google-site-verification=mfDzAmrATs_axixiQE589FtwGxMIv1RrxySdHsqAmqE
spot_img
Beranda blog Halaman 24

Kepedulian Nyata RSUD Karawang untuk Korban Banjir Karawang Barat

KARAWANG, KarawangExpose.com – RSUD Kabupaten Karawang menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan di sejumlah wilayah terdampak banjir di Kecamatan Karawang Barat pada Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir.

Humas RSUD Kabupaten Karawang, Luthfi, menyampaikan bahwa bakti sosial tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, serta pemberian donasi makanan kepada warga setelah menjalani pemeriksaan medis.

“Kegiatan pertama dilaksanakan di Desa Telukmungkal, tepatnya di RT 04 RW 11, Karawang Barat. Ratusan warga terlihat antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh RSUD Kabupaten Karawang,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan serupa juga digelar di wilayah Banteng, RT 006 RW 008, Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat. Lokasi ini merupakan salah satu kawasan yang terdampak cukup parah akibat banjir.

Dalam kegiatan tersebut, RSUD Kabupaten Karawang mengerahkan tenaga kesehatan yang terdiri dari apoteker dan perawat. Tidak hanya itu, sejumlah dokter spesialis juga diterjunkan guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal.

Dokter spesialis yang terlibat dalam kegiatan bakti sosial ini antara lain dokter spesialis anak, penyakit dalam, kebidanan, serta spesialis kulit dan kelamin. Kehadiran dokter spesialis ini bertujuan untuk menangani berbagai keluhan kesehatan yang dialami warga pascabanjir.

“Jumlah warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan di Kampung Telukmungkal mencapai 150 orang. Sebagian besar warga datang dengan keluhan kesehatan yang muncul akibat kondisi lingkungan pascabanjir,” jelas Luthfi.

Sementara itu, di Kampung Benteng tercatat sebanyak 171 orang mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dari tim medis RSUD Kabupaten Karawang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyakit yang paling banyak diderita warga adalah penyakit kulit dan gangguan pernapasan. Kondisi ini diduga dipicu oleh lingkungan yang lembap serta kurangnya akses terhadap air bersih selama banjir.

Selain pemeriksaan dan pengobatan, warga juga menerima bantuan berupa donasi makanan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang masih dalam masa pemulihan pascabanjir.

Evolusi Sistem Kepemimpinan dan Makna Pemilukada: Antara Demokrasi Langsung, Perwakilan, dan Daulat Rakyat

0

KarawangExpose.com – fase awal kehidupan di muka bumi, manusia hidup secara nomaden (berpindah-pindah), diisi dengan kebiasaan berburu & meramu. Pada zaman ini struktur masyarakatnya egaliter/setara, belum mengenal sistem kepemimpinan formal. Pemimpin biasanya muncul secara situasional untuk menghadapi masalah yang mengancam kelangsungan hidup kelompok.

Zaman Pra Aksara selanjutnya, manusia mulai hidup menetap {sedenter) dan sistem bercocok tanam, yang menandai dimulainya sistem keSUKUan, dengan konsep kepemimpinan PRIMUS INTERPARES, yakni yg dianggap menonjol (utama) diantara yg setara, dipilih berdasar atas kewibawaan, kehormatan & kemampuan melindungi KESEJAHTERAAN kelompok.

Perkembangan selanjutnya saat manusia mengenal KEYAKINAN trhadap hal supranatural, mulai muncul sistem kepemimpinan TEOKRASI, yakni Pemimpin dipersepsikan memiliki relasi dianggap sebagai penjelmaan dewa, sebagai pemegang kebenaran dan kekuasaan absolut, juga tidak bisa disentuh/ dikritisi, semisal kepemimpinan raja-raja Firaun di Mesir .

Pada era Klasik abad pertengahan, kepemimpinan sering dikaitkan dengan takdir yang mengedepankan TRAH (turunan) ataupun Kelebihan bawaan pada diri seseorang. Mindset masyarakat zaman ini menjadi cikal-bakal dimulainya sistem kepemimpinan Monarki, dimana pemegang otoritas kekuasaan berlangsung secara turun temurun disertai pembagian jabatan berdasar kekerabatan (dInastI), menafikan penilaian yang berbasis kecakapan / kompetensi.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, sistem kepemimpinan terus mengalami inovasi mencari format yang paling cocok dan ideal. Sistem MONARKI beranak pinak menjadi Monarki ABSOLUT dengan keberadaan seorang raja yang memegang peran sbagai Kepala Negara skaligus Kepala Pemerintahan, serta Monarki Konstitusional dengan formasi Raja sebagai Kepala negara dan simbol pemersatu, sedangkan Kepala Pemerintahannya dipegang oleh Perdana Menteri.

Pasca Revolusi Prancis yang ditandai keruntuhan rezim dictator Raja Louis XVI, dunia mulai mengenal system DEMOKRASI atau PEMERINTAHAN DAULAT RAKYAT”. Type ini dianggap paling cocok untuk menjawab kemajuan peradaban dan tuntutan dari kaum Renaissance yang memperjuangkan hak-hak dasar manusia. Syarat utama negara penganut demokrasi, sebagaimana ditegaskan oleh Montesque, yakni menjalankan Trias Politica dengan wajib menghadirkan tiga Lembaga, yaitu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.

Namun faham Demokrasi pun pada akhirnya menghasilkan banyak corak penyesuaian, dengan turunannya seperti Demokrasi LIBERAL dan demokrasi SOSIALIS. bahkan saat masuk ke Indonesia, terciptalah model Demokrasi PANCASILA, dengan penekanan pada budaya musyawarah dan PERWAKILAN, sebagaimana esensi sila ke-4 Pancasila.

Semenjak berdiri, Indonesia berulang kali mengalami perubahan model dalam menentukan Presiden. Sehari setelah Proklamasi, Soekarno ditetapkan sebagai Presiden melalui kesepakatan bersama para anggota PPKI, bukan dipilih oleh rakyat. Soeharto pun demikian, menjadi Presiden melalui demokrasi Perwakilan (dipilih mpr). Sistem perwakilan ini bertahan hingga Pemilu pertama di era reformasi yang menghasilkan Presiden Gusdur (diteruskan Megawati). Sedangkan Pemilihan Langsung dimulai pada saat Pemilu 2004, dan SBY memperoleh kepercayaan rakyat sebagai Presiden pertama produk pemilu langsung.

Tidak hanya Pilpres, untuk Pilkada pun Indonesia mengalami perubahan sistem, dimulai dari ditunjuk oleh Presiden, lalu dipilih oleh DPRD dan selanjutnya dipilih rakyat. Tentu pergantian sistem tersebut selalu menimbulkan polemik dan ada plus minusnya. Semua ide gagasan tentang sIstem kepemimpinan nasional ataupun lokal merupakan eksperimen untuk mencari format terbaik yang mampu mewujudkan cita-cita rakyat sebagai pemilik daulat, yaitu negara merdeka yang adil makmur.

Sistem penentuan pemimpin bukanlah TUJUAN akhir, namun hanya semata ALAT atau JALAN, sebab mandat rakyat adalah perwujudan WELFARE STATE atau NEGARA KESEJAHTERAAN. Tentunya rakyat tidak berharap perdebatan sistem Pemilukada, baik pihak yang maksa merubah ataupun ngotot bertahan, lebih mengedepankan kalkulasi politis untuk sekedar merebut atau mempertahankan jejaring kekuasaan. Pada titik inilah Daulat Rakyat sebagai esensi negara Demokrasi harus dimaknai oleh para elite maupun rakyat dengan berlandaskan pada kepentingan bersama dan filosofi berdirinya sebuah bangsa, yang memiliki kesamaan sejarah di masa lalu dan juga kesamaan cita-cita untuk masa depan.

Pilkada langsung lebih mencerminkan daulat rakyat, bukan hanya pestanya para elite kekuasaan. Rakyat merasa dilibatkan untuk menentukan pemimpinnya, ada efek geliat ekonomi, diantaranya bagi jasa percetakan, konveksi, media massa, lembaga penyelenggara, jasa iklan dan publikasi, Lembaga Survei atau konsultan politik, dan banyak lagi.

Namun di sisi lain, sistem ini sangat berbiaya tinggi, baik dalam proses perhelatan, ataupun cost politik calon, bahkan dikategorikan sangat tidak logis untuk menghasilkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Output lainnya dari pilkada langsung adalah tumbuh subur politik dinasti, politik uang, praktek IJON PROYEK para pengusaha berbaju relawan, IJON PROMOSI JABATAN dari ASN yang dijadikan mesin pemenangan, serta maraknya kasus korupsi dan praktek penyimpangan wewenang Kepala Daerah sebagai raja-raja lokal.

Gus Dur pernah bercerita, konon tiga Presiden dari negara padat penduduk menyempatkan berkunjung ke Yunani, negerinya para dewa. Presiden Cina bertanya kepada dewa tentang perkiraan Cina mencapai kemajuan. Sang Dewa menjawab sekitar 50 tahun lagi. Presiden Cina menangis mendengar jawaban tersebut. Lalu Presiden India bertanya hal serupa. Sang Dewa menjawab sekitar 70 tahunan. Mendengar itu, Presiden India menangis lebih keras dibanding Presiden China. Tiba giliran Presiden Indonesia mengajukan pertanyaan yang sama. Sang Dewa tak menjawab, malah terdiam membisu, tiba-tiba Dewa membalikan badan lalu menangis histeris jauh lebih kencang dibanding tangis Presiden CIna dan India.

Oleh : Dadan Suhendarsyah Pegiat Sosial Politik Jalur Tengah

Uji UU Pers Dikabulkan, MK Perkuat Perlindungan Hukum bagi Wartawan

0

Jakarta, KarawangExpose.com – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan wartawan tidak dapat langsung dituntut pidana atas karya jurnalistiknya. Putusan ini merupakan tanggapan MK dalam uji materiil terhadap Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) yang diajukan Ikatan Wartawan Hukum (IWAKUM).

Putusan Nomor 145/PUU-XXIII/2025 tersebut dibacakan Ketua MK Suhartoyo dalam sidang pengucapan putusan di Gedung MK, Jakarta, Senin (19/1/2026).

MK juga menyatakan frasa “perlindungan hukum” dalam Pasal 8 UU Pers bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat, sepanjang tidak dimaknai bahwa penerapan sanksi pidana dan/atau perdata terhadap wartawan dalam menjalankan profesinya secara sah hanya dapat dilakukan setelah mekanisme hak jawab, hak koreksi, serta dugaan pelanggaran kode etik jurnalistik diproses melalui Dewan Pers dan tidak mencapai kesepakatan sebagai bagian dari prinsip restorative justice.

“Apabila norma tersebut tidak diberikan pemaknaan yang jelas dan konkret oleh Mahkamah, maka berpotensi langsung menjerat wartawan tanpa terlebih dahulu melalui mekanisme yang terdapat dalam ketentuan UU 40/1999,” ujar Guntur.

Menurutnya, pemaknaan tersebut bertujuan memastikan bahwa tindakan hukum terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik wajib mengedepankan mekanisme dan prinsip perlindungan terhadap pers.

“Sehingga apabila terjadi sengketa yang bersumber dari karya jurnalistik, maka penyelesaiannya harus mengedepankan mekanisme sebagaimana diatur dalam UU 40/1999 dengan pertimbangan Dewan Pers,” sambungnya.

[Sumber : Kompascom]

Maslani Tegaskan ASN Wajib Hadir Bantu Warga Terdampak Banjir

Karawang | KarawangExpose.com — Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, memimpin apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Karawang pada Senin, 19 Januari 2026.

Dalam arahannya, Maslani menekankan pentingnya kesiapsiagaan Aparatur Sipil Negara atau ASN menghadapi musim penghujan yang berpotensi memicu genangan dan banjir di sejumlah wilayah.

Ia mengimbau para pegawai yang menggunakan kendaraan bermotor untuk berangkat lebih awal demi keselamatan dan menghindari risiko di jalan saat cuaca ekstrem.

Maslani juga menyoroti kondisi banjir yang masih melanda beberapa titik di Karawang. Ia secara tegas menginstruksikan seluruh ASN agar lebih peka, responsif, serta hadir langsung membantu warga terdampak di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, kehadiran ASN di tengah masyarakat menjadi bukti nyata peran pemerintah daerah dalam menangani bencana dan meringankan beban warga.

Di akhir apel, Wakil Bupati mengapresiasi kedisiplinan ASN yang hadir tepat waktu, sekaligus berharap budaya disiplin ini terus terjaga untuk meningkatkan kinerja pemerintahan di awal tahun 2026.

Mahasiswa KKN Desa Pusakamulya Unsika Terlibat dalam Kegiatan Susur Sungai Kampung Wisata Parakanceuri

0

PURWAKARTA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Pusakamulya Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) terlibat dalam kegiatan susur sungai yang dilaksanakan di Kampung Wisata Parakanceuri, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (11/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian sungai dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

Kepala Dusun Parakanceuri, Imam Gimnastiar, mengatakan bahwa kegiatan susur sungai bertujuan untuk menjaga kelestarian sungai serta menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Susur sungai ini tidak lain untuk menjaga kelestarian sungai tersebut. Berlokasi di sungai cibutrenget. Alhamdulillah telah dilaksanakan kegiatan tersebut dengan harapan akan kepedulian kepada sungai ya, kepada alam. Tidak membuang sampah lagi kepada sungai tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk satu sungai, tetapi juga sebagai pengingat bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap seluruh sungai yang ada di wilayah Parakanceuri dan Desa Pusakamulya.

“Bukan hanya sungai cibetrenge kang, lebih ke semua sungai yang ada di parakanceuri, umumnya yang ada di desa pusajamulya,” katanya.

Terkait keterlibatan pihak lain, Imam menyebutkan bahwa kegiatan susur sungai ini didukung oleh berbagai unsur, termasuk mahasiswa.

“Di dukung ama anak-anak permata bandung. Ada juga dari universitas karawang, dari akang sama teman-teman. Terus ada lagi dari stis purwakarta. Terus ada lagi wikara kang,” ucapnya.

Ketua Pelaksana Susur Sungai, Egi Algina Nur J., menjelaskan bahwa mahasiswa KKN Desa Pusakamulya Unsika terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan diskusi teknis pada malam hari bersama Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (Permata) Cabang Bandung dan mahasiswa KKN Unsika.

“Eee mungkin secara singkat ya, kita mulai dari malam hari kemarin, malam minggu. Kita mulai diskusi, kawan-kawan permata dan kawan-kawan kkn dari universitas singaperbangsa karawang. Mulai diskusi terkait teknis pelaksanaan lalu paginya kita mulai briefing terkait ceremonial pembukaan terkait acara susur sungai dilanjut ke pematerian terkait edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Egi, pemilihan Kampung Wisata Parakanceuri sebagai lokasi kegiatan didasari oleh perannya sebagai kampung yang menginspirasi kampung wisata lainnya.

“Mungkin karena yang pertama, desa parakanceuri ini atau kampung wisata parakanceuri ini salah satu kampung yang menginspirasi beberapa kampung wisata di kampung-kampung lain,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, sungai yang menjadi objek susur sungai berada di Kampung Parakanceuri dengan kondisi yang masih memprihatinkan.

“Menurut saya pribadi, sungai yang menjadi objek kegiatan itu namanya Sungai Cilamaya yang bertempatan di Kampung Parakan Ceuri. Kalau secara kondisi itu sangat memprihatinkan. Dimana masih banyak masyarakat yang buang sisa-sisa sampah rumah tangga,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa masih ditemukan sampah berukuran besar di bantaran sungai.

“Kami juga menemukan beberapa mulai dari kasur, bantal, dan lain sebagainya. Satu lagi juga kami menemukan beberapa ragam popok popok bayi di bantaran sungai,” katanya.

Egi menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN Unsika, pengelola kampung wisata, relawan pelajar, serta masyarakat setempat dengan jumlah peserta mencapai ratusan orang.

“Kalau diperkirakan semua volunteer yang hadir itu sekitar 110–120 orang,” ujarnya.

Melalui kegiatan susur sungai ini, mahasiswa KKN Desa Pusakamulya Unsika berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Harapannya mungkin warga sekitar maupun warga-warga lain bisa lebih menjaga terkait kelestarian alam, terus menjaga terkait alur sungai. Jangan membuang sampah sembarangan,” kata Egi.

Ke depan, kegiatan susur sungai ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin sebagai upaya bersama dalam menjaga lingkungan dan ekosistem sungai di Desa Pusakamulya.

Banjir Kepung Karawang Festival, Evakuasi Warga Berlangsung hingga Malam

0

Karawang — Luapan Sungai Citarum kembali menyebabkan banjir di wilayah Kabupaten Karawang. Perumahan Karawang Festival, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, terdampak cukup parah sejak Minggu siang hingga malam hari, Minggu (18/1/2026).

Hingga pukul 22.31 WIB, air belum juga surut dan masih menggenangi rumah-rumah warga dengan ketinggian yang bervariasi. Akibat kondisi tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke masjid dan halaman Kantor Desa Purwadana** demi keselamatan.

Proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai unsur, di antaranya Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, Palang Merah Indonesia (PMI), Pramuka, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Karawang, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang. Petugas mengevakuasi warga lanjut usia, anak-anak, serta membantu mengamankan barang-barang penting milik warga.

Kepala Desa Purwadana, E. Heryana, SH., MH, menyampaikan bahwa pihak desa terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan darurat banjir.

“Kami bersama relawan dan instansi terkait terus melakukan evakuasi dan pemantauan kondisi warga. Prioritas utama adalah keselamatan masyarakat yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Citarum,” ujarnya.

Selain melakukan evakuasi, petugas juga melaksanakan pendataan warga terdampak serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi terjadinya luapan susulan masih dapat terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, aparat dan relawan masih bersiaga di lokasi banjir guna memastikan kondisi warga tetap aman.

Luapan Sungai Citarum, 25 KK Warga Bantarkawung Evakuasi Barang dan Dirikan Dapur Umum

0

Karawang — Luapan Sungai Citarum kembali berdampak pada pemukiman warga. Sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) di wilayah Bantarkawung, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, terpaksa mengevakuasi barang-barang rumah tangga mereka akibat banjir yang merendam lingkungan sekitar.

‎Sebagai langkah darurat, warga bersama aparat setempat mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketua RT setempat, Dole, terlihat bersama warga bahu-membahu membangun tenda seadanya yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang warga sekaligus dapur umum.

‎“Kami bergerak cepat agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Dapur umum ini sangat membantu warga yang terdampak,” ujar RT Dole di lokasi.‎

‎Kepala Kelurahan Nagasari, H. Hasbullah, turun langsung meninjau kondisi warga terdampak banjir pada Minggu (18/1/2026). Ia didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Nagasari, Endang Fajar Sidik, untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik dan kondusif.

‎H. Hasbullah menyampaikan bahwa pihak kelurahan terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk membantu warga terdampak, baik dari sisi logistik, keamanan, maupun antisipasi lanjutan apabila debit air Sungai Citarum kembali meningkat.

‎“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan. Pemerintah kelurahan akan terus memantau kondisi di lapangan dan memberikan bantuan semaksimal mungkin,” tegasnya.‎

‎Hingga saat ini, situasi di lokasi masih dalam pengawasan, sementara dapur umum terus beroperasi untuk melayani kebutuhan konsumsi warga yang terdampak banjir.

Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Warga Kampung Sawah, Dorong Transparansi Anggaran dan Dukungan Pendidikan

0

Karawang – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Pipik Taufik Ismail, S.Sos., M.M., melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Yayasan TPQ RQ Asshidiqiyah, Dusun Campea RT 07/RW 03, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, pada Minggu (18/01/2026).

Pipik Taufik Ismail yang juga merupakan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat ini hadir langsung untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Asshidiqiyah, Sekretaris Desa Kampung Sawah, aparatur desa setempat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga sekitar.

Ketua Yayasan Asshidiqiyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini diharapkan tidak hanya berlangsung pada hari tersebut, namun dapat terus terjalin secara berkelanjutan ke depannya. Ia mengapresiasi kehadiran Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung di tengah masyarakat Kampung Sawah.

Ia juga memaparkan sejarah berdirinya Yayasan Asshidiqiyah yang telah berdiri sejak tahun 2001 sebagai bentuk komitmen yayasan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, yayasan ini hadir untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan namun memiliki keterbatasan ekonomi.

“Di Yayasan Asshidiqiyah, kami membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin bersekolah tanpa dipungut biaya. Semoga keberadaan yayasan ini dapat memberikan manfaat besar dan menjadi harapan baru bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kampung Sawah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga mampu memberikan ilmu, wawasan, serta manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kampung Sawah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat di Desa Kampung Sawah. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan menjadi sarana bertukar ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pipik Taufik Ismail menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas dedikasi Ketua Yayasan Asshidiqiyah yang telah konsisten berkontribusi dalam memperjuangkan pendidikan masyarakat. Menurutnya, keberadaan yayasan tersebut merupakan wujud nyata pengabdian sosial yang patut didukung bersama.

Pipik menegaskan komitmennya sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat untuk memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki guna mendukung keberlangsungan dan pengembangan Yayasan Asshidiqiyah.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan anggaran, baik anggaran pajak negara, pemerintah daerah, maupun anggaran desa, agar masyarakat mengetahui peruntukan dan penggunaannya secara transparan dan akuntabel.

“Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan masyarakat. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk berkontribusi mendukung yayasan ini, sekaligus mendorong masyarakat agar memahami pengelolaan anggaran negara, daerah, dan desa secara terbuka,” ungkapnya.

Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan, di antaranya usulan pembuatan gapura dan pemagaran area pemakaman Desa Kampung Sawah, pengembangan UMKM berupa warung kaki lima, pembangunan Mushola Al Amin di Dusun Campea, serta dukungan anggaran pos jaga bagi Linmas se-Kecamatan Jayakerta yang diwakili oleh anggota Linmas dari Desa Medangasem. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan renovasi mushola di Desa Ciptamarga serta program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban, menjadi wadah komunikasi langsung antara wakil rakyat dan masyarakat dalam rangka pengawasan penyelenggaraan pemerintahan dan penyerapan aspirasi warga.

Gotong Royong Warga dan Pemerintah Kelurahan Tanjungmekar Atasi Genangan di Bantaran Sungai Citarum

0

Karawang – Warga bersama Pemerintah Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, menggelar kegiatan gotong royong membersihkan saluran air yang tersumbat di sejumlah titik wilayah bantaran Sungai Citarum, Minggu (18/01/2026).

Kegiatan ini dilakukan menyusul terjadinya genangan air cukup besar di beberapa lokasi, khususnya di Dusun Katakan RT 03/04 serta kawasan Benteng Kelurahan Tanjungmekar. Genangan disebabkan oleh tersumbatnya aliran air menuju gorong-gorong akibat endapan pasir, tanah, dan tumpukan sampah.

Pantauan di lapangan, warga bersama pengurus RT dan RW setempat bahu-membahu membersihkan saluran air dan gorong-gorong agar aliran menuju Sungai Citarum kembali normal.

Salah seorang warga, Rudi, mengatakan bahwa kegiatan gotong royong dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan.

“Kami bersama warga lainnya bergotong royong melakukan bersih-bersih di tiap titik penyumbatan aliran air ke gorong-gorong yang ada. Karena gorong-gorong menuju Sungai Citarum tidak bisa mengalirkan air, sehingga air dari Citarum justru berbalik ke permukiman,” ujarnya di lokasi

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Tanjungmekar, Aan, mengimbau warga agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air dan sungai.

“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kami juga mengingatkan para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya yang bermain di genangan air demi keselamatan dan kesehatan,” kata Aan.

Lebih lanjut Aan mengapresiasi partisipasi aktif warga. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah kelurahan menjadi kunci dalam penanganan persoalan lingkungan.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian bersama sangat penting. Kami berharap ke depan ada penanganan berkelanjutan agar saluran air tetap terjaga dan tidak menimbulkan genangan saat debit air sungai meningkat,” ujarnya.

Pemerintah Kelurahan Tanjungmekar berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi jangka panjang dalam penanggulangan genangan air di wilayah bantaran Sungai Citarum, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Dorong Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KKN UNSIKA Gelar Sosialisasi Sampah dan Workshop Arang Briket

0

PURWAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) melaksanakan kegiatan

Sosialisasi Pemilahan Sampah yang dilanjutkan dengan

Workshop Pembuatan Arang Briket di Desa Rawasari, Kecamatan Plered. Kegiatan ini berlangsung di balai desa dan diikuti oleh warga setempat.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah rumah tangga. Pada sesi ini, mahasiswa KKN memberikan pemaparan materi tentang jenis-jenis sampah, dampak lingkungan akibat sampah yang tidak terkelola dengan baik, serta manfaat pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sosialisasi disampaikan secara informatif dan interaktif, sehingga mudah dipahami oleh peserta.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan workshop pembuatan arang briket yang melibatkan praktik langsung. Dalam workshop ini, peserta diperkenalkan pada proses pengolahan limbah organik dan bahan alami menjadi arang briket sebagai alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Peserta juga diajak terlibat langsung dalam setiap tahap pembuatan briket.

Azzah selaku penanggung jawab sosialisasi pemilahan sampah menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Sementara itu, Alfi dan Irfan menuturkan bahwa workshop arang briket menjadi langkah lanjutan untuk menunjukkan pemanfaatan limbah secara nyata sebagai solusi ramah lingkungan.

Sementara itu, Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades), Ahmad Nurfauzan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNSIKA dalam mendukung program lingkungan desa.

“Dengan adanya sosialisasi pemilihan sampah dan workshop adalah suatu bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan di desa yang mana dari sekam padi bisa menjadikan suatu inovasi baru pemanfaatan yang bisa menghasilkan perkerjaaan/umkm baru dan semogaa bisa bermanfaat untuk kedepannya.” tuturnya.

Aparatur Desa Rawasari menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala Dusun 1, Pak Bubun Mulyamin, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNSIKA yang menghadirkan edukasi lingkungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Pembuatan arang briket ini bermanfaat untuk UMKM di Desa Rawasari” ujarnya.

Detail Kegiatan

* Target Peserta: Warga Desa Rawasari

* Output: Peningkatan pemahaman tentang pemilahan sampah dan keterampilan dasar pembuatan arang briket

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya-jawab dan penyerahan hasil arang briket kepada peserta sebagai contoh produk olahan limbah.