Senin, September 14, 2026
spot_img

ITB Dorong Penguatan Kelembagaan Petani Karawang untuk Hadapi Tantangan Perubahan Iklim

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Perubahan iklim, penurunan kualitas tanah, penggunaan input kimia yang intensif, serta ketidakpastian ketersediaan air membuat pengelolaan pertanian padi di Kabupaten Karawang semakin kompleks. Persoalan tersebut sulit diselesaikan oleh petani secara individual karena air, hama, gulma, dan kondisi lingkungan tidak mengenal batas kepemilikan lahan, sehingga kerja kolektif menjadi prasyarat utama.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Membangun Teknologi Kolektif: Penguatan Kapasitas Kelembagaan Petani Padi untuk Pengembangan Bersama Teknologi Pertanian Cerdas Iklim,” yang berlangsung secara bertahap dari bulan Februari hingga Juli 2026.

Tujuan utama dari kegiatan ini bukan semata untuk menerapkan teknologi untuk memecahkan masalah teknis, tapi membangun teknologi secara bersama yang dapat menguatkan semangat kerja kolektif.

Kegiatan dilaksanakan bersama Kelompok Tani Banyu Asih III dan Banyu Sakti I dan II di Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. Program ini juga melibatkan PT Tani Bersama Estate (TBE), petugas penyuluh pertanian lapangan, serta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat.

Ketua tim kegiatan, Dr. Angga Dwiartama, menjelaskan bahwa pengembangan teknologi pertanian tidak cukup dilakukan dengan membawa alat atau inovasi baru ke tengah masyarakat.

“Teknologi tidak akan menghasilkan perubahan dengan sendirinya. Teknologi perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat, dikembangkan bersama petani, dan didukung oleh kelembagaan yang memungkinkan mereka mengambil keputusan secara kolektif,” ujar Angga.

*Berawal dari persoalan irigasi*

Lahan sawah di Karawang berada dalam satu bentang pertanian yang luas, tetapi dikelola oleh banyak rumah tangga tani dalam petak-petak kecil. Sebagian besar keputusan mengenai penggunaan pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan waktu budidaya dilakukan secara individual.

Padahal, berbagai persoalan pertanian saling terhubung. Gangguan aliran air pada satu bagian saluran dapat memengaruhi banyak petak sawah. Demikian pula, penanganan hama atau gulma pada satu lahan belum tentu efektif apabila tidak diikuti oleh petani di lahan sekitarnya.

Melalui kunjungan lapangan, pemetaan sosial, dan diskusi bersama petani, tim mengidentifikasi kondisi saluran irigasi sebagai salah satu persoalan yang perlu segera ditangani. Pembersihan dan perbaikan saluran kemudian dipilih sebagai pintu masuk untuk membangun kembali kebiasaan bekerja bersama.

Petani terlibat dalam menentukan bagian saluran yang perlu diprioritaskan, membagi pekerjaan, serta melaksanakan pembersihan secara gotong royong. Kegiatan tersebut tidak hanya memperbaiki aliran air, tetapi juga memperlihatkan secara langsung bahwa pengelolaan pertanian membutuhkan koordinasi yang melampaui batas petak individual.

“Setiap kali ada permasalahan air, kami duduk bersama dan bermusyawarah, untuk menentukan jadwal penggunaan air, serta waktu di mana kami bisa melaksanakan kerja bakti,” ujar Pak Sudrajat, wakil ketua kelompok tani Banyu Asih III.

*Penyuluh sebagai penghubung utama*

Petugas penyuluh pertanian lapangan memiliki peran sentral dalam kegiatan ini. Penyuluh tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga menjadi pemersatu, penggerak, dan penghubung antara kelompok tani dengan pemerintah, akademisi, dan penyedia teknologi.

Kedekatan penyuluh dengan petani memungkinkan proses pendampingan berlangsung secara lebih berkelanjutan. Penyuluh membantu tim memahami hubungan antarpelaku, sejarah kelompok tani, kebutuhan petani, serta berbagai kendala yang tidak selalu terlihat dalam pertemuan formal.

Peran tersebut menjadi semakin penting seiring berkembangnya teknologi pertanian berbasis data. Penggunaan kecerdasan artifisial, drone, sensor, dan sistem rekomendasi digital tetap membutuhkan aktor yang dapat menerjemahkan informasi teknis ke dalam kondisi lapangan serta mempertemukannya dengan pengetahuan dan pengalaman petani.

*Belajar bersama akademisi internasional*

Kegiatan ini turut menghadirkan dua akademisi dari Wageningen University & Research, Belanda. Keduanya berdiskusi bersama petani mengenai pertanian skala kecil, kelembagaan petani, perubahan agraria, serta hubungan antara teknologi dan kehidupan masyarakat pedesaan.

Pertemuan tersebut tidak dirancang sebagai kegiatan satu arah, ketika akademisi datang untuk mengajari petani. Sebaliknya, petani ditempatkan sebagai pelaku yang memiliki pengalaman, inovasi lokal, jejaring, dan pengetahuan mendalam mengenai lahan serta lingkungan pertaniannya.

“Pengabdian kepada masyarakat merupakan proses belajar dua arah. Sebagai akademisi, kami tidak boleh melihat petani sebagai kertas kosong. Mereka memiliki pengetahuan, pengalaman, daya tawar, dan inovasi yang perlu menjadi bagian dari pengembangan teknologi,” kata Angga.

Kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi petani untuk berinteraksi dengan jejaring akademik yang lebih luas. Pertukaran tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan diri petani sekaligus membantu akademisi memahami bagaimana konsep dan teknologi berubah ketika diterapkan dalam kondisi pertanian yang nyata.

Menghubungkan teknologi dengan kelembagaan petani

PT Tani Bersama Estate, sebagai salah satu mitra kegiatan, selama ini mengembangkan pendekatan pertanian presisi dan regeneratif di Karawang. Pendekatannya menggabungkan penggunaan mikroorganisme lokal, pemantauan tanaman menggunakan drone dan kecerdasan artifisial, dukungan pembiayaan, serta jaminan akses pasar.

Namun, penerapan teknologi pada lahan petani yang kecil dan terfragmentasi membutuhkan koordinasi yang kuat. Data dari drone atau sensor dapat menjangkau satu kawasan, tetapi tindakan di lapangan tetap dilakukan oleh masing-masing petani. Karena itu, teknologi yang canggih tetap bergantung pada kemampuan petani untuk berdiskusi, belajar, dan mengambil keputusan bersama.

Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa perbaikan saluran irigasi yang terlihat sederhana justru dapat menjadi fondasi sosial bagi pengembangan teknologi yang lebih kompleks. Pengalaman mengatur tenaga, waktu, sarana, dan tanggung jawab bersama dapat membantu kelompok tani mengelola inovasi lain pada masa mendatang.

Pengalaman di Karawang memperlihatkan bahwa transformasi pertanian tidak selalu dimulai dari teknologi yang paling canggih. Perubahan dapat berawal dari kemampuan petani untuk mengenali persoalan bersama, membangun kepercayaan, dan kembali bekerja sebagai sebuah kelompok.

Artikel Lainnya

Hari Jadi Karawang ke-393, Kejari Karawang Raih Penghargaan dari Bupati

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari)...

10 Siswa SMAN 4 Karawang Nikmati Antar Pulang Gratis GOKAR

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Program GOKAR Peduli Sekolah...

Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393, Rektor UBP: Karawang Harus Semakin Maju dan Berdaya Saing

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Peringatan Hari Jadi Kabupaten...

SMKN 2 Karawang Kirim 6 Siswi PKL ke GOKAR, Berlangsung hingga Maret 2027

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Enam siswi SMK Negeri...

HUT Karawang ke-393, Pemkab Ungkap Capaian Pembangunan dan Deretan Prestasi

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Menginjak usia ke-393 tahun,...

KPR Fiktif Rp237 Miliar, PERADI Karawang Soroti Dugaan Keterlibatan Notaris dan Advokat

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Penanganan perkara dugaan korupsi...

Karawang Update

Iduladha 1447 H di Karawang, Bupati Aep Serukan Kurban Tepat Sasaran

Karawang, Karawangexpose.com — Suasana khidmat menyelimuti Lapang Karangpawitan, Kabupaten...

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Disembelih di Rumah Dinas Bupati Karawang

Karawangexpose.com, Karawang – Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menerima bantuan...

IASKA Targetkan 1.000 Peserta pada Reuni Akbar SMEAN 20/SMKN 2 Karawang

Karawangexpose.com, Karawang – Ikatan Alumni SMEAN 20/SMKN 2 Karawang...

GOKAR Karawang Dukung Program Pembinaan dan Pemberdayaan Warga Binaan

Karawangexpose.com, Karawang — Paradigma bahwa seluruh warga binaan merupakan...

Remaja 15 Tahun Ikut Jadi Korban TPPO, Pemkab Karawang Pulangkan 8 Buruh dari Kebun Tebu

Karawang, Karawangexpose.com - Harapan delapan warga Kabupaten Karawang untuk...

21 Rumah Diserahkan, Pemkab Karawang Tindak Lanjut Penanganan Abrasi di Pesisir

Karawangexpose.com, Karawang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang kembali menunjukkan...
spot_img

Hari Jadi Karawang ke-393, Kejari Karawang Raih Penghargaan dari Bupati

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H., menerima penghargaan atas sinergi dan kontribusi dalam pendampingan serta pengawasan...
spot_img

Pemerintahan

Hari Jadi Karawang ke-393, Kejari Karawang Raih Penghargaan dari Bupati

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari)...

HUT Karawang ke-393, Pemkab Ungkap Capaian Pembangunan dan Deretan Prestasi

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Menginjak usia ke-393 tahun,...

Bupati Aep Turun Langsung Belanja UMKM di Karawang Urban Culture Vol. 2

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Perayaan Hari Jadi Kabupaten...

Kajari Karawang Kembali Dipercaya Bacakan Pembukaan UUD 1945 pada HUT ke-81 RI

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Suasana khidmat menyelimuti lapangan...

Aep Syaepuloh Serahkan Remisi HUT ke-81 RI kepada 837 Narapidana Lapas Karawang

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Semangat kemerdekaan turut dirasakan...

Pemerintah Karawang Dukung GOKAR, Transportasi Online Putra Daerah

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Semangat kebersamaan dan sinergi...

Populer

Polres Karawang Bongkar Jaringan Curanmor Kotabaru, 9 Motor Curian Berhasil Diamankan

Karawangexpose.com, Karawang – Jajaran Polres Karawang berhasil membongkar jaringan...

Dugaan Pelecehan Wartawan di Tirtajaya Tuai Kecaman, Pimpred Ulas Berita: Jangan Anggap Sepele

Karawangexpose.com, Karawang – Permohonan maaf yang disampaikan Ketua Korwilcambidik...

LBH Laskar NKRI Resmi Laporkan Kades Sumurkondang ke Bupati Karawang dan DPMD

Karawangexpose.com, Karawang - Saya selaku Direktur LBH DPP LSM...

Sidang Tipikor Bongkar Dugaan ‘Main Mata’ Proyek: Tanpa Uang, Jangan Harap Menang Tender!

Bandung, Karawangexpose.com – Tabir gelap praktik korupsi di lingkungan...

Karawang 24 Jam

Kadishub Karawang Dukung GOKAR Sebagai Ojek Online Asli Putra Daerah

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Manajemen PT GOKAR Digital...

HUT Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Karawang Intensifkan Pengaturan Lalu Lintas di Jam Sibuk

POLRES KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | ayakan HUT Bhayangkara...

Founder GOKAR Syuhada Wisastra: Warung Sahabat GOKAR Jadi Langkah Nyata Membangun Ekonomi UMKM Karawang

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Komitmen mendukung pertumbuhan Usaha...

GOKAR Karawang Buktikan Kepedulian pada Ojol, Potongan Aplikasi Hanya 5 Persen dan Banyak Benefit

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Kebijakan baru pemerintah bersama...

GOKAR dan Polres Karawang Bersinergi Layani Masyarakat pada Hari Bhayangkara ke-80

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Puluhan driver dan pengurus...