google-site-verification=mfDzAmrATs_axixiQE589FtwGxMIv1RrxySdHsqAmqE
spot_img
Beranda blog Halaman 53

Temuan BPK di RSUD Rengasdengklok, Pemerhati : Pengembalian Dana Tak Lenyapkan Indikasi Niat Korup

 

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Di tengah euforia persiapan beroperasinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok pada awal Januari 2026 mendatang, sorotan tajam muncul dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Meskipun sejumlah kerugian negara telah dikembalikan ke kas daerah, temuan BPK ini memicu pertanyaan serius mengenai integritas proyek dan potensi adanya niat korupsi yang terungkap “keburu” oleh pemeriksaan.

Pembangunan fasilitas kesehatan senilai Rp247,4 miliar ini, yang dilaksanakan oleh PT PP sejak 14 November 2023, diharapkan menjadi solusi peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Karawang Utara.

Acara soft opening bahkan dihadiri langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang mengapresiasi arsitektur modern bangunan tersebut. Namun, kemegahan ini sedikit tercoreng oleh laporan BPK.

BPK RI menemukan beberapa penyimpangan signifikan dalam proyek RSUD Rengasdengklok, di antaranya:

– Pekerjaan tidak sesuai kontrak senilai Rp774.331.667,00.

– Kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp267.302.572,00.

– Harga satuan beberapa item pekerjaan baru dalam adendum kontrak lebih tinggi dari seharusnya sebesar Rp234.675.931,00.

– Hasil pengujian kualitas material pada beberapa item tidak sesuai standar senilai Rp26.341.784,00.

– Kelebihan pembayaran akibat selisih harga satuan atas perubahan merek dalam adendum kontrak sebesar Rp246.011.380,00.

Total potensi kerugian negara yang teridentifikasi mencapai lebih dari Rp1,5 miliar. BPK mencatat bahwa penyedia, PT PP dan CV Azz, telah menyetorkan kembali kelebihan pembayaran sebesar Rp862.139.667,00 ke kas daerah. PT PP mengembalikan Rp774.331.667,00, sementara CV AZZ menyetor Rp87.808.000,00.

Meskipun pengembalian dana telah dilakukan, para pengamat hukum dan integritas publik menegaskan bahwa tindakan ini tidak serta-merta menghilangkan indikasi niat korupsi atau pelanggaran hukum yang mungkin terjadi.

“Pengembalian uang setelah temuan BPK justru menguatkan dugaan bahwa ada upaya untuk mengambil keuntungan tidak sah, dan baru dikembalikan setelah ‘terciduk’ atau ‘keburu diuji petik’ oleh auditor,” ujar Tatang Obet, salah seorang pemerhati Karawang.

“Niat jahat atau penyalahgunaan wewenang itu sudah ada sejak awal, pengembalian hanya upaya mitigasi risiko setelah ketahuan.” Katanya.

BPK sendiri menilai potensi kerugian ini disebabkan oleh kurang cermatnya Kepala Dinas Kesehatan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selaku Pengguna Anggaran dalam mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD.

Hal ini menunjukkan adanya kelalaian serius yang berujung pada kerugian keuangan negara, terlepas dari apakah dana tersebut akhirnya dikembalikan atau tidak.

“Pengembalian dana, meski positif untuk kas negara, seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan penyelidikan lebih lanjut terhadap motif di balik temuan-temuan tersebut, demi memastikan tidak ada ruang bagi praktik korupsi di masa mendatang,” pungkasnya.

Sidang Kasus Pembunuhan Nenek Emot, Terungkap Dugaan Hilangnya Barang Bukti Rp73 Juta di Polres Karawang

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Kasus pembunuhan sadis terhadap seorang nenek bernama Emot (70) di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, yang sebelumnya diungkap Polres Karawang karena dilakukan oleh cucunya sendiri, kini memasuki babak baru di meja hijau. Namun, di balik proses persidangan, muncul dugaan hilangnya barang bukti uang sebesar Rp73 juta yang sebelumnya disita oleh pihak kepolisian.

Fakta mencengangkan itu terungkap dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Kamis (9/10/2025).

Sidang yang dipimpin majelis hakim PN Karawang tersebut menghadirkan dua terdakwa, SP dan NY, serta sejumlah saksi, termasuk pembeli emas dan tim penangkapan dari Polres Karawang.

Dalam kesaksiannya, terdakwa NY mengungkap bahwa SP sempat menjual emas milik korban seberat 100 gram dengan nilai sekitar Rp142 juta, terdiri atas uang tunai Rp80 juta dan saldo Rp62 juta. Uang tunai tersebut disebut disimpan dalam tas laptop yang dibungkus plastik sebelum diamankan oleh kepolisian.

“Saya lihat sendiri uangnya ada di dalam tas laptop. Tapi setelah dihitung oleh polisi katanya hanya Rp73 juta,” ujar NY di hadapan majelis hakim.

NY juga menyebut terakhir kali melihat tas berisi uang itu saat dirinya berada di Polres Karawang. Namun setelah itu, ia tidak mengetahui lagi keberadaannya.

“Saya sempat lihat tas itu di Polres waktu saya ditangkap. Sekarang saya tidak tahu tas itu ada di mana,” tambahnya.

Yang mengejutkan, dalam sidang tersebut barang bukti uang Rp73 juta tidak dihadirkan oleh jaksa maupun penyidik. Satu-satunya barang bukti yang masih tercatat hanyalah saldo Rp27 juta yang kini sudah diserahkan ke pihak kejaksaan.

Menanggapi hal itu, majelis hakim meminta penyidik Polres Karawang hadir dalam sidang berikutnya untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan hilangnya barang bukti tersebut.

Kasus ini sebelumnya menarik perhatian publik karena pelaku pembunuhan merupakan cucu kandung korban sendiri. Polisi menyebut motif pembunuhan diduga terkait persoalan ekonomi dan penguasaan harta milik korban.

Bupati Karawang Resmikan Karya Bhakti TNI 2025, Wujud Sinergi Bangun Desa dan Sejahterakan Masyarakat

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, secara resmi membuka Upacara Pembukaan Karya Bhakti TNI Tahun 2025 di Lapangan Makodim 0604/Karawang, Jumat pagi (10/10/2025).

Program Karya Bhakti TNI merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Karawang dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Tahun ini, kegiatan Karya Bhakti TNI dilaksanakan di empat desa, yakni Desa Batujaya, Desa Telukambulu, dan Desa Telukbango di Kecamatan Batujaya, serta Desa Wadas di Kecamatan Telukjambe Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Aep menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI atas kontribusi nyata mereka dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan TNI menjadi langkah penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pelosok desa.

“Karya Bhakti TNI bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga tentang membangun semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Bupati Aep.

Pelaksanaan Karya Bhakti TNI Tahun 2025 dimulai pada 10 Oktober 2025 dan akan berlangsung selama 90 hari kalender hingga 23 Desember 2025. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan warga di wilayah sasaran.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan TNI dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. (*)

Bupati Karawang Hadiri Rakornas “Sampah Hilang Indonesia Terang”, Dukung Program Waste to Energy Nasional

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE didampingi Kepala Bappeda dan Kepala DLHK Karawang menghadiri Rapat Koordinasi Nasional bertajuk “Sampah Hilang Indonesia Terang” yang digelar bersama Kementerian Investasi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Wisma Danatara, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Rakor tersebut membahas langkah konkret dalam mengatasi persoalan persampahan nasional melalui penerapan teknologi Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik ramah lingkungan.

Presiden Republik Indonesia menegaskan komitmen pemerintah dalam pengelolaan sampah dengan target 50 persen pada tahun 2025 dan 100 persen pada 2029. Program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menekan polusi, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta memperkuat transisi menuju energi bersih nasional.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Sekretaris Jenderal Dr. Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa tahap pertama proyek ini akan difokuskan di sejumlah kota besar, seperti Yogyakarta, Denpasar, Bekasi, Tangerang, Bogor, Medan, dan Semarang. Dua wilayah dengan potensi besar yaitu DKI Jakarta dengan volume sampah mencapai 8.000 ton per hari, serta Bandung sekitar 7.000 ton per hari, masih dalam proses melengkapi berbagai persyaratan teknis.

“Insyaallah 10 titik kota yang telah dievaluasi akan masuk ke tahap selanjutnya. Kami menargetkan program ini dapat diluncurkan pada akhir Oktober 2025,” ujar Menteri Investasi, Rosan Perkasa Roeslani.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat menyampaikan apresiasi terhadap langkah ini, dan berharap program pengelolaan sampah berbasis energi tersebut dapat segera terwujud dengan dukungan penuh semua pihak. “Danatara menjadi lembaga yang dipercaya sebagai solusi masalah di Indonesia. Kita berdoa agar program ini dapat berjalan sukses,” ujarnya.

Kehadiran Bupati Karawang dalam kegiatan tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mendukung kebijakan nasional menuju pengelolaan sampah berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Bupati Aep Hadiri Perayaan 3 Juta Unit Ekspor Toyota, Bukti Kekuatan Industri Otomotif Karawang

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE bersama Wakil Bupati H. Maslani menghadiri acara Perayaan 3 Juta Unit Ekspor Toyota Indonesia yang digelar di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang, pada Kamis (09/10/2025).

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan menjadi momentum bersejarah bagi industri otomotif nasional.

Pencapaian ekspor tiga juta unit kendaraan ini menegaskan posisi Indonesia, khususnya Karawang, sebagai pusat produksi dan ekspor otomotif yang mampu bersaing di tingkat global.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Presiden Direktur Toyota Motor Corporation Koji Sato, Wakil Presiden ke-10 RI Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri, serta Gubernur Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi kepada Toyota atas kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

“Capaian ini menjadi bukti nyata daya saing industri otomotif Indonesia di kancah global,” ujar Airlangga.

Sementara itu, Koji Sato mewakili Toyota Group menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama lebih dari lima dekade.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas bantuannya dan seluruh partner kami selama 50 tahun lebih,” tutur Koji Sato.

Perayaan ekspor ke-3 juta unit ini menjadi simbol kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat peran Indonesia di pasar otomotif dunia.

RSUD Rengasdengklok Siap Layani Warga, BPK Temukan Ratusan Juta Kelebihan Bayar Nyaris Rugikan Daerah

KARAWANG | KARAWANGEXSPOSE.COM –  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok dijadwalkan beroperasi penuh pada awal Januari 2026. Pembangunan fasilitas kesehatan ini telah berlangsung sejak 14 November 2023 hingga 27 Desember 2024.

RSUD Rengasdengklok diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Karawang Utara, yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas medis.

Acara soft opening RSUD Rengasdengklok pun berlangsung sukses. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, bersama jajaran pemerintah daerah, mengagumi arsitektur dan interior bangunan yang modern.

Namun, di balik kemegahan tersebut, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) menemukan sejumlah catatan yang berpotensi merugikan keuangan daerah.

Meski demikian, temuan BPK ini telah ditindaklanjuti dengan pengembalian kerugian ke kas daerah.

Berdasarkan laporan BPK RI, terdapat beberapa permasalahan dalam pembangunan RSUD Rengasdengklok:

– Pekerjaan tidak sesuai kontrak senilai Rp774.331.667,00.

– Kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp267.302.572,00.

– Harga satuan beberapa item pekerjaan baru dalam addendum kontrak lebih tinggi dari seharusnya sebesar Rp234.675.931,00.

– Hasil pengujian kualitas material pada beberapa item tidak sesuai standar sebesar Rp26.341.784,00.

– Kelebihan pembayaran akibat selisih harga satuan atas perubahan merek dalam addendum kontrak sebesar Rp246.011.380,00.

BPK RI mencatat, pekerjaan pembangunan RSUD Rengasdengklok dilaksanakan oleh PT PP berdasarkan Kontrak Nomor 01.01/01/KONTRAK RS RENGASDENGKLOK-DINKES/XI/2023 tanggal 14 November 2023 senilai Rp236.100.471.000,00, dengan masa pelaksanaan 390 hari kalender (14 November 2023 – 7 Desember 2024). Kontrak mengalami perubahan melalui addendum Nomor ADD 01.05/01.KONTRAK RS RENGASDENGKLOK-DINKES/XII/2024 tanggal 9 Desember 2024, yang mengubah volume pekerjaan (Contract Change Order/CCO) dan nilai kontrak menjadi Rp247.488.881.000,00.

Pengawasan pekerjaan dilakukan oleh PT AA sebagai Manajemen Konstruksi (MK).

BPK RI mengungkapkan bahwa penyedia telah menyetorkan kelebihan pembayaran sebesar Rp862.139.667,00 ke kas daerah, dengan rincian:

– CV Azz: Rp87.808.000,00

– PT PP: Rp774.331.667,00

BPK RI menilai, potensi kerugian negara tersebut disebabkan kurang cermatnya Kepala Dinas Kesehatan dan PPK selaku Pengguna Anggaran dalam mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD. Selain itu, penyedia barang/jasa dinilai melaksanakan pekerjaan tidak sesuai kontrak, serta konsultan pengawas kurang cermat dalam mengawasi pekerjaan.

Upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih terus dilakukan hingga berita ini diturunkan.

Kemnaker Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Program Layanan Kewirausahaan di Karawang

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Ketenagakerjaan (BPKK) kembali menggelar program Layanan Kewirausahaan dengan tema “Sejahtera dengan Kerja Wirausaha”. Kegiatan berlangsung di Aula Disnakertrans Kabupaten Karawang, Kamis (09/10/2025) pagi.

Pelatihan yang memasuki Batch 12 ini diikuti oleh 106 peserta dan terbagi ke dalam empat kelas, yakni Kelas A dan B (DMI) masing-masing berjumlah 28 peserta, Kelas C (PTKK) dengan 20 peserta, serta Kelas D (BLK) berisi 30 peserta.

Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja, Iwan Darmawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mencetak wirausahawan muda yang kreatif, inovatif, dan tangguh.

“Kewirausahaan bukan sekadar solusi untuk menekan angka pengangguran, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam memperkuat perekonomian nasional,” ujarnya.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas inisiatif Kemnaker. Ia menilai program ini selaras dengan visi daerah dalam memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

“Karawang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan industri. Dengan 30 kecamatan dan 309 desa, serta luas lahan sawah mencapai 87 ribu hektar, kewirausahaan dapat menjadi pintu kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa geliat UMKM di Karawang terus meningkat, dibuktikan dengan capaian rekor MURI pada perayaan Hari Jadi Karawang, di mana transaksi masyarakat mencapai Rp2,8 miliar dalam 14 hari selama kegiatan UMKM Naik Kelas.

“Kami berharap program ini dapat menjadi wadah nyata bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan melalui wirausaha,” tutup Bupati.

Kang Dedi Iskandar Jalin Silaturahmi dengan PWNU Jawa Barat, Bahas Penguatan Nilai Keagamaan dan Kebangsaan

0

BANDUNG | KARAWANGEXPOSE.COM – Dalam upaya memperkuat silaturahmi sekaligus memperluas wawasan keagamaan, pengusaha sekaligus tokoh masyarakat Karawang, Kang Dedi Iskandar (KDI), melakukan kunjungan ke Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat di Kota Bandung, Rabu (8/10/2025). Kunjungan tersebut menjadi ajang penting bagi KDI untuk berdialog langsung dengan para ulama dan tokoh NU terkait peran keagamaan, sosial, serta kebangsaan di tengah masyarakat.

Kedatangan KDI disambut hangat oleh jajaran pengurus PWNU Jawa Barat, termasuk Abuya KH. Ade Fatahillah, Khatib Syuriah PWNU Jawa Barat. Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban dan keilmuan. Dalam kesempatan itu, kedua pihak berdiskusi mengenai nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta penguatan peran ormas Islam dalam menjaga keharmonisan sosial.

KDI menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat bersilaturahmi langsung dengan para tokoh NU yang selama ini menjadi panutan dan sumber inspirasi bagi dirinya.

“Alhamdulillah, saya bisa berkunjung ke Kantor PWNU Jawa Barat dan bertemu langsung dengan para ulama serta tokoh besar NU. Ini pengalaman berharga karena saya bisa berdiskusi dan bertukar pikiran dengan sosok-sosok berilmu tinggi yang menjadi teladan umat,” ujar KDI dengan penuh antusias.

Ia menegaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan juga menjadi sarana pembelajaran dan penyegaran spiritual. Menurutnya, banyak nilai luhur Nahdlatul Ulama yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Saya bersama Abuya KH. Ade Fatahillah banyak berdiskusi tentang ilmu agama dan kiprah NU, baik di Karawang, di tingkat Jawa Barat, maupun secara nasional. Informasi yang saya peroleh langsung dari tokoh NU tentu sangat berharga dan menambah wawasan,” lanjutnya.

Kang Dedi Iskandar yang dikenal rendah hati, mudah bergaul, dan memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus ia lakukan. Ia berkomitmen memperluas jaringan silaturahmi serta memperdalam pemahaman keagamaan dengan berbagai kalangan, khususnya para ulama dan tokoh masyarakat.

“Semoga kegiatan seperti ini menjadi ladang pahala, memperkuat nilai religius dan sosial, serta menambah pemahaman saya terhadap ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama,” tutup KDI penuh harap.

Kunjungan Kang Dedi Iskandar ke PWNU Jawa Barat ini mencerminkan semangat belajar tanpa batas dan komitmen kuat untuk terus meneladani nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. Sebagai tokoh masyarakat Karawang, ia terus menunjukkan keteladanan melalui sikap religius, kebersamaan, dan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat. (*)

Pemkab Karawang dan Polri Gelar Penanaman Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan Nasional

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Salah satunya melalui kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025, yang digelar di Dusun Cimide, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, pada Rabu (8/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh SE, bersama unsur Forkopimda, Bulog Karawang, dan Dinas Pertanian, serta dilanjutkan dengan zoom meeting bersama Presiden RI.

Penanaman jagung tersebut menjadi bagian dari program sinergis nasional dalam mendukung Swasembada Pangan Nasional 2025 dan memperkuat rantai pasok pangan di wilayah Jawa Barat.

Total lahan yang digunakan mencapai 2 hektare, terdiri dari 1,5 hektare di Kecamatan Majalaya dan 0,5 hektare di Kecamatan Telukjambe Barat. Jenis benih yang ditanam adalah Jagung Hibrida atau Jagung Pipil Kering, dengan kepadatan tanam 10 kilogram per hektare. Tanaman ini diperkirakan siap panen dalam waktu 3,5 hingga 4 bulan ke depan.

“Karawang dikenal sebagai lumbung padi, tetapi tidak hanya tentang padi. Hari ini kita buktikan komitmen dengan penanaman jagung unggul. Sinergi antara Pemkab dan Polri ini adalah kunci untuk menciptakan rantai pasok pangan yang stabil dan kuat,” ujar Bupati Aep Syaepuloh dalam sambutannya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah berharap produktivitas pertanian Karawang semakin beragam dan berdaya saing, sehingga daerah ini tidak hanya dikenal sebagai penghasil padi, tetapi juga menjadi penopang komoditas pangan strategis lainnya seperti jagung. (*)

60 Pegawai Lapas Karawang Jalani Tes Urine, Hasilnya Negatif Semua

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Sebagai upaya memperkuat integritas aparatur dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Karawang menggelar tes urine bagi 60 pegawai secara acak, Selasa (7/10/2025). Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang.

Pemeriksaan tersebut melibatkan tim gabungan dari petugas BNNK Karawang dan tenaga kesehatan Klinik Lapas Karawang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel urine dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba.

Kepala Lapas Kelas III Karawang, Christo Toar, mengatakan tes urine ini merupakan langkah konkret jajaran pemasyarakatan dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba.

“Tes urine ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga integritas pegawai dan memastikan lingkungan kerja di Lapas Karawang bebas dari penyalahgunaan narkotika. Hasil negatif seluruh pegawai menunjukkan profesionalisme dan tanggung jawab moral kami sebagai aparatur negara,” ujar Christo.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, yang menekankan pentingnya pemberantasan peredaran narkoba serta penipuan dengan berbagai modus di lingkungan Lapas dan Rutan.

“Kami mendukung penuh arahan Menteri Agus Andrianto. Pencegahan dan pemberantasan narkoba tidak hanya dilakukan terhadap warga binaan, tetapi juga harus dimulai dari internal petugas,” tegasnya.

Dengan hasil tes yang seluruhnya negatif, Lapas Kelas III Karawang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme seluruh jajaran, serta memperkuat sinergi dengan BNNK Karawang dan aparat penegak hukum lainnya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. (*)