Beranda blog Halaman 53

Pemkab Karawang Dorong Pengelola Perpustakaan Sekolah Jadi Pusat Literasi dan Inovasi

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Karawang Indah, Rabu (12/11/2025).

Kepala Disarpus Kabupaten Karawang, H. Wahidin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelola perpustakaan sekolah memiliki peran sentral dalam memperkuat budaya membaca, literasi informasi, serta literasi digital di lingkungan pendidikan.

“Pengelola perpustakaan berperan penting dalam menghubungkan koleksi dengan layanan yang relevan bagi peserta didik,” ujarnya.

Menurut Wahidin, tantangan literasi di tingkat sekolah masih cukup besar. Ia menilai, pengelolaan perpustakaan tidak cukup hanya berfokus pada penyediaan buku, tetapi juga harus mampu menjadikannya sebagai ruang belajar aktif, ruang inovasi, dan ruang literasi yang menginspirasi.

Ia berharap, melalui diklat ini para pengelola perpustakaan sekolah di Kabupaten Karawang mampu menghadirkan perpustakaan sebagai ruang belajar inovatif, pusat literasi aktif, serta wadah kreativitas bagi siswa dan guru.

“Semoga melalui diklat ini, kita dapat bersama-sama mewujudkan perpustakaan sekolah yang benar-benar berkualitas, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Kabupaten Karawang yang maju, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Pemkab Karawang Siap Hadapi Bencana Hidrometeorologi

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Hidrometeorologi (Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, Gelombang Ekstrem, dan Abrasi, serta Tanah Longsor) di Kabupaten Karawang Tahun 2025/2026 bertempat di Gedung Singaperbangsa, Rabu (12/11/2025).

Rakor ini dilakukan dalam rangka meningkatkan koordinasi dalam penyelenggaraan penanganan bencana hidrometeorologi di daerah Kabupaten Karawang Tahun 2025/2026.

Selain itu, Rakor ini juga momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor, mempercepat sistem peringatan dini dan memastikan seluruh aparatur serta masyarakat berada dalam satu komando penanggulangan bencana. Sehingga penanganan bencana dapat diselenggarakan secara terarah, terencana,terpadu, dan terkoordinasi.

 

Dalam arahannya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan, bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tugas BPBD semata tetapi tanggung jawab semua pihak.

“Pemerintah Daerah, TNI/Polri, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat harus membangun kolaborasi yang solid melalui pendekatan pentahelix kebencanaan,” ucap Bupati.

Bupati menambahkan, upaya pengurangan risiko bencana harus terus dilakukan bahkan sejak tahap prabencana, dengan memperkuat edukasi dan mitigasi di masyarakat.

“Saya mengapresiasi langkah BPBD yang telah melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta membentuk 20 Desa Tangguh Bencana (Destana) sepanjang tahun 2025 serta melakukan gladi kesiapsiagaan di tingkat sekolah,” ujar Bupati.

Adapun tahap tanggap darurat dan pascabencana, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang telah menyiapkan armada dan logistik kebencanaan di antaranya, 40 unit perahu, 60 unit tenda berbagai jenis, 8 pompa alkon, kendaraan, dapur umum, serta peralatan evakuasi lainnya.

Warga Cadaskertajaya Bantah Pernah Diberi Pernyataan Terkait Program PTSL, Ungkap Pembayaran Capai Rp800 Ribu per Bidang

0

KARAWANGEXPOSE.COM – Salah satu warga Dusun Cilewo, Desa Cadaskertajaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, bernama Beri, membantah telah memberikan pernyataan seperti yang dimuat dalam salah satu media online berjudul “Warga Cadaskertajaya Apresiasi Program PTSL BPN Karawang Terbitkan Sertifikat Tanah.”

Beri menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan komentar, apresiasi, maupun wawancara apapun kepada pihak media terkait pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di wilayahnya.

“Saya tidak pernah bicara atau memberi keterangan kepada media mana pun soal program PTSL itu. Nama saya disebut, padahal saya sama sekali tidak pernah diwawancarai,” ujar Beri saat ditemui, Senin (11/11/2025).

Lebih jauh, Beri mengungkapkan bahwa dirinya justru mengalami kesulitan dalam proses pengurusan sertifikat tanah melalui program PTSL tersebut.

Menurutnya, meskipun biaya resmi program itu ditetapkan sebesar Rp150.000 per bidang tanah, namun dalam praktiknya ia diminta membayar sekitar Rp800.000 per bidang.

“Yang baru selesai cuma satu bidang. Sisanya ada lima bidang lagi yang belum selesai, padahal saya sudah bayar sekitar dua juta rupiah kepada Sekdes Maman. Sampai sekarang belum ada kejelasan,” ungkapnya.

Beri berharap pihak terkait dapat segera memberikan transparansi dan kejelasan mengenai pelaksanaan program tersebut agar masyarakat tidak dirugikan dan proses sertifikasi tanah berjalan sesuai aturan pemerintah.

“Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang program ini untuk masyarakat, seharusnya dilaksanakan dengan jujur dan terbuka,” tegas Beri.

Selain itu, Beri juga meminta agar media yang telah mencantumkan namanya dalam pemberitaan sebelumnya dapat meluruskan informasi yang tidak akurat, demi menjaga kepercayaan publik terhadap kebenaran berita.

Kami selaku awak media akan terus berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat yang merasa dirugikan oleh kebijakan atau praktik yang tidak transparan. Hingga saat ini, tim redaksi masih melakukan berbagai upaya untuk menelusuri fakta di lapangan, mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait, serta memastikan setiap suara warga tersampaikan secara jujur dan berimbang.

Peringati Hari Pahlawan, Lapas Karawang Teguhkan Jiwa Nasionalisme Petugas dan Warga Binaan

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menggelar upacara bendera di lapangan utama Lapas, Senin (10/11/2025). Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, diikuti oleh seluruh petugas serta perwakilan warga binaan pemasyarakatan.

Upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan UUD 1945 dan pesan-pesan pahlawan. Seluruh peserta mengikuti jalannya upacara dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lutfi Ari Bimoko mewakili Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, membacakan Sambutan Menteri Sosial Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk meneladani semangat juang, pengorbanan, dan nasionalisme para pahlawan bangsa.

“Pahlawan adalah mereka yang berjuang tanpa pamrih demi masa depan bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan mereka dengan bekerja tulus, berintegritas, dan berkontribusi bagi kemajuan negeri,” ujar Lutfi Ari Bimoko dalam amanatnya.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan nasionalisme di kalangan petugas maupun warga binaan, agar nilai-nilai perjuangan para pahlawan dapat dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam proses pembinaan di lingkungan Lapas.

Upacara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan hingga akhir acara, meninggalkan kesan mendalam serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air di hati seluruh peserta.

Pengawasan Lemah, Proyek U-Ditch Karawang Diduga Langgar Prosedur Teknis

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM — Proyek pemasangan U-Ditch di Jalan Sukarja Jayalaksana, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, kembali memicu kritik keras. Proyek yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Karawang tahun 2025 dengan anggaran sebesar Rp880.000.000 ini dinilai bermasalah dalam pelaksanaan teknis dan pengawasan.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV. Madu Segara melalui Nomor Kontrak: 027.2/613/06.2.01.0012.3.83/KPA-SDA/PUPR/2025 tertanggal 18 September 2025, dengan volume pekerjaan sepanjang 507 meter dan spesifikasi U-Ditch ukuran 0,60 x 0,60 meter.

Namun fakta di lapangan justru memperlihatkan kejanggalan. Proyek tersebut dikerjakan dalam kondisi saluran masih tergenang air dan berlumpur. Parahnya, U-Ditch tetap dipasang tanpa dilakukan pengeringan maupun persiapan lantai kerja yang sesuai prosedur.

“Pengamat kebijakan publik sekaligus Ketua DPC Peradi Karawang, Asep Agustian, SH., MH., atau akrab disapa (Askun) dengan geramnya mengatakan Ini bukan sekadar keteledoran. Ini kelalaian sistemik. Bahkan bisa disebut pengkhianatan terhadap anggaran rakyat. Jika pejabat teknis seperti ini yang ada di bidang SDA semua menutup mata atas pelanggaran nyata di lapangan,

publik patut curiga — ada apa di balik pembiaran ini?mengecam keras kelalaian yang terjadi. Menurutnya, kelalaian ini tidak bisa dianggap enteng, dan mencerminkan lemahnya pengawasan dari Dinas PUPR, khususnya di bawah Bidang Sumber Daya Air (SDA) yang dipimpin oleh Dr. Aries.

“Ini bukan hanya soal kelalaian teknis, tapi kelalaian sistemik yang mengarah pada pengkhianatan terhadap uang rakyat. Bentuk nyata pembiaran terhadap kualitas pekerjaan. Kalau tidak mampu mengawasi, lebih baik mundur. Jangan korbankan anggaran rakyat hanya demi formalitas proyek,”Kalau Kabid SDA Dr. Aries membanggakan era ‘bersih’, maka faktanya pekerjaan seperti ini mencoreng semua klaim itu,” tegas Askun, Senin (10/11/2025).

“Inlah bukti nyata yang kongkrit yang konon katanya Kabid penthahelix atau Kabid SDA yang di gadang-gadang kata pernyataan nya bahwa di era kepemimpinan saya bersih, bersih nya dimana, pekerjaan yang diduga yang carut marut yang di pimpin oleh anda (Dr Aries) Kabid SDA,” Ujar Askun

“Lagi-lagi, Askun mendesak Bupati Karawang untuk segera mengevaluasi kinerja Kabid SDA yang selama ini dikenal hanya pandai dalam teori akademis, namun lemah dalam pengawasan teknis di lapangan. Jangan biarkan pejabat seperti ini terlalu lama menduduki jabatan strategis jika tak mampu memastikan kualitas pembangunan.

Saya juga meminta kepada seluruh jajaran Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Polres Karawang, Kejaksaan Negeri, dan unit Tipikor untuk segera turun tangan menyelidiki kinerja Bidang SDA Dinas PUPR Karawang. Jangan sampai uang rakyat terus-menerus dikorbankan akibat pembiaran yang berulang,” ambah Asep Agustian.

Audit menyeluruh perlu dilakukan. Jika ada unsur pembiaran disengaja, bahkan kongkalikong dengan kontraktor, maka sudah sepatutnya ditindak tegas.

Uang rakyat bukan bahan percobaan. Proyek yang asal-asalan hari ini, bisa jadi penyebab bencanaesok hari. Dan jika pejabatnya diam, maka merekalah bagian dari masalah.

Bidang SDA di bawah kepemimpinan Dr. Aries terbukti tidak mampu menjamin kualitas pekerjaan di lapangan. Lantas, untuk apa dipertahankan? Jika tak sanggup mengawasi rekanan, lebih baik mundur! Karawang butuh pejabat yang bisa bekerja, bukan yang hanya menghiasi jabatan.

Bupati Karawang, Inspektorat Daerah, hingga Aparat Penegak Hukum (APH) harus segera turun tangan.

Ketika wartawan mencoba meminta klarifikasi, mandor bungkam, pelaksana hilang, dan pihak dinas hanya melempar kalimat normatif: “akan kami coba hubungi rekanan.” Apakah ini bentuk tanggung jawab terhadap proyek ratusan juta rupiah? Atau justru bukti nyata bahwa pengawasan proyek hanya formalitas tanpa integritas?

(Red)

Tabur Bunga Warnai Peringatan Hari Pahlawan di Karawang

0

KARAWANGEXPOSE.COM – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025, Wakil Bupati Karawang H. Maslani, S.Sos. menghadiri upacara ziarah nasional dan kegiatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kosambi, pada Senin (10/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang, jajaran TNI/Polri, para pelajar, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.

Upacara dimulai pukul 08.00 WIB dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, pembacaan pesan-pesan pahlawan nasional, dan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0604 Karawang sebagai inspektur upacara.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Maslani menyampaikan bahwa Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai perjuangan di tengah kehidupan masyarakat modern.

“Semangat juang para pahlawan harus kita hidupkan dalam diri kita masing-masing. Mereka berjuang tanpa pamrih demi kemerdekaan bangsa. Kini tugas kita adalah melanjutkan perjuangan itu dengan karya nyata dan pengabdian untuk masyarakat,” ujar H. Maslani.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi arwah para pejuang yang telah gugur. Suasana haru menyelimuti area makam, ketika para peserta, termasuk pelajar dan anggota organisasi wanita, turut menaburkan bunga di tiap nisan.

Menurut H. Maslani, peringatan Hari Pahlawan juga menjadi momentum refleksi bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

“Kita ingin generasi muda Karawang terus meneladani nilai-nilai kepahlawanan — keberanian, pengorbanan, dan persatuan — agar mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa,” tambahnya.

Selain di TMP Kosambi, peringatan Hari Pahlawan tahun ini juga diisi dengan kegiatan sosial di berbagai kecamatan, termasuk donor darah, doa bersama, dan lomba menulis surat untuk pahlawan yang digelar oleh pelajar.

Pemerintah Kabupaten Karawang berharap semangat Hari Pahlawan menjadi penggerak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, gotong royong, serta membangun daerah yang lebih berdaya saing dan sejahtera.

Bukan dengan Senjata, Tapi dengan Pena: IWOI Karawang Ajak Jurnalis Jadi Pahlawan Masa Kini

0

KARAWANGEXPOSE.COM – Memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2025, Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Karawang mengajak seluruh insan pers, khususnya jurnalis media online, untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan melalui karya jurnalistik yang bermakna, bertanggung jawab, dan menginspirasi.

Ketua IWOI DPD Karawang, Syuhada Wisastra, A.Md., CHRM., dalam pernyataannya di Kantor Sekretariat IWO Indonesia DPD Karawang, Senin (10/11/2025), menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan tahun ini dengan tema nasional “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini, kata Syuhada, harus menjadi ajang refleksi bagi insan pers untuk memperkuat tanggung jawab moral dalam menjaga kebenaran dan membangun kesadaran publik.

“Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang jasa para pahlawan di masa silam, tetapi juga panggilan bagi kita semua — khususnya para jurnalis dan media online — untuk terus bergerak, mengabdi, dan melanjutkan perjuangan dalam konteks hari ini. Sebagai insan pers digital, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi yang benar, memberdayakan masyarakat, dan memperkuat persatuan bangsa,” tegas Syuhada.

Ia menambahkan, perjuangan para jurnalis masa kini berbeda bentuknya dengan para pahlawan terdahulu, namun semangatnya tetap sama: berjuang untuk kebenaran dan keadilan.

“Hari Pahlawan mengingatkan kita bahwa perjuangan tidak berhenti di medan perang. Bagi kami para jurnalis, perjuangan itu hadir setiap hari—melalui berita yang jujur, akurat, dan mendidik. Pena dan kamera adalah senjata kami untuk menjaga nilai-nilai kebenaran, keadilan, serta kemanusiaan,” ujar Syuhada.

Syuhada juga menekankan bahwa jurnalis di media online memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, keadilan, dan transparansi publik.

“Melalui kerja jurnalistik yang profesional, kita ikut meneladani pahlawan—tidak dengan pedang atau senjata, tetapi dengan pena, kamera, dan semangat kritis yang konstruktif,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ketua IWOI DPD Karawang itu menyampaikan apresiasi kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, yang dinilainya konsisten dalam melestarikan tempat-tempat bersejarah dan situs perjuangan di Kabupaten Karawang.

“Kami dari IWOI Karawang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE. Beliau telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah di Karawang—seperti Monumen Rengasdengklok, Tugu Proklamasi, dan berbagai cagar budaya lainnya. Upaya itu bukan hanya melestarikan sejarah, tapi juga menanamkan semangat nasionalisme bagi generasi muda,” ujar Syuhada.

Menurutnya, langkah Bupati Aep merupakan bentuk nyata kepahlawanan masa kini, karena melalui pelestarian sejarah, pemerintah daerah turut menjaga identitas dan warisan perjuangan bangsa.

Syuhada juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan media dalam memperkuat narasi kepahlawanan di era digital. Media, kata dia, memiliki peran vital dalam menyebarkan nilai-nilai perjuangan melalui berita yang inspiratif, edukatif, dan berimbang.

“Wartawan bukan hanya peliput peristiwa, tapi juga penerus perjuangan para pahlawan dalam bentuk yang berbeda. Melalui tulisan, foto, dan video, kita bisa menyalakan semangat kebangsaan di hati masyarakat. Karena pahlawan sejati hari ini adalah mereka yang terus berbuat untuk kebaikan dan kemajuan bangsa,” ucapnya.

Selain itu, IWOI DPD Karawang juga mengajak seluruh anggota dan mitra media untuk mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan 2025, mulai dari upacara bendera, tabur bunga, hingga hening cipta serentak.

“Kami berharap masyarakat Karawang dan seluruh pembaca media online lokal memahami bahwa penghormatan terhadap pahlawan berarti juga memberikan yang terbaik bagi masyarakat hari ini—dengan informasi yang akurat, solusi yang nyata, dan etika jurnalistik yang tidak tergoyahkan,” tutup Syuhada.

Dalam kesempatan yang sama, IWOI Karawang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghargai jasa para pahlawan dengan cara berkontribusi positif di bidangnya masing-masing — terutama dengan menjaga keutuhan, persatuan, dan kedamaian di tengah perbedaan.

“Mari kita lanjutkan perjuangan dengan cara kita masing-masing. Pemerintah dengan kebijakannya, media dengan informasinya, dan masyarakat dengan tindakannya. Semua menjadi satu kesatuan dalam mewujudkan cita-cita para pahlawan,” pungkas Syuhada.

Sebagai penutup, IWOI DPD Karawang menyampaikan ucapan penuh hormat:

“Selamat Hari Pahlawan 10 November 2025. Semoga semangat juang para pahlawan terus hidup di setiap langkah kita menuju Indonesia yang berdaulat, beretika, dan berkemajuan.”

📰 Tentang IWOI Karawang

Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Karawang merupakan organisasi yang menaungi wartawan dan pelaku media digital di wilayah Karawang. Melalui berbagai program pelatihan dan kolaborasi, IWOI berkomitmen untuk membangun profesionalisme, solidaritas, dan integritas jurnalis dalam menghadirkan informasi yang akurat serta mendukung pembangunan daerah dan pelestarian nilai-nilai kebangsaan.

Nasi Ayam & Nasi Bebek Bumbu Hitam Khas Madura, Lezatnya Bikin Nagih! Kini Bisa Dipesan Sekitar Perum Griya Mas Lestari Karawang

0

KARAWANGEXPOSE.COM – Bagi pecinta kuliner pedas gurih khas Madura, kini tak perlu jauh-jauh mencari. Masakan khas dengan cita rasa autentik itu kini hadir di Karawang, tepatnya di kawasan Perum Griya Mas Lestari. Menu andalan yang ditawarkan adalah Nasi Ayam dan Nasi Bebek Bumbu Hitam Khas Madura dengan harga yang sangat bersahabat — hanya Rp15.000 per paket.

Dibuat dengan bumbu rempah khas Madura yang kuat dan dimasak hingga meresap sempurna, menu ini menawarkan sensasi rasa pedas, manis, dan gurih yang berpadu harmonis di lidah. Potongan ayam atau bebek yang empuk berpadu dengan sambal dan nasi hangat, menjadikan setiap suapan terasa istimewa.

Tak hanya cita rasa yang khas, harga yang ramah di kantong membuat menu ini cocok untuk semua kalangan — mulai dari pekerja, pelajar, hingga keluarga yang ingin menikmati santapan nikmat tanpa harus merogoh kocek dalam.

Pemilik usaha, Mas Duki, mengatakan bahwa pelanggan bisa dengan mudah memesan menu ini tanpa harus datang langsung.

“Kami menerima pesanan untuk wilayah sekitar Perum Griya Mas Lestari Karawang. Cukup hubungi nomor kami, nanti pesanan siap diantar atau diambil langsung,” ujar Mas Duki dengan ramah.

Mas Duki menambahkan, setiap porsi dimasak dengan bahan-bahan segar dan bumbu pilihan agar cita rasa khas Madura tetap terjaga.

“Kami ingin pelanggan merasakan sensasi makan bebek dan ayam bumbu hitam yang benar-benar autentik Madura, tapi tetap terjangkau,” ujarnya lagi.

Bagi kamu yang ingin mencicipi sensasi bumbu hitam khas Madura yang menggoda selera, segera pesan melalui nomor 0878 0008 5511.

📞 Nasi Ayam & Nasi Bebek Bumbu Hitam – Khas Madura

💰 Harga: Paket Serba Rp15.000

📍 Lokasi: Sekitar Perum Griya Mas Lestari, Karawang

📱 Order: 0878 0008 5511

Yuk, rasakan nikmatnya cita rasa Madura asli di Karawang — dijamin bikin ketagihan!

Tujuh Tahun Berpisah, Alumni SMAN 4 Karawang 1995 Kembali Bertemu dalam Haru dan Tawa

0

KARAWANGEXPOSE.COM – Suasana penuh tawa, haru, dan nostalgia mewarnai reuni alumni SMA Negeri 4 Karawang angkatan 1995 yang digelar di Dewasena Café & Resto, kawasan belakang GOR Panatayudha Karawang, pada Minggu siang, 9 November 2025.

Pertemuan yang dihadiri puluhan alumni dari total 40 orang sekelas ini berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Setelah bertahun-tahun sibuk dengan kehidupan masing-masing, reuni ini menjadi ajang melepas rindu sekaligus mempererat kembali tali silaturahmi antar teman lama.

Dengan tema “Meningkatkan Silaturahmi, Terus Berlanjut Tanpa Batas Waktu”, acara berlangsung santai namun penuh makna. Para alumni larut dalam nostalgia masa putih abu-abu, saling bertukar cerita dan bernyanyi bersama lagu “Pertemuan” yang menjadi pengiring kenangan mereka.

Reuni ini tak sekadar ajang temu kangen. Sejumlah alumni kini telah meniti karier cemerlang di berbagai bidang turut hadir memeriahkan acara.

Di antaranya Pipik Taufik Ismail, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga menjadi ketua panitia reuni, Iis Puspita, Kapolsek Telukjambe Timur, Nace Permana, aktivis dan Ketua Umum Ormas Lodaya, serta R. Doni Suryanagara, pengusaha asal Karawang, juga beberapa tokoh lain hadir dari Indramayu dan daerah lainnya.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kekeluargaan tetap terjaga meski waktu dan profesi telah memisahkan.

Dalam sambutannya, Pipik Taufik Ismail menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih kepada semua alumni yang hadir.

“Alhamdulillah, setelah tujuh tahun lamanya kita baru bisa kumpul lagi dalam suasana seperti ini. Banyak di antara kita yang kini punya kesibukan luar biasa, tapi hari ini kita kembali seperti dulu — satu kelas, satu cerita, satu tawa,” ujarnya disambut tepuk tangan hangat.

“Saya berharap reuni ini bukan sekadar temu kangen. Mari kita jaga silaturahmi ini, saling mendukung, saling mendoakan, dan terus terhubung. Karena sejatinya, teman sekolah adalah keluarga yang tumbuh bersama kenangan,” tambah Pipik.

Sementara itu, Nace Permana dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa haru dan bangganya dapat kembali berkumpul.

“Bertemu lagi setelah puluhan tahun ini seperti membuka album lama yang penuh cerita. Kita dulu belajar bersama, bercanda bersama, dan hari ini kita kembali dengan kisah hidup masing-masing,” kata Nace.

“Semoga momen ini menjadi pengingat bahwa di mana pun kita berada, persahabatan tidak akan pernah lekang oleh waktu,” tuturnya penuh makna.

Banyak peserta yang mengaku tak kuasa menahan haru saat mengenang masa sekolah.

Salah seorang alumni, Iis Puspita, menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan yang masih terjalin.

“Rasanya seperti kembali ke masa SMA. Dulu kita punya mimpi besar, dan hari ini melihat teman-teman sukses di jalannya masing-masing membuat saya bangga sekali,” ucapnya dengan senyum hangat.

Sementara itu, R. Doni Suryanagara, pengusaha sekaligus alumni, menuturkan kesannya.

“Saya kagum panitia bisa menyatukan kita lagi setelah sekian lama. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin, bukan hanya tujuh tahun sekali,”ungkapnya.

Acara ditutup dengan makan bersama, sesi foto bersama dan diiringi hiburan karaoke bersama yang disedikan Cafe Dewasena. Beberapa alumni bahkan telah merencanakan pertemuan berikutnya dengan suasana yang lebih luas dan melibatkan guru-guru mereka.

Meski hanya berlangsung beberapa jam, reuni ini meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta. Dalam senyum dan pelukan hangat, mereka menyadari bahwa waktu boleh memisahkan, tapi persahabatan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali bersatu.

Nelayan Blanakan Subang Larung Dondang di Puncak Ruat Laut ke-58

0

KARAWANGEXPOSE.COM – Perayaan Ruat Laut atau Nadran Nelayan Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, mencapai puncaknya pada Minggu (9/11/2025).

Acara bertajuk “Syukuran Nelayan Blanakan ke-58” itu telah berlangsung sejak 21 Oktober 2025 dan dipusatkan di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) KUD Mandiri Mina Fajar Sidik, Blanakan.

Sejak pukul 07.00 WIB, ribuan warga dan nelayan memadati lokasi acara. Deretan perahu nelayan yang ikut dalam prosesi tampak semarak dengan hiasan warna-warni serta ornamen unik dari aneka makanan dan minuman, menjadi ciri khas tradisi tahunan tersebut.

Prosesi diawali dengan penyambutan replika kapal nelayan atau dondang, yang kemudian akan dilarung ke laut lepas sebagai simbol doa dan harapan.

“Replika kapal menjadi simbol perjuangan dalam upaya pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Dasam MB, Ketua KUD Mandiri Mina Fajar Sidik Blanakan, dalam sambutannya.

Menurut Dasam, Ruat Laut tahun ini bertepatan dengan momentum bersejarah, yakni peringatan Hari Pahlawan 10 November, yang mencerminkan semangat perjuangan ekonomi rakyat.

“Ini melambangkan semangat untuk mewujudkan kemandirian dan memberdayakan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sebagai puncak acara, masyarakat menyaksikan prosesi pelarungan dondang, tradisi sakral yang melambangkan ungkapan syukur dan doa keselamatan bagi para nelayan saat melaut.

Tradisi ini menjadi penutup sekaligus simbol kuat keterikatan masyarakat Blanakan dengan laut, sumber utama kehidupan mereka. (*)

Editor: Sacim Zein