Beranda blog Halaman 7

GOKAR Edukasi Pelajar Karawang tentang Transportasi Online Aman dan Modern

0

KARAWANG — Transportasi online lokal asal Karawang, GOKAR, resmi meluncurkan program bertajuk “GOKAR Goes To School” di SMAN 2 Karawang, Jumat (8/5/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut menjadi bagian dari sosialisasi keselamatan berkendara serta edukasi penggunaan transportasi digital yang aman bagi pelajar SMA/SMK/MA di Kabupaten Karawang.

Program yang bekerja sama dengan pihak sekolah itu bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas, kedisiplinan berkendara, hingga pemanfaatan layanan transportasi online yang aman dan terpercaya.

Dalam kegiatan tersebut, tim GOKAR hadir langsung bersama Founder GOKAR Syuhada Wisastra, Operasional Manager Indra Pramudia, Admin & Finance Supervisor Rey Handika, tim marketing, serta sejumlah perwakilan driver GOKAR.

Ratusan siswa tampak antusias mengikuti kegiatan sosialisasi. Selain menyimak pemaparan mengenai keselamatan berkendara dan layanan transportasi digital, para siswa juga langsung mengunduh aplikasi GOKAR melalui barcode yang disediakan panitia.

Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, mengatakan program tersebut lahir dari kepedulian terhadap keselamatan pelajar di jalan raya, terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah.

“GOKAR bukan hanya layanan transportasi online, tetapi juga ingin hadir menjadi bagian dari edukasi masyarakat, khususnya pelajar. Kami ingin menanamkan budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab sejak dini,” ujar Syuhada kepada wartawan.

Menurutnya, sebagai aplikasi transportasi online asli putra daerah Karawang, GOKAR ingin terus mendekatkan diri kepada masyarakat melalui program sosial dan edukatif.

“Kami membawa semangat dari Karawang untuk Karawang. Kehadiran GOKAR Goes To School menjadi langkah awal membangun kedekatan dengan dunia pendidikan sekaligus memperkenalkan transportasi online lokal yang aman, tepat waktu, dan bersahabat,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, siswa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara, penggunaan helm standar, etika berlalu lintas, hingga pemanfaatan teknologi layanan transportasi digital secara bijak.

Panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik. Doorprize berupa saldo deposit akun GOKAR diberikan kepada siswa yang mengunduh aplikasi melalui sistem undian. Selain itu, hadiah khusus juga diberikan kepada tiga siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dari founder GOKAR, yakni Karin Pitaloka, Geizha Maharani, dan Ibrahim.

Ketiga siswa tersebut mengaku bangga karena Karawang kini memiliki aplikasi transportasi online lokal karya anak daerah. Mereka juga menilai kehadiran GOKAR dapat menjadi solusi transportasi yang aman dan praktis bagi pelajar.

“Kami bangga anak Karawang punya aplikasi transportasi online sendiri dan kami siap menggunakannya. Apalagi sekarang ada kebijakan pelajar tidak diperbolehkan membawa kendaraan ke sekolah, sehingga GOKAR bisa menjadi solusi transportasi yang mudah, aman, dan bersahabat,” ujar salah satu siswa.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Karawang, H. Agus Setiawan, menyambut positif kegiatan edukatif yang digelar di lingkungan sekolahnya tersebut. Ia menilai edukasi keselamatan berkendara sangat penting diberikan kepada para pelajar sejak dini.

“Kami mengapresiasi inisiatif GOKAR yang telah menghadirkan program edukatif bagi siswa. Ini menjadi langkah positif untuk meningkatkan kesadaran pelajar tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas dan penggunaan transportasi yang aman,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi siswa, terutama dalam membangun budaya disiplin dan tanggung jawab saat berada di jalan raya.

“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan keselamatan di jalan. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh siswa,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Agus Setiawan juga menyampaikan pesan khusus kepada jajaran manajemen GOKAR agar terus menjaga semangat perjuangan dalam membangun perusahaan rintisan tersebut.

“Perusahaan ini baru dirintis, sehingga seluruh tim harus terus berjuang bersama untuk mencapai pertumbuhan dan menjadi yang terbaik. Namun yang terpenting adalah jangan lupa menjaga kepercayaan pelanggan dengan pelayanan yang baik,” pesannya.

Program “GOKAR Goes To School” menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk dan layanan lokal Karawang kepada generasi muda melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif bersama dunia pendidikan.

Lapas Karawang Gandeng PKBH Unsika Buka Klinik Hukum untuk Tahanan

0

Karawangexpose.com, Karawang — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Karawang bekerja sama dengan Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menggelar kegiatan Klinik Hukum, Bantuan Hukum, dan Konsultasi Hukum Gratis bagi para tahanan, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sahardjo Lapas Karawang tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak-hak tahanan, khususnya dalam memperoleh akses terhadap pendampingan dan informasi hukum secara layak.

Sejumlah tahanan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan tim PKBH Unsika mengenai berbagai persoalan hukum yang tengah dihadapi.

Dalam sesi konsultasi, peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, keluhan, hingga meminta penjelasan mengenai proses hukum yang sedang berjalan. Tim PKBH Unsika juga memberikan edukasi hukum serta pendampingan terkait perkara yang dihadapi para tahanan.

Kalapas Karawang, Ma’ruf Prasetyo, mengatakan kegiatan klinik hukum merupakan bagian dari komitmen Lapas Karawang dalam memberikan pelayanan yang humanis kepada tahanan maupun warga binaan.

Menurut dia, akses terhadap bantuan hukum merupakan hak yang harus difasilitasi secara optimal oleh lembaga pemasyarakatan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para tahanan tidak hanya mendapatkan pendampingan hukum, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai proses peradilan serta pentingnya kesadaran hukum dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara Lapas Karawang dan PKBH Unsika diharapkan dapat memperluas akses bantuan hukum yang mudah, terbuka, dan tidak berbayar bagi para tahanan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara institusi pemasyarakatan dengan kalangan akademisi dalam menghadirkan pelayanan hukum yang berorientasi pada pemenuhan hak-hak warga binaan secara lebih humanis dan edukatif.

Remaja 15 Tahun Ikut Jadi Korban TPPO, Pemkab Karawang Pulangkan 8 Buruh dari Kebun Tebu

0

Karawang, Karawangexpose.com – Harapan delapan warga Kabupaten Karawang untuk mendapatkan penghasilan besar di luar daerah berubah menjadi pengalaman pahit yang diduga mengarah pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan eksploitasi tenaga kerja.

Mereka berangkat ke Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, untuk bekerja sebagai pemotong tebu setelah menerima tawaran dari seorang mandor asal Lampung yang menjanjikan upah tinggi.

Salah seorang pekerja, Dede Erwin (45), warga Rengasdengklok Utara, mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya dijanjikan upah sebesar Rp420.000 per hari. Selain itu, mereka juga dijanjikan makan tiga kali sehari dan kopi selama bekerja.

Namun, setibanya di lokasi kerja, para pekerja justru mendapati sistem kerja yang berbeda dari kesepakatan awal.

“Pas sampai ke sana ternyata bukan sistem harian, tapi borongan,” kata Dede saat ditemui usai dipulangkan ke Karawang.

Dede menjelaskan, selama tiga hari bekerja kelompoknya berhasil memotong sekitar 30 ton tebu. Akan tetapi, hasil yang dicatat oleh pihak mandor hanya 11 ton.

Dari pekerjaan tersebut, ia mengaku hanya menerima bayaran sekitar Rp1,64 juta.

Tak hanya itu, para pekerja juga dibebani berbagai potongan biaya yang dinilai tidak masuk akal. Janji makan dan minum gratis yang sebelumnya disampaikan mandor ternyata tidak pernah diberikan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka terpaksa berutang di warung sekitar lokasi kerja hingga tagihan membengkak mencapai Rp2,61 juta.

“Banyak potongan dari mandor yang enggak masuk akal,” ujar Dede.

Kondisi semakin memanas saat pembagian upah dilakukan. Perselisihan antara pekerja dan mandor nyaris berujung perkelahian karena para pekerja merasa hak mereka tidak dibayarkan sesuai kesepakatan awal.

Dalam situasi terdesak, Dede kemudian menghubungi Kepala Desa Rengasdengklok Utara untuk meminta bantuan.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga proses pemulangan para pekerja dilakukan. Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Sosial akhirnya menjemput langsung para korban setibanya di Karawang.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, disebut turut memfasilitasi proses pemulangan delapan warga tersebut.

Adapun delapan warga yang dipulangkan yakni Dede Erwin (45) warga Rengasdengklok Utara, Jihad Akbar (29) warga Kertasari Rengasdengklok, Jamal Jamaludin (27) warga Rengasdengklok Selatan, Nandika Gumilang (29) warga Rengasdengklok Utara, Indoh Sugara (50) warga Rengasdengklok Utara, Acep Fahrudin (26) warga Rengasdengklok Utara, Sukama (50) warga Sukamakmur, serta Rehan Pratama (15) warga Rengasdengklok Utara.

Kasus ini kini menjadi perhatian karena diduga mengandung unsur eksploitasi tenaga kerja hingga TPPO. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap penyaluran tenaga kerja informal agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

21 Rumah Diserahkan, Pemkab Karawang Tindak Lanjut Penanganan Abrasi di Pesisir

0

Karawangexpose.com, Karawang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam menangani dampak abrasi dan banjir rob di wilayah pesisir utara. Salah satunya melalui percepatan pembangunan hunian layak bagi masyarakat terdampak.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, saat menghadiri kegiatan serah terima kunci rumah bagi warga terdampak abrasi dan rob di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Rabu (6/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan rumah, tetapi juga akan melengkapi kawasan tersebut dengan infrastruktur pendukung.

“Alhamdulillah tahun 2026 ini kita anggarkan. Mudah-mudahan semuanya segera selesai, termasuk pembangunan pendopo. Pendopo ini penting agar bisa digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat,” ujar Aep.

Selain itu, Pemkab Karawang juga berencana membangun fasilitas umum lainnya, seperti masjid dan sarana pendidikan, guna menunjang kehidupan sosial warga di kawasan relokasi.

Lebih lanjut, Aep mengungkapkan adanya rencana jangka panjang dari pemerintah pusat dalam menangani persoalan abrasi dan banjir rob, yakni melalui proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall di pesisir utara Pulau Jawa.

Menurutnya, proyek tersebut diharapkan mampu menjadi solusi permanen terhadap permasalahan abrasi dan banjir rob yang selama ini melanda kawasan pesisir.

“Nanti insyaallah tidak ada lagi abrasi dan banjir rob. Ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi prioritas pemerintah pusat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Karawang menyerahkan sebanyak 21 unit rumah kepada warga terdampak abrasi dan banjir rob di Desa Cemarajaya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat pesisir dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman, layak, dan berkelanjutan.

Gebyar PATEN Cibuaya, Bupati Aep Turun Langsung Layani Warga

0

Karawang, Karawangexpose.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang kembali menggelar Program Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang kali ini berlangsung di Kantor Kecamatan Cibuaya, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, serta perwakilan BUMN dan BUMD.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah bertujuan untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hari ini, saya bersama Wakil Bupati, unsur Forkopimda, dan para kepala OPD hadir langsung melihat pelaksanaan pelayanan terpadu di Kecamatan Cibuaya. Selain itu, kami juga memberikan Pemberian Makan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan anak-anak yang masih kekurangan gizi,” ujar Bupati.

Bupati Aep menegaskan bahwa Gebyar PATEN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan program yang dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kita hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk seremoni, tetapi untuk memberikan manfaat nyata, bukan sekadar ingin dilihat atau dinilai,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, Gebyar PATEN menghadirkan berbagai layanan jemput bola, mulai dari pengurusan administrasi kependudukan seperti KTP, layanan kesehatan, pembayaran pajak, perpanjangan SIM, hingga berbagai layanan administrasi lainnya.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga disertai dengan penyaluran berbagai bantuan sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

Melalui program ini, Pemkab Karawang berharap pelayanan publik semakin mudah diakses serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan efektif.

Patroli Perintis Polsek Pangkalan, Obvit Pertamina Dijaga Ketat

0

Karawangexpose.com, Karawang – Unit patroli Polsek Pangkalan yang terdiri dari Aipda Ajib dan Brigadir Eko Apriana Azis melaksanakan patroli perintis di objek vital (obvit) SPBU Pertamina yang berlokasi di Kampung Parunglaksana, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Karawang, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kejahatan C3 (Curat, Curas, dan Curanmor), serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya di wilayah hukum Polsek Pangkalan.

Patroli ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, kepada Kapolsek Pangkalan, AKP Iwan Budijanto, untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Kami siap mengamankan objek vital. Hal ini dilakukan agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolsek Pangkalan.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan patroli tersebut bertujuan untuk mencegah aksi premanisme serta berbagai potensi gangguan kamtibmas lainnya.

Sebagai bentuk optimalisasi tugas, Kapolsek mengarahkan personelnya untuk terus melaksanakan patroli perintis secara rutin demi menjaga kondusifitas wilayah.

“Kepolisian akan terus berupaya menjaga dan memelihara kamtibmas kapan pun, demi kenyamanan dan keamanan masyarakat, sehingga kehadiran polisi benar-benar dirasakan,” pungkasnya.

Dukung Zero HP, Lapas Karawang Perkuat Layanan Wartelsus

0

Karawang, Karawangexpose.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga binaan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan PT Tirta Ageng Makmur Jaya (Arjaya Telindo) dalam pengelolaan layanan Wartelsus (Warung Telekomunikasi Khusus).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tersebut dilaksanakan pada Selasa (5/5) di lingkungan Lapas Kelas IIA Karawang. Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan komunikasi bagi warga binaan secara lebih terkontrol, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam kesepakatan tersebut, PT Tirta Ageng Makmur Jaya bertanggung jawab atas penyediaan perangkat Wartelsus, termasuk unit komunikasi dan perlengkapan pendukung lainnya. Selain itu, pihak mitra juga akan mengelola operasional layanan, mulai dari mekanisme penggunaan hingga pemeliharaan dan perbaikan perangkat.

Optimalisasi layanan Wartelsus ini menjadi bagian dari upaya Lapas Karawang dalam mendukung program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait penerapan Zero Handphone di dalam lapas. Dengan demikian, akses komunikasi warga binaan tetap dapat terpenuhi namun dalam pengawasan yang ketat dan terstruktur.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menghadirkan layanan yang lebih humanis dan profesional.

“Melalui kerja sama ini, kami berupaya menyediakan layanan komunikasi yang lebih baik, transparan, dan terkontrol bagi warga binaan. Ini juga menjadi bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan,” ujar Ma’ruf.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib, mencerminkan sinergi positif antara Lapas Karawang dan pihak mitra dalam mendukung sistem pemasyarakatan yang lebih modern dan akuntabel.

Tekan Stunting, Bupati Karawang Optimalkan Program P2WKSS di Pajaten

0

Karawangexpose.com, Karawang — Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan perempuan melalui Rapat Koordinasi Program Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS), yang difokuskan di Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya.

Rapat koordinasi tersebut digelar di Lantai 3 Gedung Singaperbangsa pada Selasa (5/5/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE., serta dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Plt. Asda I, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), dan jajaran perangkat daerah serta mitra perusahaan terkait.

Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam mendorong transformasi Desa Pajaten melalui penguatan peran perempuan dan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi.

Kepala DP3A Kabupaten Karawang dalam laporannya menyampaikan bahwa program P2WKSS menyasar 7.091 jiwa, terdiri dari 3.377 laki-laki dan 3.714 perempuan. Program ini dirancang tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Sejumlah program unggulan akan dijalankan, di antaranya Sekolah Perempuan, pembangunan PAUD Holistik Integratif, serta program PEKKA berupa pendampingan UMKM bagi perempuan kepala keluarga agar lebih produktif sesuai potensi desa,” ujarnya.

Selain itu, intervensi sosial juga dilakukan melalui pemberian alat bantu bagi masyarakat yang membutuhkan oleh Dinas Sosial.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Desa Pajaten dipilih sebagai lokus P2WKSS karena dipimpin oleh kepala desa perempuan, yang diharapkan mampu menjadi role model dalam membuktikan bahwa perempuan memiliki kapasitas besar dalam mendorong kemajuan desa.

Sementara itu, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa pelaksanaan program harus berjalan optimal dan tepat sasaran. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting yang saat ini masih menjadi perhatian serius.

“Data Dinas Kesehatan menunjukkan angka stunting mencapai 3.517 kasus. Program P2WKSS ini harus menjadi intervensi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan fokus pada pemberdayaan perempuan, Pemerintah Kabupaten Karawang optimistis Desa Pajaten dapat menjadi contoh keberhasilan pembangunan berbasis keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Gerak Cepat! Kalapas Karawang Sambangi Kapolres, Perkuat Keamanan Lapas

0

Karawangexpose.com, Karawang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo, melakukan kunjungan kerja ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Karawang pada Senin (4/5/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi antar aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di lingkungan lapas.

Dalam kunjungan tersebut, Kalapas didampingi jajaran pengamanan, di antaranya Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Farih Hazin, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Rakhmadi, serta Kepala Sub Seksi Pelaporan dan Tata Tertib (Portatib). Rombongan disambut langsung oleh Kapolres Karawang, AKBP Fiki, bersama jajaran.

Kapolres turut didampingi Kepala Satuan Samapta dan Kepala Satuan Reserse Kriminal. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan komitmen kuat kedua institusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat koordinasi pengamanan serta mendukung pelaksanaan program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Salah satu fokus utama pembahasan adalah upaya menjaga stabilitas keamanan serta langkah konkret dalam memutus rantai peredaran gelap narkotika, khususnya di dalam lapas.

Kalapas Karawang, Ma’ruf Prasetyo, menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.

“Sinergitas antara Lapas Karawang dan Polres Karawang merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami berharap kolaborasi ini semakin solid, terutama dalam pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika di dalam lapas,” ujarnya.

Dengan adanya koordinasi yang intensif antara Lapas dan Polres, diharapkan tercipta sistem pengamanan yang lebih optimal serta mampu menekan potensi gangguan keamanan di wilayah Karawang.

Saat Rumah Hangus Dilalap Api, Bupati Karawang Bawa Asa Baru untuk Nenek Tasih

0

KARAWANG, Karawangexpose.com — Siang itu, sisa-sisa kebakaran masih menggantung di udara Dusun Rawasari 006/002, Desa Talagamulya, Kecamatan Telagasari, Selasa, 5 Mei 2026. Bau kayu hangus belum sepenuhnya hilang. Dinding yang menghitam berdiri setengah rapuh, sementara serpihan puing berserakan, seolah belum siap meninggalkan kisah pilu yang baru saja terjadi.

Di tempat itulah, kehidupan Tasih (70) pernah berjalan sederhana namun penuh makna. Bersama anaknya, Heni—seorang ibu tunggal—serta dua cucunya, rumah itu bukan sekadar bangunan, melainkan ruang bertahan, tempat pulang, dan satu-satunya perlindungan dari kerasnya hidup.

Kini, semuanya berubah dalam hitungan waktu.

Api yang melalap rumah itu tak hanya menghanguskan kayu dan atap, tetapi juga merenggut rasa aman yang selama ini mereka genggam. Di usia senja, Tasih harus menyaksikan tempat tinggalnya rata dengan tanah—sebuah kenyataan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Di tengah puing yang belum sepenuhnya dibersihkan, kehidupan tetap berjalan, meski dalam keterbatasan. Mereka bertahan dengan apa yang tersisa, menyusun kembali harapan di antara sisa-sisa yang hangus.

Namun, di antara kepedihan itu, langkah-langkah harapan mulai terdengar.

Kehadiran Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, di lokasi menjadi penanda bahwa peristiwa ini tidak luput dari perhatian. Didampingi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Kesehatan, serta unsur kecamatan, ia datang langsung menemui Tasih—mendengar, melihat, sekaligus memastikan bahwa bantuan segera diberikan.

Di hadapan keluarga tersebut, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan membangun kembali rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Rumah berukuran 5×6 meter direncanakan berdiri di lokasi yang sama, dengan estimasi pembangunan sekitar dua pekan.

“Insyaallah dalam 14 hari rumah ini bisa selesai dan Ibu Tasih bisa kembali menempatinya,” ujar Aep.

Tak hanya itu, bantuan tunai sebesar Rp10 juta dari BAZNAS Karawang juga diserahkan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut selama masa pemulihan.

Bagi Tasih, bantuan itu bukan semata soal bangunan yang akan berdiri kembali. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi jawaban atas kecemasan yang selama ini diam-diam menghantui—tentang ke mana harus pulang, tentang bagaimana melindungi anak dan cucunya dari ketidakpastian.

Di sela kunjungan, percakapan sederhana sempat terjadi—tentang dokumen kepemilikan rumah yang tersisa, termasuk fotokopi sertifikat yang menjadi bagian penting dari proses pembangunan ulang. Hal-hal kecil, namun menjadi langkah awal untuk mengembalikan kehidupan yang sempat terhenti.

Musibah ini memang meninggalkan luka. Tidak hanya pada bangunan yang hangus, tetapi juga pada batin sebuah keluarga kecil yang harus belajar menerima kehilangan dalam waktu singkat.

Namun, di balik arang yang tersisa, harapan perlahan tumbuh kembali.

Kehadiran pemerintah, perhatian dari berbagai pihak, serta uluran tangan bantuan menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri. Bahwa di tengah kehilangan, masih ada kepedulian yang menyala.

Dan bagi Tasih, rumah yang akan kembali berdiri nanti bukan sekadar tempat tinggal—melainkan simbol bahwa setelah musibah, kehidupan tetap bisa dimulai kembali.