

BANDUNG | KARAWANGEXPOSE.COM – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat Tahun 2025 yang digelar di Aula Gemah Ripah (Aula Barat) Gedung Sate, Bandung, pada Senin (20/10/2025).

Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi penting bagi gerakan koperasi di Jawa Barat. Acara turut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Ferry Juliantono, Ketua Umum Dekopin, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, unsur Forkopimda Jawa Barat, serta para wali kota dan bupati se-Jawa Barat. Selain itu, hadir pula jajaran pengurus Dekopinwil dan Dekopinda dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku koperasi di Jawa Barat yang dinilai mampu menjaga semangat gotong royong di tengah perubahan ekonomi global yang cepat dan dinamis.

“Saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh insan koperasi Jawa Barat yang terus menyalakan semangat gotong royong di tengah perubahan ekonomi yang begitu cepat,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, pelaksanaan Muswil ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah gerakan koperasi agar semakin modern, berdaya saing, dan kokoh sebagai pilar utama pembangunan ekonomi rakyat.

“Muswil ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali arah gerakan koperasi agar semakin modern, berdaya saing, dan kokoh sebagai pilar ekonomi rakyat,” tegasnya.

Kehadiran Wakil Bupati Karawang H. Maslani pada kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mendukung penguatan peran koperasi sebagai penggerak ekonomi daerah. Selain itu, turut memperluas jejaring kerja sama antardaerah dalam mewujudkan pengembangan koperasi yang berkelanjutan.