Rabu, September 16, 2026
spot_img

Evolusi Sistem Kepemimpinan dan Makna Pemilukada: Antara Demokrasi Langsung, Perwakilan, dan Daulat Rakyat

KarawangExpose.com – fase awal kehidupan di muka bumi, manusia hidup secara nomaden (berpindah-pindah), diisi dengan kebiasaan berburu & meramu. Pada zaman ini struktur masyarakatnya egaliter/setara, belum mengenal sistem kepemimpinan formal. Pemimpin biasanya muncul secara situasional untuk menghadapi masalah yang mengancam kelangsungan hidup kelompok.

Zaman Pra Aksara selanjutnya, manusia mulai hidup menetap {sedenter) dan sistem bercocok tanam, yang menandai dimulainya sistem keSUKUan, dengan konsep kepemimpinan PRIMUS INTERPARES, yakni yg dianggap menonjol (utama) diantara yg setara, dipilih berdasar atas kewibawaan, kehormatan & kemampuan melindungi KESEJAHTERAAN kelompok.

Perkembangan selanjutnya saat manusia mengenal KEYAKINAN trhadap hal supranatural, mulai muncul sistem kepemimpinan TEOKRASI, yakni Pemimpin dipersepsikan memiliki relasi dianggap sebagai penjelmaan dewa, sebagai pemegang kebenaran dan kekuasaan absolut, juga tidak bisa disentuh/ dikritisi, semisal kepemimpinan raja-raja Firaun di Mesir .

Pada era Klasik abad pertengahan, kepemimpinan sering dikaitkan dengan takdir yang mengedepankan TRAH (turunan) ataupun Kelebihan bawaan pada diri seseorang. Mindset masyarakat zaman ini menjadi cikal-bakal dimulainya sistem kepemimpinan Monarki, dimana pemegang otoritas kekuasaan berlangsung secara turun temurun disertai pembagian jabatan berdasar kekerabatan (dInastI), menafikan penilaian yang berbasis kecakapan / kompetensi.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, sistem kepemimpinan terus mengalami inovasi mencari format yang paling cocok dan ideal. Sistem MONARKI beranak pinak menjadi Monarki ABSOLUT dengan keberadaan seorang raja yang memegang peran sbagai Kepala Negara skaligus Kepala Pemerintahan, serta Monarki Konstitusional dengan formasi Raja sebagai Kepala negara dan simbol pemersatu, sedangkan Kepala Pemerintahannya dipegang oleh Perdana Menteri.

Pasca Revolusi Prancis yang ditandai keruntuhan rezim dictator Raja Louis XVI, dunia mulai mengenal system DEMOKRASI atau PEMERINTAHAN DAULAT RAKYAT”. Type ini dianggap paling cocok untuk menjawab kemajuan peradaban dan tuntutan dari kaum Renaissance yang memperjuangkan hak-hak dasar manusia. Syarat utama negara penganut demokrasi, sebagaimana ditegaskan oleh Montesque, yakni menjalankan Trias Politica dengan wajib menghadirkan tiga Lembaga, yaitu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.

Namun faham Demokrasi pun pada akhirnya menghasilkan banyak corak penyesuaian, dengan turunannya seperti Demokrasi LIBERAL dan demokrasi SOSIALIS. bahkan saat masuk ke Indonesia, terciptalah model Demokrasi PANCASILA, dengan penekanan pada budaya musyawarah dan PERWAKILAN, sebagaimana esensi sila ke-4 Pancasila.

Semenjak berdiri, Indonesia berulang kali mengalami perubahan model dalam menentukan Presiden. Sehari setelah Proklamasi, Soekarno ditetapkan sebagai Presiden melalui kesepakatan bersama para anggota PPKI, bukan dipilih oleh rakyat. Soeharto pun demikian, menjadi Presiden melalui demokrasi Perwakilan (dipilih mpr). Sistem perwakilan ini bertahan hingga Pemilu pertama di era reformasi yang menghasilkan Presiden Gusdur (diteruskan Megawati). Sedangkan Pemilihan Langsung dimulai pada saat Pemilu 2004, dan SBY memperoleh kepercayaan rakyat sebagai Presiden pertama produk pemilu langsung.

Tidak hanya Pilpres, untuk Pilkada pun Indonesia mengalami perubahan sistem, dimulai dari ditunjuk oleh Presiden, lalu dipilih oleh DPRD dan selanjutnya dipilih rakyat. Tentu pergantian sistem tersebut selalu menimbulkan polemik dan ada plus minusnya. Semua ide gagasan tentang sIstem kepemimpinan nasional ataupun lokal merupakan eksperimen untuk mencari format terbaik yang mampu mewujudkan cita-cita rakyat sebagai pemilik daulat, yaitu negara merdeka yang adil makmur.

Sistem penentuan pemimpin bukanlah TUJUAN akhir, namun hanya semata ALAT atau JALAN, sebab mandat rakyat adalah perwujudan WELFARE STATE atau NEGARA KESEJAHTERAAN. Tentunya rakyat tidak berharap perdebatan sistem Pemilukada, baik pihak yang maksa merubah ataupun ngotot bertahan, lebih mengedepankan kalkulasi politis untuk sekedar merebut atau mempertahankan jejaring kekuasaan. Pada titik inilah Daulat Rakyat sebagai esensi negara Demokrasi harus dimaknai oleh para elite maupun rakyat dengan berlandaskan pada kepentingan bersama dan filosofi berdirinya sebuah bangsa, yang memiliki kesamaan sejarah di masa lalu dan juga kesamaan cita-cita untuk masa depan.

Pilkada langsung lebih mencerminkan daulat rakyat, bukan hanya pestanya para elite kekuasaan. Rakyat merasa dilibatkan untuk menentukan pemimpinnya, ada efek geliat ekonomi, diantaranya bagi jasa percetakan, konveksi, media massa, lembaga penyelenggara, jasa iklan dan publikasi, Lembaga Survei atau konsultan politik, dan banyak lagi.

Namun di sisi lain, sistem ini sangat berbiaya tinggi, baik dalam proses perhelatan, ataupun cost politik calon, bahkan dikategorikan sangat tidak logis untuk menghasilkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Output lainnya dari pilkada langsung adalah tumbuh subur politik dinasti, politik uang, praktek IJON PROYEK para pengusaha berbaju relawan, IJON PROMOSI JABATAN dari ASN yang dijadikan mesin pemenangan, serta maraknya kasus korupsi dan praktek penyimpangan wewenang Kepala Daerah sebagai raja-raja lokal.

Gus Dur pernah bercerita, konon tiga Presiden dari negara padat penduduk menyempatkan berkunjung ke Yunani, negerinya para dewa. Presiden Cina bertanya kepada dewa tentang perkiraan Cina mencapai kemajuan. Sang Dewa menjawab sekitar 50 tahun lagi. Presiden Cina menangis mendengar jawaban tersebut. Lalu Presiden India bertanya hal serupa. Sang Dewa menjawab sekitar 70 tahunan. Mendengar itu, Presiden India menangis lebih keras dibanding Presiden China. Tiba giliran Presiden Indonesia mengajukan pertanyaan yang sama. Sang Dewa tak menjawab, malah terdiam membisu, tiba-tiba Dewa membalikan badan lalu menangis histeris jauh lebih kencang dibanding tangis Presiden CIna dan India.

Oleh : Dadan Suhendarsyah Pegiat Sosial Politik Jalur Tengah

Artikel Lainnya

Hari Jadi Karawang ke-393, Kejari Karawang Raih Penghargaan dari Bupati

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari)...

10 Siswa SMAN 4 Karawang Nikmati Antar Pulang Gratis GOKAR

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Program GOKAR Peduli Sekolah...

Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393, Rektor UBP: Karawang Harus Semakin Maju dan Berdaya Saing

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Peringatan Hari Jadi Kabupaten...

SMKN 2 Karawang Kirim 6 Siswi PKL ke GOKAR, Berlangsung hingga Maret 2027

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Enam siswi SMK Negeri...

HUT Karawang ke-393, Pemkab Ungkap Capaian Pembangunan dan Deretan Prestasi

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Menginjak usia ke-393 tahun,...

KPR Fiktif Rp237 Miliar, PERADI Karawang Soroti Dugaan Keterlibatan Notaris dan Advokat

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Penanganan perkara dugaan korupsi...

Karawang Update

Iduladha 1447 H di Karawang, Bupati Aep Serukan Kurban Tepat Sasaran

Karawang, Karawangexpose.com — Suasana khidmat menyelimuti Lapang Karangpawitan, Kabupaten...

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Disembelih di Rumah Dinas Bupati Karawang

Karawangexpose.com, Karawang – Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menerima bantuan...

IASKA Targetkan 1.000 Peserta pada Reuni Akbar SMEAN 20/SMKN 2 Karawang

Karawangexpose.com, Karawang – Ikatan Alumni SMEAN 20/SMKN 2 Karawang...

GOKAR Karawang Dukung Program Pembinaan dan Pemberdayaan Warga Binaan

Karawangexpose.com, Karawang — Paradigma bahwa seluruh warga binaan merupakan...

Remaja 15 Tahun Ikut Jadi Korban TPPO, Pemkab Karawang Pulangkan 8 Buruh dari Kebun Tebu

Karawang, Karawangexpose.com - Harapan delapan warga Kabupaten Karawang untuk...

21 Rumah Diserahkan, Pemkab Karawang Tindak Lanjut Penanganan Abrasi di Pesisir

Karawangexpose.com, Karawang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang kembali menunjukkan...
spot_img

Hari Jadi Karawang ke-393, Kejari Karawang Raih Penghargaan dari Bupati

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H., menerima penghargaan atas sinergi dan kontribusi dalam pendampingan serta pengawasan...
spot_img

Pemerintahan

Hari Jadi Karawang ke-393, Kejari Karawang Raih Penghargaan dari Bupati

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari)...

HUT Karawang ke-393, Pemkab Ungkap Capaian Pembangunan dan Deretan Prestasi

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Menginjak usia ke-393 tahun,...

Bupati Aep Turun Langsung Belanja UMKM di Karawang Urban Culture Vol. 2

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Perayaan Hari Jadi Kabupaten...

Kajari Karawang Kembali Dipercaya Bacakan Pembukaan UUD 1945 pada HUT ke-81 RI

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Suasana khidmat menyelimuti lapangan...

Aep Syaepuloh Serahkan Remisi HUT ke-81 RI kepada 837 Narapidana Lapas Karawang

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Semangat kemerdekaan turut dirasakan...

Pemerintah Karawang Dukung GOKAR, Transportasi Online Putra Daerah

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Semangat kebersamaan dan sinergi...

Populer

Polres Karawang Bongkar Jaringan Curanmor Kotabaru, 9 Motor Curian Berhasil Diamankan

Karawangexpose.com, Karawang – Jajaran Polres Karawang berhasil membongkar jaringan...

Dugaan Pelecehan Wartawan di Tirtajaya Tuai Kecaman, Pimpred Ulas Berita: Jangan Anggap Sepele

Karawangexpose.com, Karawang – Permohonan maaf yang disampaikan Ketua Korwilcambidik...

LBH Laskar NKRI Resmi Laporkan Kades Sumurkondang ke Bupati Karawang dan DPMD

Karawangexpose.com, Karawang - Saya selaku Direktur LBH DPP LSM...

Sidang Tipikor Bongkar Dugaan ‘Main Mata’ Proyek: Tanpa Uang, Jangan Harap Menang Tender!

Bandung, Karawangexpose.com – Tabir gelap praktik korupsi di lingkungan...

Karawang 24 Jam

Kadishub Karawang Dukung GOKAR Sebagai Ojek Online Asli Putra Daerah

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Manajemen PT GOKAR Digital...

HUT Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Karawang Intensifkan Pengaturan Lalu Lintas di Jam Sibuk

POLRES KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | ayakan HUT Bhayangkara...

Founder GOKAR Syuhada Wisastra: Warung Sahabat GOKAR Jadi Langkah Nyata Membangun Ekonomi UMKM Karawang

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Komitmen mendukung pertumbuhan Usaha...

GOKAR Karawang Buktikan Kepedulian pada Ojol, Potongan Aplikasi Hanya 5 Persen dan Banyak Benefit

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Kebijakan baru pemerintah bersama...

GOKAR dan Polres Karawang Bersinergi Layani Masyarakat pada Hari Bhayangkara ke-80

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Puluhan driver dan pengurus...