google-site-verification=mfDzAmrATs_axixiQE589FtwGxMIv1RrxySdHsqAmqE
spot_img
Beranda blog Halaman 27

PDI-P Desak Transformasi Polri agar Tak Jadi Alat Kekuasaan Jangka Pendek

0

Jakarta, KarawangExpose.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mendesak pemerintah segera menjalankan transformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) guna memastikan institusi tersebut tetap tegak lurus pada konstitusi dan tidak menjadi alat kekuasaan jangka pendek.

Desakan itu disampaikan Ketua DPD PDI-P Aceh, Jamaluddin Idham, saat membacakan risalah hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI-P yang digelar di Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026).

“Rakernas I Partai mendesak pemerintah untuk segera menjalankan transformasi Polri melalui penguatan akuntabilitas politik yang substantif, guna memastikan kepolisian tegak lurus sebagai alat negara yang setia pada konstitusi, bukan pada kekuasaan jangka pendek,” ujar Jamaluddin.

Selain itu, PDI-P juga mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk memperketat mekanisme checks and balances terhadap Polri melalui pengawasan parlemen yang lebih tajam serta pemberdayaan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dengan kewenangan eksekutorial.

Menurut PDI-P, penguatan pengawasan tersebut penting agar setiap tindakan kepolisian dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik.

PDI-P menilai, transformasi Polri harus menyentuh pembenahan internal secara menyeluruh agar institusi kepolisian benar-benar profesional dan mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat. Reformasi tersebut diharapkan tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga memperkuat independensi Polri sebagai alat negara yang melayani kepentingan publik dan demokrasi.

“Transformasi ini harus difokuskan pada pembersihan institusi dari anasir politik praktis, penghapusan dwifungsi jabatan sipil, serta realokasi anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan personel Polri di tingkat akar rumput,” kata Jamaluddin.

Ia menegaskan, langkah tersebut penting untuk mewujudkan Polri yang profesional, humanis, dan tepercaya.

Bupati Karawang Resmi Kukuhkan Ketua dan Wakil Ketua FKUB Periode 2025–2030

KARAWANG, KarawangExpose.com– Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., secara resmi mengukuhkan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang masa bakti 2025–2030. Pengukuhan dilaksanakan bersamaan dengan apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Karawang, Senin (12/1/2026), bertempat di Aula Husni Hamid.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Karawang H. Maslani, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., para Asisten Daerah, Kepala OPD, Camat, Kepala Bagian di lingkungan Setda, jajaran pengurus FKUB, serta seluruh ASN Sekretariat Daerah Kabupaten Karawang.

Dalam pengukuhan tersebut, Dr. H. Masykur H. Mansyur, M.M. resmi menjabat sebagai Ketua FKUB Kabupaten Karawang, didampingi K.H. Juhyar, S.Pd., M.A. sebagai Wakil Ketua I. Pengukuhan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karawang Nomor 100.3.3.2/Kep.548-Huk/2025 tentang Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Karawang.

Dalam sambutannya, Bupati Aep Syaepuloh menekankan pentingnya peran FKUB sebagai pilar utama dalam menjaga toleransi dan keharmonisan kehidupan beragama di Kabupaten Karawang.

“Saya percaya pengurus FKUB yang dikukuhkan hari ini akan menjunjung tinggi nilai moderasi beragama dan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan kehidupan masyarakat Karawang yang rukun, damai, dan harmonis,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan amanat kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadikan awal tahun 2026 sebagai momentum meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Saya tidak akan pernah berhenti mengajak seluruh ASN Karawang untuk memberikan bukti nyata yang terbaik. Mari kita bekerja bersama-sama demi pelayanan publik yang semakin baik,” tegasnya.

Pengukuhan FKUB ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta kondusivitas daerah.

Produksi Padi Naik Tajam, Dampak Swasembada Terlihat di Karawang

0

Karawang, KarawangExpose.com — Keberhasilan pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional mulai dirasakan langsung oleh para petani di Karawang, Jawa Barat. Sebagai salah satu lumbung padi utama Indonesia, Karawang mencatat peningkatan produksi yang signifikan serta perbaikan harga gabah yang berdampak pada naiknya kesejahteraan petani.

Ahmad, petani Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, yang telah menggeluti sektor pertanian sejak 1990, mengungkapkan kondisi pertanian saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Sekarang pupuk lebih mudah didapat dan harganya juga lebih terjangkau. Dulu sempat sulit, sekarang jauh lebih lancar,” ujarnya, dikutip Agricom.id dari laman Kementerian Pertanian, Minggu (11/1/2026).

Ahmad menyebut, produktivitas sawah di Karawang mengalami lonjakan tajam. Jika sebelumnya hasil panen hanya berkisar 2–3 ton per hektare, kini petani mampu menghasilkan lebih dari 6 ton, bahkan mencapai 7–8 ton per hektare.

“Produksi jelas meningkat. Ini berkat bantuan pemerintah, mulai dari pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga kebijakan yang benar-benar berpihak kepada petani dan terasa sampai ke lapangan,” katanya.

Keberhasilan swasembada beras nasional pada 2025, yang ditandai dengan tidak dilakukannya impor beras, turut memperkuat kepercayaan diri petani. Kebijakan penetapan harga gabah juga dinilai memberikan dampak langsung terhadap perekonomian rumah tangga petani.

“Harga gabah sekarang benar-benar terasa manfaatnya. Baru setahun sudah kelihatan. Kesejahteraan petani di sini naik sekitar 70 hingga 75 persen,” ungkap Ahmad.

Hal senada disampaikan Leo, petani di Kecamatan Cilebar. Menurutnya, kombinasi kelancaran distribusi pupuk dan harga gabah yang stabil menjadi faktor utama meningkatnya pendapatan petani.

“Pupuk lancar, harga padi bagus, panen juga bagus. Tanaman sehat, petani jadi lebih semangat,” ujarnya.

Sementara itu, Karyadi, petani asal Desa Sukapura, Kecamatan Rawamerta, menilai kebijakan pemerintah telah menumbuhkan optimisme petani untuk terus meningkatkan produksi.

“Dengan swasembada pangan ini, kami semakin semangat. Harga padi naik, bantuan alat tersedia, semuanya terasa di lapangan,” katanya.

Di tengah capaian positif tersebut, para petani berharap pemerintah terus memperkuat pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi, khususnya di wilayah pesisir Karawang yang rentan terhadap gangguan air, guna menjaga keberlanjutan produksi.

Menutup pernyataannya, para petani menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kebijakan yang dinilai semakin berpihak kepada petani.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian. Kami benar-benar merasakan kemajuannya,” ujar Ahmad.

Keberhasilan swasembada pangan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun pertanian nasional yang kuat, berdaya saing, serta menjadikan kesejahteraan petani sebagai fondasi utama ketahanan pangan Indonesia. (*)

Gerak Cepat Rescue Karang Taruna Karawang Atasi Sampah Menahun di Sungai Cilamaran

0

Karawang, KarawangExpose.com – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional, Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang menggelar kegiatan bersih-bersih sampah darat dan saluran Sungai Cilamaran, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Indra Sudrajat, Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur.

Aksi lingkungan tersebut dipimpin langsung oleh Candra Caniago, selaku Ketua Umum Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, dan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Camat Karawang Timur Bunawan, PJT, BBWS, Lapas AII Karawang, Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, Karang Taruna Kecamatan Karawang Timur, serta Karang Taruna Kelurahan Nagasari.

Candra Caniago menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemuda Karang Taruna terhadap kondisi lingkungan, khususnya permasalahan sampah yang selama ini menumpuk di aliran sungai dan daratan sekitar pemukiman warga.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai wujud nyata peran pemuda dalam menjaga lingkungan. Sampah di Sungai Cilamaran sudah lama menumpuk dan perlu penanganan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Bunawan, Camat Karawang Timur, dalam wawancaranya menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Rescue Karang Taruna dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup Nasional harus dijadikan pengingat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Dengan adanya Hari Lingkungan Hidup Nasional, kami menginstruksikan Rescue Karang Taruna Kabupaten dan Karang Taruna Kecamatan Karawang Timur untuk bergerak. Ini adalah sampah yang sudah beberapa tahun tidak pernah diangkut. Alhamdulillah, sekarang bisa kita angkut bersama,” kata Bunawan.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Candra Caniago menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Karawang H. Aep Saepulloh, SE, Sekda Karawang Asep Aang Rahmatullah, Wakil Bupati H. Maslani, serta Erik Heryawan Kusumah, Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai NasDem, Dhani Sudirman ketua umum karangtaruna kabupaten Karawang atas perhatian dan dukungannya terhadap kegiatan kepemudaan dan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, serta tercipta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Karawang.

Pastikan Kualitas Bangunan, Bupati Karawang Tinjau Fasilitas Pendidikan di Klari

0

KARAWANG | KarawangExpose.com – Menjelang hari pertama masuk sekolah, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. meninjau langsung pembangunan sejumlah fasilitas pendidikan di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Kamis (8/1/2026). Peninjauan dilakukan di SDN Anggadita 1 dan SDN Anggadita 4.

Kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memastikan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang bersumber dari anggaran negara dan uang masyarakat dilaksanakan sesuai perencanaan serta standar teknis yang ditetapkan.

Dalam peninjauan itu, Bupati Aep memeriksa secara detail kondisi bangunan sekolah, baik yang masih dalam proses pembangunan maupun yang telah selesai dikerjakan. Ia menyoroti struktur bangunan, kualitas material, hingga kerapihan hasil pekerjaan.

Bupati Aep mengungkapkan, pihaknya masih menemukan sejumlah bangunan sekolah hasil pembangunan di masa lalu yang cepat mengalami kerusakan meskipun belum lama diperbaiki. Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi serta penggunaan material yang tidak memenuhi standar kualitas.

Sebagai bentuk keseriusan, Bupati Aep memberikan peringatan tegas kepada seluruh kontraktor dan pihak pelaksana proyek agar bekerja secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

“Pembangunan sekolah ini menggunakan uang rakyat, maka kualitasnya harus benar-benar dijaga. Tidak boleh asal-asalan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengawasan pembangunan fasilitas pendidikan akan terus diperketat, baik melalui dinas terkait maupun dengan peninjauan langsung ke lapangan. Dengan pengawasan yang optimal, diharapkan kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Karawang dapat meningkat secara signifikan.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pembangunan pendidikan yang berkualitas, berkelanjutan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat dan generasi masa depan.

Dedi Mulyadi Dinilai Langgar Aturan Upah, Buruh: “KDM Gubernur Konten dan Pencitraan”

0

Jakarta, KarawangExpose.com – Gelombang protes buruh kembali menguat. Ribuan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Kamis (8/1/2026). Massa datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat dan DKI Jakarta, termasuk Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cimahi, Cianjur, Sukabumi, Bandung, hingga Majalengka.

Dengan konvoi sekitar 5.000 sepeda motor, peserta aksi bergerak menuju pusat pemerintahan sebagai bentuk tekanan terhadap kebijakan pengupahan yang dinilai semakin menjauh dari rasa keadilan bagi kaum buruh.

Aksi tersebut secara terbuka menolak kebijakan pengupahan yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. KSPI menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi serta regulasi pengupahan nasional. Dalam barisan aksi, massa membawa berbagai spanduk dan poster bernada kritik, salah satunya bertuliskan “KDM GUBERNUR KONTEN DAN PENCITRAAN”, sebagai simbol kekecewaan buruh terhadap kepemimpinan Jawa Barat yang dinilai lebih fokus pada pencitraan publik ketimbang keberpihakan nyata terhadap kesejahteraan pekerja.

Dalam tuntutannya, buruh mendesak agar Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2026 ditetapkan setara 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL), yakni sebesar Rp5,89 juta per bulan. Selain itu, mereka menuntut penetapan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) minimal 5 persen di atas nilai KHL.

Sementara di Jawa Barat, massa aksi menuntut dikembalikannya Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di 19 daerah sesuai rekomendasi resmi bupati dan wali kota. Buruh menilai pemangkasan dan penghapusan UMSK yang dilakukan pemerintah provinsi dilakukan secara sepihak dan menimbulkan ketidakpastian di kalangan pekerja.

KSPI juga menyoroti ketimpangan upah yang semakin mencolok, di mana buruh di perusahaan kecil justru bisa menerima upah lebih tinggi dibandingkan pekerja di perusahaan multinasional. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya perlindungan negara terhadap buruh industri besar.

Tingginya biaya hidup di Jakarta turut menjadi sorotan utama dalam aksi ini. Buruh menilai kebijakan upah murah tidak sejalan dengan realitas ekonomi masyarakat perkotaan dan lebih merupakan hasil keputusan politik yang merugikan kelas pekerja.

Melalui aksi tersebut, KSPI dan Partai Buruh mendesak Presiden Republik Indonesia untuk turun tangan langsung mengevaluasi kebijakan pengupahan di daerah. Massa menegaskan, selama tuntutan belum dipenuhi dan keadilan upah belum terwujud, aksi-aksi lanjutan akan terus digelar sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan hak hidup yang layak.

Editor: Rey

 

Bupati Karawang Aep Syaepuloh Terima Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo

KARAWANG | KarawangExpose.com – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., menerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas dedikasinya dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor ketahanan dan kemandirian pangan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam Panen Raya Nasional yang dirangkaikan dengan pengumuman resmi swasembada pangan Indonesia, bertempat di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).

Satyalancana Wira Karya merupakan tanda kehormatan negara yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang berjasa secara nyata dan berkelanjutan bagi bangsa dan negara, serta menjadi teladan dalam bidang strategis, termasuk ketahanan pangan.

Pada momentum tersebut, Kabupaten Karawang turut menjadi sorotan nasional berkat perannya sebagai salah satu lumbung pangan utama Indonesia. Di bawah kepemimpinan Aep Syaepuloh, Karawang berhasil masuk 10 besar daerah penghasil beras nasional, sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian di tengah tantangan alih fungsi lahan dan perubahan iklim.

Penganugerahan ini dinilai sebagai bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap kontribusi Kabupaten Karawang dalam menopang capaian swasembada pangan nasional tahun 2025. Pemerintah mencatat, Indonesia berhasil mencapai swasembada dengan cadangan beras nasional sekitar 3 juta ton serta tanpa impor beras, yang menjadi tonggak penting dalam penguatan kedaulatan pangan nasional.

Selain Satyalancana Wira Karya, sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa Aep Syaepuloh turut menerima tanda kehormatan Bintang Jasa, sebagai apresiasi tambahan dari Presiden RI atas kiprahnya dalam peningkatan produksi pangan dan pembangunan daerah.

Acara tersebut dihadiri sekitar 6.000 petani dari berbagai daerah, serta sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta pimpinan lembaga pemerintahan lainnya.

Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Tanda Kehormatan atas Capaian Swasembada Beras

KARAWANG | KarawangExpose.com — Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh, aparat, dan kelompok tani yang dinilai berkontribusi besar dalam keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras. Penganugerahan dilakukan bersamaan dengan panen raya dan pengumuman resmi swasembada beras di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Penghargaan tersebut diberikan kepada berbagai unsur, mulai dari Menteri Pertanian, kepala daerah, aparat TNI-Polri, penyuluh pertanian, hingga para petani dari sejumlah daerah. Pemberian tanda kehormatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya.

Dalam pembacaan Keppres, Sekretaris Militer Presiden menyampaikan bahwa tanda kehormatan diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa besar para penerima dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan bangsa.

Presiden Prabowo menyematkan langsung tanda kehormatan kepada para penerima. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dianugerahi Bintang Jasa Utama atas perannya dalam mendorong peningkatan produksi beras nasional. Sementara Heri Sunarto, petani dari Kelompok Tani Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo, menerima Bintang Jasa Pratama sebagai representasi peran petani di lapangan.

Selain itu, Bintang Jasa Nararya diberikan kepada Bobby Irfan Effendi, Penyuluh Pertanian Kabupaten OKU Timur, serta Winarto dari Kelompok Tani Sri Sedhono, Kabupaten Ngawi.

Adapun penerima Satyalancana Wira Karya yang hadir langsung dalam acara tersebut berjumlah 11 orang dan mewakili total 91 penerima dari berbagai daerah. Mereka terdiri dari:

  1. Letjen TNI Mohammad Naudi Nurdika (Dankodiklat TNI)
  2. Setyo Wahono (Bupati Bojonegoro)
  3. Aep Syaepuloh (Bupati Karawang)
  4. AKBP Toni Kasmiri (Kapolres Lampung Selatan)
  5. AKBP Yugi Bayu Hendarto (Kapolres Garut)
  6. Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra (Waaster Kodam XVIII/Kasuari)
  7. Letkol Czi. Dili Eko Setyawan (Dandim Merauke)
  8. Don Muzakir (Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia)
  9. Mugi Raharjo (Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro)
  10. Aseng (Poktan Ciraden, Kabupaten Cianjur)
  11. Nurul Hadi (Poktan Sri Ki Lamaran, Kabupaten Indramayu)

Keberhasilan swasembada beras ini disebut sebagai capaian strategis dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Pemerintah memastikan Indonesia tidak lagi melakukan impor beras, dengan cadangan beras nasional di Bulog kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas swasembada ke komoditas pangan strategis lainnya, termasuk jagung, perikanan, dan protein hewani, guna memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung program makan bergizi gratis.

Masuki 2026, Lapas Karawang Tegaskan Profesionalisme Lewat Perjanjian Kinerja

KARAWANG | KarawangExpose.com – Mengawali tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menggelar Apel Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penyematan tanda kenaikan pangkat pegawai, Selasa (6/1). Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan utama Lapas Karawang dan diikuti oleh seluruh pegawai serta pegawai magang.

Apel dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Karawang dan menjadi momentum awal dalam memperkuat komitmen pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di tahun 2026. Penandatanganan Perjanjian Kinerja ini merupakan wujud kesepakatan bersama untuk meningkatkan kinerja, profesionalisme, serta akuntabilitas seluruh jajaran dalam mendukung penyelenggaraan pemasyarakatan.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh pejabat struktural eselon IV Lapas Karawang secara bergantian menandatangani Perjanjian Kinerja Tahun 2026 sebagai bentuk kesiapan dan kesanggupan dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

Usai penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda kenaikan pangkat kepada Farid Sandhika yang menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Registrasi. Penyematan dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Karawang sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja yang telah ditunjukkan.

Dalam amanatnya, Kepala Lapas Karawang menegaskan bahwa Perjanjian Kinerja bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata yang harus diwujudkan melalui kinerja yang terukur, disiplin, dan berintegritas. Ia juga menyampaikan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk apresiasi negara atas pengabdian pegawai, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan tanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Karawang semakin solid dan berkomitmen dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada hasil sepanjang tahun 2026.

Sepanjang 2025, 32.242 Perantau Masuk ke Karawang Karena Tergiur UMR Tinggi

KARAWANG | KarawangExpose.com — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karawang mencatat sebanyak 32.242 orang perantau masuk ke Karawang sepanjang tahun 2025. Meski jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 32.886 orang, Karawang masih menjadi daerah tujuan favorit para pencari kerja.

Sekretaris Disdukcapil Karawang, Saepul Muhtadin, mengatakan arus pendatang yang tetap tinggi menunjukkan daya tarik Karawang sebagai kawasan industri.

“Walaupun mengalami penurunan, angka ini menegaskan bahwa Karawang masih diminati sebagai tempat tinggal dan bekerja,” ujar Saepul, Selasa (5/1/2026).

Menurutnya, faktor utama yang mendorong pendatang datang ke Karawang adalah besarnya peluang kerja di sektor industri manufaktur, ditopang oleh Upah Minimum Regional (UMR) yang relatif tinggi dibanding daerah lain.

“Karawang menawarkan banyak lapangan pekerjaan, terutama di sektor industri. Ini yang membuat arus pendatang cenderung stabil setiap tahun,” katanya.

Di sisi lain, Disdukcapil juga mencatat 22.427 warga Karawang mengajukan pindah domisili ke luar daerah selama 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 21.396 orang.

Saepul menilai kondisi tersebut mencerminkan dinamika mobilitas penduduk yang terus berlangsung, seiring kebutuhan masyarakat untuk bekerja dan menetap di wilayah lain.

Untuk meningkatkan ketertiban administrasi, saat ini layanan kependudukan bagi warga datang maupun pindah domisili telah tersedia di seluruh kantor kecamatan.

“Pelayanan kini lebih cepat dan efisien,” ucap Saepul.

Ia berharap kemudahan akses layanan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan, sekaligus mendukung akurasi data sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.

Editor : Rey

[Sumber : Kompas.com]