Beranda blog Halaman 57

Selamat, Pemkab Karawang Raih Penghargaan Champion Of Agro – Industrial Hub Evolution Dalam Ajang CNN Indonesia Awards 2025

0

JAKARTA | KARAWANGEXPOSE.COM – Di penghujung bulan Oktober 2025, Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menorehkan prestasi. Kali ini memperoleh penghargaan dari CNN Indonesia untuk kategori “Champion Of Agro – Industrial Hub Evolution “. Sebagai lumbung padi nasional menuju kota industri terbesar di Indonesia.

Penghargaan diberikan oleh Direktur Trans Media, Latif Harnoko kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepulloh dalam ajang CNN Indonesia Awards 2025 yang digelar di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta pada hari Jumat (31/10/2025) sore.

Ajang ini menjadi bentuk apresiasi bagi pemerintah daerah, institusi, dan tokoh yang berkontribusi nyata dalam pembangunan serta kemajuan Indonesia.

Sebagai ajang penghargaan tahunan prestisius, CNN Indonesia Awards sebelumnya telah digelar di berbagai provinsi seperti Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Jawa Barat, Bali, Sumatra Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, sebelum akhirnya digelar secara nasional di Jakarta tahun ini.

Acara puncak penghargaan turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Chairman CT Corp Chairul Tanjung, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta tokoh pejabat lainnya.

Capaian prestisius diberikan berkat komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mengembangkan pertanian dan Kawasan Industri yang terbesar di Indonesia dengan berdirinya ribuan pabrik di Karawang.

Atas capaian anugerah tersebut, Bupati Aep menyampaikan rasa syukur dan bangganya. Seraya menyebutkan bahwa penghargaan yang diterimanya tidak terlepas dari sinergi kolaborasi Pemerintah Daerah bersama semua pihak. Khususnya dengan dunia usaha dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Terimakasih, senang sekali, penghargaan ini sebagai semangat pengabdian kami kepada masyarakat Kabupaten Kabupaten Karawang. Tentunya yang pertama tadi, kami menghaturkan banyak terima kasih bahwa penghargaan di mana Kabupaten Karawang ini adalah kota industri dan tentunya juga kota lumbung padi,”ungkapnya.

“Kami sebagai pemerintah daerah memiliki komitmen bahwa industrialisasi tetap berjalan dengan baik, tapi Karawang masih menjadikan kota lumbung padi. Makanya, saya sebagai bupati berkomitmen untuk tetap menjaga Karawang adalah sentra industri beras. Jadi di dalam kebijakan mengunci di dalam LP2B, tentunya ini tidak bisa diganggu gugat dan ini adalah harga mati,”lanjutnya.

“Mudah-mudahan, ini yang menjadikan salah satu Asta Cita Pak Presiden Prabowo bahwa swasembada pangan, tentunya beras tanpa impor, itu kan. Nah, ini menjadikan kekuatan di Kabupaten Karawang.”pungkasnya.

Cegah Penyakit Sejak Dini, RSUD Jatisari Tawarkan Pemeriksaan Kolesterol dan Gula Darah Gratis

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM  – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jatisari memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di acara Pelayanan Administrasi Terpadu (PATEN) Kecamatan Tegalwaru pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan RSUD Jatisari, dr. Deddy menyampaikan, pihaknya diberikan kesempatan langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang untuk memberikan pelayanan melalui acara PATEN.

“Alhamdulillah kita sekarang menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan arahan pemerintah daerah, kami di undang oleh camat Tegalwaru untuk ikut mensukseskan acara ini,” ujarnya.

Adapun pelayanan kesehatan yang diberikan adalah pemeriksaan secara umum yang meliputi; periksa tekanan darah, konsultasi, pemberian obat jika ada keluhan tertentu, bahkan memberikan layanan screening laboratorium apabila diperlukan.

“Laboratoriumnya itu gula darah, kolesterol dan asam urat,” katanya.

Pihaknya berharap, manfaatkan dari pelayanan kesehatan gratis ini bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat Karawang. Masyarakat, kata Deddy, bisa langsung datang ke tenda pelayanan kesehatan RSUD Jatisari yang tersedia ketika PATEN keliling kecamatan.

Wabup Karawang Resmikan Program Kesehatan di Tegal Waru, Bahas Stunting hingga Air Bersih

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Semangat baru tumbuh di Kecamatan Tegal Waru. Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, mewakili Bupati Karawang menghadiri kegiatan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang digelar di halaman kantor Kecamatan Tegal Waru, Kamis (30/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Wabup Maslani secara resmi meluncurkan program unggulan di bidang kesehatan yang berpusat di Puskesmas Tegal Waru. Peluncuran ditandai dengan pelepasan balon ke udara, disambut antusias oleh warga yang hadir memenuhi area kegiatan.

Camat Tegal Waru dalam laporannya menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, di antaranya permintaan penyediaan air bersih dari PDAM, pembangunan bumi perkemahan permanen, serta perhatian lebih terhadap pengembangan sektor pariwisata lokal. Menurutnya, wilayah Tegal Waru kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau dan membutuhkan solusi jangka panjang untuk kebutuhan air bersih.

Menanggapi hal itu, perwakilan PDAM Karawang yang turut hadir menjelaskan bahwa rencana pengembangan jaringan PDAM akan mulai menjangkau wilayah Tegal Waru pada tahun 2026 mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Wabup Maslani menyoroti masalah stunting yang masih menjadi tantangan di Tegal Waru. Berdasarkan laporan, terdapat 111 kasus stunting yang saat ini tengah ditangani. Ia meminta agar penanganan dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi.

“Kita ingin masalah stunting ini bisa ditekan dengan langkah nyata, mulai dari edukasi remaja putri, pemenuhan gizi, hingga sinergi lintas sektor,” ujar Maslani.

Kepala Puskesmas Tegal Waru memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan, seperti pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita, pendampingan bagi remaja putri dalam pencegahan anemia, serta koordinasi lintas desa dalam pemantauan gizi. Selain itu, terdapat pula program tambahan gizi berupa pembagian telur dan susu bagi anak-anak, yang dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Bupati Karawang dan partisipasi perangkat kecamatan.

Kegiatan PATEN di Tegal Waru menjadi momentum penting dalam memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, serta mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dan warga.

BELASAKA PLN UP3 Karawang Dukung Keandalan Listrik Sambut Hari Pahlawan

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Menjelang peringatan Hari Pahlawan, PLN UP3 Karawang melaksanakan kegiatan BELASAKA di wilayah Kalangligar, dalam area pelayanan PLN ULP Karawang Kota. BELASAKA merupakan kegiatan pemeliharaan jaringan listrik yang dilakukan sebagai bentuk komitmen PLN untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi pelanggan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 30 Oktober 2025. Pemeliharaan jaringan dilaksanakan oleh Tim Pelayanan Teknik PLN UP3 Karawang, dengan pendampingan Asman Jaringan dan Distribusi, Bayu Kurnianto. Pelaksanaan pemeliharaan ini memastikan infrastruktur kelistrikan tetap dalam kondisi optimal sehingga keamanan dan keandalan jaringan terjaga.

Manager PLN UP3 Karawang, Mahadhir, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Mahadhir mengatakan, “Semangat Hari Pahlawan menginspirasi kami untuk terus berkontribusi bagi masyarakat. Melalui kegiatan pemeliharaan ini, kami memastikan listrik tetap andal agar kenyamanan pelanggan dapat terus terjaga.”

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, turut memberikan pesan dukungan. Sugeng menuturkan, “Semangat para pahlawan mengingatkan kita untuk selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa. Upaya pemeliharaan jaringan seperti ini sangat penting untuk menjamin keandalan listrik yang menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.”

Melalui pelaksanaan BELASAKA, PLN UP3 Karawang terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan dan memastikan layanan optimal bagi pelanggan di wilayah Kalangligar dan sekitarnya.

Kritik Pedas Askun untuk KPP Karawang: Pernyataan Menteri Bukan Isu ‘Abu-Abu’ Tapi Suara Rakyat!

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Pernyataan KPP Pratama Karawang yang menyebut isu dugaan praktik tidak profesional dalam pelayanan pajak masih “abu-abu” menuai kritik tajam. Pemerhati Kebijakan Publik sekaligus Advokat Senior Karawang, Asep Agustian SH., MH., atau yang akrab disapa Askun (Asep Kuncir), menilai respons tersebut mencerminkan sikap meremehkan pernyataan seorang menteri yang seharusnya dihormati.

Menurut Askun, pernyataan Menteri Purbaya tentang adanya dugaan pelayanan pajak yang tidak profesional didasarkan pada laporan masyarakat, bukan isu kosong. Karena itu, reaksi KPP yang menyebut hal itu belum jelas justru memperlihatkan lemahnya sensitivitas terhadap kritik publik.

“Abu-abu yang seperti apa? Sudah jelas menteri bicara berdasarkan laporan masyarakat. Apakah orang yang mengadu harus pakai filter? Mestinya KPP menghormati pernyataan menteri, bukan malah menanggapinya seolah tidak jelas,” tegas Askun kepada wartawan, Rabu (29/10/2025).

Ia juga menyoroti bahwa penjelasan kepada publik seharusnya disampaikan oleh pejabat utama, bukan staf yang tidak memahami substansi persoalan.

“Kalau yang bicara hanya staf rumah tangga, apa yang mereka pahami soal substansi pajak? Yang pantas menjawab itu Kepala Kantor Pajak, karena itu tanggung jawab pimpinan,” ujarnya.

Askun mengingatkan jajaran pajak di daerah agar tidak bersikap defensif dan alergi terhadap kritik maupun laporan masyarakat.

“Kalau ada masyarakat yang mengadu, dengarkan dan tanggapi dengan santun. Pegawai pajak itu dibayar oleh negara untuk melayani, bukan untuk menegosiasikan segala urusan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai pernyataan Menteri Purbaya justru merupakan langkah positif untuk mendorong transparansi dan pembenahan sistem pelayanan pajak di daerah.

“Pernyataan menteri itu menandakan semangat perubahan. Pajak ini sudah lama tak tersentuh sorotan publik. Jadi jangan tersinggung, tapi introspeksi,” ujarnya menegaskan.

Menutup pernyataannya, Askun mendesak KPP Pratama Karawang agar memperbaiki pola komunikasi publik dan meningkatkan pelayanan masyarakat.

“Layani masyarakat dengan baik, jawab dengan sopan, jangan asal bunyi. Ingat, Anda pelayan publik yang digaji oleh negara,” pungkasnya.

Camat Jayakerta Ajak Tokoh Agama Jaga Toleransi dan Kondusivitas Wilayah

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Pemerintah Kecamatan Jayakerta menggelar pertemuan silaturahmi antara tokoh agama dan pemilik rumah ibadah di Dusun Krajan RT 006/002, Desa Jayamakmur, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Jayakerta ini dihadiri oleh Camat Jayakerta Asep Sudrajat, S.Sos., M.M., Kapolsek Rengasdengklok Kompol H. Edi Karyadi, S.H., Kepala Desa Jayamakmur, para tokoh agama, serta pemilik Masjid H. Muhammad Mista, Habib Alkaff, S.Pd.I, dan Dr. dr. Hj. Eka Puspita Notonogoro, B.Sc., M.M.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Seluruh pihak sepakat untuk terus mempererat tali silaturahmi serta menjaga kondusivitas dan keharmonisan masyarakat di wilayah Jayakerta.

Camat Jayakerta, Asep Sudrajat, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh tokoh agama dan masyarakat yang telah menjaga suasana tetap aman dan damai.

“Pertemuan ini menjadi wadah mempererat hubungan antarwarga agar semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong terus terjaga di Kecamatan Jayakerta,” ujar Asep.

Sementara itu, Kapolsek Rengasdengklok Kompol H. Edi Karyadi, S.H., mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Kami dari pihak kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Dengan sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah, lingkungan kita akan tetap aman, damai, dan nyaman,” tegasnya.

Di sisi lain, Habib Alkaff, S.Pd.I, selaku pemilik Masjid H. Muhammad Mista, menegaskan bahwa pembangunan masjid tersebut bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kemaslahatan umat dan masyarakat sekitar.

“Masjid ini kami bangun untuk warga sekitar dan siapa pun yang ingin beribadah. Bagi para pengendara yang melintas saat waktu salat, kami harapkan bisa berhenti sejenak untuk istirahat dan menunaikan salat di sini. Semoga masjid ini menjadi tempat yang menyejukkan dan bermanfaat bagi semua,” ujarnya.

Habib Alkaff juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus berperan aktif dalam kegiatan sosial, termasuk pemberian santunan bagi anak yatim dan kegiatan keagamaan bersama masyarakat.

Pertemuan silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kebersamaan, toleransi, serta menjaga kerukunan antarumat beragama di wilayah Kecamatan Jayakerta.

Lapas Kelas IIA Karawang Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan Upacara Bendera Khidmat

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan tema nasional “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, Lapas Kelas IIA Karawang menyelenggarakan upacara bendera yang berlangsung khidmat pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Upacara dipimpin oleh Kasubag Tata Usaha, Samsul Moarif, selaku pembina upacara. Dalam amanatnya, ia membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang menegaskan bahwa generasi pemuda bukan hanya pelengkap sejarah, melainkan penentu arah masa depan bangsa.

Samsul Moarif menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara di lingkungan lapas bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi petugas maupun warga binaan. Dengan mengingat kembali ikrar pemuda tahun 1928, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat persatuan, kolaborasi, serta pengabdian kepada tanah air.

“Kami ingin agar upacara ini menjadi ruang refleksi sekaligus aksi bahwa dalam kondisi apa pun, persatuan dan semangat kebangsaan tetap menjadi modal utama membangun bangsa. Tidak hanya di luar tembok, tetapi juga di dalam lembaga pembinaan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan meliputi pengibaran bendera, pembacaan teks Sumpah Pemuda, menyanyikan lagu kebangsaan, serta penyampaian pesan moral untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Seluruh petugas serta perwakilan warga binaan mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang berharap semangat peringatan tidak berhenti pada kegiatan seremonial saja, tetapi dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui upaya menjaga kondusivitas lembaga, meningkatkan produktivitas dan integritas, serta memperkuat nilai kebangsaan di lingkungan pemasyarakatan.

Asep Agustian Desak Investigasi Penuh Program MBG: Jangan Tutup Mata demi Kepentingan Politik

0

KARAWANGEXPOSE.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng. Makanan bantuan pemerintah untuk siswa SDN Palumbonsari 3, Kecamatan Karawang Timur, ditemukan basi dan berbelatung, memicu kemarahan publik serta sorotan tajam dari Pemerhati Kebijakan Politik dan Pemerintahan, Asep Agustian, yang juga Ketua DPC Peradi Karawang.

Asep Agustian mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang segera mengambil langkah tegas, termasuk menutup dapur pengolahan makanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibungur Sari, yang dianggap lalai dan merugikan peserta program.

Menurut Asep, insiden yang terjadi pada Senin (20/10/2025) itu tidak hanya mencoreng nama baik daerah, tetapi juga menodai program nasional Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan gizi anak bangsa.

“Intinya, tutup dapur MBG ini yang sudah merugikan anak bangsa. Karena ini program Presiden Prabowo yang sudah dinodai. Dapur ini mencari keuntungan besar, sementara anak-anak dikorbankan dengan diberi makanan basi dan berbelatung,” tegas Asep Agustian, Selasa (28/10/2025).

Asep juga menyoroti pengakuan Kepala SPPG Cibungur Indah, Mega Yulita Febrianti, yang membenarkan insiden tersebut dan mengakui menggunakan jasa katering pihak ketiga saat staf internalnya mengikuti bimbingan teknis (bimtek).

Pengakuan itu, kata Asep, jelas melanggar aturan baku Badan Gizi Nasional (BGN). Berdasarkan SK Kepala BGN Nomor 63 Tahun 2025, Yayasan maupun Kepala SPPG dilarang menggunakan vendor atau pihak ketiga dalam pengadaan, pengolahan, maupun distribusi makanan MBG.

“SPPG harus bertanggung jawab. Tidak boleh MBG ini dipihakketigakan. Ini jelas patut diduga melanggar aturan,” ujarnya.

Selain pelanggaran teknis, Asep turut mempertanyakan standar harga dan kualitas makanan dalam program tersebut.

“Benarkah makanan MBG itu seharga Rp10 ribu? Kalau iya, harus diaudit. Jangan-jangan anggarannya besar tapi kualitasnya rendah. Saya minta bupati segera turunkan tim investigasi ke SPPG ini,” lanjutnya.

Asep juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di Karawang. Ia meminta agar seluruh anggota legislatif turut turun langsung mengawasi, bukan hanya memberi pernyataan di media.

Bahkan, ia menuding adanya indikasi keterlibatan oknum anggota DPRD Karawang dalam bisnis penyediaan makanan MBG.

“Saya tahu ada wakil rakyat yang ikut bermain di MBG ini. Apa kurang gaji dan tunjangannya, sampai ikut usaha juga di program ini? Padahal tugas mereka mengawasi, bukan mengambil keuntungan dari anak-anak kita,” sindirnya tajam.

Sementara itu, Kepala SDN Palumbonsari 3, Tuti Setiawati, membenarkan adanya insiden makanan basi tersebut. Ia bersyukur makanan itu langsung ditarik sebelum sempat dikonsumsi siswa.

Hasil inspeksi mendadak (sidak) Dinas Kesehatan Karawang juga menemukan bahwa SPPG Cibungur Indah belum memenuhi ketentuan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2025, terutama soal kepemilikan Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).

Kasus ini menambah daftar dugaan pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) nasional dan berpotensi memicu sanksi tegas dari Badan Gizi Nasional (BGN) jika terbukti melanggar regulasi.

Pupuk Kujang Dorong Swasembada Pupuk, Bangun Pabrik NPK Nitrat Pertama di Indonesia

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM | PT Pupuk Kujang Cikampek menandatangani kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) untuk memulai pembangunan pabrik pupuk NPK Nitrat pertama di Indonesia.

Langkah strategis ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada impor, di mana saat ini mayoritas pupuk NPK berbasis nitrat yang digunakan di Indonesia didatangkan dari luar negeri.

Direktur Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, menyatakan bahwa pabrik ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Dengan adanya pabrik NPK Nitrat Pupuk Kujang, pupuk ini akan lebih mudah didapat oleh petani Indonesia, yang selama ini mengimpor sekitar 500 ribu Ton NPK Nitrat per tahun.

“Petani Indonesia tak lagi sepenuhnya tergantung pada impor. Kita bisa buat sendiri, lebih mudah dijangkau petani,” ujar Budi.

Kontrak kerjasama ini ditandatangani oleh Direktur Utama Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, dan Direktur Utama Rekind, Triyani Utaminingsih, serta disaksikan oleh SVP Pengembangan Usaha Pupuk Indonesia, Herdijanto Utomo.

Kapasitas produksi pabrik NPK Nitrat di Pupuk Kujang diproyeksikan mencapai 100.000 Ton per tahun. Proses pengerjaan akan memakan waktu 21 bulan dan direncanakan selesai pada Kuartal 3 tahun 2027, untuk kemudian berkontribusi menambah kapasitas produksi pupuk nasional.

Direktur Utama Rekind, Triyani Utaminingsih, meyakini bahwa pembangunan pabrik NPK Nitrat pertama di Indonesia ini merupakan tonggak sejarah industri pupuk nasional dan amanah kolaborasi di lingkungan Pupuk Indonesia Grup. Rekind dipilih sebagai bentuk sinergi antar BUMN.

Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, melalui SVP Pengembangan Usaha Pupuk Indonesia, Herdijanto Utomo, berharap pabrik ini dapat meningkatkan produksi pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Pupuk Kujang sendiri telah melakukan riset NPK nitrat sejak awal tahun 2024, mulai dari ideasi, formulasi, hingga uji coba efikasi tanaman di fasilitas kebun riset Kujang Kampioen. Pupuk NPK Nitrat ini ramah lingkungan karena tidak melepaskan emisi gas rumah kaca saat diaplikasikan. Produk ini direncanakan akan diserap oleh sektor pertanian hortikultura, termasuk sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman hias, dan tanaman obat-obatan.

Beberapa petani sudah mulai mencoba sampel NPK Nitrat. Di Brebes, misalnya, puluhan petani bawang merah yang mengikuti demplot mengaku mendapat tanaman yang lebih tahan terhadap kelembapan setelah aplikasi NPK Nitrat. (Red)

Makanan Basi dan Dugaan Vendor Ilegal, DPRD Karawang Minta Evaluasi Total Program MBG

0

KARAWANG, KARAWANGEXPOSE.COM -Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H menegaskan perlunya sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang diduga melanggar ketentuan SK Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 63 Tahun 2025 dan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2025 dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karawang.

Hal itu disampaikan menyusul temuan makanan MBG basi dan berbelatung di SDN Palumbonsari 3 dan kasus dugaan keracunan di SMPN 1 Telukjambe Barat pada 20 Oktober 2025, yang memicu evaluasi besar terhadap pelaksana program di tingkat daerah.

HES menegaskan, DPRD Karawang memandang serius persoalan tersebut karena menyangkut keselamatan dan kesehatan peserta didik, serta nama baik Kabupaten Karawang sebagai pelaksana program prioritas nasional.

“Tanpa adanya sanksi, pelanggaran seperti ini akan terus berulang dan dikhawatirkan menjadi sebuah proses pembenaran. Program Makan Bergizi Gratis adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Emas. Jangan main-main dengan program ini,” tegas Endang, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya, hasil inspeksi mendadak Dinas Kesehatan yang menemukan dapur SPPG belum memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) serta indikasi penggunaan pihak ketiga (vendor) dalam distribusi makanan, merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap SK BGN No. 63 Tahun 2025 dan SE No. 4 Tahun 2025.

HES menyebut, kedua regulasi tersebut secara tegas mengatur bahwa pengadaan bahan, pengolahan, dan distribusi makanan MBG harus dilakukan secara mandiri oleh Yayasan dan SPPG, tanpa melibatkan vendor eksternal.

“Kalau benar ada keterlibatan pihak ketiga, itu pelanggaran dan harus ditindak. Ini bukan hanya soal teknis dapur, tapi soal akuntabilitas dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Untuk menindaklanjuti kasus tersebut, Ketua DPRD Karawang menyatakan akan memanggil sejumlah pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta para pengelola SPPG dan Yayasan pelaksana MBG.

“Kami ingin kejelasan. Jangan sampai program sebesar ini dijalankan asal-asalan. Semua pihak harus memahami dan mengimplementasikan aturan SK 63 dan SE 4 dengan benar,” tambahnya.

Selain itu HES juga merekomendasikan agar regulasi yang menyangkut aspek kesehatan dan pengawasan diperkuat dalam peraturan presiden terbaru, sehingga Dinas Kesehatan memiliki legitimasi penuh dalam proses pengawasan dan sertifikasi dapur MBG di seluruh Indonesia.

“Dinas Kesehatan jangan hanya jadi pelengkap. Harus punya kewenangan penuh dalam pengawasan kualitas dan keamanan makanan. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” tegasnya lagi.

Sebagai langkah konkret, HES meminta Dinas Kesehatan untuk segera menyurati seluruh Kepala SPPG dan Yayasan pelaksana MBG agar membuat komitmen tertulis dalam menjalankan SK 63 Tahun 2025 dan SE 4 Tahun 2025 secara konsisten.

Ia juga menekankan agar setiap petugas dan pengelola dapur MBG memahami substansi regulasi secara utuh, bukan hanya melaksanakan secara administratif.

“Saya tidak mau sidak hanya formalitas. Semua pihak harus paham betul aturan dan tanggung jawabnya. Ini soal integritas pelaksana, bukan sekadar administrasi,” pungkasnya.

Dengan pernyataan tegas ini, DPRD Karawang menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai prinsip keamanan pangan, transparansi, dan akuntabilitas, sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan nasional.