Beranda blog Halaman 51

Abaikan Nota UPTD Pengawas Ketenagakerjaan, PT Galuh Citarum Terancam Sanksi Pidana Ketenagakerjaan

0

Karawang | KarawangExpose.com – Dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) fiktif yang menimpa Tatang Suhendi, karyawan PT Galuh Citarum (Group), memasuki babak krusial. Kasus yang menyeret perusahaan karena diduga tidak membayarkan hak upah Tatang selama delapan tahun ini kembali memanas setelah UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Karawang menegaskan bahwa PHK tersebut tidak sah dan hubungan kerja sejatinya masih berlaku. Di tengah sikap perusahaan yang terus mengabaikan hasil pemeriksaan, DPRD Karawang kini turun tangan memanggil seluruh pihak untuk dimintai keterangan.

Komisi IV DPRD Karawang memanggil seluruh pihak untuk duduk bersama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang digelar Rabu (19/11/2025).

Perusahaan pun ditegaskan harus bertanggung jawab dan mematuhi seluruh arahan UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II sesuai ketentuan hukum.

RDP digelar pada Rabu, 19 November 2025 di Ruang Rapat DPRD Karawang sebagai respons atas laporan Tatang yang telah delapan tahun tidak menerima hak upahnya sejak 2017.

Permasalahan bermula ketika Tatang, yang bekerja sejak tahun 2012, menerima SK Pengangkatan sebagai karyawan tetap pada 12 April 2017. Namun SK tersebut diterbitkan oleh PT Galuh Citarum, sementara masa percobaannya diterbitkan oleh PT Graha Buana Prima, dan surat PHK dikeluarkan oleh perusahaan yang berbeda lagi PT Galuh Buana Prima.

“Nama perusahaan tidak konsisten. Saya diangkat oleh PT Galuh Citarum, tapi di-PHK oleh PT Galuh Buana Prima,” ungkap Tatang.

Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industri (PHI) Bandung bahkan menyatakan dokumen perusahaan tidak sinkron, sehingga PHK tidak sesuai fakta hubungan kerja.

Kasus ini diperkuat dengan temuan resmi UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Karawang yang dituangkan dalam Surat Nomor 560/5691/UPTD-WII.II/VIII/2025, yang menyebutkan:

1. Status hubungan kerja Tatang adalah PKWTT (karyawan tetap) PT Galuh Citarum

2. Surat PHK dari PT Galuh Buana Prima tidak sah dan tidak dapat diberlakukan.

3. Hubungan kerja Tatang dengan PT Galuh Citarum masih berlangsung dan belum berakhir.

Dengan dasar tersebut, UPTD kemudian memerintahkan perusahaan untuk membayar seluruh hak Tatang, termasuk gaji, THR, dan hak normatif lainnya yang tidak diberikan selama delapan tahun.

UPTD menerbitkan Nota Pemeriksaan I dan II, namun PT Galuh Citarum tetap mengabaikannya. Akibat pembangkangan ini, kasus telah resmi dilimpahkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Tatang juga melaporkan kasus ini ke Polres Karawang karena diduga terdapat unsur pidana ketenagakerjaan.

“Kasusnya sekarang ditangani Reskrim Polres Karawang. Saya hanya ingin keadilan sesuai undang-undang,” ujar Tatang.

Terpisah, Komisi IV DPRD Karawang memanggil Tatang, Disnakertrans Karawang, UPTD Pengawas Ketenagakerjaan, dan manajemen PT Galuh Citarum untuk duduk bersama membahas akar persoalan.

Dalam RDP tersebut, Ketua Komisi IV H. Asep Junaedi dan Hj. Neneng Siti Fatimah akan mengawal dan melaporkan hasil RDP kepada Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin.

Selain, Komisi IV juga akan memanggil secara resmi PT Galuh Citarum, UPTD pengawas, Disnakertrans, dan Tatang untuk pertemuan lanjutan yang bersifat mengikat.

“perusahaan tidak boleh mengabaikan arahan UPTD, terlebih terdapat bukti administrasi yang jelas bahwa Tatang secara sah adalah karyawan tetap PT Galuh Citarum,” kata Asep Junaedi.

DPRD dan UPTD sama -sama menekankan bahwa PT Galuh Citarum wajib mengikuti seluruh perintah Nota Pemeriksaan UPTD dan menyelesaikan tunggakan hak ketenagakerjaan Tatang. Pasalnya, Pengabaian terhadap Nota Pemeriksaan bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi juga dapat berujung pada pidana ketenagakerjaan, terutama setelah kasus masuk ranah PPNS dan kepolisian.

Sementara itu, Hingga berita ini diterbitkan, upaya -upaya menghubungi PT Galuh Citarum (Group) dan PT Galuh Buana Prima masih terus dilakukan. Pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait temuan UPTD, panggilan DPRD, maupun laporan polisi.

Kadin Indonesia Dinilai Mandul, Konflik Meledak di Jabar: Gedung Diserbu dan Disegel Anggota

0

Bandung | Karawangexpose.com -Ketegangan internal Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat mencapai puncaknya. Puluhan anggota Kadin dari berbagai kabupaten/kota mendatangi Kantor Kadin Jawa Barat di Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Rabu (19/11/2025), sebagai bentuk protes terhadap dualisme kepengurusan yang tak kunjung diselesaikan oleh Kadin Indonesia. Massa menyatakan gedung tersebut dalam status quo dan menyegel bangunan hingga keputusan resmi diterbitkan.

Aksi massa berlangsung dengan orasi terbuka, pemasangan spanduk bertuliskan “GEDUNG KADIN JAWA BARAT DALAM STATUS QUO”, serta poster “BANGUNAN INI DISEGEL”. Polisi melakukan pengamanan ketat, sementara akses Jalan Sukabumi sempat ditutup ketika penyegelan dilakukan.

Koordinator aksi sekaligus Wakil Ketua Kadin Jawa Barat, Galih F. Qurbany, mengatakan dualisme kepengurusan membuat tubuh organisasi terpecah menjadi dua kubu: kubu Almer dan kubu Nizar Sungkar.

“Ketidaktegasan Kadin Indonesia menjadikan situasi ini berbahaya dari sisi keamanan maupun politik. Ada pihak yang diuntungkan, salah satunya kubu Almer, padahal keduanya sama-sama belum punya SK dan sama-sama menggelar Musprov pada 24 September di lokasi berbeda,” ujar Galih.

Sebelumnya, kubu Nizar melaksanakan Musyawarah Provinsi (MuProv) di Bandung, sedangkan kubu Almer menggelar MuProv di Bogor. Kedua belah pihak sama-sama mengklaim sebagai kepengurusan sah Kadin Jawa Barat, menambah kerumitan konflik.

Galih menegaskan, Kadin Indonesia harus segera mengambil keputusan untuk menghentikan polemik agar tidak mengganggu iklim usaha di Jawa Barat.

“Pemerintah sedang fokus memperkuat ekonomi kerakyatan sesuai arah Presiden Prabowo. Tapi konflik yang dibiarkan di Kadin Jabar justru bisa menghambat pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa organisasi sebesar Kadin tidak boleh terjebak dalam tarik-menarik kepentingan.

“Kadin harus berjalan berdasarkan aturan, bukan karena faktor politik atau like and dislike. Kalau pengelolaannya tidak benar, yang terjadi hanya kekacauan,” ujar Galih.

Lebih jauh, Galih mendesak Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, segera menerbitkan SK kepengurusan hasil Musprov yang dihadiri perwakilan 16 kabupaten/kota.

“Berdasarkan AD/ART, kepengurusan sah harus didukung 50% + 1 dari 27 kabupaten/kota. Kami sudah memenuhi syarat itu. Namun tetap menunggu keputusan resmi Kadin Indonesia,” ujarnya.

Galih menutup dengan penegasan bahwa gedung Kadin Jawa Barat harus tetap dikosongkan sampai keputusan final ditetapkan pusat.

“Kami meminta kantor ini tidak dipakai siapa pun sampai sengketa kepengurusan diselesaikan. Gedung ini harus berada dalam status quo,” tegasnya.

UNSIKA Tingkatkan Daya Saing, 4.023 Mahasiswa Baru Dijaring dari 35 Ribu Pendaftar

0

Karawangexpose.com – Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menggelar Wisuda Periode Desember 2025 bagi 1.571 lulusan di Aula Syekh Quro, Kampus Unsika, Selasa (18/11/2025). Para wisudawan terdiri atas 16 lulusan Diploma, 1.517 lulusan Sarjana, dan 38 lulusan Magister.

Adapun rincian wisudawan berasal dari sembilan fakultas, yaitu: Fakultas Hukum (97), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (201), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (378), Fakultas Pertanian (88), Fakultas Agama Islam (247), Fakultas Teknik (208), Fakultas Ilmu Komputer (99), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (194), serta Fakultas Ilmu Kesehatan (59) lulusan.

Dalam sambutannya, Rektor UNSIKA, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, SH., M.Sc, mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di UNSIKA. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.

Rektor juga berpesan kepada para lulusan mengenai tujuh kunci penting dalam menjalani kehidupan, yakni bertakwa, berbakti kepada orang tua, memperbanyak doa, bersedekah, memperluas ilmu, disiplin, dan menikmati proses.

Capaian dan Proyeksi UNSIKA 2025

Pada kesempatan tersebut, Rektor memaparkan berbagai pencapaian dan program kerja UNSIKA tahun 2025. Saat ini UNSIKA memiliki 9 fakultas dengan 40 program studi, terdiri dari 3 Prodi Diploma Tiga, 29 Prodi Sarjana, 1 Profesi, dan 7 Prodi Magister.

UNSIKA juga didukung oleh sumber daya akademik yang kuat, yaitu 5 Guru Besar, 35 Lektor Kepala, 358 Lektor, 143 Asisten Ahli, dan 104 tenaga pengajar. Selain itu, perguruan tinggi negeri di Karawang ini sedang mengajukan 4 Guru Besar dan 10 Lektor Kepala ke Kementerian.

Dari sisi kualifikasi dosen, UNSIKA memiliki 181 dosen bergelar Doktor dan 465 bergelar Magister, serta 93 dosen yang tengah menempuh studi doktoral. Dalam setahun terakhir, sebanyak 53 dosen lulus dari universitas luar negeri seperti Taiwan dan Amerika Serikat, dan 53 lainnya dari kampus-kampus terbaik di Indonesia.

Penerimaan Mahasiswa Baru Tingkatkan Daya Saing

Proses penerimaan mahasiswa baru UNSIKA dilakukan melalui enam jalur, yakni:

* SNBP dan SNBT di bawah Kemendikbudristek,

* jalur keagamaan SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN bersama Kementerian Agama,

* jalur mandiri berbasis prestasi di bidang olahraga, seni budaya, dan keagamaan,

* serta SMMPTN Barat bekerja sama dengan BKS PTN Wilayah Indonesia Barat.

Dari keenam jalur seleksi tersebut, UNSIKA berhasil menjaring 4.023 mahasiswa baru dari 35.570 pendaftar.

Rencana Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur

Rektor menyampaikan bahwa pada tahun 2025 UNSIKA akan memulai pembangunan sejumlah fasilitas penting, di antaranya Gedung Serbaguna, Gedung Student Center, pembangunan ruang kelas kabin sementara, serta pengembangan sistem informasi untuk mendukung tata kelola akademik dan keuangan.

Selain itu, UNSIKA juga akan membangun lapangan sepak bola dan fasilitas olahraga lainnya yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, tenaga pendidik, staf, dan masyarakat kampus secara umum.

Mengakhiri sambutannya dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode Februari 2025 ini, Rektor UNSIKA menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan para wisudawan.

“Semoga seluruh ilmu yang telah diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.

Ketika Gubernur Mengambil Alih Semua Panggung, Otonomi Daerah Kita Sedang Sakit

0

Karawangexpose.com – Ada sesuatu yang keliru dalam tata kelola pemerintahan kita hari ini. Di banyak provinsi, kita melihat pola yang sama: gubernur semakin sering turun tangan mengurusi hal-hal yang sejatinya menjadi kewenangan kabupaten, sementara bupati hanya menjadi penonton dari pinggir panggung yang seharusnya mereka pimpin.

Ini bukan sekadar dinamika politik. Ini adalah kegagalan memahami batas kekuasaan. Lebih jauh lagi, ini adalah gejala bahwa otonomi daerah sedang mengalami degradasi serius

Provinsi Bukan Atasan Kabupaten

Konstitusi tidak pernah menempatkan provinsi sebagai “atasan langsung” kabupaten.

Gubernur tidak pernah diberi kewenangan untuk “mengkomandokan” bupati.

Hubungan itu bersifat koordinatif, bukan subordinatif.

Namun dalam praktiknya, justru sebaliknya yang terjadi.

Atas nama pembinaan, pengawasan, atau percepatan pembangunan, gubernur turun langsung mengatur urusan teknis, mengambil alih agenda kabupaten, bahkan mengukuhkan diri sebagai problem solver tunggal di wilayah yang secara hukum berada dalam otonomi bupati.

Ini bukan pembinaan.

Ini bukan koordinasi.

Ini adalah intervensi kewenangan yang mengacaukan struktur pemerintahan daerah.

Ketika Citra Mengalahkan Tata Kelola

Kita tahu, politik hari ini sangat visual: siapa yang terlihat bekerja, dialah yang dianggap bekerja.

Gubernur memahami betul logika ini.

Maka munculah fenomena pencitraan:

turun ke kabupaten, menghadiri masalah lokal, mengumumkan program daerah seolah tanpa bupati, mengambil kredit kebijakan tanpa melibatkan pemangku kewenangan yang sah.

Dan apa yang tersisa untuk bupati?

Foto di belakang panggung.

Tangan terlipat menunggu giliran.

Atau bahkan tidak diundang sama sekali.

Ketika politik panggung lebih diutamakan daripada tata kelola, yang rusak bukan hanya relasi antar pejabat, tetapi integritas sistem pemerintahan itu sendiri.

Bupati Bukan Figuran

Jika tren ini berlanjut, bupati hanya akan menjadi administrator tanpa otoritas, pejabat yang menandatangani regulasi tetapi tidak diakui sebagai pemimpin di daerahnya sendiri.

Padahal bupati adalah aktor utama dalam otonomi daerah.

Merekalah yang paling mengetahui:

karakter wilayah,

kebutuhan masyarakat,

dinamika ekonomi lokal,

dan prioritas pembangunan setempat.

Ketika ruang gerak mereka dipersempit, yang dirugikan bukan pejabatnya, tetapi rakyat yang seharusnya menikmati kebijakan yang tepat sasaran.

Dominasi Gubernur adalah Kemunduran Otonomi

Kita tidak boleh lupa: otonomi daerah diciptakan untuk mengatasi sentralisasi kekuasaan Orde Baru.

Jika hari ini gubernur mulai bertindak sebagai “penguasa kabupaten”, maka kita sedang berjalan mundur.

Sebuah sistem yang seharusnya:

mendorong inovasi lokal,

memperkuat pelayanan publik,

mempercepat penyelesaian masalah daerah,

malah berubah menjadi sistem yang mengulang pola pusatisme, hanya dengan wajah baru.

Redaksi Berpendapat: Sudah Saatnya Hubungan Kewenangan Diluruska.

Indonesia membutuhkan relasi pemerintahan daerah yang sehat dan proporsional.

Karena itu, menurut redaksi, ada tiga hal yang mendesak dilakukan:

1. Pemerintah pusat harus memperjelas batas pembinaan dan pengawasan.

Agar tidak ada lagi tafsir berlebihan yang menjadikan gubernur “komandan kabupaten”.

2. Bupati harus berani memperjuangkan ruang otonominya.

Diam bukan pilihan. Otonomi daerah hanya hidup bila pemimpinnya tegas menjaga kewenangannya.

3. Publik perlu diedukasi tentang siapa yang berwenang apa.

Agar tidak mudah terkecoh oleh pencitraan dan bisa menilai kinerja pemimpin secara objektif.

Otonomi Daerah Bukan Simbol, Tetapi Sistem

Kita tidak boleh membiarkan sistem ini rusak hanya karena ambisi politik jangka pendek.

Ketika gubernur mengambil alih panggung kabupaten, yang hilang bukan hanya peran bupati, tetapi juga ruang inovasi, partisipasi lokal, dan semangat desentralisasi yang telah diperjuangkan sejak reformasi.

Sebagai media, kami menegaskan:

Indonesia membutuhkan kolaborasi, bukan kompetisi panggung.

Koordinasi, bukan dominasi.

Dan yang paling penting—otonomi, bukan subordinasi.

Dukung Ketahanan Pangan, FIFGROUP Gelar CSR Green House di SMKN 1 Rengasdengklok

0

Karawang, Karawangexpose.com – Sebagai sarana pembelajaran urban faming, FIFGROUP cabang Karawang gelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Rumah pembibitan bersama SMK Negeri 1 Rengasdengklok Karawang, Selasa pagi, (18/11/2025).

Kegiatan CSR ini dipimpin langsung, Branch Head FIFGROUP, Aldicel Yastrilova melalui Region Support Warehouse Head FIFGROUP Cabang Karawang, Marjulis, dan di ikuti seluruh pelajar di SMKN 1 Rengasdengklok Karawang serta para pengajar dan juga hadir Kepala Sekolah SMKN 1 Rengasdemgklok Karawang, Deni Iskandar Spd.

Adapun kegiatan program CSR Rumah pembibitan atau pembuatan Green House ini diantaranya, pangan bergizi, beragam, seimbang, dan aman (B2SA) yang bisa berdampak positif secara langsung

kepada siswa-siswi khususnya di lingkungan SMKN 1 Rengasdengklok Karawang.

Kepala Sekolah SMKN 1 Rengasdengklok, Deni Iskandar Spd, mengucapkan terimakasih kepada FIFGROUP Cabang Karawang, yang telah menyampaikan atau memberikan CSR Rumah pembibitan, hal ini tentunya dalam rangka turut serta mendukung program pemerintah pusat terkait ketahanan pangan, dan salah satunya di SMKN 1 Rengasdengklok ini.

“Alhamdulillah saya ucapkan terimakasih, dengan program CSR yang diberikan FIFGROUP Cabang Karawang ini tentunya sangat bermanfaat bagi kami di sekolah ini,” ujar Deni Iskandar.

Hal ini Deni juga menambahkan bahwa, kegiatan CSR yang digelar oleh FIFGROUP Cabang Karawang ini sangat bermanfaat bagi warga SMKN 1 Rengasdengklok, tentunya untuk mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan.

Pantauan tim liputan, kegiatan ini juga dilaksanakan pula pembekalan perawatan Green House SMKN 1 Rengasdengklok yang disampaikan langsung M. Ali Bin Tawar, dan menympaikan beberapa hal terkait perawatan Green House yang baik.

Tak hanya menyampaikan pembekalan perawatan saja, namun tim dari FIFGROUP juga melakukan pengisian LUP Rumah pembibitan yang dilakukukan oleh Eka, Diman dan Ica.

Selanjutnya, Branch Head FIFGROUP Aldicel Yastrilova, melalui Region support Warehouse Head FIFGROUP Cabang Karawang, Marjulis mengatakan bahwa, kegiatan yang digelar ini dalam rangka memberikan pelajaran terkait Ketahanan Pangan kepada anak usia dini, dan salah satunya kepada para pelajar di SMKN 1 Rengasdengklok Karawang.

“Program CSR ini sebagai bentuk kontribusi dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDG’S) dan Environmental, Social & Governance (ESG), dimana mulai dari pembekalan serta praktek proses pembibitan, penanaman, proses panen dapat digunakan berulang kali dan bermanfaat bagi Sekolah,” ungkap Marjulis.

Hal ini, Marjulis juga berharap, dengan adanya kegiatan Program CSR dapat bermanfaat bagi seluruh warga SMKN 1 Rengasdemgklok Karawang.

“Semoga kegiatan program After Ceremony hari ini, dapat bermanfaat dan tetap berjalan,” jelasnya.

Inisiatif Kios: Langkah Indosat Siapkan Generasi Muda Siap Kerja di Era Digital

0

Jakarta, Karawangexpose.com — Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) memperkenalkan model pembelajaran berbasis praktik melalui inisiatif Kios di SMK Walang Jaya. Program ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola kegiatan bisnis dan layanan pelanggan di lingkungan sekolah. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Indosat dalam memberdayakan generasi muda Indonesia melalui pendidikan vokasi dan kolaborasi dengan dunia pendidikan.

Melalui program ini, siswa dari berbagai jurusan, seperti Teknik Otomotif, Akuntansi, dan Tata Kelola Perkantoran, berkesempatan untuk mengelola kios ritel telekomunikasi dengan pendampingan langsung dari tim Indosat. Dalam praktiknya, para siswa belajar menjalankan kegiatan operasional, melakukan pencatatan transaksi, hingga melayani pelanggan secara profesional. Lebih dari sekadar praktik bisnis, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kerja sama, dan etika kerja yang penting untuk kesiapan mereka di dunia kerja.

“Kami percaya pendidikan vokasi merupakan kunci penting dalam mencetak generasi muda yang mandiri dan siap kerja,” ujar Chandra Pradyot Singh, EVP – Head of Circle Jakarta Raya (JAYA) Indosat Ooredoo Hutchison. “Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga mengasah kemampuan manajerial dan finansial yang menjadi bekal penting saat mereka terjun ke dunia industri.”

Program Kios SMK Walang Jaya menjadi bagian dari komitmen Indosat untuk memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dan industri. Dengan pendekatan experiential learning, siswa memperoleh kesempatan belajar melalui praktik nyata yang diakui sebagai bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) sesuai kurikulum sekolah. Selain itu, Indosat juga mendukung kegiatan pelatihan tematik seperti Seminar Teknologi Seluler, Distribusi Digital, dan literasi AI, yang secara rutin diadakan untuk memperluas wawasan teknis dan pemahaman siswa tentang peran teknologi dalam dunia bisnis modern.

Kepala Sekolah SMK Walang Jaya, Gatot Edi Sabekti S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. “Kami berterima kasih kepada Indosat Ooredoo Hutchison yang telah membuka ruang bagi siswa kami untuk belajar langsung dari dunia industri. Pengalaman ini sangat berharga dalam membentuk kepercayaan diri dan kemandirian mereka menghadapi dunia kerja di masa depan,” ujarnya.

Dengan total 2.800 siswa dari empat jurusan keahlian utama Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), serta Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) SMK Walang Jaya menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara dunia pendidikan dan industri dapat menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berdampak sosial.

Program ini juga melanjutkan berbagai kolaborasi edukatif yang telah terjalin antara Indosat dan SMK Walang Jaya, seperti Hero Power Battle, Seminar Teknologi Seluler dan Distribusi Digital, serta Pelatihan Pemasaran Berbasis AI. Ke depan, model pembelajaran kolaboratif seperti Kios @ School akan terus dikembangkan sebagai best practice nasional dalam memperkuat kesiapan kerja siswa SMK di era modern.

“Kami ingin menjadikan Kios SMK Walang Jaya sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia usaha secara berkelanjutan. Melalui inisiatif ini, Indosat berkomitmen untuk terus memberdayakan masyarakat melalui konektivitas, inovasi, dan kolaborasi,” tutup Chandra.

Inisiatif ini menunjukkan peran nyata konektivitas yang tidak hanya mempercepat akses digital, tetapi juga membuka peluang pembelajaran dan pengembangan diri bagi generasi muda. Dengan menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan transformasi digital, Indosat terus mewujudkan tujuan dalam memberdayakan Indonesia.

Di Tuduh Maling, Bocah Disabilitas di Karawang Dipukul Massa hingga Koma

0

Karawang, Karawangexpose.com — Kepolisian Resor Karawang terus menyelidiki kasus penganiayaan terhadap seorang anak disabilitas berinisial HW yang dilaporkan pada 11 November 2025. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor B/1308/XI/2025. Korban, warga Desa Tegalwaru, meninggal dunia pada 13 November 2025 setelah sempat kritis selama tujuh hari.

Dianiaya Karena Tuduhan Pencurian

Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu, 5 November 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan keterangan polisi, sejumlah warga menuduh HW sebagai pelaku pencurian. Tuduhan itu kemudian berujung pada tindak kekerasan oleh dua orang, yang kemudian disusul oleh kedatangan dua warga lain yang ikut memukuli korban.

Polisi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti kuat yang mendukung dugaan pencurian tersebut.

Empat Orang Jadi Tersangka

Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan empat tersangka, yakni:

  • EF (29)
  • TF (31)
  • RK (42)

Satu tersangka lain (identitas belum dipublikasikan)

Keempatnya dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

Penanganan Korban Hingga Menghembuskan Nafas Terakhir

Usai dianiaya, korban sempat dibawa warga ke perwakilan perangkat desa sebelum dievakuasi ke puskesmas. Dari sana, HW dirujuk ke RSUD Karawang dan dilaporkan mengalami koma.

Keluarga kemudian meminta pemindahan perawatan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta, tempat korban sempat menjalani operasi pada bagian kepala. Namun upaya medis tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. HW meninggal pada Kamis, 13 November 2025.

Barang Bukti dan Langkah Kepolisian

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, menyebut sedikitnya lima saksi telah dimintai keterangan. Kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa baju, sarung, dan celana korban.

Kapolres Karawang melalui KA OPS menegaskan komitmen institusinya untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus ini.

“Negara kita adalah negara hukum. Serahkan prosesnya kepada aparat yang berwenang,” tegasnya.

Respons Pemerintah Daerah

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzen, meminta proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan tuntas. Ia menilai kasus ini mencederai nilai kemanusiaan, terlebih karena korban merupakan anak berkebutuhan khusus.

Polres Karawang juga membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi tambahan untuk melapor demi membantu proses hukum.

Normalisasi Sungai Dimulai, Gubernur Dedi Mulyadi Awasi Penataan DAS di Karawang

0

Karawangexpose.com — Upaya penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Karawang mulai digencarkan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Penataan Aset DAS yang digelar pada Senin (17/11), didampingi Wakil Bupati Karawang H. Maslani, jajaran Forkopimda Karawang, serta Sekretaris Daerah.

Rakor tersebut membahas persiapan pendataan ulang serta pematokan aset di kawasan DAS yang berada di bawah pengelolaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Perum Jasa Tirta (PJT) II. Selain itu, turut dibahas penataan aset pada area marka jalan Gerbang Tol Karawang Barat yang dikelola Kementerian PUPR dan PT Jasa Marga.

Dalam arahannya, Gubernur Dedi Mulyadi menekankan pentingnya normalisasi sungai dan penataan kawasan DAS sebagai langkah strategis untuk memulihkan fungsi lingkungan sekaligus menertibkan pemanfaatan ruang.

“Peta daerah harus tersedia dan menjadi dasar dalam pemberian perizinan serta penyusunan AMDAL. Kita harus mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya. Berikan peringatan kepada bangunan-bangunan liar, dan lakukan pembongkaran secara terpadu bersama pemerintah provinsi,” tegas Gubernur.

Pada Rakor tersebut, pihak PSDA dan BBWS Citarum memaparkan rencana kegiatan pendataan ulang dan pematokan aset. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menegaskan komitmennya untuk menyelamatkan serta mengembalikan aset negara yang berada di kawasan DAS maupun area infrastruktur lainnya.

Sebagai tindak lanjut, Rakor ditutup dengan penyerahan Dokumen Administrasi Daerah (DAD) antara Pemerintah Kabupaten Karawang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebagai langkah awal penyelarasan dan penataan data aset.

Usai Rakor, Gubernur Dedi Mulyadi bersama Wakil Bupati Karawang, unsur Forkopimda, dan jajaran terkait turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi DAS serta memantau proses awal normalisasi sungai.

Ditutup dengan Apresiasi, ASPHRI Gathering 2025 Sisakan Kenangan Manis Bagi Peserta

0

Bogor | Karawangexpose.com — Rangkaian kegiatan ASPHRI Gathering 2025 resmi berakhir pada Minggu (16/11) di The Village Bogor, dengan suasana hangat, penuh kekompakan, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Setelah dua hari diisi kegiatan outbound, games team building, diskusi, hingga malam keakraban, para peserta pulang dengan pengalaman berharga serta cerita kebersamaan yang akan terus dikenang.

Sejak awal kegiatan, seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Gelak tawa, canda, dan momen kebersamaan mewarnai setiap rangkaian acara, membentuk ikatan baru antarpraktisi HR dari berbagai daerah. Semua senda gurau dan tawa riang kini menjadi kenangan yang tak terlupakan tersimpan sebagai momen baik yang akan terus hidup dalam ingatan para peserta.

Dalam sesi team building yang menjadi salah satu agenda paling ditunggu, panitia mengumumkan kelompok terbaik yang berhasil menunjukkan kekompakan, strategi, dan sportivitas. Adapun juara per kelompok adalah sebagai berikut:

Juara 1: PPM

Juara 2: MKR

Juara 3: Andara

Juara 4: Warung Kiyudz

Juara 5: My Roti

Penghargaan dan hadiah diberikan langsung oleh Ketua Umum ASPHRI sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kontribusi setiap kelompok sepanjang kegiatan.

Ketua Umum Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI), Dr. Yosminaldi, SH., MM, menyampaikan apresiasi mendalam atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini. Dalam pesannya, ia mengatakan:

“Assalamualaikum teman-teman semua. Perkenankan saya menyampaikan banyak terima kasih dan apresiasi kepada TIM PANPEL ‘ASPHRI GATHERING 2025’, Prof Bomer, Suhu Woer, rekan-rekan Pengurus DPP ASPHRI, mitra sponsor ASPHRI serta seluruh peserta yang telah mendukung dan berpartisipasi aktif mulai persiapan sampai selesainya acara ASPHRI Gathering 2025! SANGAT LUAR BIASA, WELL PREPARED & MENGESANKAN! Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan dilindungi serta diberkahi Allah SWT. TETAP SOLID, SEMANGAT & HEBAT, DARI, OLEH & UNTUK ASPHRI!”

Dengan berakhirnya kegiatan ini, ASPHRI berharap semangat kebersamaan dan energi positif yang terbangun selama gathering dapat terus terbawa ke dalam kolaborasi dan kerja profesional para praktisi HR di seluruh Indonesia.

Gathering boleh selesai, tetapi kebersamaan tetap hidup. Di antara tawa yang telah mereda, tersimpan kenangan yang menghangatkan bukti bahwa ASPHRI bukan sekadar organisasi, tetapi keluarga besar yang tumbuh bersama.

Musyawarah DPC PSIB Karawang Tetapkan H. Maslani sebagai Ketua Baru

0

Karawang, Karawangexpose.com – Dewan Pimpinan Cabang Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (DPC PSIB) Kabupaten Karawang resmi menetapkan H. Maslani sebagai Ketua DPC PSIB Karawang periode 2025–2030. Penetapan tersebut dilakukan dalam musyawarah bersama yang digelar pada Sabtu (15/11/2025) bertempat di RM Sumoreang, Rengasdengklok, Karawang.

Acara dihadiri oleh Dewan Paguron, Dewan Pembina, perwakilan Pengurus Harian DPC, para Ketua DPAC, serta perwakilan organisasi sayap dengan jumlah sekitar 80 peserta.

Sebelumnya, Ketua DPC PSIB Karawang periode 2024–2029, Drs. H. Acep Jamhuri, M.Si, mengajukan pengunduran diri melalui surat resmi bertanggal 21 Oktober 2025. Dalam surat tersebut, Acep menyatakan nonaktif dan mengembalikan sepenuhnya mandat kepemimpinan kepada pengurus.

Acep menjelaskan bahwa pengunduran dirinya dilatarbelakangi pertimbangan pribadi dan keluarga.

“Saya akan fokus untuk berupaya membenahi diri dan keluarga sesuai situasi dan kondisi yang ada,” tulisnya.

“Saya berharap PSIB terus maju dan lebih maju di masa mendatang. Saya juga berharap hubungan baik dengan PSIB tetap terjaga,” ujarnya.

Acep menegaskan bahwa keputusannya disampaikan dengan sukarela tanpa paksaan pihak mana pun.

Melalui hasil musyawarah bersama, para pengurus dan peserta sidang menyepakati penunjukan H. Maslani sebagai Ketua DPC PSIB Karawang untuk masa bakti 2025–2030.

Dalam sambutannya, H. Maslani menyampaikan rasa terima kasih serta komitmennya untuk membawa PSIB Karawang lebih maju.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. InsyaAllah saya siap bekerja semaksimal mungkin memajukan PSIB Karawang. Saya berharap seluruh pengurus tetap kompak, solid, dan bersama-sama menjaga marwah organisasi.”ungkap H. Maslani.

Dalam acara tersebut, sejumlah tokoh turut menyampaikan pesan untuk memperkuat arah organisasi ke depan.

Pesan KH. Ade Suryana (Perwakilan Paguron DPC PSIB Karawang)

Dalam wejangan spiritualnya, KH. Ade Suryana menegaskan pentingnya rasa cinta sebagai dasar perjuangan.

“Kalau masuk PS, harus punya rasa cinta. Tanpa cinta, berkorban pun tidak mau. Rasa cinta itu harus tertanam dalam jiwa keluarga besar PSIB. Dan jangan lupakan jasa para tokoh yang telah berjuang.”tegasnya.

Pesan Ibu Edeh Sarah Puradireja (Tokoh PSIB)

Ibu Edeh memberikan doa dan dukungannya kepada kepengurusan baru.

“Saya berharap PSIB Karawang di bawah kepemimpinan H. Maslani dapat berjalan lancar, sukses, dan tetap menjaga marwah sesuai asas dan tujuan organisasi.”harapnya.

Pesan Kiki Supriyatna (Sekretaris Jenderal DPC PSIB Karawang)

Sekjen menekankan pentingnya kekompakan dan penghormatan terhadap para sesepuh PSIB.

“PSIB Karawang harus kompak dan bersatu padu. Hargai pimpinan dan sesepuh yang telah banyak berkorban membesarkan PSIB. Jangan sekali-kali melupakan orang-orang yang berjasa. Di bawah kepemimpinan H. Maslani, saya berharap PSIB Karawang semakin maju, solid, dan kuat.”pungkasnya.

Acara penetapan Ketua DPC PSIB Karawang periode 2025–2030 ditutup dengan doa bersama, diikuti sesi pemberian wejangan dari Paguron PSIB Karawang. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan mewarnai jalannya kegiatan.

Dengan kepemimpinan baru, diharapkan PSIB Karawang semakin solid, kompak, dan mampu menjalankan amanah perjuangan Siliwangi sesuai nilai-nilai organisasi.