Beranda blog Halaman 4

Kokurikuler SMAN 5 Karawang Dorong Kreativitas Siswa, GOKAR Kenalkan Inovasi Lokal

Karawangexpose.com, Karawang – SMA Negeri 5 Karawang menggelar kegiatan kokurikuler yang wajib diikuti seluruh siswa pada Rabu, 13 Mei 2026, di lapangan sekolah. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pendidikan karakter, mengembangkan kompetensi, serta memperkaya pembelajaran melalui praktik langsung.

Dalam kegiatan tersebut, hadir program “GOKAR Goes To School”, sebagai upaya mengenalkan aplikasi transportasi lokal karya putra daerah Karawang kepada pelajar.

Berbagai aktivitas digelar, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, hingga kegiatan utama seperti fashion show, lomba egrang, bakiak, serta pembagian hadiah Ecobrin dan TOGA.

Kepala SMA Negeri 5 Karawang, Epul Saepul, menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik.

“Melalui kegiatan ini siswa dapat mengembangkan kreativitas, karakter, dan potensi diri secara langsung,” ujarnya.

Kegiatan ini mengusung tema ekologi dan kaulinan barudak (permainan tradisional Sunda). Pada tema ekologi, siswa memanfaatkan barang bekas seperti galon air menjadi pot tanaman. Sementara pada kaulinan barudak, siswa dikenalkan permainan tradisional seperti egrang dan bakiak untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal.

Program ini juga didukung oleh aplikasi transportasi lokal GOKAR. Kehadiran GOKAR dinilai mampu memberikan inspirasi kepada siswa untuk berinovasi dan mencintai produk lokal.

“Kehadiran GOKAR menjadi motivasi bagi siswa untuk berkarya dan berani bersaing melalui inovasi teknologi,” kata Epul Saepul.

Sementara itu, Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, mengapresiasi kolaborasi tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat positif bagi pelajar serta mendorong kreativitas generasi muda Karawang,” ujarnya.

Dugaan Pelecehan Wartawan di Tirtajaya Tuai Kecaman, Pimpred Ulas Berita: Jangan Anggap Sepele

Karawangexpose.com, Karawang – Permohonan maaf yang disampaikan Ketua Korwilcambidik Tirtajaya, Narmin, terkait dugaan ucapan tidak etis salah satu stafnya kepada awak media ternyata belum mampu meredam reaksi publik. Polemik tersebut justru semakin meluas dan memantik sorotan tajam dari kalangan insan pers di Kabupaten Karawang.

Tanggapan keras datang dari Syarif Hidayat alias Alim, Pimpinan Redaksi media Ulas Berita. Ia menilai persoalan itu tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut penghormatan terhadap profesi wartawan yang dilindungi undang-undang.

“Pers hadir menjalankan tugas jurnalistik, bukan untuk diperlakukan dengan ucapan yang tidak pantas. Kalau memang ada staf yang diduga melontarkan perkataan yang menyinggung wartawan, maka ini harus menjadi perhatian serius, bukan sekedar permintaan maaf formalitas,” tegas Alim, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi ironi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjunjung etika, adab komunikasi, dan sikap saling menghormati.

Alim menegaskan bahwa profesi wartawan dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam Pasal 4 ayat (3) disebutkan bahwa pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Selain itu, Pasal 18 ayat (1) UU Pers menyebutkan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang menghambat atau menghalangi pelaksanaan kerja pers dapat dipidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

“Jangan sampai ada kesan wartawan dipandang rendah atau dianggap mengganggu ketika menjalankan tugas jurnalistik. Pers bekerja berdasarkan undang-undang dan memiliki fungsi kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya etika aparatur pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Dalam aturan tersebut, ASN diwajibkan menjaga sikap, etika, serta perilaku terhadap masyarakat maupun profesi lain.

Menurut Alim, jika dugaan ucapan tidak pantas itu benar terjadi, maka persoalan tersebut tidak cukup hanya diselesaikan secara internal, melainkan harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh jajaran pendidikan di Kabupaten Karawang.

Alim pun mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang untuk turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Korwilcambidik Tirtajaya.

“Kalau hanya ditegur lalu selesai, publik bisa menilai persoalan ini dianggap biasa. Padahal hubungan pemerintah dengan pers harus dibangun atas dasar saling menghormati, bukan arogan atau anti kritik,” katanya.

Pernyataan tersebut langsung memantik perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah kalangan menilai polemik itu menjadi pengingat penting bahwa kebebasan pers merupakan bagian dari demokrasi yang wajib dihormati semua pihak, termasuk aparatur pemerintah dan lembaga pendidikan.

Meski demikian, Alim mengaku tetap membuka ruang komunikasi dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bijak tanpa menghilangkan marwah profesi jurnalistik.

“Pers bukan musuh pemerintah. Pers adalah mitra kontrol sosial untuk membangun daerah. Tapi kemitraan itu harus dibangun dengan rasa hormat, bukan dengan ucapan yang merendahkan,” pungkasnya.

Pernyataan Pengawas Tirtajaya Picu Polemik, Wartawan Merasa Dilecehkan

TIRTAJAYA, Karawangexpose.com — Pernyataan seorang pengawas Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya berinisial MY yang menyebut “media itu butuh duit” memicu gelombang kecaman dari organisasi pers di Karawang. Ucapan tersebut dinilai bukan sekadar keliru, melainkan bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan yang dilindungi Undang-Undang Pers.

Kontroversi itu mencuat setelah sejumlah wartawan mendatangi Kantor Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya pada Rabu, 13 Mei 2026, guna melakukan klarifikasi terkait dugaan sejumlah siswa pingsan saat mengikuti Invitasi Olahraga Tradisional tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Tirtajaya di Lapang Bola Medankarya, Senin lalu.

Alih-alih memberikan penjelasan substantif terkait keselamatan siswa, MY justru melontarkan kalimat yang dianggap merendahkan profesi media.

“Ya kalau media melakukan konfirmasi dan mencari informasi silahkan, itu sah-sah saja, karena memang itu sudah tugasnya. Tapi, pada kenyataannya media itu butuh duit,” ujar MY di hadapan wartawan.

Ucapan tersebut langsung memantik reaksi keras dari berbagai kalangan organisasi media. Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Karawang Syuhada Wisastra, mengecam keras pernyataan tersebut dan menilai ucapan MY telah mencederai kehormatan profesi jurnalistik.

“Pernyataan itu tidak bisa dianggap candaan atau kekeliruan biasa. Itu bentuk penghinaan terhadap profesi wartawan. Pers bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, bukan bekerja untuk kepentingan pribadi atau mencari keuntungan seperti yang dituduhkan,” tegas Syuhada, Rabu malam di kantor sekretariatnya.

Menurutnya, seorang pejabat publik, terlebih di lingkungan pendidikan, seharusnya memahami fungsi pers sebagai pilar demokrasi dan mitra kontrol sosial, bukan justru mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memecah hubungan antara pemerintah dan media.

Syuhada menyebut ucapan MY telah menggeneralisasi profesi wartawan karena tidak menyebut adanya “oknum”. Akibatnya, seluruh insan pers merasa disudutkan oleh pernyataan tersebut.

“Kalau ada dugaan perilaku menyimpang oleh oknum wartawan, sebut oknum, laporkan, tempuh mekanisme hukum. Jangan kemudian semua media disamaratakan seolah-olah bekerja karena uang. Itu pernyataan yang sangat tendensius dan melukai martabat pers,” ujarnya.

Ia juga meminta MY segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers dan organisasi media di Karawang.

“Kami meminta saudara MY menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada wartawan dan media. Jika tidak ada itikad baik, IWOI Karawang siap menggeruduk kantor Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya bersama rekan-rekan lainnya untuk meminta klarifikasi langsung,” kata Syuhada.

Menurut dia, kebebasan pers merupakan amanat konstitusi yang tidak boleh diremehkan oleh siapa pun, termasuk aparatur pemerintah.

“Pers bukan musuh pemerintah maupun institusi pendidikan. Pers hadir untuk memastikan setiap kegiatan publik berjalan transparan dan akuntabel. Ketika wartawan melakukan konfirmasi soal dugaan siswa pingsan, itu bagian dari tugas jurnalistik, bukan ancaman,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya terkait polemik tersebut. Sementara itu, sejumlah organisasi media mendesak BKPSDM Karawang agar segera melakukan pembinaan terhadap MY guna mencegah polemik serupa terulang kembali.

GOKAR Siap Tampung Eks Warga Binaan, Kalapas Karawang Apresiasi Dukungan Pemkab

Karawangexpose.com, Karawang – Sebuah langkah hangat mengawali masa jabatan Ma’ruf Prasetyo sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Karawang. Dalam pertemuan penuh keakraban bersama Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Ma’ruf tidak hanya memperkenalkan diri, tetapi juga membawa misi besar tentang kemanusiaan dan kemandirian bagi para warga binaan, Senin (11/05/2026).

Audiensi ini menjadi istimewa karena Ma’ruf menyampaikan rencana kunjungan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol(Purn) Agus Andrianto ke Lapas Karawang dalam waktu dekat. Kunjungan tersebut dijadwalkan untuk meninjau langsung program Ketahanan Pangan dan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lapas Kelas IIA Karawang. Hal tersebut menjadi sebuah inisiatif yang memastikan bahwa Lapas Kelas IIA Karawang bukan hanya menjadi tempat pembinaan, melainkan menjadi sarana dalam mendukung program pemerintah terkait Ketahanan Pangan dan Pelayanan Dapur MBG.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyambut hangat kehadiran Ma’ruf beserta jajaran dan menyatakan apresiasi atas program-program transformatif di Lapas Kelas IIA Karawang. Aep menegaskan bahwa warga binaan adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat Karawang yang tetap harus diperhatikan masa depannya.

Sebagai wujud komitmen nyata, Aep menyampaikan dukungan strategis bagi Lapas Karawang berupa :

  1. Menjamin ketersediaan obat Tuberkulosis (TB) melalui koordinasi langsung dengan Puskesmas agar tidak terjadi kekosongan stok.
  2. Mendukung pengembangan unit usaha Laundry di dalam Lapas sebagai sarana pelatihan kerja yang professional serta pemenuhan Hak warga binaan untuk hidup bersih.
  3. Bersinergi melalui dinas terkait untuk memperkuat program Rehabilitasi Sosial bagi warga binaan kasus narkotika agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan sehat.
  4. Kabar gembira bagi warga binaan yang akan bebas, yang mana mereka akan diarahkan untuk mendapatkan akses pekerjaan melalui aplikasi Go Karawang (GOKAR), sebuah jembatan reintegrasi sosial yang nyata.
  5. Bupati berkomitmen untuk hadir langsung dalam setiap kegiatan strategis di Lapas Kelas IIA Karawang sebagai bentuk dukungan moral.
  6. Mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan pembinaan demi menciptakan manusia yang mandiri dan berkarakter.

Kalapas Karawang, Ma’ruf Prasetyo, mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Kabupaten Karawang.

“Kami ingin Lapas bukan lagi dianggap sebagai tempat akhir, melainkan tempat memulai hidup yang baru. Dukungan Bupati Karawang melalui akses kesehatan hingga lapangan kerja via Go Karawang (GOKAR) adalah kado terindah bagi proses kembalinya warga binaan ke tengah keluarga,” ujarnya.

Pertemuan ini menjadi simbol bahwa negara hadir di setiap lini, memastikan bahwa setiap individu apa pun masa lalunya memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan Karawang di masa depan.

IASKA Targetkan 1.000 Peserta pada Reuni Akbar SMEAN 20/SMKN 2 Karawang

Karawangexpose.com, Karawang – Ikatan Alumni SMEAN 20/SMKN 2 Karawang (IASKA) menggelar rapat sosialisasi dan koordinasi pengurus serta panitia Reuni Akbar bersama para koordinator angkatan di Aula SMKN 2 Karawang, Minggu (10/5/2026).

Rapat yang dimulai pukul 09.30 WIB itu membahas pemantapan persiapan pelaksanaan Reuni Akbar Alumni SMEAN 20/SMKN 2 Karawang yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 12 Juli 2026, di lingkungan SMKN 2 Karawang.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pengurus dan panitia, di antaranya Ketua Panitia Reuni Ade Rahmat, Seksi Acara Nanang Capoenk, Bendahara Umum IASKA Eneng Lia Irmawati, Ketua Umum IASKA Ika Dinata, Eli Herawati, Wakil Ketua II IASKA Syuhada Wisastra, Mayor Ejo Sule, Euis, Santy, Mimi, Ketua Panitia Pemilihan Ketua Umum IASKA Tatang Suhendi, serta para koordinator dari masing-masing angkatan alumni.

Dalam rapat tersebut, panitia membahas berbagai aspek teknis dan nonteknis guna memastikan pelaksanaan reuni berjalan lancar dan meriah. Pembahasan meliputi bidang kesekretariatan, registrasi peserta, acara, konsumsi, donasi internal dan eksternal, hingga dukungan umum pelaksanaan kegiatan.

Panitia menargetkan sebanyak 1.000 peserta alumni dapat hadir dalam Reuni Akbar 2026. Untuk mencapai target tersebut, promosi kegiatan akan dilakukan melalui pemasangan spanduk di sejumlah titik strategis, media sosial, publikasi melalui 50 media online milik alumni, hingga siaran radio.

Selain menjadi ajang silaturahmi lintas angkatan, kegiatan reuni juga akan diisi berbagai hiburan dan program sosial. Panitia merencanakan penampilan bintang tamu, pentas seni dari alumni dan siswa SMKN 2 Karawang, pemberian apresiasi kepada 20 siswa berprestasi, doorprize, hingga penghargaan bagi angkatan dengan jumlah peserta terbanyak.

Ketua Umum IASKA, Ika Dinata, mengatakan Reuni Akbar bukan hanya menjadi momentum temu kangen antaralumni, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas dan kontribusi alumni terhadap almamater. Selain itu, kegiatan tersebut juga akan dirangkai dengan agenda pemilihan Ketua Umum IASKA periode selanjutnya.

“Reuni Akbar ini menjadi wadah mempererat silaturahmi lintas generasi alumni SMEAN 20 dan SMKN 2 Karawang. Kami berharap seluruh alumni bisa ikut berpartisipasi dan bersama-sama menyukseskan kegiatan besar ini,” ujar Ika.

Sementara itu, Ketua Panitia Reuni Akbar, Ade Rahmat, menegaskan seluruh panitia terus bergerak melakukan persiapan agar acara berjalan maksimal sesuai harapan bersama.

“Kami terus melakukan koordinasi di setiap bidang agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipersiapkan dengan matang. Target kami bukan hanya sukses acara, tetapi juga menghadirkan reuni yang berkesan dan penuh manfaat bagi alumni maupun sekolah,” katanya.

Wakil Ketua II IASKA, Syuhada Wisastra, mengajak seluruh alumni untuk bersama-sama membesarkan organisasi alumni agar semakin memberikan manfaat bagi anggotanya maupun masyarakat luas.

“Siapa lagi yang bisa menyukseskan dan membesarkan IASKA kalau bukan alumninya sendiri. Ke depan kami berharap IASKA bisa menjadi sarana yang lebih baik, memiliki koperasi, yayasan sosial dan pendidikan, serta mampu menampung dan membantu UMKM alumni agar semakin maju,” ucap Syuhada.

Ia juga menambahkan, IASKA kini telah memiliki website resmi alumni melalui iaska.org yang diharapkan dapat menjadi sarana digital informasi, komunikasi, dan pengembangan jaringan alumni.

Di sisi lain, Ketua Panitia Pemilihan Ketua Umum IASKA, Tatang Suhendi, menyampaikan bahwa momentum reuni diharapkan dapat menjadi sarana membangun regenerasi organisasi alumni yang lebih solid dan profesional.

“Kami ingin IASKA semakin maju dan mampu menjadi organisasi alumni yang aktif, solid, serta memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun lingkungan pendidikan,” ungkap Tatang.

Panitia berharap seluruh alumni SMEAN 20/SMKN 2 Karawang dari berbagai angkatan dapat turut hadir dan mendukung pelaksanaan Reuni Akbar 2026 sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap almamater.

Bupati Karawang Sebut Kirab Mahkota Binokasih Perkuat Budaya dan Kebersamaan Warga

0

Karawang, Karawangexpose.com — Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam menyambut Kirab Mahkota Binokasih yang digelar di kawasan Masjid Agung Syekh Quro, Karawang, Sabtu malam (9/5/2026).

Dalam sambutannya, Aep menyebut kehadiran Mahkota Binokasih di Karawang menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai budaya, kasih sayang, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Mahkota Binokasih ini memiliki makna kasih sayang. Kasih sayang itu harus diberikan kepada masyarakat. Kepala daerah harus memahami kebutuhan masyarakatnya,” ujar Aep di hadapan ribuan warga.

Aep juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Jawa Barat dalam rangkaian kegiatan budaya tersebut. Ia menilai dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi dorongan besar bagi pengembangan budaya dan penataan kawasan di Karawang.

Dalam sambutannya, Aep mengungkapkan bahwa Karawang menjadi daerah ketujuh yang disinggahi dalam rangkaian Kirab Mahkota Binokasih di Jawa Barat. Ia menilai kegiatan tersebut memperlihatkan kekayaan budaya dan keberagaman seni dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Ini menunjukkan Jawa Barat benar-benar istimewa dengan keberagaman budaya dan keseniannya,” katanya.

Selain budaya, Aep juga menyinggung rencana penataan kawasan perkotaan Karawang, termasuk pemindahan kabel listrik bawah tanah yang sebelumnya telah diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, Gubernur Jawa Barat telah memberikan dukungan terhadap rencana tersebut sebagai bagian dari penataan wajah Kota Karawang.

“Alhamdulillah tadi Pak Gubernur menyampaikan dukungan untuk penurunan kabel listrik agar kawasan kota lebih tertata,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Aep turut menyinggung nilai historis kawasan Masjid Agung Karawang yang disebut memiliki kenangan khusus bagi Gubernur Jawa Barat.

Ia juga mengapresiasi kehadiran masyarakat yang memadati kawasan acara sejak sore hingga malam hari. Menurutnya, tingginya antusiasme warga menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Karawang.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Gubernur dan seluruh masyarakat yang hadir malam ini,” kata Aep.

Ia berharap semangat budaya dan kebersamaan tersebut dapat terus memperkuat pembangunan Karawang ke depan.

“Semoga Karawang semakin maju dan Jawa Barat semakin istimewa,” pungkasnya.

Dedi Mulyadi Siapkan Pelataran Cinta dan Penataan Kota Tua Karawang Tahun 2027

0

Karawangexpose.com, Karawang — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan rencana penataan kawasan Kota Tua Karawang hingga pembangunan “Pelataran Cinta” saat menghadiri kegiatan budaya di kawasan Masjid Agung Syekh Quro, Karawang, Sabtu malam (9/5/2026).

Dalam sambutannya yang disampaikan menggunakan campuran Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia, Dedi mengapresiasi antusiasme masyarakat Karawang yang memadati lokasi acara. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Karawang, Forkopimda, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Karawang meledak warga. Tapi bukan hanya ramai, harus ada isi dan maknanya, yakni mengembalikan rasa cinta, rasa kasih, dan semangat kebersamaan,” ujar Dedi di hadapan ribuan warga.

Menurut Dedi, kegiatan budaya seperti Kirab Mahkota Binokasih dan napak tilas sejarah Pajajaran tidak hanya menjadi ajang mengenang masa lalu, tetapi juga momentum membangun masa depan Karawang.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Karawang berencana menata kawasan sekitar rel kereta api hingga alun-alun menjadi ruang publik bertema cinta dan budaya.

“Insyaallah awal 2027 kami akan membangun Pelataran Cinta. Kawasan dari dekat rel kereta sampai alun-alun akan ditata menjadi ruang terbuka yang indah, lengkap dengan taman, trotoar, dan batu tulis berisi pesan-pesan cinta,” katanya.

Dedi juga menegaskan sejumlah rencana penataan infrastruktur di kawasan tersebut, mulai dari pemindahan tiang dan kabel listrik ke bawah tanah, pembukaan area taman tengah untuk kegiatan seni dan budaya, hingga penyeragaman tampilan toko-toko di kawasan Kota Tua Karawang.

“Kita ingin kawasan Kota Tua Karawang memiliki identitas dan menghadirkan kenangan masa lalu yang indah,” ucapnya.

Selain itu, Dedi menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan mendukung pembangunan jembatan dan pengembangan kawasan Karawang Barat, termasuk rencana pembangunan Taman Cinta di sepanjang gerbang masuk wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dedi turut meminta maaf kepada masyarakat atas kemacetan dan kepadatan lalu lintas selama acara berlangsung. Ia juga mengapresiasi kerja keras aparat keamanan yang mengatur jalannya kegiatan.

“Hampura ka warga Karawang yang terganggu perjalanan malam ini, dan terima kasih kepada Kapolres serta Dandim yang anggotanya bekerja keras mengatur masyarakat yang sangat banyak,” katanya.

Menutup sambutannya, Dedi berharap Karawang dapat terus berkembang dan masyarakatnya semakin sejahtera, termasuk melalui penguatan sektor pertanian dan pembangunan infrastruktur.

“Mudah-mudahan Karawang semakin makmur, masyarakat bisa kembali bertani dengan baik, dan kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh warga,” pungkasnya.

Pro-Kontra Permenaker 2026 Mengemuka, ASPHRI Hadirkan Pakar dan Serikat Buruh

0

Bekasi, Karawangexpose.com – Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI) akan menggelar Talk Show Nasional bertema “Pro – Kontra Permenaker No. 7 Tahun 2026, Perlu Revisi?” pada Jumat, 22 Mei 2026, di Hotel Holiday Inn Jababeka Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 16.30 WIB tersebut menjadi forum diskusi strategis untuk membahas regulasi terbaru di bidang ketenagakerjaan yang saat ini tengah menjadi sorotan publik nasional.

Permenaker No. 7 Tahun 2026 dinilai memunculkan berbagai pandangan dari kalangan pekerja, praktisi HR, serikat buruh hingga pelaku industri. Sebagian pihak menilai regulasi tersebut dapat memperkuat perlindungan tenaga kerja, namun di sisi lain terdapat kekhawatiran terhadap dampaknya terhadap dunia usaha dan investasi.

Dalam talk show ini, ASPHRI menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang ketenagakerjaan, di antaranya Dr. B. Woeryono, SH., MH., MM selaku pakar hukum ketenagakerjaan, R. Abdullah sebagai Wakil Presiden KSPSI, serta Bob Azam yang merupakan Ketua Bidang Ketenagakerjaan DPN APINDO.

Diskusi akan dipandu langsung oleh Ketua Umum ASPHRI, Dr. Yosminaldi, SH., MM sebagai moderator.

Ketua Umum ASPHRI, Dr. Yosminaldi, SH., MM mengatakan bahwa forum tersebut diharapkan mampu menjadi ruang dialog yang objektif dan konstruktif antara berbagai pihak terkait kebijakan ketenagakerjaan nasional.

“ASPHRI ingin menghadirkan forum yang sehat dan ilmiah agar seluruh elemen ketenagakerjaan dapat menyampaikan pandangan secara terbuka. Permenaker No. 7 Tahun 2026 harus dikaji dari berbagai sudut pandang, baik perlindungan pekerja maupun keberlangsungan dunia usaha. Dari diskusi ini diharapkan lahir masukan strategis bagi pemerintah,” ujar Dr. Yosminaldi yang juga Dosen Pascasarjana Univ Pertiwi Bekasi & Master Trainer PPM Jakarta ini (Sabtu, 9 Mei 2026).

Ia menambahkan, regulasi ketenagakerjaan yang baik harus mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan pekerja dan perusahaan sehingga tercipta hubungan industrial yang harmonis dan produktif.

“Melalui talk show ini, ASPHRI juga ingin meningkatkan pemahaman praktisi HR dan pelaku industri terhadap dinamika regulasi terbaru agar mampu menghadapi tantangan ketenagakerjaan secara profesional,” tambah Dosen Polteknake RI dan Advokat ini.

Selain mendapatkan wawasan terkait regulasi terbaru, peserta juga akan memperoleh kesempatan membangun relasi profesional, mengikuti diskusi interaktif, serta mendapatkan sertifikat peserta, lunch dan snack.

Panitia menetapkan biaya partisipasi sebesar Rp150 ribu untuk non member ASPHRI dan Rp100 ribu bagi member ASPHRI.

Bagi masyarakat, praktisi HR, serikat pekerja maupun pelaku industri yang ingin mengikuti kegiatan tersebut dapat melakukan registrasi melalui kontak panitia atas nama Sinta di nomor 0812-2695-4579.

ASPHRI menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka bagi seluruh pihak yang ingin memahami lebih jauh arah kebijakan ketenagakerjaan nasional serta mencari solusi terbaik melalui dialog dan kolaborasi bersama.

GOKAR Karawang Dukung Program Pembinaan dan Pemberdayaan Warga Binaan

Karawangexpose.com, Karawang — Paradigma bahwa seluruh warga binaan merupakan pribadi yang tidak baik dinilai perlu diubah. Setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menjalin sinergi dengan PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara dalam program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan yang akan bebas pada akhir Mei dan Juni 2026.

Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan di Aula Sahardjo Lapas Kelas IIA Karawang, Sabtu (9/5/2026). Acara dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Ma’ruf Prasetyo Hadianto beserta jajaran, Founder GOKAR Syuhada Wisastra bersama tim GOKAR, serta puluhan warga binaan yang akan menjalani pembebasan bersyarat pada Mei dan Juni 2026.

Program itu bertujuan membantu warga binaan agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat, memiliki pekerjaan yang layak, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum evaluasi diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara melalui aplikasi GOKAR atau Go Karawang, Dekat Bersahabat, yang merupakan singkatan dari Gerak Online Kendaraan Angkutan Rakyat, menyatakan kesiapan memberikan peluang kerja kepada warga binaan yang telah menyelesaikan masa hukuman.

Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, mengatakan pihaknya ingin membuka ruang bagi mantan warga binaan agar dapat kembali hidup normal dan produktif di tengah masyarakat.

“GOKAR merupakan perusahaan asli orang Karawang untuk Indonesia. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aplikasi transportasi online, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Syuhada, stigma terhadap mantan narapidana masih menjadi hambatan besar ketika mereka kembali ke lingkungan sosial.

“Banyak dari mereka sebenarnya ingin berubah dan hidup lebih baik, tetapi kesempatan kerja sangat terbatas. Karena itu, kami siap membantu dan mengarahkan mereka agar bisa bekerja secara normal sebagai driver GOKAR yang difasilitasi oleh Lapas Karawang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Ma’ruf Prasetyo Hadianto dalam arahannya kepada warga binaan menekankan pentingnya memulai kehidupan baru dengan lingkungan dan kebiasaan yang baik.

“Hal itu menjadi pemikiran sebagian besar teman-teman, maka akan ada kesimpulan begitu, mohon maaf, kembali ke lingkaran yang tidak bertuan tadi. Lingkaran yang warnanya sudah sangat pekat. Sekali tempel, dua kali tempel, tiga kali kena. Betul enggak?” ujar Ma’ruf yang disambut jawaban serempak warga binaan, “Betul!”

Ia menggambarkan bahwa kehidupan sederhana yang dijalani dengan cara baik akan jauh lebih bermakna dibanding kembali terjerumus ke lingkungan negatif.

Kalapas juga menegaskan bahwa kehidupan di luar lapas memiliki tantangan yang lebih berat sehingga warga binaan harus memiliki ilmu, keterampilan, dan kemauan untuk berubah.

“Kami ingin semua anak-anak kami saat sudah keluar dari Lapas dengan kondisi yang jauh lebih keras lagi, tidak ada toleransi bagi siapa pun yang tidak berilmu, maka pilihannya hanya satu: mencoba dari awal, mencoba dari hal kecil, mencoba hal yang baru,” ujarnya.

Menurut Ma’ruf, setiap peluang sekecil apa pun harus diperjuangkan sebagai bentuk ikhtiar untuk masa depan yang lebih baik.

“Kami tidak bisa mengetahui dari jalan mana teman-teman akan dibukakan rezekinya oleh Allah SWT. Tapi yang pasti, kami selaku orang tua akan membukakan jalan bagi anak-anaknya untuk bisa menjadi anak-anak yang berbakti kepada orang tua, kepada bangsa dan negara,” ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya memperhatikan seluruh warga binaan agar memiliki kesempatan untuk maju dan sukses setelah bebas dari lapas.

“Kami ingin seluruh warga binaan setelah keluar dari sini bisa menjadi pribadi yang mandiri, sukses, dan diterima kembali di masyarakat. Jangan sampai kembali melakukan kesalahan yang sama. Kami ingin mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Ma’ruf.

Dalam kesempatan itu, Syuhada Wisastra juga mengapresiasi langkah pembinaan yang dilakukan Lapas Karawang terhadap para warga binaan.

“Kami melihat ada semangat besar dari pihak lapas untuk benar-benar membina warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik. Ini bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri dan harapan hidup mereka,” katanya.

Ia menilai kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga pemasyarakatan menjadi langkah penting dalam menekan angka residivisme.

“Ketika mereka memiliki pekerjaan dan lingkungan yang baik, maka peluang untuk kembali melakukan kesalahan tentu akan semakin kecil,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, GOKAR berencana memperluas kerja sama serupa dengan lembaga pemasyarakatan lainnya di Jawa Barat hingga tingkat nasional.

“Ke depan, sistem kerja sama ini akan segera dibahas lebih lanjut dan kami berharap dapat berjalan di seluruh Jawa Barat khususnya, serta nasional pada umumnya. Kami ingin program ini menjadi gerakan sosial bersama untuk membantu warga binaan mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik,” pungkas Syuhada.

Sosialisasi Bahaya Radikalisme di Karawang, Satgaswil Jabar Edukasi Pelajar SMP

KARAWANG – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, Drs. Wawan Setiawan Natakusumah, M.M., menyambut baik kegiatan sosialisasi pencegahan bahaya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang digelar Tim Idensos Satgaswil Jawa Barat bersama perwakilan siswa-siswi SMP se-Kabupaten Karawang.

Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 14.00 hingga 15.30 WIB di Villa Legok Muncang, Loji, Kabupaten Karawang, dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang serta perwakilan pelajar SMP se-Kabupaten Karawang.

“Alhamdulillah kami menyambut baik dan berterima kasih kepada Tim Idensos Satgaswil Jabar, sehingga hal ini memang kami butuhkan untuk wawasan kebangsaan para pelajar di Karawang,” ujar Wawan.

Sementara itu, di tempat yang sama, Katim Idensos Satgaswil Jabar, Kompol H. Satori, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut penting untuk menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air serta memberikan pemahaman mengenai pengaruh negatif paham intoleran dan radikalisme.

“Kegiatan yang kami lakukan ini sangat penting bagi wawasan para pelajar di Karawang tentunya yang diakomodir oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang,” ungkap Kompol H. Satori.

Selain itu, Kompol H. Satori menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan kepada para pelajar mengenai cara pencegahan terhadap bahaya terorisme.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, memberikan pengetahuan kepada seluruh pelajar di wilayah Kabupaten Karawang, tentunya terkait bahaya pengaruh paham intoleran, radikalisme, dan terorisme, serta cara pencegahannya,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, melalui pemahaman nilai-nilai wawasan kebangsaan, para pelajar diharapkan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

“Apa yang saya sampaikan semoga para pelajar ini dapat memahami dan ini sangat penting untuk dirinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kompol H. Satori menekankan pentingnya pemahaman terhadap bahaya terorisme sejak usia dini karena dapat menimbulkan rasa takut serta kerusakan massal yang mengancam stabilitas negara.

“Terorisme adalah tindakan yang bertujuan menimbulkan rasa takut kepada masyarakat, baik melalui kekerasan maupun ancaman kekerasan. Sehingga hal ini dapat menyebabkan kerusakan atau kehancuran yang merugikan banyak orang,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Kompol H. Satori juga menyoroti maraknya penyalahgunaan media sosial dan internet yang dapat memengaruhi pola pikir seseorang, khususnya di kalangan pelajar. Karena itu, para pelajar diimbau untuk bijak menggunakan media sosial dan internet, serta menjaga jejak digital agar tidak terjerumus ke dalam paham yang merugikan.

“Kami harap para pelajar ini lebih bijak dalam menggunakan media sosial, karena setiap aktivitas di dunia maya meninggalkan jejak digital yang tidak bisa dihapus. Bahkan wawasan kebangsaan sangat penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.