google-site-verification=mfDzAmrATs_axixiQE589FtwGxMIv1RrxySdHsqAmqE
spot_img
Beranda blog

Khidmat di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Karawang Hayati Jumat Agung

Karawang, Karawangexpose.com — Lapas Kelas IIA Karawang menggelar ibadah Jumat Agung bagi warga binaan Nasrani di Aula Sahardjo, Jumat (3/4). Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, menjadi momen refleksi spiritual bagi para peserta.

Ibadah diawali dengan pembukaan oleh Pendeta Yani Setyawati Lim, S.Th. dari Yayasan Kasih Bethesda. Dalam suasana yang tenang, warga binaan mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh penghayatan, memaknai Jumat Agung sebagai simbol pengorbanan Yesus Kristus.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi, turut memberikan sambutan secara virtual. Ia mengajak warga binaan menjadikan Jumat Agung sebagai momentum refleksi diri menuju perubahan yang lebih baik.

“Jumat Agung menjadi pengingat akan kasih dan pengorbanan. Jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta menata masa depan yang lebih baik,” ujar Mashudi.

Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan pembacaan Firman Tuhan oleh Pendeta Yani Setyawati Lim, S.Th., yang semakin memperdalam suasana khusyuk. Pesan yang disampaikan menjadi penguatan rohani sekaligus menumbuhkan harapan bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan ke depan.

Seluruh proses ibadah berlangsung tertib dan lancar, dengan dukungan petugas Lapas Karawang yang memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif. Partisipasi aktif warga binaan menunjukkan pentingnya pembinaan kerohanian dalam proses pembinaan di dalam lapas.

Melalui kegiatan ini, Lapas Karawang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual. Momentum keagamaan seperti Jumat Agung menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebaikan, pengendalian diri, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.

Mobil Dinas Mulai Dikandangi, Pemkab Karawang Siap Terapkan WFH dan Hemat BBM

Karawangexpose.com, Karawang — Pemerintah Kabupaten Karawang mulai menerapkan langkah efisiensi energi melalui kebijakan work from home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat, disertai pembatasan penggunaan kendaraan dinas.

Penerapan kebijakan tersebut mulai terlihat dari banyaknya mobil dinas milik organisasi perangkat daerah (OPD) yang terparkir di area Galeri Balai Indung Pemkab Karawang, Kamis (2/4/2026).

Kepala BKPSDM Karawang, Jajang Jaenudin, menjelaskan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penghematan anggaran operasional sekaligus konsumsi energi di lingkungan pemerintah daerah.

Menurutnya, skema WFH, efisiensi penggunaan fasilitas kantor, hingga pembatasan kendaraan dinas merupakan satu rangkaian kebijakan yang saling terintegrasi.

“WFH, efisiensi kantor, sampai pembatasan kendaraan dinas itu satu paket. Targetnya jelas: hemat energi, termasuk BBM,” kata Jajang.

Dalam pelaksanaannya, kendaraan dinas kini tidak lagi digunakan secara bebas seperti sebelumnya. Pemkab Karawang mulai memusatkan kendaraan operasional di sejumlah titik, salah satunya di kawasan Galeri Nyi Indung Pager Asih.

Kondisi tersebut membuat pola mobilitas ASN ikut menyesuaikan. Para pegawai didorong untuk menggunakan moda transportasi yang lebih hemat, seperti angkutan umum, kendaraan listrik, sepeda motor, maupun sepeda.

Meski demikian, kendaraan dinas tetap dapat digunakan apabila memang dibutuhkan untuk kepentingan kedinasan.

Upaya efisiensi juga diterapkan di dalam lingkungan kantor. Pemkab Karawang mulai memperketat penggunaan energi listrik dengan mewajibkan perangkat elektronik dimatikan saat tidak digunakan.

Selain itu, penggunaan lampu LED hemat energi, pengaturan suhu AC pada kisaran 24 hingga 26 derajat Celsius, serta pemanfaatan pencahayaan alami pada siang hari juga menjadi bagian dari kebijakan tersebut.

Tidak hanya listrik, penggunaan air di lingkungan perkantoran juga ikut diawasi guna mencegah pemborosan.

Pasca Wafatnya Emay Ahmad Maehi, KADIN Karawang Tunjuk Aris Susanto sebagai Pj Ketua

0

KARAWANG – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Karawang menggelar Rapat Pengurus Lengkap dalam rangka silaturahmi dan konsolidasi organisasi, sebagai langkah cepat menjaga stabilitas kelembagaan pasca wafatnya Ketua KADIN Karawang.

Dalam rapat tersebut, Aris Susanto resmi ditetapkan sebagai Penjabat (Pj) Ketua KADIN Kabupaten Karawang, menggantikan almarhum Emay Ahmad Maehi.

Rapat dihadiri oleh Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Karawang Nizar Sungkar, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Karawang Ace Sudiar, serta jajaran pengurus dan anggota dari berbagai sektor usaha.

Dalam arahannya, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Karawang Ace Sudiar menegaskan bahwa konsolidasi organisasi merupakan langkah penting untuk memastikan keberlangsungan peran KADIN di tengah dinamika ekonomi daerah. Ia meminta seluruh jajaran tetap solid serta mengawal proses transisi kepemimpinan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Sementara itu, Aris Susanto Pj Ketua KADIN Karawang menegaskan bahwa kepemimpinan sementara yang diembannya akan difokuskan pada menjaga kesinambungan program serta memperkuat konsolidasi internal organisasi.

Ia secara khusus menekankan komitmennya untuk melanjutkan program kerja yang telah disusun oleh almarhum Emay Ahmad Maehi, termasuk agenda strategis Musyawarah Kabupaten (Mukab) yang sebelumnya telah dipersiapkan.

“Melanjutkan program kerja almarhum adalah bagian dari tanggung jawab organisasi. Mukab yang telah disiapkan akan kami laksanakan dalam waktu dekat sesuai dengan rencana yang telah dirumuskan sebelumnya,” tegas Aris.

“Adapun panitia sebelumnya yang akan menyelenggarakan mukab yakni, Ketua SC Agus Rivai dan Ketua OC Rudi BG,” lanjutnya.

Aris juga menegaskan bahwa dirinya akan fokus pada tiga hal utama selama masa transisi, yakni menjaga stabilitas organisasi, memastikan keberlanjutan program kerja, dan mengawal pelaksanaan Mukab secara tertib dan sesuai aturan.

“Kami pastikan organisasi ini tetap berjalan normal. Program tidak boleh berhenti, komunikasi antar pengurus harus solid, dan proses menuju Mukab harus kita kawal bersama,” ujarnya.

Rapat tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas organisasi, memperkuat konsolidasi internal, serta memastikan KADIN Karawang tetap berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan penetapan Pj Ketua dan penegasan pelaksanaan Mukab, KADIN Karawang memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan tegas, terarah, dan sesuai ketentuan organisasi, sekaligus melanjutkan seluruh agenda strategis yang telah dirintis sebelumnya.

Demo #BenahinBekasi Memanas, Mahasiswa Bentrok dengan Satpol PP, Plt Bupati Makan Bareng Ormas

0

Karawangexpose.com, Bekasi – Sebuah pemandangan kontras terjadi di depan Kompleks Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi pada Kamis (2/4/2026). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus Kabupaten Bekasi menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “#BenahinBekasi”. Aksi yang awalnya berjalan damai tersebut berujung ricuh ketika massa mencoba merangsek masuk ke dalam kompleks Pemda.

Kericuhan pun pecah. Adu jotos antara mahasiswa dan petugas keamanan, termasuk Satpol PP dan petugas pengamanan dalam (Pamdal), tak terhindarkan. Para mahasiswa yang menuntut perbaikan infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan di RSUD yang buruk, hingga indikasi korupsi sejumlah pejabat, harus berhadapan dengan barisan petugas yang mencoba menghalau mereka. Beberapa mahasiswa bahkan sempat tersungkur dan mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut.

Namun, di saat suasana di luar gerbang memanas dan penuh ketegangan, pemandangan yang sangat berbeda justru terlihat di dalam salah satu ruangan di gedung Pemda. Plt Bupati Bekasi tampak sedang asyik menikmati makan siang bersama.

Dalam sebuah rekaman video yang beredar, terlihat Plt Bupati sedang lahap menyantap hidangan nasi kotak. Tidak ada raut wajah tegang atau khawatir meskipun di luar sana teriakan dan kericuhan sedang terjadi. Mereka tampak berbincang santai dan tertawa seolah tidak terjadi apa-apa.

Menyikapi peristiwa diatas, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi, Ade Gentong, sangat menyesalkan terjadinya adu jotos dan tindakan represif terhadap mahasiswa. Menyampaikan aspirasi adalah hak konstitusional yang dilindungi undang-undang. Seharusnya aparat keamanan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, bukan kekerasan.

“Kami menilai di saat rakyatnya (mahasiswa) sedang berdarah-darah di luar gerbang sedangkan Plt Bupati Bekasi sedang asyik makan siang bersama diruangannya, ini adalah bentuk ketidaksensitifan publik yang nyata. Ini adalah potret buruknya etika birokrasi yang memutus rantai empati antara pemimpin dan rakyat.” Ungkapnya.

“Persoalan yang dibawa mahasiswa—mulai dari infrastruktur, pelayanan kesehatan, hingga dugaan korupsi—adalah persoalan klasik yang butuh jawaban konkret. Kami mendesak Pemda Bekasi untuk segera membuka ruang audiensi yang transparan.” Tambahnya.

“Pemimpin seharusnya kenyang paling terakhir setelah rakyatnya sejahtera, bukan asyik makan siang saat aspirasi rakyat dibalas dengan pukulan di depan rumahnya sendiri.” Tutupnya.

Kepala Desa se-Jabar Kompak, APDESI Tekankan Dukungan Moril dan Materil

0

karawangexpose.com, Karawang — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan halal bihalal dan rapat koordinasi (rakor) di Hotel Mercure Karawang, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat soliditas antar kepala desa se-Jawa Barat dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan pemerintahan desa.

Acara dibuka oleh Sekretaris DPD APDESI Merah Putih Jawa Barat, Tatang Taryana. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga kekompakan organisasi.

“Tugas kita bukan hanya menjalankan roda pemerintahan desa, tetapi juga memastikan kebersamaan dan solidaritas tetap terjaga. Melalui halal bihalal dan rakor ini, kita perkuat sinergi serta komitmen bersama dalam menghadapi berbagai tantangan di desa,” ujar Tatang.

Sementara itu, Ketua DPD APDESI Merah Putih Jawa Barat, Sukarya WK, menekankan bahwa kebersamaan menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Kita harus berdiri bersama sebagai satu keluarga besar APDESI. Solidaritas antar kepala desa adalah kekuatan utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di wilayah Jawa Barat,” tegas Sukarya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap kepala desa yang tergabung dalam APDESI wajib menjunjung tinggi nilai persatuan dan kebersamaan dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat.

“Jangan ada lagi sekat-sekat di antara kita. Ketika satu desa menghadapi persoalan, maka itu adalah persoalan kita bersama. APDESI harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar organisasi,” tambahnya.

“Dengan semangat gotong royong, kita bisa menjaga marwah pemerintahan desa sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” lanjut Sukarya.

Dalam rakor tersebut, disepakati sejumlah komitmen bersama, di antaranya memperkuat solidaritas antar kepala desa, mengedepankan semangat gotong royong, serta menjunjung tinggi kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Selain itu, seluruh anggota APDESI juga bersepakat untuk saling mendukung apabila terjadi permasalahan di wilayah desa. Dukungan tersebut mencakup bantuan moril maupun materil sesuai kemampuan, kehadiran langsung di lokasi apabila diperlukan, serta penyelesaian masalah melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.

Para kepala desa juga berkomitmen untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak memperkeruh keadaan dalam setiap konflik yang terjadi, serta tetap mengedepankan musyawarah mufakat sebagai solusi utama.

Melalui kegiatan ini, APDESI Merah Putih Jawa Barat menegaskan kembali perannya sebagai wadah pemersatu kepala desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang harmonis, solid, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan. Suasana semakin hangat dengan ramah tamah serta makan bersama yang diikuti oleh seluruh kepala desa dan jajaran pengurus, mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan APDESI Merah Putih Jawa Barat.

KPK Ditantang Bongkar Aktor Utama Skandal Ijon Proyek Bekasi

0

Karawangexpose.com, Bekasi – Fakta-fakta menarik yang terkuak dalam persidangan lanjutan perkara dugaan korupsi skema “Ijon Proyek” menjadi bukti tak terbantahkan mengenai adanya praktik rasuah berjamaah yang terstruktur, sistematis, dan masif di berbagai dinas strategis.

Berdasarkan keterangan saksi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung pada Selasa (01/04/2026), terungkap bahwa proses lelang proyek di Pemkab Bekasi diduga kuat hanyalah formalitas administratif. Praktik pengkaplingan proyek (plotting) dengan syarat setoran fee sebesar 10% disinyalir menjadi “tiket masuk” mutlak bagi pengusaha untuk memenangkan paket pekerjaan.

Fakta persidangan menunjukkan indikasi keterlibatan pejabat tinggi. Agung Mulya (Kabid PSDA), secara terbuka mengakui adanya praktik pungutan fee 10% dalam setiap kegiatan proyek. Bahkan, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menegaskan bahwa pemenang proyek disinyalir telah ditentukan melalui lobi-lobi gelap dan plotting jauh sebelum proses lelang dimulai.

Keterlibatan berbagai dinas—mulai dari Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, Cipta Karya dan Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan hingga Dinas Pendidikan—menegaskan bahwa praktik ini bukan sekadar ulah oknum tunggal, melainkan sebuah ekosistem korupsi yang melibatkan pejabat dari tingkat teknis hingga eselon tertinggi di level Kepala Dinas (Kadis).

Menanggapi fakta hukum tersebut, Sekjen IWO Indonesia DPD Kabupaten Bekasi, Karno Jikar, menegaskan bahwa pengakuan para pejabat di bawah sumpah merupakan alat bukti sah yang sangat kuat bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengambil langkah progresif.

“Ini adalah anatomi kejahatan korupsi berjamaah. Pemerintahan akan hancur jika praktik ini dibiarkan tanpa sanksi tegas. Kami mendesak KPK agar tidak hanya berhenti pada level kontraktor. Para Kepala Dinas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang mengetahui, memfasilitasi, atau bahkan menikmati aliran dana ini harus segera ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Karno.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya, sejumlah Kepala Dinas secara spesifik disebut menerima aliran uang dengan rincian sebagai berikut :

Henry Lincoln : Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi sebesar : Rp 2.940.000.000

Benny Sugiarto Prawiro : Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi sebesarn : Rp 500.000.000

Nurchaidir : Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi sebesar : Rp 300.000.000

Imam Faturochman : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi sebesar: Rp 280.000.000

Publik kini menanti keberanian KPK untuk menuntaskan skandal ini hingga ke akar-akarnya guna memutus mata rantai korupsi di bumi “Swatantra Wibawa Mukti”. (Red)

Mutasi Kepsek Karawang Kini Berbasis Data, SIMKSPS Hapus Praktik “Like and Dislike”

KARAWANG, Karawangexpose.com — Pemerintah Kabupaten Karawang mulai melakukan transformasi dalam sistem penempatan kepala sekolah dengan mengandalkan teknologi berbasis data. Melalui penerapan SIMKSPS (Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah), proses mutasi kini diarahkan lebih objektif, transparan, dan terukur.

Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola pendidikan, sekaligus menjawab berbagai sorotan terkait praktik mutasi yang selama ini dinilai masih sarat subjektivitas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, menegaskan bahwa sistem ini dirancang untuk memastikan setiap keputusan didasarkan pada data yang valid dan terintegrasi.

“Penerapan SIMKSPS ini menjadi langkah penting untuk memastikan mutasi kepala sekolah dilakukan secara objektif dan berbasis data, bukan lagi karena kedekatan atau pertimbangan subjektif,” ujarnya (Kamis, 2/4/2026).

Dalam implementasinya, SIMKSPS mengolah berbagai indikator penting, mulai dari kinerja, kompetensi, rekam jejak, hingga kebutuhan riil di masing-masing satuan pendidikan. Dengan pendekatan ini, penempatan kepala sekolah diharapkan lebih tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan setiap kepala sekolah ditempatkan sesuai kompetensi, rekam jejak, dan kebutuhan sekolah, sehingga kualitas pendidikan di Karawang bisa terus meningkat,” tambahnya.

Sistem ini juga memberikan kemudahan bagi pemerintah daerah dalam mengakses dan menganalisis data calon kepala sekolah secara menyeluruh. Seluruh informasi tersaji dalam satu platform digital yang memudahkan proses pengambilan keputusan.

“Dengan sistem ini, seluruh proses menjadi lebih transparan dan akuntabel. Semua bisa dipertanggungjawabkan karena berbasis data yang terintegrasi,” tegasnya.

Lebih jauh, penerapan SIMKSPS diharapkan mampu mengakhiri praktik “like and dislike” yang selama ini kerap menjadi sorotan dalam proses mutasi jabatan di lingkungan pendidikan.

“Kami berharap sistem ini mampu menghilangkan praktik ‘like and dislike’ dalam mutasi jabatan, dan benar-benar mendorong profesionalisme di dunia pendidikan,” ungkapnya.

SIMKSPS sendiri merupakan sistem digital terintegrasi yang menghubungkan data kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Platform ini tidak hanya digunakan untuk penempatan, tetapi juga mendukung proses seleksi hingga evaluasi berkelanjutan.

Selain itu, dinas pendidikan dapat memanfaatkan sistem ini untuk memetakan kebutuhan kepala sekolah di berbagai wilayah, sehingga setiap sekolah dapat dipimpin oleh figur yang sesuai dengan karakteristik dan tantangan masing-masing.

“SIMKSPS juga memudahkan kami dalam memetakan kebutuhan kepala sekolah di setiap wilayah, sehingga tidak ada lagi penempatan yang tidak sesuai,” jelas Wawan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam melakukan reformasi tata kelola pendidikan yang lebih modern, terbuka, dan berbasis kinerja.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk melakukan reformasi tata kelola pendidikan yang lebih modern, terbuka, dan berorientasi pada kinerja,” pungkasnya.

Dengan penerapan sistem berbasis data tersebut, proses mutasi kepala sekolah di Karawang diharapkan berjalan lebih profesional, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

PJT II Kebut Normalisasi Irigasi Johar Karawang, Warga Rela Kehilangan Lapak Demi Cegah Banjir

Karawangexpose.com, Karawang — Upaya penanganan pendangkalan saluran air di wilayah Karawang terus dikebut. Perum Jasa Tirta II (PJT II) melakukan normalisasi besar-besaran di Irigasi Johar, Kecamatan Karawang Timur, sebagai langkah strategis mengantisipasi banjir.

Pengerjaan normalisasi dilakukan sepanjang kurang lebih 2 kilometer, mulai dari kawasan Johar hingga Jembatan Kodim 0604/Karawang. Fokus utama kegiatan ini adalah pengerukan sedimentasi lumpur yang selama ini menghambat aliran air.

Di lapangan, aktivitas alat berat masih terus berlangsung. Hingga Kamis, 2 April 2026, terlihat excavator terus bekerja tanpa henti untuk mempercepat proses normalisasi.

Pihak PJT II menyebut, pengerjaan dilakukan secara intensif dengan sistem siang dan malam demi mengejar target penyelesaian dalam waktu singkat.

Selain pengerukan, material lumpur hasil normalisasi dimanfaatkan untuk memperkuat dan meninggikan tanggul di sepanjang irigasi. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya penertiban bantaran dari bangunan liar.

Berdasarkan data sementara, terdapat lebih dari seratus bangunan liar yang berdiri di sepanjang jalur irigasi dan menjadi perhatian dalam proses penataan kawasan tersebut.

Di sisi lain, program normalisasi ini mendapat dukungan dari warga, meski tidak sedikit yang harus terdampak langsung, termasuk kehilangan lapak usaha di bantaran irigasi.

Salah seorang warga yang ditemui di lokasi mengaku mendukung penuh langkah pemerintah tersebut, meskipun harus mengorbankan tempat berjualan.

“Kami mendukung normalisasi ini supaya tidak banjir. Mau gimana lagi, sekarang memang tidak bisa jualan di pinggir irigasi demi mendukung program pemerintah,” ujarnya.

Normalisasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam mengembalikan fungsi saluran irigasi sekaligus meminimalisir potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Karawang, khususnya saat musim hujan.

PJT II juga memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas, dengan penempatan alat berat di titik aman serta pemasangan rambu-rambu kerja guna menghindari gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Ke depan, hasil normalisasi ini diharapkan tidak hanya memperlancar aliran air, tetapi juga menciptakan kawasan bantaran irigasi yang lebih tertib, aman, dan bebas dari bangunan liar.

Kebersamaan Petugas dan Warga Binaan Warnai Pembukaan Hari Bakti Pemasyarakatan di Lapas Karawang

0

Karawangexpose.com, Karawang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menggelar upacara pembukaan rangkaian kegiatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Rabu (1/4/2026), di lapangan utama lapas.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Lapas Karawang, Christo Victor Nixon Toar, yang ditandai dengan pemukulan gong didampingi jajaran struktural sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian acara.

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti petugas, pegawai magang, serta perwakilan warga binaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan yang bertujuan mendorong kebersamaan dan sportivitas antara petugas dengan warga binaan.

Dalam rangkaian pembukaan, perwakilan warga binaan mengucapkan janji pemain, sementara janji wasit dibacakan oleh petugas sebagai bentuk komitmen untuk menjunjung tinggi sportivitas selama seluruh kegiatan berlangsung.

Sebagai pembuka agenda olahraga, digelar pertandingan ekshibisi futsal antara warga binaan dan petugas. Laga berlangsung meriah dan penuh semangat, sekaligus menjadi sarana hiburan bagi warga binaan serta mempererat kebersamaan di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Karawang, Christo Victor Nixon Toar, mengatakan rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi sekaligus menumbuhkan semangat positif di lingkungan lapas.

“Kami berharap rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan antara petugas dan warga binaan. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada perlombaan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan sportivitas serta semangat positif di lingkungan Lapas Karawang,” ujarnya.

Napak Tilas Rawagede hingga Wayang Golek, HUT ke-19 Laskar NKRI Siap Meriahkan Karawang

Karawangexpose.com, Karawang— Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar NKRI akan menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 pada 9–11 April 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di sejumlah titik di Kabupaten Karawang, dengan melibatkan masyarakat umum serta berbagai unsur organisasi.

Ketua panitia menyebutkan, peringatan tahun ini mengusung semangat kebersamaan dan nasionalisme dengan tema besar “19 Tahun LSM Laskar NKRI Mengakar Bersama Rakyat, Solidaritas, Berintegritas, Untuk Indonesia Maju.”

Rangkaian acara diawali pada Kamis malam, 9 April 2026, dengan kegiatan napak tilas dan malam renungan suci. Kegiatan ini dimulai pukul 18.30 WIB dengan rute dari Kantor DPP LSM Laskar NKRI di Rengasdengklok menuju Monumen Rawagede.

Agenda tersebut dimaksudkan untuk mengenang perjuangan para pahlawan serta memperkuat nilai kebangsaan.

Selanjutnya, pada Jumat malam, 10 April 2026, akan digelar hiburan rakyat berupa pertunjukan jaipong yang menampilkan Ujang Lanay. Acara ini berlangsung di Situ Cipule, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026. Pada siang hari, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, panitia akan menggelar santunan bagi anak yatim, pembagian doorprize, serta hiburan rakyat yang menghadirkan Orkes Nirwana Jawa Timur.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran wayang golek oleh dalang Dadan Sunandar Sunarya (“Giri Harja 3”). Acara ini kembali dipusatkan di Situ Cipule dan dimulai pukul 20.00 WIB.

Ketua Umum LSM Laskar NKRI, H. ME. Suparno, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-19 ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat soliditas organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ini bukan hanya perayaan ulang tahun, tetapi juga refleksi perjalanan panjang kami dalam mengawal nilai-nilai kebangsaan dan keadilan sosial di tengah masyarakat,” ujar Wa Parno sapaan akrabnya dalam keterangannya. (Rabu, 01/4/2026).

Ia menambahkan, kegiatan sosial seperti santunan anak yatim menjadi bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat.

“Kami ingin hadir tidak hanya dalam wacana, tetapi juga dalam aksi nyata. Santunan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus berbagi dan peduli,” kata dia.

Menurut Ketum LSM Laskar NKRI, keterlibatan masyarakat dalam seluruh rangkaian acara menjadi indikator penting bahwa organisasi tetap dekat dengan rakyat.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut serta. Karena pada dasarnya, kekuatan kami ada pada kebersamaan dengan rakyat,” ujarnya.

Ia juga berharap momentum ini dapat mempererat persatuan dan meningkatkan semangat nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda.

“NKRI harga mati bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Kami ingin semangat itu terus hidup,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah, serta masyarakat umum yang ingin turut meramaikan peringatan HUT LSM Laskar NKRI ke-19.