Beranda blog Halaman 4

Penghargaan untuk Karawang, Momentum Introspeksi Seluruh Pejabat dalam Melayani Masyarakat

0

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Sebuah penghargaan selalu menjadi kebanggaan. Pemerintah Kabupaten Karawang kembali mendapat apresiasi melalui Warta Kota Awards 2026 dengan kategori Anugerah Tata Kelola Pemerintahan Responsif dan Akuntabel. Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa berbagai upaya pembenahan tata kelola pemerintahan mendapat perhatian dari publik.

Namun, di balik gemerlap panggung dan kilau piala, ada pertanyaan yang jauh lebih penting untuk dijawab: apakah masyarakat sudah benar-benar merasakan pelayanan pemerintah yang responsif dan akuntabel dalam kehidupan sehari-hari?

Penghargaan patut diapresiasi. Sebab, tidak mudah membangun sistem pemerintahan yang transparan, profesional, dan akuntabel. Berbagai indikator administrasi memang menunjukkan adanya kemajuan, termasuk komitmen Pemkab Karawang memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Namun sejatinya, ukuran keberhasilan pemerintahan tidak hanya berhenti pada penghargaan atau penilaian administratif.

Ukuran sesungguhnya adalah ketika masyarakat datang mengurus administrasi tanpa dipersulit. Ketika jalan yang rusak cepat diperbaiki. Ketika pelayanan kesehatan mudah diakses. Ketika investasi berjalan tanpa mengabaikan kepentingan rakyat. Ketika keluhan warga ditindaklanjuti dengan cepat, bukan sekadar dicatat.

Di sinilah penghargaan semestinya menjadi cermin untuk berintrospeksi, bukan sekadar prestasi untuk dirayakan.

Seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang, mulai dari pimpinan daerah hingga aparatur di tingkat pelayanan terdepan, perlu menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

Masyarakat tentu berharap tidak ada lagi pelayanan yang lamban, birokrasi yang berbelit, ataupun sikap aparatur yang kurang ramah kepada warga. Sebab, wajah pemerintah sesungguhnya bukan terlihat di ruang rapat atau acara seremonial, melainkan di loket pelayanan, di kantor desa, di puskesmas, di kecamatan, hingga di setiap kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Karawang adalah daerah besar. Sebagai salah satu pusat industri nasional, ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik juga semakin tinggi. Pemerintah dituntut hadir lebih cepat, lebih terbuka, dan lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik tidak dibangun hanya melalui prestasi di atas kertas. Kepercayaan lahir ketika masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari kebijakan pemerintah dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Karena itu, setiap pejabat harus bertanya kepada dirinya sendiri: apakah jabatan yang diemban sudah benar-benar menjadi amanah untuk melayani masyarakat, atau justru hanya menjadi simbol kekuasaan?

Pada akhirnya, masyarakat tidak akan selalu mengingat berapa banyak penghargaan yang diraih pemerintah. Yang akan dikenang adalah seberapa besar pemerintah hadir saat rakyat membutuhkan.

Maka, penghargaan Warta Kota Awards 2026 layak disambut dengan rasa syukur dan apresiasi. Namun yang lebih penting, penghargaan ini harus menjadi titik awal evaluasi menyeluruh agar tata kelola pemerintahan yang disebut responsif dan akuntabel benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Karawang, bukan hanya tertulis dalam piagam penghargaan.

 

(Penulis : Ketua IWOI DPD Karawang)

LASKAR FARM Jadi Model Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lapas Karawang Modern

0

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang terus berinovasi dalam mewujudkan sistem pembinaan warga binaan yang produktif melalui program LASKAR FARM (Lapas Karawang Farm). Program tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, dalam kegiatan Sinergi dan Silaturahmi IWO Indonesia DPD Karawang bersama Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang mengusung tema “Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi LASKAR FARM”, yang digelar Rabu, 8 Juli 2026, di kawasan LASKAR FARM Lapas Kelas IIA Karawang.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Lapas Kelas IIA Karawang bersama pengurus dan anggota IWO Indonesia DPD Karawang sebagai upaya memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dengan insan pers dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkenalkan model pembinaan warga binaan yang produktif dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Ma’ruf menjelaskan bahwa LASKAR FARM merupakan program pembinaan terpadu berbasis pertanian, peternakan, dan perikanan yang mengusung filosofi “Dari Pembinaan Menuju Kemandirian.” Program ini dirancang tidak hanya untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, serta menyiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan kemandirian ketika kembali ke masyarakat.

“Paradigma pemasyarakatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pembinaan di dalam tembok lapas. Kami ingin menghadirkan pembinaan yang benar-benar memberikan manfaat nyata, sehingga warga binaan memiliki keterampilan, mampu bekerja, bahkan dapat membuka usaha ketika kembali ke masyarakat,” jelas Ma’ruf.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan lembaga pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari sejauh mana warga binaan mampu berubah menjadi pribadi yang produktif, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan.

Landasan Strategis LASKAR FARM

Ma’ruf menjelaskan, lahirnya LASKAR FARM bukan tanpa dasar. Program tersebut merupakan implementasi kebijakan nasional yang mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada poin kedua mengenai penguatan ketahanan nasional melalui swasembada pangan, swasembada energi, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Selain itu, LASKAR FARM menjadi implementasi nyata 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui pelatihan vokasi, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Menurut Ma’ruf, LASKAR FARM dibangun dengan lima tujuan utama, yakni mendukung ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan produktif, memberikan pelatihan vokasi di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan, memberdayakan warga binaan agar mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi, menciptakan pusat pelatihan berbasis praktik, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar siap kembali ke masyarakat.

“Program ini bukan sekadar menghasilkan hasil panen. Yang paling penting adalah menghasilkan manusia yang memiliki keterampilan, etos kerja, serta mampu hidup mandiri setelah bebas nanti,” ungkap Ma’ruf.

Ekosistem Ketahanan Pangan Terintegrasi

Dalam paparannya, Ma’ruf juga menjelaskan bahwa keunggulan utama LASKAR FARM adalah penerapan konsep Integrated Farming System atau sistem pertanian terpadu.

Seluruh sektor produksi saling terhubung sehingga menciptakan ekosistem yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Sektor pertanian mengembangkan budidaya cabai, padi Inpari 32, hingga beras Nutri Zinc. Di bidang peternakan dikembangkan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), ayam petelur, domba, serta sapi. Sementara sektor perikanan membudidayakan berbagai jenis ikan konsumsi seperti lele, nila, gurame, bawal, dan patin.

Menurut Ma’ruf, seluruh hasil produksi saling mendukung. Limbah peternakan dimanfaatkan menjadi pupuk kandang, hasil panen jagung dijadikan pakan ternak, sekam padi dimanfaatkan sebagai alas kandang ayam, jerami menjadi pakan sapi, sedangkan air kolam ikan digunakan untuk menyiram tanaman.

“Kami menerapkan sistem tanpa limbah. Apa yang dihasilkan dari satu sektor akan dimanfaatkan kembali oleh sektor lainnya sehingga tercipta efisiensi dan keberlanjutan,” jelasnya.

Fungsi Pembinaan Kemandirian

Ma’ruf mengatakan bahwa tujuan utama pemasyarakatan adalah membentuk warga binaan menjadi manusia yang siap kembali hidup bermasyarakat.

Melalui LASKAR FARM, pembinaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pelatihan keterampilan pertanian, peternakan, dan perikanan, pembentukan etos kerja, disiplin, tanggung jawab, peningkatan pengetahuan dan pengalaman kerja, penanaman jiwa kewirausahaan, hingga persiapan reintegrasi sosial.

Selain itu, program tersebut juga bertujuan mengurangi risiko residivisme, mendorong kemandirian ekonomi, serta membangun karakter positif dan rasa percaya diri warga binaan.

“Harapan kami, setelah selesai menjalani masa pidana mereka tidak kembali melakukan pelanggaran hukum. Mereka pulang membawa keterampilan, pengalaman kerja, dan rasa percaya diri untuk memulai kehidupan baru,” ujar Ma’ruf.

Sarana dan Prasarana Terintegrasi

Untuk mendukung program tersebut, Lapas Kelas IIA Karawang membangun berbagai sarana dan prasarana yang saling terintegrasi.

Fasilitas yang tersedia meliputi lahan pertanian, greenhouse, area persawahan, kandang ayam, kandang sapi, kandang domba, kolam budidaya ikan, gudang pakan, hingga tempat pengolahan pupuk organik.

Seluruh fasilitas tersebut saling mendukung dalam satu siklus produksi. Kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik, jagung dijadikan pakan ternak, sekam padi dimanfaatkan sebagai alas kandang ayam, jerami sebagai pakan sapi, air kolam ikan menjadi sumber irigasi tanaman, sedangkan hasil panen diolah menjadi produk bernilai tambah melalui UMKM.

“Konsep ini kami bangun agar setiap sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal, efisien, dan memberikan nilai ekonomi,” terang Ma’ruf.

Manfaat Program

Ma’ruf menuturkan bahwa manfaat LASKAR FARM dirasakan tidak hanya oleh warga binaan, tetapi juga oleh lembaga pemasyarakatan dan masyarakat.

Bagi warga binaan, program ini meningkatkan kompetensi, memberikan pengalaman kerja nyata, membuka peluang memperoleh sertifikasi keterampilan, membangun jiwa kewirausahaan, serta menjadi bekal hidup mandiri setelah bebas.

Bagi Lapas, program tersebut mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan, meningkatkan produktivitas pembinaan, mendukung kebutuhan pangan internal, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat citra positif lembaga pemasyarakatan.

Sedangkan bagi masyarakat, LASKAR FARM menjadi sarana edukasi ketahanan pangan, memperkuat kemitraan strategis, membuka peluang kolaborasi, serta mendorong pemberdayaan ekonomi melalui hasil produksi pertanian dan peternakan.

Visi LASKAR FARM

LASKAR FARM mengusung visi “Dari Pembinaan Menuju Kemandirian.”

Program ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk belajar dan berkarya, masyarakat untuk berkolaborasi, serta pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan dipersiapkan menjadi pribadi yang produktif, memiliki keterampilan kerja, mandiri secara ekonomi, dan mampu memberikan kontribusi positif ketika kembali ke lingkungan sosial.

“Kami ingin LASKAR FARM menjadi contoh bahwa lembaga pemasyarakatan mampu melahirkan perubahan. Warga binaan bukan hanya menjalani hukuman, tetapi juga dipersiapkan menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat,” ungkap Ma’ruf.

Sinergi Bersama IWO Indonesia DPD Karawang

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf mengapresiasi kehadiran IWO Indonesia DPD Karawang yang dipimpin Ketua DPD, Syuhada Wisastra.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang objektif kepada masyarakat mengenai transformasi pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

“Kami berharap insan pers dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan berbagai program positif yang dilaksanakan di Lapas. Dengan demikian masyarakat dapat melihat bahwa pemasyarakatan saat ini terus bertransformasi menjadi lembaga pembinaan yang produktif, humanis, dan bermanfaat,” katanya.

Penutup

Menutup paparannya, Ma’ruf Prasetyo Hadianto menegaskan bahwa LASKAR FARM bukan sekadar program pertanian, melainkan model pembinaan terpadu yang menggabungkan pendidikan, pelatihan vokasi, pemberdayaan ekonomi, serta dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional.

Melalui semangat “Dari Pembinaan Menuju Kemandirian”, warga binaan dibekali keterampilan, pengalaman kerja, karakter positif, dan jiwa kewirausahaan agar siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

“Kami berharap LASKAR FARM dapat menjadi model pembinaan yang dapat menginspirasi, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang mandiri, produktif, serta berdaya saing,” pungkas Ma’ruf.

Bakesbangpol Karawang Manfaatkan AI SiKawal untuk Deteksi Dini Potensi Konflik Sosial

0

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Karawang menggelar pelatihan deteksi dini dan manajemen konflik bertajuk Meningkatkan Peranan Aparatur Kecamatan/Desa sebagai Fungsi Jaring Deteksi Dini di Daerah. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, Senin (6/7/2026).

Pelatihan tersebut diikuti jajaran Bakesbangpol bersama perwakilan kecamatan dan kelurahan se-Kabupaten Karawang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur kewilayahan dalam mendeteksi potensi konflik sosial sejak dini agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Karawang, Mahpudin, memaparkan pemanfaatan aplikasi SiKawal yang didukung teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan di wilayah Karawang.

Menurut Mahpudin, aplikasi SiKawal mampu menghimpun, membaca, dan menganalisis informasi dari berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, hingga YouTube. Jutaan hingga miliaran data yang terkumpul diproses secara otomatis untuk menghasilkan peta kerawanan yang menjadi dasar pemerintah dalam mengambil langkah antisipasi terhadap potensi konflik sosial.

“Teknologi AI membuat proses pemantauan isu yang berkembang di ruang digital menjadi lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan dibandingkan cara konvensional,” ujar Mahpudin.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemetaan awal melalui aplikasi SiKawal, Kecamatan Karawang Barat menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam kategori rawan sehingga membutuhkan pemantauan secara intensif dan berkelanjutan.

Mahpudin berharap pelatihan ini dapat memperkuat peran aparatur kecamatan dan kelurahan sebagai ujung tombak jaringan deteksi dini di daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan aparatur kewilayahan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan kondusivitas masyarakat di Kabupaten Karawang.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Kabupaten Karawang, Mari Fitriana, SE, menyoroti pentingnya kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. Ia mengatakan kualitas demokrasi, khususnya di Kabupaten Karawang, harus terus ditingkatkan melalui partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah.

“Partisipasi masyarakat sangat membantu penyelenggara pemilu dalam mewujudkan proses demokrasi yang berkualitas. Karena itu, berbagai isu yang berkembang selama tahapan pemilu harus disikapi secara bijak agar tidak memicu konflik di tengah masyarakat,” kata Mari Fitriana.

Rektor UBP Karawang Ajak Mahasiswa Dukung GOKAR Karya Digital Putra Daerah

0

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Kehadiran aplikasi transportasi online lokal GOKAR (Go Karawang) mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Rektor Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, Dr. H. Budi Rismayadi, S.E., M.M., menyatakan dukungannya terhadap inovasi digital karya putra daerah yang dinilai mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda.

Menurut Budi Rismayadi, lahirnya GOKAR merupakan bukti bahwa sumber daya manusia di Kabupaten Karawang memiliki kemampuan untuk menciptakan inovasi berbasis teknologi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.

“Saya mengucapkan selamat atas hadir dan berkembangnya GOKAR sebagai aplikasi transportasi online asli Karawang. Ini merupakan karya yang patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa putra daerah mampu melahirkan inovasi digital yang bermanfaat serta memiliki nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” ujar Dr. H. Budi Rismayadi. (Senin, 6/7/2026)

Ia menilai, kehadiran GOKAR bukan hanya menghadirkan alternatif layanan transportasi dan pengiriman, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana inovasi lokal dapat membuka peluang kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

“Sebagai institusi pendidikan tinggi, kami mendukung setiap inovasi yang mampu mengembangkan kreativitas, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi. GOKAR dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa agar berani menciptakan solusi digital yang lahir dari potensi daerah,” katanya.

Rektor UBP Karawang juga mengajak masyarakat serta para mahasiswa UBP untuk memberikan dukungan terhadap produk dan inovasi lokal agar mampu berkembang dan bersaing dengan platform berskala nasional.

“Sudah saatnya masyarakat Karawang bangga menggunakan karya anak daerah. Ketika masyarakat memberikan kepercayaan kepada produk lokal, maka manfaat ekonomi, lapangan pekerjaan, dan peluang usaha akan kembali dirasakan oleh masyarakat Karawang sendiri,” tuturnya.

Menurut Budi Rismayadi, kolaborasi antara dunia pendidikan, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

“Perguruan tinggi memiliki peran dalam mencetak sumber daya manusia yang inovatif. Karena itu, kami berharap akan semakin banyak kolaborasi antara kampus dengan pelaku usaha lokal seperti GOKAR sehingga mahasiswa dapat belajar langsung mengenai kewirausahaan digital, transformasi teknologi, dan pengembangan bisnis berbasis aplikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan masyarakatnya dalam menciptakan inovasi yang mampu memberikan manfaat luas.

“Inovasi digital seperti GOKAR perlu mendapatkan dukungan moral maupun sosial dari seluruh pemangku kepentingan. Semakin banyak karya anak daerah yang berkembang, maka semakin kuat pula daya saing Kabupaten Karawang di tingkat nasional,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UBP Karawang turut memberikan apresiasi kepada Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, beserta seluruh tim yang telah mengembangkan aplikasi transportasi online lokal.

“Saya mengapresiasi Saudara Syuhada Wisastra beserta seluruh tim GOKAR yang telah menunjukkan keberanian, kreativitas, dan semangat membangun inovasi berbasis teknologi dari Karawang. Teruslah berinovasi, tingkatkan kualitas layanan, dan jadikan GOKAR sebagai kebanggaan masyarakat Karawang,” ungkapnya.

Sementara itu, Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Rektor UBP Karawang terhadap pengembangan aplikasi karya anak daerah tersebut.

“Dukungan dari Bapak Rektor UBP Karawang menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat. Kami berkomitmen menjadikan GOKAR sebagai transportasi online asli Karawang yang mampu bersaing secara nasional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pengemudi, pelaku UMKM, merchant, dan masyarakat luas,” kata Syuhada.

“Mari download, gunakan, dan rekomendasikan GOKAR kepada keluarga, sahabat, maupun rekan kerja. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan GOKAR, semakin besar manfaat yang dirasakan oleh driver, UMKM, dan ekonomi Karawang. Dari Karawang, untuk Karawang, mari maju bersama GOKAR,” pungkasnya.

Saat ini aplikasi GOKAR telah tersedia di Google Play Store dan dapat diunduh melalui tautan:

https://play.google.com/store/apps/details?id=id.gokar.gokar⁠

Diketahui, GOKAR merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara dengan berbagai layanan, di antaranya Ride, Car, Food, Send, Shop, Pickup, dan Travel. Mengusung slogan “Dari Karawang untuk Indonesia”, GOKAR hadir dengan semangat “Dekat Bersahabat” serta berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi digital, membuka lapangan pekerjaan, dan memberdayakan UMKM lokal di Kabupaten Karawang.

Reuni Akbar Daarul Ilmi 2026 Hadirkan Khitanan Massal, Wujudkan Silaturahmi yang Berdampak

0

BANDUNG BARAT | KARAWANG EXPOSE.COM – Mengisi momen temu kangen dengan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, Persaudaraan Alumni Darul Ilmi (PADI) sukses menyelenggarakan kegiatan bakti sosial khitanan massal pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Reuni Akbar Daarul Ilmi 2026 yang mengusung tema *”Satu Hati dalam Silaturahmi, Kokoh dalam Dakwah”*.5 Juli 2026.

Bertempat di Pesantren Terpadu Daarul Ilmi, Desa Bojongmekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, aksi sosial ini berhasil memfasilitasi proses khitanan bagi 10 anak dari warga sekitar. Dalam pelaksanaannya, PADI menggandeng **Komunitas WOKWEKWAK**, sebuah komunitas yang telah berpengalaman dan terbiasa melakukan aksi bakti sosial khitanan massal untuk warga.

Ketua Panitia Reuni Akbar Daarul Ilmi 2026, Roni Dahroni, mengungkapkan bahwa reuni tahun ini sengaja dikonsep agar tidak hanya menjadi ajang nostalgia antar-alumni, tetapi juga memberikan dampak sosial yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Kami ingin Reuni Akbar 2026 ini membawa keberkahan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Komunitas WOKWEKWAK adalah langkah yang sangat tepat karena mereka sudah terbiasa dan profesional dalam menangani khitanan massal bagi warga. Alhamdulillah, seluruh proses berjalan lancar dan keluarga mereka tampak bahagia,” ujar Roni.

Selain mendapatkan fasilitas khitan secara gratis, ke-10 anak peserta juga menerima santunan berupa paket sembako yang didukung penuh oleh **Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bandung Barat (BAZNAS KBB)**, serta paket bingkisan dari panitia sebagai bentuk apresiasi atas keberanian mereka.

Kegiatan bernuansa sosial dan dakwah ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Yayasan Daarul Ilmi Bandung sekaligus pengelola Pesantren Terpadu Daarul Ilmi, Ust. Jafar Sidik, SE.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi inisiatif dari para alumni yang tergabung dalam PADI. Sesuai dengan tema reuni tahun ini, langkah nyata ini membuktikan bahwa alumni tidak hanya kuat dalam menjaga tali silaturahmi, tetapi juga kokoh dalam bergerak di jalan dakwah dan kepedulian sosial. Semoga Pesantren Terpadu Daarul Ilmi bisa terus melahirkan generasi yang bermanfaat bagi umat,” tutur Ust. Jafar Sidik.

Senada dengan hal tersebut, Pengasuh Pesantren Terpadu Daarul Ilmi, Ustadz Suhardi Abdul Hamid H., S.Th.I., menegaskan komitmen pesantren untuk terus membuka ruang kolaborasi yang erat dengan para alumni. Keberhasilan aksi sosial ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi para santri yang saat ini masih menimba ilmu.

“Pesantren berkomitmen penuh untuk terus berkolaborasi dengan alumni dalam berbagai program positif. Kehadiran dan kepedulian para alumni yang saat ini sudah tersebar di berbagai daerah dan profesi, harus menjadi motivasi besar bagi para santri kami yang ada di pesantren. Mereka bisa melihat langsung bukti nyata bahwa setelah lulus nanti, mereka juga bisa sukses dan memberikan kemanfaatan yang luas bagi masyarakat,” ungkap Ustadz Suhardi Abdul Hamid.

Kegiatan bakti sosial ini menjadi pembuka yang khidmat dari seluruh rangkaian Reuni Akbar Daarul Ilmi 2026, sekaligus menegaskan komitmen PADI untuk terus hadir sebagai motor penggerak kebaikan di tengah masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

**Tentang Persaudaraan Alumni Darul Ilmi (PADI):**

Persaudaraan Alumni Darul Ilmi (PADI) adalah wadah silaturahmi bagi seluruh lintas angkatan alumni Daarul Ilmi yang berkomitmen menjaga nilai-nilai kebersamaan, sinergi antar-alumni, serta kontribusi aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan.

Download GOKAR Sekarang Aplikasi Transportasi Online Asli Karawang Jawa Barat

0

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara terus mengajak masyarakat Kabupaten Karawang untuk menggunakan aplikasi GOKAR (Go Karawang), transportasi online asli Karawang yang hadir sebagai solusi mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui kampanye bertajuk “Ayo Download Sekarang”, GOKAR mengajak masyarakat mengunduh aplikasi melalui Google Play Store dengan memindai QR Code yang tersedia pada banner promosi.

Mengusung slogan “Go Karawang, Dekat Bersahabat”, GOKAR menghadirkan berbagai layanan, di antaranya Ride (Motor), Taxi (Mobil), Food (Pesan Makan), Pickup (Angkut Barang), dan Send (Kirim Barang) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam satu aplikasi.

Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, A.Md., CHRM, mengungkapkan bahwa GOKAR lahir sebagai aplikasi transportasi online yang dibangun oleh putra daerah dengan semangat memberdayakan masyarakat Karawang.

“GOKAR bukan hanya aplikasi transportasi online, tetapi juga sebuah gerakan untuk membangun kemandirian ekonomi daerah. Kami ingin masyarakat Karawang memiliki kebanggaan menggunakan aplikasi karya anak daerah yang mampu bersaing dengan platform nasional,” ungkap Syuhada Wisastra, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, setiap transaksi yang dilakukan melalui aplikasi GOKAR akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan para driver lokal dan pelaku UMKM di Karawang.

“Ketika masyarakat memilih GOKAR, mereka tidak hanya memesan transportasi atau layanan lainnya, tetapi juga ikut membantu meningkatkan kesejahteraan driver lokal dan menggerakkan roda perekonomian daerah,” jelasnya.

Syuhada menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan fitur dan peningkatan kualitas layanan agar masyarakat semakin nyaman menggunakan aplikasi GOKAR.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang aman, nyaman, cepat, harga bersahabat, serta terus berinovasi mengikuti kebutuhan masyarakat. Kepercayaan masyarakat menjadi motivasi terbesar kami untuk terus berkembang,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat Karawang untuk bersama-sama mendukung aplikasi lokal agar mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

“Mari download, gunakan, dan rekomendasikan GOKAR kepada keluarga, sahabat, maupun rekan kerja. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan GOKAR, semakin besar manfaat yang dirasakan oleh driver, UMKM, dan ekonomi Karawang. Dari Karawang, untuk Karawang, mari maju bersama GOKAR,” ajaknya.

Saat ini aplikasi GOKAR telah tersedia di Google Play Store dan dapat diunduh melalui tautan:

https://play.google.com/store/apps/details?id=id.gokar.gokar

atau dengan memindai QR Code yang tersedia pada media promosi resmi GOKAR.

Dengan mengusung slogan “Go Karawang, Dekat Bersahabat”, GOKAR optimistis menjadi pilihan utama masyarakat untuk layanan transportasi online dan layanan digital karya asli Kabupaten Karawang.

CEO QNF Pastikan UMKM Karawang Dapat Ruang Berkolaborasi

0

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Quarter Night Festival (QNF) kembali hadir melalui QNF Chapter 5 Gala Premiere yang akan digelar pada 11 Oktober 2026. Festival musik yang diselenggarakan oleh Quarter Event Organizer (QEO) ini mengusung tema “Scene Lokal”, sebagai bentuk komitmen menghadirkan ruang kolaborasi bagi musisi, seniman, komunitas, pelaku UMKM, dan industri kreatif di Kabupaten Karawang.

Memasuki penyelenggaraan kelima, QNF terus berkembang menjadi salah satu festival musik tahunan yang konsisten menghadirkan pengalaman berbeda. Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan musik, QNF juga memadukan seni visual, instalasi kreatif, aktivasi komunitas, serta pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif dalam satu ekosistem festival.

CEO Quarter Event Organizer (QEO), Nur Eka Putri Septiani, mengatakan QNF lahir dari gagasan sederhana yang muncul setelah pandemi Covid-19. Bersama sejumlah rekan yang memiliki latar belakang di bidang seni kreatif, mereka ingin menciptakan sebuah festival yang menjadi ruang berekspresi sekaligus mempertemukan berbagai komunitas di Karawang.

“Yang pertama itu iseng, yang kedua sudah terlanjur, yang ketiga ketagihan, dan sekarang sudah menjadi kewajiban. Karena itu QNF terus berkembang hingga memasuki Chapter 5 dan menjadi agenda tahunan,” ujar Putri.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan perdana menjadi proses pembelajaran bagi seluruh tim. Dengan personel yang masih terbatas, mereka membangun festival secara mandiri, mulai dari penyusunan konsep, produksi acara, hingga pelaksanaan teknis di lapangan.

Berbekal evaluasi dari setiap penyelenggaraan, QEO terus meningkatkan kualitas festival dari berbagai aspek, mulai dari konsep, artistik, tata panggung, kualitas produksi, hingga kenyamanan pengunjung. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat identitas QNF sebagai festival musik dengan konsep sinematik yang menjadi ciri khasnya.

Tahun ini, tema “Scene Lokal” dipilih sebagai representasi kekayaan ekosistem kreatif Karawang. Melalui tema tersebut, QNF ingin menghadirkan panggung yang mempertemukan musisi, seniman, ilustrator, komunitas kreatif, pelaku UMKM, coffee shop lokal, hingga Karawang Trend Market dalam semangat kolaborasi.

Dalam sesi tanya jawab, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang yang juga Founder GOKAR (Aplikasi Transportasi Online Asli Karawang), Syuhada Wisastra, yang hadir atas undangan panitia, mengajukan dua pertanyaan kepada penyelenggara. Pertama, apakah panitia memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk berpartisipasi dalam event tersebut dan berapa target UMKM yang akan dilibatkan. Kedua, sejauh mana QNF Chapter 5 dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan sektor pariwisata di Kabupaten Karawang.

Menjawab pertanyaan tersebut, CEO Quarter Event Organizer (QEO), Nur Eka Putri Septiani, menegaskan bahwa pihaknya selalu berkolaborasi dengan pelaku UMKM di Karawang. Menurutnya, panitia telah menyiapkan area atau stage khusus sebagai wadah bagi UMKM lokal untuk mempromosikan produk dan usahanya selama festival berlangsung.

“Sejak awal kami selalu berkolaborasi dengan UMKM Karawang. Kami menyiapkan area atau stage khusus agar mereka bisa ikut berpartisipasi dan berkembang bersama QNF. Kami juga optimistis penyelenggaraan QNF Chapter 5 akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM, industri kreatif, serta turut mendorong sektor pariwisata di Kabupaten Karawang,” jelas Putri.

Di bawah kepemimpinan CEO Nur Eka Putri Septiani bersama CFO Reza Firmansyah, Quarter Event Organizer (QEO) berkomitmen menghadirkan festival yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang tumbuh bagi pelaku industri kreatif lokal.

Identitas sinematik tetap menjadi benang merah penyelenggaraan QNF Chapter 5. Konsep tersebut diwujudkan melalui penyebutan penampil sebagai “pemeran”, kategori tiket bertema Studio dan Premiere, serta tata panggung yang terinspirasi dari dunia perfilman, sehingga menjadikan QNF memiliki karakter yang berbeda dari festival musik lainnya.

Persiapan QNF Chapter 5 telah dilakukan hampir satu tahun, meliputi penyusunan konsep, kurasi penampil, perencanaan produksi, hingga kolaborasi dengan berbagai mitra kreatif. Pada pelaksanaannya nanti, festival ini akan menghadirkan dua panggung utama, sekitar 10 penampil, instalasi seni, area UMKM, aktivasi komunitas, serta beragam pengalaman interaktif bagi para pengunjung.

Melalui QNF Chapter 5 Gala Premiere, Quarter Event Organizer (QEO) menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan festival yang menjadi ruang kolaborasi, apresiasi, dan pertumbuhan ekosistem kreatif di Karawang. Lebih dari sekadar festival musik, QNF diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat posisi Karawang sebagai salah satu pusat lahirnya karya dan talenta kreatif di Indonesia.

Tanggapi Laporan Warga, BULOG Gerak Cepat, Pastikan Lingkungan Sekitar Gudang Tetap Kondusif

0

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM | Perum BULOG melalui Kantor Cabang Karawang bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait adanya hama gudang yang masuk ke area permukiman di sekitar gudang beras BULOG di Karawang. Gudang tersebut merupakan gudang pihak ketiga yang disewa oleh BULOG dan berada bersebrangan dengan jalan kawasan permukiman warga.

BULOG menyampaikan permohonan maaf dan mengucapkan terima kasih atas laporan yang disampaikan masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan sekitar gudang. Laporan tersebut menjadi perhatian serius bagi BULOG untuk segera melakukan langkah penanganan, baik dari sisi pengendalian hama di area gudang maupun penanganan dampak yang dirasakan warga sekitar.

Pemimpin Cabang BULOG Karawang Rafki Ismael menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif untuk menangani hama yang terindikasi menyebar hingga ke area permukiman warga. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan langkah teknis penanganan dapat berjalan cepat, terukur, dan tetap memperhatikan keamanan lingkungan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga sekitar gudang. BULOG merespons laporan ini dengan serius dan akan bertanggung jawab dalam menindaklanjuti keluhan serta dampak yang dirasakan masyarakat,” ujar Rafki. (4/7/2026).

Terhadap stok beras di gudang tersebut akan dilaksanakan tindakan perawatan melalui fumigasi dengan teknik sulfur. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian hama gudang terpadu secara menyeluruh, terutama karena posisi gudang yang berdekatan dengan permukiman warga sehingga membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

Selain penanganan di area gudang, BULOG bersama pengelola gudang juga menyiapkan langkah penanganan di sekitar area terdampak melalui spraying, fogging dan lainnya. Upaya ini dilakukan untuk membantu mengendalikan hama yang masuk ke lingkungan warga serta memulihkan kenyamanan masyarakat sekitar

BULOG menegaskan bahwa keberadaan gudang merupakan bagian penting dari infrastruktur ketahanan pangan nasional. Namun, operasional gudang tetap harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kami memastikan penanganan ini akan terus dikawal. BULOG akan terus melakukan monitoring, perawatan gudang, serta koordinasi dengan pihak terkait agar kondisi lingkungan tetap terkendali dan kenyamanan warga kembali terjaga,” tutup Rafki.

BULOG berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola pergudangan, pengendalian hama, serta komunikasi dengan masyarakat sekitar. Terhadap dampak yang dialami warga, BULOG akan bertanggung jawab menindaklanjuti dengan melakukan penanganan secara terukur, dan berkelanjutan.

Global Language Center UBP Karawang Resmi Dibuka, Perkuat Kompetensi Bahasa Asing Mahasiswa

0

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang resmi meluncurkan Global Language Center (GLC) sebagai pusat pengembangan kemampuan bahasa asing bagi sivitas akademika. Peresmian yang digelar pada Jumat (3/7/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UBP Karawang, Dr. H. Budi Rismayadi, S.E., M.M.

Acara launching berlangsung di lingkungan Kampus UBP Karawang dan dihadiri oleh jajaran organ Yayasan UBP Karawang, yang terdiri dari pengurus dan pengawas yayasan, serta unsur pimpinan universitas, dekan, dosen, tenaga kependidikan, dan tamu undangan.

Peluncuran Global Language Center merupakan salah satu langkah strategis UBP Karawang dalam meningkatkan kompetensi bahasa asing sivitas akademika sebagai bekal menghadapi tantangan global. Kehadiran pusat bahasa ini diharapkan mampu menjadi wadah pembelajaran, sertifikasi, hingga pengembangan kerja sama internasional yang mendukung visi UBP Karawang sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional.

Dalam sambutannya, Rektor UBP Karawang, Dr. H. Budi Rismayadi, S.E., M.M., mengatakan bahwa pendirian Global Language Center merupakan bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat internasional

“Global Language Center bukan sekadar tempat belajar bahasa, tetapi menjadi pusat pengembangan kompetensi global bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Kami ingin menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi internasional,” ungkap Dr. H. Budi Rismayadi.

Ia menambahkan, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu kompetensi penting di era globalisasi yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi.

“Melalui GLC, kami berharap mahasiswa semakin percaya diri mengikuti program pertukaran pelajar, magang internasional, penelitian bersama, hingga mampu bersaing di dunia kerja global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa UBP Karawang akan terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan mitra internasional guna mendukung implementasi program-program Global Language Center.

“GLC menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan visi UBP Karawang sebagai perguruan tinggi yang berwawasan kebangsaan dan bereputasi internasional. Kami akan terus berinovasi agar kualitas layanan pendidikan semakin meningkat,” katanya.

Melalui kehadiran Global Language Center, UBP Karawang optimistis dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa asing sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi sivitas akademika untuk berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan mengusung semangat “Connect • Learn • Go Global”, Global Language Center diharapkan menjadi pusat pengembangan kemampuan bahasa dan budaya yang mampu mencetak lulusan berdaya saing tinggi serta siap menghadapi tantangan dunia global.

LASKAR Farm Lapas Karawang Jadi Sarana Edukasi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan bagi Pelajar

0

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui penyelenggaraan Edu Trip bersama siswa-siswi SD Islam Terpadu LAMPU IMAN Karawang di LASKAR Farm, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (2/7). Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran luar kelas yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik untuk mengenal dunia pertanian, peternakan, perikanan, serta pentingnya menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penjemputan rombongan peserta pada pukul 08.00 WIB, sebelum akhirnya tiba di kawasan LASKAR Farm pada pukul 08.30 WIB. Setibanya di lokasi, para siswa disambut oleh jajaran petugas Lapas Karawang dan dikenalkan dengan konsep Sarana Asimilasi dan Edukasi sebagai tempat pembinaan kemandirian warga binaan yang dipadukan dengan program ketahanan pangan.

Memasuki sesi edukasi, peserta diajak meninjau area pertanian sekaligus mempraktikkan secara langsung penyiraman tanaman. Anak-anak tampak antusias ketika seluruh peserta diajak turun langsung ke area persawahan untuk mempraktikkan penanaman padi. Dengan penuh semangat, mereka belajar mengenal tahapan awal budidaya padi sekaligus memahami bahwa setiap butir beras yang dikonsumsi membutuhkan proses panjang dan kerja keras para petani.

Perjalanan edukasi kemudian berlanjut ke area peternakan ayam KUB. Di lokasi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai proses pemeliharaan ayam KUB, mulai dari pemberian pakan hingga proses produksi telur. Tidak hanya mendengarkan materi, para siswa juga diberi kesempatan memberikan pakan secara langsung dan mengambil telur hasil produksi, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Selain itu, peserta juga diajak mengunjungi rumah DOC (Day Old Chick) untuk melihat proses penetasan telur menggunakan mesin inkubator modern.

Selanjutnya, rombongan menuju kandang Sapi dan domba Dorper. Pada sesi ini anak-anak belajar mengenai cara merawat anakan domba, mulai dari pemberian pakan hingga pemberian susu. Momen tersebut menjadi salah satu aktivitas yang paling menarik perhatian peserta karena mereka dapat berinteraksi langsung dengan hewan ternak sambil memahami pentingnya perawatan ternak sejak usia dini.

Rangkaian pembelajaran kemudian beralih ke sektor perikanan. Di kolam tanah, peserta diberikan edukasi mengenai budidaya ikan sekaligus praktik memberikan pakan ikan. Suasana semakin meriah ketika anak-anak mengikuti kegiatan memancing yang menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta.

 

Usai seluruh rangkaian edukasi lapangan, peserta menikmati coffee break sebelum mengikuti lomba mewarnai yang mengangkat tema pertanian, peternakan, dan lingkungan. Setelah perlombaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, mencintai sektor pertanian, serta membangun kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sejak usia dini. Dalam kesempatan tersebut, para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai produk hasil pembinaan warga binaan, di antaranya kopi dan roti yang diproduksi melalui program pembinaan kemandirian Lapas Kelas IIA Karawang

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, menyampaikan bahwa Edu Trip merupakan bagian dari upaya Lapas Karawang dalam membuka ruang edukasi kepada masyarakat melalui program ketahanan pangan yang selama ini dijalankan di LASKAR Farm.

“Melalui Edu Trip ini kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak. Mereka tidak hanya melihat secara langsung proses pertanian, peternakan, dan perikanan, tetapi juga memahami pentingnya ketahanan pangan serta kepedulian terhadap lingkungan. Di sisi lain, masyarakat juga dapat melihat bahwa program pembinaan di Lapas mampu menghasilkan kegiatan yang produktif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Ma’ruf.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Karawang terus memperkuat perannya sebagai institusi pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga berkontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Sinergi antara pembinaan, ketahanan pangan, dan pendidikan diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, menghargai proses produksi pangan, serta memiliki semangat untuk mendukung kemandirian pangan Indonesia.