google-site-verification=mfDzAmrATs_axixiQE589FtwGxMIv1RrxySdHsqAmqE
spot_img
Beranda blog Halaman 61

Surya Paloh Tegaskan: Aspirasi Rakyat Jadi Acuan, Dua Anggota DPR NasDem Dinonaktifkan

0

JAKARTA | KARAWANGEXPOSE.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem secara resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari jabatannya sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem. Keputusan ini berlaku mulai Senin, 1 September 2025.

Dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Hermawi F. Taslim, ditegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus menjadi acuan utama perjuangan Partai NasDem.

Partai NasDem menilai perjuangan politiknya merupakan kristalisasi semangat kerakyatan yang bertumpu pada tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

“Atas berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, Partai NasDem menyatakan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya sejumlah warga negara Indonesia dalam upaya memperjuangkan aspirasinya,” demikian pernyataan resmi dalam siaran pers tersebut.

Namun, DPP NasDem juga menegaskan adanya perilaku yang dinilai menyimpang dari perjuangan partai. Disebutkan bahwa terdapat anggota DPR RI dari Fraksi NasDem yang menyampaikan pernyataan publik yang menyinggung dan mencederai rasa rakyat. Hal itu dinilai sebagai bentuk penyimpangan dari perjuangan NasDem.

“Atas pertimbangan tersebut, DPP Partai NasDem menyatakan menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem,” tegas Surya Paloh dalam keterangan persnya.

Keputusan ini disebut sebagai langkah konsolidasi partai untuk menjaga marwah perjuangan, sekaligus penegasan bahwa Partai NasDem akan selalu berpihak pada aspirasi masyarakat.

Jaga Persatuan, Puluhan Tokoh di Karawang Sepakat Teken Deklarasi Damai

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Rasa khawatir akan meningkatnya potensi gesekan sosial dan politik di Karawang mendorong puluhan tokoh lintas agama, ormas, hingga pejabat daerah untuk bersatu. Minggu (31/8/2025), mereka menandatangani Deklarasi Karawang Damai sebagai bentuk komitmen menolak segala bentuk provokasi, anarkisme, dan upaya yang bisa memecah belah masyarakat.

Bupati Karawang, H. Aep Saepuloh, SE, dalam pidatonya menegaskan bahwa Karawang tidak boleh dibiarkan terjerumus pada konflik yang hanya merugikan masyarakat. “Kita harus solid menjaga persatuan dan kesatuan. Karawang milik kita semua. Jangan sampai ada yang coba mengganggu kerukunan yang sudah terbangun,” ujarnya dengan tegas.

Deklarasi ini juga disepakati oleh jajaran Forkopimda, TNI, Polri, Kemenag, MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, PGII, hingga organisasi kepemudaan dan perwakilan partai politik. Semua berdiri tegak membacakan lima poin utama: menjaga ketertiban, menolak provokasi, membangun Karawang yang aman dan harmonis, serta merawat Karawang sebagai tanah bersama yang harus dijaga dengan sepenuh hati.

Langkah ini dianggap penting karena Karawang kerap menjadi episentrum dinamika politik dan sosial di Jawa Barat. Dengan adanya deklarasi ini, publik diingatkan untuk tidak terjebak pada isu-isu yang bisa memecah belah.

“Karawang adalah miniatur Indonesia. Kalau Karawang aman, maka Karawang akan menjadi contoh. Tapi jika Karawang rusuh, efeknya akan terasa lebih luas,” ucap salah satu tokoh masyarakat yang hadir.

Deklarasi kemudian ditutup dengan penandatanganan bersama oleh Kapolres, Dandim, Kemenag, FKUB, para pimpinan ormas, hingga tokoh agama lintas keyakinan. Semua menyuarakan hal yang sama: Karawang harus damai, bersatu, dan bebas dari anarkisme.

217 Mahasiswa Unsika Ikuti Sumpah Profesi Guru, 204 Dinyatakan Lulus

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Sebanyak 217 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Gelombang 2 Tahun 2024 dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) mengikuti prosesi Sumpah Profesi Guru, Sabtu (31/8/2024) di Aula FKIP Unsika.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Unsika, Prof. Dr. H. Sutirna, M.Pd., melaporkan bahwa dari total peserta, 204 orang dinyatakan lulus dan mengikuti sumpah profesi, sementara 13 lainnya belum lulus.

“Semoga 13 mahasiswa lainnya segera menyusul,” ujarnya.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lagu kebangsaan, dilanjutkan pesan dari sejumlah tokoh penting. Dr. Sigit Wibowo, Ketua Tim Kerja Regulasi, Kebijakan, Supervisi, dan Penjamin Mutu PPG, menyebut momen ini sebagai titik awal para guru profesional mengabdi bagi bangsa.

Sementara itu, Rektor Unsika, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., menekankan pentingnya guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.

“Menjadi guru adalah cita-cita mulia yang harus terus diapresiasi dan dijaga integritasnya,” ungkapnya.

Prosesi inti ditandai dengan penyerahan Sertifikat Pendidik secara simbolis kepada empat lulusan perwakilan:

Rena, S.Pd., Gr. (Bahasa Indonesia)

Ria Bariah, S.Pd., Gr. (Bahasa Inggris)

Elpi Julianti, S.Pd., Gr. (Matematika)

Den Aji Eko Prasetyo, S.Pd., Gr. (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

Sumpah Profesi Guru Indonesia dipimpin oleh Diki Herwanto, S.Pd., Gr., diikuti seluruh lulusan dengan penuh khidmat.

Sejumlah mahasiswa menyampaikan kesan mereka usai acara. Muhammad Rijal mengaku bersyukur menjalani proses PPG di Karawang meski berasal dari luar daerah. Rena menyebut momen ini sebagai pembuktian diri sebagai guru profesional, dan Mohamad Dimas mengungkapkan rasa diterima selama mengikuti PPG di Unsika.

Acara turut dimeriahkan oleh pertunjukan seni dari mahasiswa, sambutan perwakilan lulusan oleh Siti Hardianti, S.Pd., Gr., serta doa penutup oleh Fathul Barri, S.Pd., Gr..

Dengan diucapkannya sumpah profesi ini, para lulusan resmi menyandang status pendidik profesional yang siap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

#HayuJagaKarawang: Pemda Imbau Warga Tidak Terprovokasi Isu Liar

KARAWANG | KARAWANG EXPOSE.COM – Gelombang aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah belakangan ini menyisakan luka dan kegelisahan di tengah masyarakat. Pemicunya adalah insiden nahas ketika seorang pengemudi ojek online (ojol) tertabrak kendaraan taktis Barracuda milik Brimob Polda saat aksi menuntut pembubaran DPR di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Insiden itu memantik amarah publik, hingga berujung ricuh.

Kondisi serupa sempat terasa di Kar awang, Jumat (29/8/2025). Massa dari berbagai elemen—pelajar, buruh, mahasiswa, hingga pengemudi ojol—menggelar aksi di depan Mapolres Karawang. Suasana sempat memanas, meski kemudian dapat dikendalikan aparat.

Melihat perkembangan situasi ini, Pemerintah Daerah Karawang segera mengeluarkan seruan moral dengan tagar #HayuJagaKarawang. Sebuah ajakan sederhana namun sarat makna: menjaga tanah tumpah darah Karawang agar tetap aman, damai, dan kondusif di tengah gelombang ketidakpastian politik nasional.

Masyarakat Karawang diimbau agar tidak mudah terprovokasi isu dan kabar simpang siur yang beredar di media sosial. Informasi yang tidak jelas sumbernya justru bisa memecah belah persatuan. Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan agar Karawang tidak terjerumus dalam konflik horizontal yang merugikan semua pihak.

Kita harus belajar dari sejarah: kerusuhan hanya menyisakan air mata, luka, dan kerugian. Tidak ada yang menang dalam kerusuhan. Yang ada hanyalah masyarakat sendiri yang menjadi korban.

Tagar #HayuJagaKarawang bukan hanya seruan pemerintah, tetapi panggilan hati nurani bersama. Semua unsur harus ikut serta:

Warga: menjaga ketenangan dan tidak terhasut isu liar.

Pemerintah: bersikap rendah hati, tidak angkuh, dan selalu membuka ruang dialog dengan rakyat.

Kepolisian & TNI: tetap humanis, mengedepankan pendekatan persuasif, bukan represif.

Kejaksaan & penegak hukum: bertindak adil, jangan tajam ke bawah tumpul ke atas.

Pelajar & mahasiswa: kritis namun elegan, gunakan intelektualitas sebagai senjata, bukan anarki.

Buruh & ojol: terus bersuara memperjuangkan hak, tapi dengan cara bermartabat.

Pengusaha: jangan hanya mengejar untung, tapi hadir memberikan kepedulian sosial bagi Karawang.

Solidaritas ini hanya bisa terwujud jika setiap pihak menekan ego dan menumbuhkan empati.

Di sisi lain, kritik keras perlu diarahkan kepada para pejabat, baik pusat maupun daerah. Jangan pernah angkuh dan sombong dengan jabatan. Ingatlah, kekuasaan hanyalah amanah, bukan warisan turun-temurun. Rakyat berhak menuntut keadilan dan kesejahteraan, karena pejabat sejatinya adalah pelayan rakyat, bukan penguasa yang bisa berbuat sesuka hati.

Mari jadikan momentum ini sebagai energi positif:

Untuk warga Karawang, jadilah pelopor damai.

Untuk pemerintah, jadilah teladan rendah hati.

Untuk aparat, jadilah pengayom, bukan penakut rakyat.

Untuk dunia pendidikan, jadikan siswa-siswi cerdas dan berkarakter.

Untuk buruh dan ojol, teruslah berjuang dengan semangat persaudaraan.

Untuk pengusaha, jadilah mitra yang menumbuhkan kesejahteraan.

Karawang adalah rumah besar kita. Jika rumah ini hancur oleh ego dan amarah, maka semua penghuninya akan menderita. Sebaliknya, jika rumah ini dijaga dengan cinta, solidaritas, dan kebersamaan, maka Karawang akan menjadi tanah penuh harapan.

#HayuJagaKarawang — menjaga Karawang adalah menjaga diri kita sendiri.

Penulis:

Syuhada Wisastra, A.Md., CHRM.

Pengamat Kebijakan Publik;

Praktisi HRD;

Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) DPD Karawang;

Pemkab Karawang Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di 30 Kecamatan

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 30 kecamatan dan berpusat di Kecamatan Rawamerta, Sabtu (30/8/25).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi pemerintah dengan Bulog yang dilaksanakan secara serentak di kecamatan seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI.

Adapun tujuan dilaksanakannya GPM tersebut untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat khususnya beras di masing-masing daerah.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang Rohman, Gerakan Pangan Murah tersebut dilaksanakan serentak di 30 kecamatan.

“Kami Kabupaten Karawang menggelar GPM di 30 Kecamatan dan alhamdulillah ini mulai dilaksanakan pukul 08.00 pagi. Alhamdulillah antusias masyarakat juga banyak,” ujarnya.

Kabupaten Karawang sendiri, lanjutnya menyediakan sebanyak 67 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan berkolaborasi dengan Bulog, Forkopimcab dan pihak lainnya.

“Jadi total secara keseluruhan kita kurang lebih (menyediakan) 67 Ton masing-masing ada satu Kecamatan 2 ton, ada yang 4 ton,” ujarnya.

Selain GPM serentak hari ini, ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan dengan menyelenggarakan Stand Pangan Murah di setiap Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) tahun 2025.

“Kalau Pemda Karawang sendiri, kita selalu melaksanakan GPM ini setiap paten, setiap hari Selasa, kalau hari ini serentak yang menginisiasinya Departemen Dalam Negeri,” ujarnya. (Diskominfo)

Lapas Karawang Bagikan 150 Paket Makan Siang Gratis di Program Sabtu Berkah

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menggelar kegiatan Sabtu Berkah Berbagi di halaman depan Lapas Karawang, Sabtu siang (30/8). Dalam kegiatan ini, sebanyak 150 paket makan siang gratis dibagikan kepada masyarakat yang melintas di jalan depan Lapas, mulai dari pengemudi ojek online (ojol), sopir angkot, sopir angkutan barang, pedagang kecil, hingga masyarakat umum lainnya.

 

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo, dengan dukungan penuh dari CSR Primkopasindo Lapas Karawang. Selain itu, program ini juga sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya terkait pemberian bantuan sosial bagi keluarga warga binaan yang kurang mampu serta masyarakat sekitar.

 

Kalapas Karawang, Christo Toar, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini.

 

“Sabtu Berkah Berbagi merupakan bentuk nyata kepedulian Lapas terhadap masyarakat sekitar, khususnya mereka yang tengah berjuang mencari nafkah di jalan. Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mendukung arahan Presiden melalui PHTC dan 13 Program Akselerasi Menteri Imipas. Harapan kami, kegiatan ini membawa manfaat dan dapat terus berjalan secara konsisten,” ujar Christo Toar.

 

Suasana penuh kehangatan terlihat ketika para pengemudi ojol, sopir angkot, pedagang, dan masyarakat lainnya menerima paket makan siang. Kehadiran program ini menjadi cermin bahwa Lapas Karawang hadir bukan hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap masyarakat luas.

Karawang Memanas: Bentrokan Massa dan Polisi Pecah di Depan Mapolres, Arus Lalu Lintas Lumpuh Total

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM | Arus lalu lintas di Jalan Surotokunto, Warungbambu, lumpuh total pada Jumat (29/8/2025). Jalur utama dari Lampu Merah Johar menuju Klari maupun sebaliknya ditutup akibat aksi massa yang berujung bentrokan dengan aparat kepolisian di depan Mapolres Karawang. Penutupan ini membuat banyak warga kecewa lantaran tidak bisa melintas.

“Biasanya saya lewat sini buat kerja, sekarang harus putar jauh,” keluh Arca (34), seorang pengendara motor asal Johar. Senada, Ibu Ratna (41), warga Klari, mengaku bingung karena terjebak di tengah kemacetan panjang. “Anak saya harus pulang sekolah, tapi jalan ditutup, tidak bisa lewat,” ujarnya.

Suasana mencekam menyelimuti kawasan Mapolres Karawang sejak siang hari. Pantauan di lokasi menunjukkan batu bata, pecahan kaca, dan batang kayu berserakan di sepanjang jalan, menjadi bukti keras bentrokan yang pecah antara massa aksi dan aparat kepolisian.

Massa aksi, terdiri dari gabungan mahasiswa, pengemudi ojek online (ojol), dan pelajar, melakukan blokade jalan sebagai bentuk protes. Aksi dipicu insiden tragis yang menimpa seorang pengemudi ojol berinisial AK, yang diduga tewas tertabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob saat mengikuti demonstrasi di Jakarta, sehari sebelumnya, Kamis (28/8/2025).

Kericuhan pecah saat aparat menembakkan gas air mata ke arah massa dalam upaya membubarkan kerumunan. Karena pagar Mapolres Karawang roboh.

Massa yang tidak terima membalas dengan lemparan batu ke arah petugas. Situasi tak terkendali memaksa sejumlah pertokoan di sekitar lokasi menutup aktivitas, sementara aktivitas warga benar-benar lumpuh. Beberapa pendemo ditangkap dengan diseret, dengan berbagai cara ada yang dikejar sampai rel kereta warungwambu, terpantau dari beberapa video tersebar di medsos.

Pihak kepolisian maupun Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah korban luka, kerusakan fasilitas umum, maupun rekayasa lalu lintas. (hd)

RSUD dan Kejari Karawang Gelar Khitanan Massal HUT Kejaksaan ke-80

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan ke-80, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menggelar khitanan massal bagi masyarakat yang melibatkan puluhan anak dari berbagai kecamatan.

Sebanyak 30 anak terdaftar sebagai peserta, termasuk di antaranya anak-anak penyandang disabilitas. Kehadiran mereka menegaskan semangat kebersamaan dalam tema yang diusung kegiatan ini, yakni “Bersama Sahabat Difabel Membangun Indonesia Inklusif.”

Seluruh proses khitan ditangani langsung oleh tenaga medis profesional dari RSUD Karawang. Tim medis memastikan prosedur berjalan aman, nyaman, serta memperhatikan kebutuhan khusus peserta difabel. Kegiatan berlangsung lancar dengan pengawasan ketat dari petugas kesehatan.

Humas RSUD Karawang, Abdullah Lutfi, menjelaskan kegiatan ini bukan hanya sekadar layanan kesehatan gratis, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kami berharap kegiatan ini bisa menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang mengikuti khitan, sekaligus mempererat sinergi lintas sektor,” ujar Abdullah.

Menurutnya, kolaborasi antara Kejari dan RSUD Karawang merupakan langkah nyata menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. Melalui kegiatan sosial semacam ini, institusi negara tidak hanya hadir dalam fungsi penegakan hukum dan pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui aksi nyata.

Kegiatan khitanan massal ini juga mendapat apresiasi dari para orang tua peserta. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya program sosial tersebut, mengingat biaya khitan cukup memberatkan sebagian keluarga.

Dengan melibatkan anak-anak difabel, acara ini menjadi pengingat pentingnya semangat inklusif dalam setiap program pelayanan publik. Kejari Karawang dan RSUD Karawang berkomitmen untuk terus mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan keberpihakan terhadap kelompok rentan.

HUT Kejaksaan ke-80, Kejari Karawang Tunjukkan Kepedulian untuk Difabel

KARAWANG – KARAWANGEXPOSE.COM – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan ke-80, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menggelar rangkaian kegiatan sosial berupa jalan sehat inklusif bersama sahabat difabel serta sunatan massal, Jumat (29/8/2025). Acara yang berlangsung di halaman Kantor Kejari Karawang ini mengusung tema “Bersama Sahabat Difabel Membangun Indonesia Inklusif” dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat, jajaran staf kejari, serta berbagai stakeholder.

Sejak pagi, ratusan peserta memadati area kegiatan untuk mengikuti jalan sehat yang penuh semangat kebersamaan. Peserta tidak hanya berasal dari jajaran Kejari, tetapi juga anak-anak difabel dari lima Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Karawang, yakni SLB Negeri 1 Karawang, SLB Cahaya Bangsa, SLB B Tunas Harapan, dan SLB C Tunas Harapan. Anak-anak difabel tersebut turut menampilkan bakat dan keterampilan mereka, membuat suasana semakin meriah sekaligus mengharukan.

Selain jalan sehat, Kejari Karawang juga melaksanakan sunatan massal yang diikuti sekitar 50 anak, termasuk beberapa anak difabel. Seluruh peserta mendapat pelayanan medis dari tim RSUD Karawang.

Kepala Kejari Karawang, Dedi Irwan Virantama, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Kejaksaan terhadap kelompok rentan sekaligus bentuk implementasi nilai kesetaraan.

“Hari ini kita melibatkan anak-anak difabel dari lima SLB di Karawang. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi. Ini adalah ajang pertama di Karawang yang benar-benar menghadirkan mereka dalam kegiatan Kejaksaan,” ujarnya

Dedi juga mengingatkan pentingnya membangun kepedulian sejak dini.

“Menghargai kaum rentan bukan hanya saat mereka dewasa, tapi sejak kecil kita harus memberi ruang dan dukungan. Difabel adalah bagian dari kita, dan jumlah mereka tidak sedikit. Semoga kebersamaan ini menjadi awal dari gerakan inklusi yang lebih luas,” tambahnya

Sementara itu, Bupati Karawang, H. Aep Saepulloh, yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kejari. Menurutnya, langkah ini menunjukkan bahwa Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi hukum, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sosial yang inklusif.

“Inklusivitas adalah hal penting. Terima kasih kepada Pak Kejari dan semua pihak yang peduli. Karawang tidak bisa dibangun hanya oleh pemerintah daerah, tetapi harus bersama-sama dengan konsep pentahelix: pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media,” kata Aep

Acara juga dihadiri Forkopimda Karawang, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Sekda, Kapolres, Dandim, perwakilan Pengadilan Negeri, Kalapas, Imigrasi, serta perwakilan perusahaan kawasan industri. Dukungan datang dari Apindo dan KIIC yang siap bersinergi melalui program CSR, terutama dalam mendukung dunia pendidikan dan pemberdayaan difabel.

Suasana semakin hangat dengan hadirnya guru-guru SLB, orang tua anak difabel, serta masyarakat umum. Bagi orang tua, kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan mereka sekaligus ruang kebersamaan yang penuh makna.

Kegiatan jalan sehat dan sunatan massal ini ditutup dengan penampilan seni dari anak-anak difabel yang mendapat tepuk tangan meriah. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa Karawang siap menuju masyarakat inklusif, di mana setiap warga memiliki hak yang sama untuk berkontribusi membangun daerah. (red)

Karawang Pamerkan Produk Unggulan di Apkasi Otonomi Expo 2025

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang mengikuti Apkasi Otonomi Expo 2025: Trade, Tourism, Investment, and Procurement yang dilaksanakan di International Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (28/8/25).

Kegiatan yang digelar tiga hari muali dari 28-30 Mei 2025 tersebut dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Apkasi Otonomi Expo sendiri merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) sebagai salah satu wadah untuk memfasilitasi kepentingan 416 pemerintah kabupaten dalam mempromosikan berbagai komoditas, peluang investasi untuk bisa masuk ke pasar nasional hingga global.

Kegiatan yang bertajuk “Produk Lokal Mengglobal” tersebut menghadirkan hampir 150 kabupaten dengan 240 stan produk unggulan masing-masing daerah.

Dalam wawancaranya, Bupati Karawang H. Аер Syaepuloh menyampaikan bahwa pada kegiatan Apkasi Otonomi Expo 2025, Kabupaten Karawang menghadirkan berbagai produk unggulan UMKM lokal agar bisa naik kelas dan bersaing dengan pasar nasional maupun global.

Adapun produk yang dipromosikan yaitu aneka macam makanan, Batik Khas Karawang, kerajinan dari Eceng Gondok hingga kulit hewan seperti Biawak, Ular dan Buaya.

“Karawang hari ini membawa produk para pelaku umkm agar naik kelas. Selain makanan, kami juga mengunggulkan ada produk dari Eceng Gondok orang lain ju, lalu batik khas Karawang, kerajinan dari kulit buaya dan ular,” ujar Bupati Aep.

Ia juga menyebutkan, pada kesempatan tersebut Kabupaten Karawang juga menghadirkan produk beras premium asli Karawang sebagai bentuk komitmennya sebagai Kota Lumbung Padi dan penopang pangan nasional.

“Hari ini pak presiden mencanangkan bahwa swasembada pangan, dimana alhamdulillah Kabupaten Karawang salah satu penopangnya dan untuk beras di Kabupaten Karawang ini adalah beras yang terbaik. Dan ini salah satu produk beras unggulan yang kami bawa dan variannya juga banyak, ini kami siapkan di ICE BSD,” ujarnya.

SOURCE: (diskominfo)