Beranda blog Halaman 52

Perjalanan Gathering ASPHRI 2025 Diwarnai Kebersamaan Saat Istirahat di Ketika Rasa & Suasana

0

BOGOR | KARAWANGEXPOSE.COM -Rangkaian perjalanan peserta Gathering ASPHRI 2025 menuju The Village, Bogor, berlangsung penuh keceriaan dan kekompakan. Sabtu 15/11/2025.

Setelah menempuh perjalanan dari Cikarang Barat, rombongan berhenti untuk istirahat makan siang dan melaksanakan ibadah shalat di Ketika Rasa & Suasana, berlokasi di Jl. Pasar Cikereteg No. 68A, Kabupaten Bogor.

Suasana santai dan hangat terasa ketika seluruh peserta yang sehari-harinya bergelut dengan rutinitas padat sebagai praktisi Human Resource dapat sejenak melepaskan kepenatan. Kebersamaan terpancar dari tawa, obrolan ringan, hingga momen makan bersama yang menambah keakraban di antara para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa peserta menyampaikan kesan mereka mengenai perjalanan dan waktu istirahat yang dinikmati bersama.

Wiji dari New Arrival Logistic Indonesia mengungkapkan kebahagiaannya mengikuti perjalanan ini.

“Ini momen langka untuk kami bisa berkumpul santai seperti ini. Perjalanan sangat menyenangkan, apalagi bisa menikmati makan siang bersama di tempat yang nyaman seperti ini,” ujarnya.

Azat dari Perintis Insan Sejahtera menilai bahwa gathering ini memberi ruang untuk mempererat hubungan antarpraktisi HR di berbagai perusahaan.

“Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat jaringan dan kebersamaan. Kami bisa saling mengenal lebih dekat dan itu sangat berharga,” katanya.

Tuti Kurniawan dari Andara juga merasakan manfaat dari jeda perjalanan yang hangat dan penuh tawa.

“Tempat istirahatnya nyaman, makanannya enak, suasananya pun mendukung untuk rehat sejenak. Saya sangat menikmati perjalanannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Endah dari Kobelco menyampaikan rasa syukurnya bisa ikut serta dalam gathering tahun ini.

“Penat kerja rasanya hilang seketika. Bisa kumpul bersama rekan-rekan HR seperti ini memberi energi baru untuk kami,” tuturnya.

Detty dari Dunggio Drilling menilai bahwa perjalanan menuju lokasi gathering saja sudah menjadi pengalaman positif tersendiri.

“Belum sampai lokasi acara, tapi suasana kekeluargaannya sudah terasa. Ini sangat menyenangkan,” katanya.

Terakhir, Fitri dari Daeindo menambahkan bahwa waktu istirahat makan siang bersama membuat hubungan antar peserta semakin akrab.

“Saya menikmati setiap momennya. Bisa saling berbagi cerita dan makan siang bersama membuat perjalanan ini jadi lebih berkesan,” ucapnya.

Setelah beristirahat dan makan siang, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju The Village Bogor. Kebersamaan dan semangat positif di sepanjang perjalanan menjadi modal kuat untuk menyukseskan rangkaian Gathering ASPHRI 2025.

24 Nakes Dikerahkan, RSUD Jatisari Fokus Temukan Kasus TB Lebih Cepat

0

Karawang | Karawangexpose.com – Upaya pencegahan tuberkulosis (TB) di Kabupaten Karawang kembali diperkuat. RSUD Jatisari bersama Puskesmas Tirtajaya, dengan dukungan Partai NasDem, menggelar skrining massal TB di Desa Pecangsambo, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan ini bertujuan mempercepat penemuan kasus sejak dini, sehingga pasien dapat segera mendapatkan pengobatan dan memutus mata rantai penularan di lingkungan masyarakat.

Direktur RSUD Jatisari, dr. Hj. Anisah, M.Epid., M.M., mengatakan skrining dilakukan melalui rangkaian pemeriksaan terstruktur di beberapa pos pelayanan.

“Kegiatan ini merupakan skrining awal tuberkulosis di Kabupaten Karawang, khususnya di Desa Pecangsambo, dengan tujuan menemukan penderita TB agar bisa diobati sejak awal,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut disiapkan tiga pos utama, yaitu pos registrasi, pos wawancara faktor risiko oleh tenaga kesehatan, dan pos rontgen dada. Peserta yang menunjukkan indikasi TB berdasarkan hasil rontgen langsung diarahkan menjalani pemeriksaan dahak sebagai penegakan diagnosis.

“Diagnosa pasti dari tuberkulosis kita peroleh dari hasil dahak. Hasilnya paling lama tiga hari. Dari situ kita mengetahui apakah pasien benar menderita TB atau tidak,” jelas dr. Anisah.

Seluruh data pemeriksaan terintegrasi ke sistem e-TB, yang terhubung langsung dengan program nasional penanggulangan TB.

Untuk kelancaran pelaksanaan, RSUD Jatisari menerjunkan 24 tenaga kesehatan, mulai dari petugas pendaftaran, perawat, dokter, analis laboratorium hingga radiografer. RSUD Jatisari diundang khusus karena merupakan rumah sakit pengampu TB dan respirasi yang ditunjuk Kementerian Kesehatan.

Target skrining mencapai 300 peserta. Hingga siang hari, tercatat sekitar 52 warga yang telah mengikuti pemeriksaan.

Puskesmas Tirtajaya juga berperan aktif karena Desa Pecangsambo masuk wilayah cakupannya. Jika ada warga positif TB, Puskesmas akan menangani pengobatan lanjutan serta melakukan pemeriksaan kontak erat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Di akhir kegiatan, dr. Anisah menyampaikan pentingnya deteksi dini.

“Kami berharap bisa cepat menemukan para penderita TB sehingga dapat segera diobati. Bila ditangani sejak awal, insya Allah cepat sembuh. Yang kami khawatirkan adalah TB resisten obat, dan Jatisari menangani baik TB sensitif maupun TB resisten,” ujarnya

Kegiatan skrining ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam memberantas TB di Indonesia serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Suasana Meriah Warnai Perjalanan Peserta Gathering ASPHRI 2025 Menuju The Village Bogor

0

Cikarang Barat | Karawangexpose.com – Rangkaian kegiatan Gathering ASPHRI 2025 resmi dimulai pada Sabtu (15/11). Selain peserta yang menggunakan kendaraan pribadi, sebanyak sekitar 50 peserta diberangkatkan menggunakan satu bus dari Cikarang Barat menuju The Village, Bogor, lokasi utama gathering yang berlangsung selama dua hari, 15–16 November 2025.

Rombongan bus dipimpin oleh Hesti Batawi Ningsih sebagai Penanggung Jawab Perjalanan, didampingi panitia lainnya yaitu Very Tsutoro, Syuhada Wisastra, dan Irani Novianty. Sejak keberangkatan pukul 10.00 WIB, suasana hangat dan penuh kebersamaan sudah terasa di antara para peserta yang merupakan para praktisi HR dari berbagai wilayah seperti Karawang, Cikarang, Bekasi, Jakarta, hingga Tangerang.

Suasana Meriah di Dalam Bus

Sejak perjalanan dimulai, atmosfer di dalam bus langsung mencair. Panitia membuka kegiatan dengan absensi dan sesi perkenalan, kemudian melanjutkan hiburan berupa: Games interaktif, Tebak wajah, Karaoke bersama, Aneka challenge ringan.

Gelak tawa peserta mengisi perjalanan, menciptakan suasana layaknya keluarga besar yang tengah berlibur. Peran Hesti Batawi Ningsih sebagai penanggung jawab perjalanan begitu terasa dalam memastikan seluruh peserta nyaman selama perjalanan.

Apresiasi dari Penanggung Jawab Perjalanan

Sebelum memberikan komentarnya, Hesti Batawi Ningsih menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme dan kekompakan peserta sejak keberangkatan.

“Dari awal keberangkatan, antusiasme peserta sudah luar biasa. Semuanya kompak dan saling mendukung.”

Hesti kemudian menegaskan bahwa gathering ini memiliki nilai lebih dari sekadar perjalanan wisata.

“Alhamdulillah perjalanan gathering hari ini berlangsung lancar dan penuh kebersamaan. Kami ingin menghadirkan suasana yang hangat dan menyenangkan agar semua peserta merasa nyaman. Gathering ini bukan hanya kegiatan rekreasi, tetapi momentum mempererat silaturahmi antarpraktisi HR di berbagai daerah. Kita buat acara ini Kompak, Sehat, dan Bahagia.”

Kesan Peserta Gathering ASPHRI 2025

Sutrisno – DPC ASPHRI Karawang

Sebelum memberikan pendapatnya, Sutrisno mengaku terkesan dengan suasana hangat selama perjalanan.

“Di dalam bus suasananya seperti keluarga besar, penuh tawa dan kekompakan. Ini kegiatan positif yang memperkuat sinergi antaranggota ASPHRI. Saya bangga bisa ikut dan menjadi bagian dari keluarga besar ASPHRI.”

Repin – Kampuh Welding Cikarang

Repin, salah satu peserta wanita yang hadir, juga merasakan suasana penuh keakraban sejak awal perjalanan.

“Awal perjalanan saja sudah terasa hangat dan kompak. Suasananya kompak, sehat, bahagia. Panitia luar biasa, peserta antusias. Ini momen yang membuat kami makin dekat.”

Wiji – New Arrival Logistic Indonesia

Sebelum memberi komentarnya, Wiji menyampaikan bahwa perjalanan ini memberi energi positif bagi seluruh peserta.

“Perjalanan dimulai dengan energi positif yang terasa di seluruh peserta. Gathering seperti ini sangat penting. Selain menyegarkan pikiran, kami bisa saling mengenal lebih dekat. Semoga tahun berikutnya lebih meriah lagi.”

Gathering ASPHRI 2025 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum strategis memperkuat solidaritas, jejaring, dan kebersamaan antarsesama praktisi HR di Indonesia. Dengan panitia yang sigap, persiapan matang, serta perjalanan yang penuh keakraban, kegiatan ini dipastikan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

Penguatan Organisasi: Pemkab Karawang Lantik 18 Pejabat Sesuai Perpres Efisiensi Anggaran

0

‎Karawang, Karawangexpose.com — Pemerintah Kabupaten Karawang resmi melantik 18 pejabat baru dalam upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang digelar di Aula Husni Hamid, Jumat (14/11/2025).

‎‎Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E. Dalam sambutannya, Bupati Aep menegaskan bahwa rotasi dan pengisian jabatan merupakan bagian dari proses penyegaran serta penguatan birokrasi agar perangkat daerah semakin responsif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan.

‎“Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi penataan birokrasi agar lebih gesit, solutif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Bupati Aep.

‎Adapun pejabat yang dilantik terdiri dari:

‎1, H. Jajang jaenudin, S. STP. M. M. resmi menjabat sebagai kepala, kepegawaian dan pengembangan SDM, (BKPSDM) yang sebelumnya menjabat inspektur pembantu pembantu wilayah 1 pada inspektorat, ‎

‎2, Drs, iwan ridwan fatahillah, menjabat sebagai kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) yang sebelumnya menjabat sebagai kepala dinas lingkungan hidup, ‎

‎3, Asep suryana, S. STP, M.H, menjabat sebagai dinas lingkungan hidup yang sebelumnya, menjabat kepala bagian hukum pada sekertariat daerah, ‎

‎Bupati Aep menekankan pentingnya kinerja konkret dan terukur. Ia meminta seluruh pejabat untuk segera menerjemahkan visi–misi Bupati dan Wakil Bupati, serta RPJMD, ke dalam program kerja yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.‎

‎“Visi-misi tidak akan bermakna tanpa kerja nyata. Tugas Anda adalah mengubah rencana menjadi kenyataan, dan kenyataan menjadi kemajuan,” ujarnya.‎

‎Dalam arahannya, Bupati juga mengingatkan para pejabat untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menegaskan agar tidak mudah terpancing narasi negatif, melainkan menjadikan media sosial sebagai sarana edukasi dan publikasi hasil kerja pemerintah daerah.‎

‎Selain itu, Bupati Aep memastikan bahwa pelantikan ini telah dilaksanakan sesuai mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan. Penataan pejabat ini juga merupakan bagian dari komitmen Pemkab Karawang dalam melaksanakan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran.‎

‎Ke depan, Pemkab Karawang akan mulai melakukan perampingan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), menuju struktur yang “miskin struktur, tapi kaya fungsi”. Konsep ini menekankan birokrasi yang ramping, efisien, namun tetap produktif dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pelayanan publik.‎

Bupati Aep Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan di Pemkab Karawang

0

Karawang, Karawangexpose.com – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa tidak ada praktik jual beli jabatan dalam proses rotasi dan mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.

“Saya tidak pernah lelah menyampaikan bahwa setiap rotasi dan mutasi jabatan di Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang tidak ada yang memakai uang,” tegas Bupati Aep dalam amanatnya saat Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Fungsional di Aula Husni Hamid, Jumat (14/11/2025).

Bupati menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan proses yang wajar dalam organisasi pemerintahan, tidak hanya di lingkungan ASN daerah, tetapi juga terjadi pada instansi seperti TNI dan Polri.

“Saya menegaskan, jangan sampai ada yang percaya bahwa rotasi maupun mutasi harus lewat bayar. Plt Kepala BKPSDM juga sudah menyampaikan bahwa Pemkab Karawang menggunakan mekanisme talent pool,” ungkapnya.

Bupati Aep berharap seluruh ASN di Pemkab Karawang terus meningkatkan kinerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Bupati melantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 2 Pejabat Pengawas, dan 13 Pejabat Fungsional. Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karawang Nomor 800.1.3.2/kep.3739/BKPSDM tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.

Jumsih di Pancakarya: Warga, Pamong, dan Perangkat Desa Kompak Bersih-Bersih

0

Karawang, Karawangexpose.com – Semangat gotong royong kembali terlihat di Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Warga bersama pamong dan perangkat desa menggelar kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) dengan membersihkan sampah dan memotong rumput liar di sepanjang sempadan jalan poros desa, Jumat (14/11/2025)

Kegiatan yang dipusatkan di Dusun Bengle RT 04 RW 02 ini diikuti puluhan warga yang antusias memberikan waktu dan tenaga demi menciptakan lingkungan desa yang sehat, bersih, dan nyaman. Perangkat desa, RT/RW, dan unsur pamong turut hadir mendampingi dan ikut terjun langsung ke lapangan.

Kepala Desa Pancakarya, Asep Sugianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah ikut dalam kegiatan rutin tersebut. Menurutnya, Jumsih bukan hanya pekerjaan fisik, tetapi juga bentuk kebersamaan dan komitmen menjaga lingkungan desa.

“Kami sangat mengapresiasi antusias warga Dusun Bengle. Kerja bakti hari ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi menunjukkan bahwa semangat gotong royong di Pancakarya masih kuat,” ujar Asep Sugianto.

Ia menerangkan bahwa membersihkan sempadan jalan menjadi fokus utama kali ini, mengingat rumput liar yang semakin tinggi dan sampah yang mulai menumpuk dapat mengganggu akses warga dan keindahan desa.

“Rumput liar dan sampah di sepanjang jalan poros harus rutin dibersihkan. Selain agar terlihat rapi, ini juga demi kenyamanan masyarakat yang setiap hari melintas,” tambahnya.

Asep menegaskan bahwa kegiatan Jumsih akan terus dilakukan secara berkala di setiap dusun di wilayah Pancakarya sebagai upaya menjaga lingkungan desa tetap sehat dan tertata.

“Kami ingin kegiatan seperti ini terus hidup dan tidak hanya bersifat seremonial. Desa kita akan bersih jika semua warga merasa memiliki dan mau menjaga lingkungannya,” tegasnya.

Warga yang hadir berharap kegiatan Jumsih semakin sering digelar dan bisa menjangkau seluruh titik desa, terutama jalur-jalur utama yang menjadi akses masyarakat sehari-hari.

Dengan adanya kegiatan Jumsih ini, diharapkan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat serta memperkuat budaya gotong royong sebagai identitas masyarakat desa.

Bupati Aep dan Gubernur Dedi Mulyadi Bahas Penataan Gerbang Tol Karawang Timur

0

Karawang | Karawangexpose.com –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menegaskan kesiapan untuk melakukan penataan kawasan di wilayah Karawang Timur, khususnya pada area aliran sungai dan marka jalan di sekitar Gerbang Tol Karawang Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang berlangsung di Aula Gedung Singaperbangsa, Kamis (13/11/2025).

Bupati Aep menyampaikan bahwa proses penataan di wilayah Karawang Timur akan dilakukan mulai tahun 2026 setelah kerja sama dengan PT Jasamarga selesai ditandatangani.

“Karawang Timur menjadi tanggung jawab kami di pemerintah kabupaten. Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Jasamarga, dan insyaallah tahun 2026 pengerjaan bisa dimulai, tinggal menunggu penandatanganan perjanjian kerja sama,” ujar Bupati Aep.

Pada rapat tersebut juga dibahas pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Penataan di Gerbang Tol Karawang Barat akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedangkan kawasan Karawang Timur menjadi tanggung jawab penuh Pemkab Karawang.

“Untuk Karawang Barat, Pak Gubernur menyampaikan bahwa pelebaran jembatan dan jalan yang selama ini menjadi titik kemacetan akan dikerjakan oleh provinsi. Sementara untuk Karawang Timur, kami di pemerintah kabupaten siap menindaklanjuti proses penataannya. Mohon doa dan dukungan masyarakat,” tutur Bupati Aep.

Peresmian Laundry Gratis di Lapas Karawang Ditutup dengan Peninjauan dan Ramah Tamah Pejabat

0

KARAWANG, KARAWANGEXPOSE.COM –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang meresmikan Unit Layanan Laundry Bersih Gratis bagi warga binaan, Kamis (13/11/2025). Acara yang digelar di lingkungan Lapas Karawang ini dihadiri jajaran pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Barat. Momentum tersebut menjadi langkah penting dalam transformasi layanan pemasyarakatan di wilayah Karawang.

Kegiatan turut dihadiri Bupati Karawang H. Aep Saepulloh, SE., Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Kepala Lapas Kelas I Cirebon, Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, para Kalapas dan Karutan se-Jawa Barat, pimpinan OPD Kabupaten Karawang, serta mitra kerja dari berbagai instansi vertikal.

Dalam kesempatan itu, Lapas Karawang juga melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karawang dan sejumlah stakeholder sebagai bagian dari penguatan tata kelola layanan, pembinaan, dan pemenuhan hak dasar warga binaan. Peresmian layanan laundry ini sekaligus menandai komitmen Lapas Karawang untuk menghadirkan layanan pemasyarakatan yang lebih modern, higienis, dan humanis.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Christo Victor Nixon Toar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa layanan laundry bersih gratis merupakan kebutuhan mendesak untuk mengatasi tantangan kesehatan warga binaan, terutama terkait penyakit kulit seperti skabies yang mudah menyebar di area hunian padat.

Kalapas menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas layanan dasar, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pembinaan dan pencegahan penyakit menular. Untuk mendukung operasional layanan, sebanyak 40 warga binaan telah mendapatkan pelatihan profesional laundry bekerja sama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Johar. Sebelum bertugas, seluruhnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan mereka bebas dari penyakit menular.

Lebih lanjut, Kalapas memaparkan sinergi lintas lembaga yang turut memperkuat keberhasilan program ini. Kolaborasi tersebut mencakup:

1. Pemkab Karawang dalam peningkatan pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga penyaluran hasil karya.

2. Polres Karawang dalam penguatan keamanan dan pertukaran informasi intelijen.

3. Kodim 0604 Karawang untuk pembinaan kebangsaan dan dukungan kedaruratan.

4. BNNK Karawang untuk program P4GN, tes urin, penyuluhan, serta rehabilitasi pengguna narkotika.

5. Kementerian Agama Karawang untuk pembinaan kerohanian lintas agama.

6. Kejaksaan Negeri Karawang dalam pengawasan hukum dan penyuluhan bagi warga binaan.

“Kerja sama hari ini bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen moral bersama untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, sehat, dan produktif,” ujar Kalapas.

Kalapas juga melaporkan dukungan sarana dan prasarana melalui program CSR PT Sumber Manah Abadi yang memberikan:

9 unit mesin cuci kapasitas 9 kg

2.000 gantungan pakaian

170 keranjang cucian

4 unit gerobak operasional

1 set alat pelurus pakaian

tabung gas 12 kg

Fasilitas tersebut digunakan untuk memastikan pelayanan pencucian pakaian warga binaan dapat berjalan bersih, steril, dan terjadwal.

Pada akhir sambutannya, Kalapas menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah menetapkan roadmap nasional, di mana seluruh Lapas, Rutan, dan LPKA di Indonesia ditargetkan memiliki unit laundry mandiri pada tahun 2028.

Selanjutnya Bupati Karawang, H. Aep Saepulloh, SE, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif Lapas Karawang. Ia menegaskan bahwa warga binaan tetap merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Karawang yang memiliki hak memperoleh layanan kesehatan dan pembinaan layak.

Bupati menjelaskan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan Lapas Karawang selama ini berjalan sangat baik, termasuk mengenai kebutuhan sarana prasarana, layanan kesehatan, dan pembinaan produktif. Pemerintah Kabupaten Karawang, lanjutnya, telah menginstruksikan Puskesmas Adiarsa untuk memantau dan memastikan ketersediaan obat-obatan bagi warga binaan, mengingat tingginya jumlah penghuni Lapas yang kini mencapai lebih dari 1.200 orang.

“Pelayanan kesehatan, kebersihan, dan pembinaan bagi warga binaan adalah tanggung jawab kita bersama. Mereka adalah masyarakat Karawang dan harus diperlakukan dengan layak,” ujar Bupati.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang telah berjalan antara Lapas dan berbagai dinas, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan, dan Dinas Pertanian, dalam memberikan program pemberdayaan. Selain itu, Pemkab Karawang tengah melakukan pendataan warga binaan yang belum memiliki ijazah Paket A, B, dan C untuk difasilitasi pendidikan kesetaraannya.

Bupati berharap layanan laundry bersih gratis dapat menjadi langkah besar dalam meningkatkan kualitas hidup warga binaan, sekaligus mengurangi risiko penyakit menular.

Usai rangkaian sambutan dan penandatanganan perjanjian kerja sama, rombongan pejabat melakukan peninjauan langsung ke area Unit Layanan Laundry Bersih Gratis. Dalam peninjauan tersebut, tamu undangan melihat proses kerja warga binaan, sarana pendukung yang digunakan, serta alur layanan pencucian yang dikembangkan untuk menjaga higienitas pakaian.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan makan bersama, sebagai simbol kebersamaan antara pemerintah daerah, instansi penegak hukum, serta jajaran pemasyarakatan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan di Lapas Karawang.

Dengan peresmian ini, Lapas Kelas IIA Karawang menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pemasyarakatan yang semakin modern, humanis, dan berdampak nyata bagi kesehatan dan pembinaan warga binaan.

(REY)

Bupati Aep Terima Aspirasi Buruh dan Mahasiswa di Gedung Singaperbangsa

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Bupati Karawang Aep Syaepuloh menghadiri pertemuan bersama perwakilan serikat pekerja, petani, dan mahasiswa yang digelar di Gedung Singaperbangsa, (Selasa, 12 November 2025).

Pertemuan tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi dari KASBI, SPSI, KPPB, SEPETAK, dan perwakilan mahasiswa terkait sejumlah persoalan ketenagakerjaan dan kebijakan daerah.

Salah satu isu utama yang disampaikan adalah terkait program pemagangan yang merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.

Dalam pelaksanaannya, para perwakilan buruh menilai program tersebut lebih menguntungkan pihak pengusaha dan belum memberikan perlindungan yang memadai bagi pekerja.

Mereka mencontohkan praktik di salah satu perusahaan besar, di mana karyawan yang telah diberhentikan dan menerima pesangon kemudian digantikan oleh peserta magang.

Padahal, sesuai Permenaker Nomor 36 Tahun 2016, jumlah peserta magang tidak boleh melebihi 20% dari jumlah pekerja di unit atau bagian kerja terkait.

Namun di lapangan, aturan ini dinilai sering disalahgunakan dan justru berdampak pada berkurangnya pekerja.

Selain isu pemagangan, serikat pekerja juga menyoroti penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang seharusnya sudah rampung pada bulan November.

Kenaikan upah tahun ini mengacu pada PP Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan, serta mempertimbangkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023.

Berdasarkan perhitungan formula tersebut, kenaikan rata-rata upah berkisar sekitar 10%, meski angka pastinya disesuaikan dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Para pekerja berharap agar pemerintah daerah dapat memperjuangkan kenaikan upah yang sesuai dengan kebutuhan hidup layak.

Perwakilan SEPETAK turut menyampaikan persoalan di sektor agraria. Mereka menyoroti program hutanisasi yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena banyak lahan yang tidak difungsikan sesuai rencana.

Kondisi ini membuat petani kehilangan lahan, dan anak-anak mereka terpaksa bekerja di pabrik, di mana mereka kembali menghadapi sistem kerja yang dinilai tidak adil, termasuk pemagangan berulang.

Salah satu mahasiswa menyampaikan: “Saat SMK saya magang, setelah lulus juga dimagangkan.

Saya yakin setelah kuliah, karena adanya peraturan daerah, saya akan dimagangkan lagi.

Kapan kami bisa jadi karyawan tetap? Fokus kami jelas: Perbub Nomor 19 harus dicabut hari ini.

Hanya ada dua pilihan, Perbub dicabut hari ini, atau kami bertahan di sini selama-lamanya”.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan semangat dari seluruh perwakilan buruh, petani, dan mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 19 Tahun 2024 memiliki dasar dan tujuan tertentu, yakni untuk memperkuat fungsi pengawasan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan pemagangan yang diatur oleh pemerintah pusat.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan yang telah menyampaikan aspirasinya.

Perlu saya sampaikan, Perbub ini dibuat bukan tanpa alasan.

Program pemagangan, mau tidak mau, suka atau tidak suka, harus tetap dilaksanakan karena merupakan kebijakan nasional.

Dengan adanya Perbub, pemerintah daerah memiliki ruang untuk mengontrol perusahaan agar tidak semena-mena.

Sebab, pengaturan teknis perusahaan ada di bawah kewenangan Dinas Tenaga Kerja Provinsi, bukan kabupaten,” ujar Bupati Aep.

Pertemuan tersebut berlangsung kondusif dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk melanjutkan dialog antara pemerintah daerah, serikat pekerja, dan unsur masyarakat, guna mencari solusi yang adil dan berpihak pada kepentingan bersama.

Panas di Pohon Miring! Karyawan MBG Demo Soal Upah Tak Manusiawi

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM -Sejumlah karyawan perusahaan MBG yang berlokasi di wilayah Pohon Miring, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang dikabarkan menggelar aksi protes akibat dugaan pemotongan gaji dan ketidaksesuaian upah dengan jam kerja, Rabu (12/11).

Video aksi tersebut ramai beredar di media sosial TikTok melalui akun Karawang Update, menampilkan sejumlah pekerja yang terlihat tengah melakukan protes di dalam area gedung. Dalam keterangan video disebutkan, para pekerja keberatan karena gaji mereka dipotong dengan alasan “training” dan sebagian tidak dibayarkan oleh pihak yayasan yang menaungi tenaga kerja tersebut.

“Protes karyawan MBG yang berlokasi di Pohon Miring Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Karawang, karena gajinya dipotong dan tidak mau membayar pihak yayasannya dengan alasan training,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Dalam video tersebut salah seorang karyawan wanita dengan marah dan menunjuk nunjuk seorang melampiaskan kekesalannya.

Unggahan tersebut langsung menuai ratusan komentar dari warganet yang turut mengungkapkan keluhan serupa maupun rasa simpati terhadap para pekerja.

Akun bernama Maman Purwa menulis,

“Gaji gak sesuai, kerja 14 jam masa digaji 100 ribu per hari, ada yang 80 ribu. Gak sesuai… pasti 😇.”

Komentar lain dari S Xkhgaa mengungkapkan keresahan sejak adanya perubahan manajemen di MBG,

“Tadinya kita akur, hidup tenang, gak ada masalah. Kok setelah terbentuknya MBG malah timbul permasalahan dan permasalahan lagi.”

Sementara Siti Mudrikah menilai pemotongan gaji tidak seharusnya dilakukan,

“Ya iyalah, siapa yang mau gaji dipotong. Walau karyawan baru, pihak yayasan juga kenapa?”

Komentar dari Yenyyuli03 menyoroti jam kerja yang dinilai tidak manusiawi,

“Gaji pemorsian 110 ribu per hari, kerjanya dari jam 3 pagi buta sampai jam 12 siang, kadang jam 2 siang baru pulang. Makan beli sendiri, gaji dan jam kerjanya benar-benar gak sesuai ekspektasi. Ini masih aja ada manusia yang tega motong gaji karyawannya 😭.”

Netizen lain, Habil82, mengungkapkan dugaan adanya pungutan dari pihak yayasan,

“Eta geuning make yayasan sagala, jigana waktu asup gawe dimintaan duit sagala 😅.”

Komentar senada datang dari HAKA.7X,

“Tibang masak pake MBG sagala pake yayasan. Jadinya lahan permainan duit lah.”

Sedangkan Iddel dalam komentarnya menulis,

“Gusti nu Agung aya ku dzolim timbang buruh MBG, gaji teu sabaraha make aya yayasan sagala 😭.”

Banyak netizen mendesak agar pihak MBG dan yayasan yang disebut-sebut terlibat segera memberikan klarifikasi serta meninjau kembali sistem penggajian. Mereka menilai, potongan dengan dalih “training” tidak seharusnya membebani pekerja yang sudah bekerja penuh waktu.

Beberapa komentar juga menyebut bahwa jam kerja para pekerja mencapai 12–14 jam per hari, namun gaji yang diterima berkisar antara Rp80.000 hingga Rp110.000, jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karawang yang mencapai lebih dari Rp5 juta per bulan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak MBG maupun yayasan terkait mengenai dugaan pemotongan gaji tersebut. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan dan tanggapan resmi.

Sementara itu, masyarakat Karawang melalui media sosial terus memantau perkembangan kasus ini, berharap ada penyelesaian yang adil bagi para pekerja yang merasa dirugikan.