Beranda blog Halaman 63

KIM Desa Karawang Diperkuat Lewat Workshop dan Sosialisasi di Politeknik Kepribadian Bangsa

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang melalui Forum Komunitas Informasi Masyarakat (FKIM) menggelar kegiatan workshop dan sosialisasi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Desa. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus Politeknik Kepribadian Bangsa, pada Senin (13/10/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran KIM Desa dalam penyebaran informasi publik yang positif dan membangun di tingkat masyarakat. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai strategi komunikasi, pengelolaan informasi, serta pemanfaatan media digital dalam mendukung transparansi dan partisipasi publik.

Perwakilan Diskominfo Karawang menyampaikan, keberadaan KIM Desa diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat dalam mengedukasi serta menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat.

“Dengan adanya workshop ini, kami ingin mendorong agar KIM Desa dapat berperan aktif sebagai agen informasi di lingkungannya, sehingga informasi pembangunan dan layanan publik dapat tersampaikan secara efektif,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai desa di Kabupaten Karawang yang tergabung dalam KIM, serta mahasiswa dan komunitas komunikasi lokal.

Pemuda Tani Jadi Harapan Baru Pertanian Indonesia, Ketua DPRD Karawang Dukung Regenerasi Petani

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Di tengah tantangan regenerasi petani dan menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, kehadiran pemuda tani menjadi harapan baru bagi masa depan pertanian Indonesia. Di berbagai daerah, termasuk Karawang, gerakan anak muda yang peduli pada pertanian mulai tumbuh, berfokus pada inovasi, keberlanjutan, dan teknologi pertanian modern.

Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat itu, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., menghadiri kegiatan Sekolah Tani Karawang yang mengusung tema “Hijaukan Daun Pertanian Berkelanjutan untuk Generasi Berikutnya”. Acara tersebut digelar di Rumah Makan Pawon Sae, Karawang, pada Selasa (14/10/2025), dan diikuti oleh para pemuda tani, akademisi, serta perwakilan berbagai lembaga.

Dalam kegiatan tersebut, H. Endang juga berperan sebagai narasumber utama yang memberikan motivasi serta arahan kepada peserta agar terus berinovasi dan menjaga semangat bertani di tengah arus modernisasi.

Acara itu turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua DPD PTI Jawa Barat Dea Eka Rizaldi, S.H., Ketua DPC PTI Karawang H. Emed Tarmedi, S.KM., M.H., Bendahara DPC PTI Hendra Wijaya, S.Psi., M.Si., Sekretaris DPC PTI Rafly Alief Lazuardi, S.E., Ketua KNPI Karawang Faisal Muhammad, serta perwakilan dari PT Bulog Cabang Karawang, Kodim, dan Polres Karawang.

Dalam sambutannya, H. Endang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemuda Tani Indonesia (PTI) Karawang atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Karawang memiliki potensi besar di sektor pertanian yang perlu terus dikembangkan agar menjadi contoh bagi daerah lain.

“Petani Kabupaten Karawang harus bisa lebih maju dari kota-kota lain. Karawang memiliki lahan pertanian yang lebih luas, sekitar 20% lebih banyak dibanding daerah lain di Jawa Barat. Saya sangat mengapresiasi PTI Karawang yang telah melaksanakan kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ujar H. Endang.

Ia menjelaskan, Sekolah Tani merupakan program dari organisasi Pemuda Tani Indonesia (PTI) yang berada di bawah binaan langsung Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto. Melalui kegiatan tersebut, H. Endang berharap pemuda tani mampu menjadi garda terdepan dalam melakukan transformasi pola pikir dan inovasi di sektor pertanian.

“Saya berharap pemuda tani bisa memberikan pencerahan kepada petani yang masih berpola lama. Potensi sektor pertambakan juga perlu dikembangkan. Dengan ribuan hektare lahan tambak di Karawang, jika dikolaborasikan dengan semangat pemuda tani, bisa lahir produk unggulan seperti bandeng presto dan olahan lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa saat ini produksi pertanian di Karawang mencapai sekitar 1,4 juta ton per tahun, dan melalui sinergi antara pemuda tani, pemerintah, dan Dinas Pertanian, produksi tersebut diharapkan meningkat menjadi 1,6 hingga 1,8 juta ton per tahun.

“Kuncinya ada di ilmu dan inovasi. Dengan semangat pemuda tani yang kreatif dan kolaboratif, saya yakin Karawang bisa menjadi pusat pertanian unggulan di Jawa Barat,” pungkasnya.

Kegiatan Sekolah Tani Karawang menjadi momentum penting bagi regenerasi petani muda, memperkuat sinergi lintas sektor, serta membangun masa depan pertanian Karawang yang lebih maju, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. (*)

Gebyar Paten Telagasari Hadirkan Pelayanan Publik Terpadu dan Khitanan Massal untuk Warga

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Ratusan warga Kecamatan Telagasari antusias mengikuti kegiatan Gebyar Paten (Pelayanan Publik Terpadu) yang digelar Pemerintah Kabupaten Karawang di halaman Kantor Kecamatan Telagasari, Selasa (14/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan berbagai layanan publik dan kegiatan sosial seperti khitanan massal, yang menjadi bentuk nyata pelayanan pemerintah bagi masyarakat hingga tingkat kecamatan.

Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, yang hadir mewakili Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa program Paten merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat tanpa harus jauh-jauh datang ke pusat pemerintahan.

“Pelayanan publik harus semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya Pemkab Karawang untuk memastikan semua warga mendapat hak layanan yang sama,” ujar H. Maslani.

Selain pelayanan administrasi kependudukan, perizinan, dan kesehatan, Wakil Bupati juga menyoroti sejumlah isu pembangunan yang perlu perhatian khusus, di antaranya perbaikan saluran irigasi serta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa titik strategis yang dinilai penting untuk keselamatan warga.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya penanganan stunting di wilayah pedesaan. Berdasarkan laporan Puskesmas Telagasari, terdapat 99 anak yang masih mengalami stunting di wilayah tersebut. Upaya pencegahan dan penanganan terus dilakukan melalui program perbaikan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, dan edukasi bagi masyarakat.

Pihak Puskesmas berharap angka stunting di Telagasari dapat terus ditekan melalui sinergi lintas sektor dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan anak sejak dini.

Pemuda Tani Karawang Didorong Jadi Penggerak Kemandirian Pangan dan Penurunan Stunting

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kabupaten Karawang, H. Emed Tarmedi,S.KM., M.H.Kes., menegaskan bahwa generasi muda pertanian memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian pangan daerah sekaligus membantu pemerintah menekan angka stunting melalui gerakan pangan bergizi berbasis hasil tani lokal, Selasa (14/10/25).

Pernyataan itu disampaikan Emed Tarmedi saat membuka kegiatan “Sekolah Tani 2025” yang digelar DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang. Acara ini menjadi ruang edukasi dan kolaborasi antara petani muda, akademisi, dan pemangku kepentingan sektor pertanian.

“Pemuda tani hari ini tidak boleh hanya jadi pelaku di sawah, tapi harus menjadi penggerak dari hulu sampai hilir. Kita harus mampu menciptakan nilai tambah, mengolah hasil pertanian menjadi produk bergizi, dan berkontribusi nyata terhadap penurunan stunting,” ujar Emed.

Emed Tarmedi menegaskan, tantangan stunting di Karawang masih tinggi mencapai 17,60 persen pada 2024 padahal daerah ini merupakan lumbung padi nasional dengan lebih dari 87 ribu hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Menurutnya, kondisi ini menuntut gerakan nyata dari para petani muda untuk mengintegrasikan sektor pertanian dengan peningkatan gizi masyarakat.

“Pemenuhan gizi seimbang bisa dimulai dari desa. Pemuda tani harus mengolah potensi pangan lokal menjadi sumber makanan sehat, segar, dan terjangkau bagi keluarga petani dan masyarakat luas,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Emed juga menyerukan pentingnya kolaborasi antara Pemuda Tani, UMKM, pemerintah daerah, BUMDes, dan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat ekosistem ekonomi pangan dan gizi masyarakat desa.

“Kita ingin Pemuda Tani menjadi motor penggerak ekonomi ekologi pangan, dari tangan-tangan kreatif petani muda lahir generasi bebas stunting dan petani sejahtera,” katanya.

Kegiatan Sekolah Tani 2025 turut mengundang berbagai tokoh penting, di antaranya Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Naryanto, S.Kom., M.Han,. Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, S.H., S.I.K., M.K.P., M.Si,. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Drs. Rochman, M.Si. Ketua DPD KNPI Kabupaten Karawang Faizal Muhammad, S.T serta PT Pupuk Indonesia dan Kacab Bulog Karawang.

Kegiatan juga menghadirkan berbagai narasumber yang membahas inovasi pertanian Modern, Ketahanan Pangan, dan distribusi pupuk berkeadilan. Peserta terdiri atas petani muda, pelajar, dan perwakilan organisasi kepemudaan. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bupati Aep Dorong Peran Organisasi Wanita Wujudkan Pembangunan Inklusif di Karawang

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE berharap kehadiran berbagai organisasi wanita di Kabupaten Karawang dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Aep saat menghadiri acara pengukuhan Bunda PAUD, Bunda Literasi, Bunda Forum Anak Daerah, Bunda Genre, Ketua Forikan, Ketua dan Pengurus Puspaga Campernik, serta Ketua dan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Karawang di Aula Husni Hamid, Senin (13/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Hj. Vida Aep Syaepuloh resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD, Bunda Literasi, Bunda Forum Anak Daerah, Bunda Genre, Ketua Forikan, serta Ketua dan Pengurus Puspaga Campernik.

Sementara itu, Hodijah dikukuhkan sebagai Ketua GOW Kabupaten Karawang.

Bupati Aep menyebut, pengukuhan tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Daerah dalam memperkuat pondasi pembangunan sejak usia dini sekaligus mengoptimalkan peran perempuan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, literasi, kesehatan, dan ketahanan keluarga.

“Besar harapan organisasi wanita ini bisa memberikan dampak yang luar biasa, apalagi pemerintah daerah juga terus memberikan pendampingan terhadap masyarakat. Semoga keberadaannya benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Bupati Aep.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menumbuhkan minat baca di kalangan anak-anak Karawang.

“Anak-anak sekarang cenderung hanya melihat tanpa membaca. Kalau tidak dibiasakan, minat baca akan sulit tumbuh. Ini bukan hanya tugas Bunda Literasi, tapi tugas kita bersama,” tambahnya.

Dengan semangat sinergi dan kolaborasi lintas organisasi, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap kiprah perempuan semakin terasa dalam mendorong kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.

Humas Polres Karawang Dinilai Tertutup, IWO Indonesia: Kapolri Sudah Tegaskan Sinergi dengan Pers

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra menyesalkan sikap Humas Polres Karawang yang dinilai tertutup dan tidak responsif terhadap upaya konfirmasi wartawan.

Sejumlah jurnalis lokal mengaku kesulitan mendapatkan tanggapan resmi dari Humas Polres Karawang. Meski kebijakan “satu pintu konfirmasi” telah diterapkan, pesan yang dikirim melalui WhatsApp ke Humas kerap hanya dibaca tanpa balasan.

“Ini sangat disayangkan. Kami paham ada aturan satu pintu, tetapi komunikasi tidak boleh tersumbat. Wartawan bekerja berdasarkan UU Pers, dan konfirmasi adalah bagian dari keseimbangan berita,” ujar Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Senin (13/10/2025).

“Sejak ganti humas Polres Karawang, kami selalu melakukan konfirmasi baik via whatsapp bahkan telepon tidak pernah menjawabnya hanya di baca saja pesan whatsapp, jadi humas jangan pilih pilih wartawan, media ataupun organisasi tetapi harus merangkul semuanya dan silaturahmi baik,”tegasnya.

Ia menilai, seharusnya Humas Polres berfungsi sebagai jembatan antara kepolisian dan media, bukan menjadi tembok penghalang informasi publik.

“Kapolri sendiri sudah menegaskan pentingnya sinergitas antara Polri dan wartawan. Jadi tidak seharusnya Humas bersikap tertutup,” tambahnya.

Arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam berbagai kesempatan mempertegas hal itu. Kapolri menyebut wartawan sebagai pilar demokrasi dan menegaskan bahwa Polri mendukung penuh kerja jurnalistik yang profesional dan berintegritas.

“Media adalah mitra strategis bangsa. Seluruh jajaran Polri harus menjalin kerja sama dengan wartawan, bukan menghindarinya,” tegas Kapolri dalam FGD bersama komunitas pers di Jakarta, Juni 2025.

Selain itu, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko juga meminta seluruh jajaran Polri untuk melindungi profesi wartawan dan menjamin kerja jurnalistik berjalan dengan baik dan aman.

Ketua IWO Karawang menambahkan, sikap tertutup justru akan menciptakan kesalahpahaman publik terhadap institusi kepolisian.

“Wartawan bukan musuh Polri. Kami ini mitra strategis untuk menyampaikan informasi yang benar dan berimbang. Kalau komunikasi macet, yang dirugikan bukan hanya wartawan, tapi citra Polri sendiri,” ujarnya tegas.

Pihaknya berharap Kapolres Karawang dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja Humas Polres agar ke depan lebih terbuka dan responsif terhadap konfirmasi wartawan.

“Sinergi dan keterbukaan informasi bukan sekadar slogan. Itu amanat Kapolri yang harus dijalankan hingga ke tingkat Polres,” pungkasnya. (*)

Jaksa Karawang Tegaskan: Barang Bukti Diterima Sesuai Berita Acara, Tak Ada Uang Rp73 Juta

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Sidang lanjutan kasus pembunuhan tragis terhadap Emot (70), seorang nenek asal Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, mengungkap fakta mengejutkan. Di tengah proses hukum terhadap dua terdakwa, muncul dugaan serius hilangnya uang barang bukti senilai Rp73 juta yang sebelumnya disita oleh penyidik Polres Karawang. Fakta ini mencuat di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Kamis (9/10/2025), dan langsung memantik tanda tanya besar mengenai transparansi penanganan barang bukti oleh pihak kepolisian.

Sidang yang dipimpin majelis hakim PN Karawang itu menghadirkan dua terdakwa, SP dan NY, serta sejumlah saksi. Dalam kesaksiannya, terdakwa NY menyebutkan bahwa uang tunai sebesar Rp80 juta, hasil penjualan emas milik korban, disimpan di dalam tas laptop yang kemudian diamankan oleh polisi. Namun, ketika diperiksa, uang tersebut hanya tersisa Rp73 juta, dan lebih aneh lagi—uang itu tidak pernah dihadirkan di persidangan sebagai barang bukti resmi.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Karawang, Deby Febriantika Fauzi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa terdakwa memang berhak memberikan keterangan apapun di persidangan, namun pernyataannya hanya sah untuk dirinya sendiri kecuali disertai bukti konkret.

“Terdakwa bebas memberikan keterangan, tapi itu hanya berlaku untuk dirinya sendiri. Kecuali ada bukti,” ujar Deby saat dikonfirmasi, Senin (13/10/2025).

Ia menegaskan, kejaksaan hanya menerima barang bukti sesuai berita acara serah terima dari kepolisian. Berdasarkan dokumen resmi tersebut, barang bukti yang diterima kejaksaan hanya berupa uang Rp18,9 juta dari NY dan Rp23 juta dari SN. Tidak ada catatan mengenai uang Rp73 juta sebagaimana disebutkan terdakwa di pengadilan.

Lebih lanjut, Deby meminta publik dan media untuk menunggu proses pembuktian dalam sidang lanjutan di PN Karawang pada Kamis (16/10/2025) mendatang, di mana verba lisan para saksi dan jaksa penuntut akan memperjelas duduk perkaranya.

Sementara itu, pengakuan NY soal hilangnya uang tersebut memunculkan teka-teki besar: ke mana raibnya uang Rp73 juta yang disebut disita polisi?

Kejanggalan ini semakin mencuat lantaran Polres Karawang memilih bungkam. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media, baik melalui pesan WhatsApp maupun kunjungan langsung ke Mako Polres, tak membuahkan hasil. Baik Humas, Satreskrim, hingga Kapolres Karawang, kompak menutup rapat informasi terkait dugaan raibnya uang barang bukti itu.

Pertanyaan publik pun menguat: ada apa di balik diamnya Polres Karawang? Apakah benar ada sesuatu yang disembunyikan?

Sebagai catatan, kasus ini bermula pada 26 April 2025, ketika korban Emot ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya setelah ditusuk oleh cucunya sendiri, SP, yang mencoba mempertahankan gelang emas seberat 100 gram hasil rampasan. SP kemudian melarikan diri bersama NY, yang membantu menjual hasil kejahatan tersebut.

Tim Resmob Anaconda Polres Karawang berhasil meringkus keduanya pada 30 April 2025 di wilayah Purwakarta. Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai, satu unit sepeda motor Honda Scoopy, surat pembelian gelang emas, tali berwarna hitam, dan ponsel milik pelaku.

Kedua terdakwa kini dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan, sementara dugaan hilangnya uang barang bukti Rp73 juta masih menunggu kejelasan dari proses hukum yang tengah berjalan.

Soal Hilangnya Barang Bukti Rp73 Juta, Polres Karawang Pilih Diam

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM -Sebuah misteri besar menyelimuti penanganan kasus pembunuhan Nenek Emot (70) di Kecamatan Klari, Karawang. Di tengah proses hukum yang berjalan, muncul dugaan kuat bahwa barang bukti uang tunai senilai Rp73 juta, yang seharusnya menjadi bagian tak terpisahkan dari kasus ini, diduga telah hilang secara misterius.

Fakta ini terungkap dalam serangkaian persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, di mana terdakwa NY dengan berani menyatakan bahwa uang tersebut berada dalam tas laptop saat dirinya ditangkap oleh pihak kepolisian.

Namun, ironisnya, uang itu tak pernah dihadirkan sebagai barang bukti di persidangan.

“Saya lihat sendiri uangnya ada di dalam tas laptop. Tapi setelah dihitung oleh polisi, katanya hanya Rp73 juta,” ujar NY dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim.

Pengakuan ini menimbulkan pertanyaan besar: ke mana gerangan uang tersebut menghilang?

Kejanggalan ini semakin diperkuat dengan sikap bungkam dari pihak Polres Karawang.

Upaya konfirmasi dari awak media, baik melalui pesan WhatsApp maupun kunjungan langsung ke Mako Polres, menemui jalan buntu.

Humas, Satreskrim, hingga Kapolres, seolah kompak menutup rapat informasi terkait hilangnya barang bukti ini.

Mengapa Polres Karawang memilih untuk bungkam? Apakah ada sesuatu yang disembunyikan? Pertanyaan-pertanyaan ini semakin menggelitik rasa ingin tahu publik dan menimbulkan spekulasi liar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan Nenek Emot ini melibatkan cucunya sendiri, SP, sebagai eksekutor, dan NY sebagai pihak yang membantu menjual barang hasil rampokan.

SP menusuk neneknya sendiri saat korban berusaha mempertahankan gelang emas seberat 100 gram.

Dalam persidangan terungkap bahwa SP telah menjual emas tersebut dan mendapatkan uang tunai Rp80 juta serta saldo di rekening sebesar Rp62 juta. NY bersaksi bahwa uang tunai Rp80 juta disimpan dalam tas laptop sebelum diamankan oleh polisi. Namun, hanya Rp73 juta yang diakui oleh polisi, dan kini uang itu raib tanpa jejak.

Satu-satunya barang bukti uang yang masih tercatat adalah saldo sebesar Rp27 juta yang berada di tangan kejaksaan.

Majelis hakim telah meminta pihak penyidik Polres Karawang untuk memberikan penjelasan dalam sidang berikutnya.

Selain uang, barang bukti lain yang diamankan adalah sepeda motor Honda Scoopy, surat pembelian gelang emas, tali berwarna hitam, dan ponsel milik pelaku. Kedua pelaku dijerat pasal tentang pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan.

Kasus ini menuntut transparansi dan tanggung jawab moral dari aparat penegak hukum. Publik berhak tahu ke mana barang bukti uang Rp73 juta itu menghilang, agar kepercayaan terhadap proses hukum di Karawang tidak semakin tergerus. (Hd)

Bocah Laki-laki Tewas Tertabrak di Depan Terminal Tanjungpura Karawang, Identitas Belum Diketahui

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Tanjungpura, tepat di depan Terminal Karawang, Senin (13/10/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 10 tahun tewas di tempat setelah tertabrak dua kendaraan secara beruntun.

Informasi yang dihimpun di lokasi, korban diketahui hendak menyeberang dari arah gang Lapangan Terminal menuju Jalan Proklamasi. Namun, dari arah lampu merah melaju sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan menabrak korban.

Akibat benturan keras, tubuh korban terpental ke tengah jalan dan kembali tertabrak mobil yang datang dari arah Rengasdengklok. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala dan tubuh.

Korban kemudian dievakuasi oleh ambulans Rai Medical Team Karawang ke Instalasi Forensik RSUD Karawang. Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban belum diketahui, karena tidak ditemukan kartu identitas maupun tanda pengenal lainnya di tubuh korban.

Sampai sore hari, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi dan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Karawang masih melakukan penyelidikan di lokasi dan memeriksa sejumlah saksi mata.

Beberapa warga sekitar Terminal Tanjungpura mengaku menyaksikan langsung peristiwa mengenaskan itu.

Deden, warga sekitar terminal, menuturkan bahwa bocah tersebut tampak berlari dari arah gang menuju jalan utama.

“Tadi anak kecil itu tiba-tiba nyebrang dari gang. Motornya kencang banget, jadi nggak sempat ngerem. Pas jatuh malah ketabrak mobil dari arah Dengklok,” ujarnya.

Sementara itu, Nana, pedagang di sekitar lokasi kejadian, mengaku kaget mendengar suara benturan keras.

“Saya kaget dengar suara benturan keras. Waktu dilihat, anak itu sudah tergeletak. Banyak orang langsung lari nolong,” katanya.

Hal senada disampaikan Rina, pengemudi ojek online yang melintas tak jauh dari tempat kejadian.

“Daerah sini memang sering banget kecelakaan. Harusnya ada petugas yang ngatur lalu lintas di depan terminal, apalagi jam sibuk pagi,” ucapnya.

Sedangkan Asep, warga Tanjungpura lainnya, berharap pihak kepolisian segera mengungkap identitas korban dan memperketat pengawasan di kawasan tersebut.

“Kasihan, masih kecil. Semoga cepat diketahui siapa keluarganya. Polisi juga harus tegas, biar jalan di depan terminal nggak jadi rawan lagi,” ungkapnya.

Pihak RSUD Karawang kini masih menunggu kedatangan pihak keluarga atau masyarakat yang mengenali korban. Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri anak laki-laki usia sekitar 10 tahun, dapat menghubungi Instalasi Forensik RSUD Karawang atau Satlantas Polres Karawang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab pasti kecelakaan serta kendaraan yang terlibat. Polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Bupati Aep Lepas Kafilah Karawang ke STQH Nasional XXVIII di Sulawesi Tenggara

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Suasana apel pagi di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang pada Senin (13/10/2025) terasa berbeda. Kali ini, apel bukan hanya menjadi rutinitas administrasi, tetapi juga momentum spiritual yang sarat makna.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE, secara resmi melepas keberangkatan kafilah Kabupaten Karawang yang akan berkompetisi dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII serta Festival Seni Budaya Islam Tingkat Nasional di Sulawesi Tenggara.

Sebanyak 20 peserta dan 2 pelatih asal Karawang berangkat membawa nama daerah dan Provinsi Jawa Barat dalam ajang yang mempertemukan kafilah dari 37 provinsi di seluruh Indonesia. Mereka merupakan juara-juara terbaik hasil seleksi STQH tingkat Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Aep menyampaikan apresiasi dan doa agar para peserta dapat memberikan penampilan terbaik serta mengharumkan nama Karawang di tingkat nasional.

“Selamat kepada para kafilah. Berikan yang terbaik untuk Jawa Barat, terutama untuk Karawang,” ujar Bupati Aep.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pembina dan pelatih yang telah berperan besar dalam membimbing peserta dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.

“Tanpa pembinaan yang baik, tak mungkin kita bisa sampai ke titik ini,” tambahnya.

Lebih dari sekadar perlombaan, keberangkatan kafilah Karawang ini menjadi simbol semangat spiritual dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Dari daerah yang dikenal sebagai lumbung padi dan kawasan industri, Karawang juga menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan generasi muda yang religius dan berakhlak Qur’ani.

Dengan penuh harapan dan doa, para kafilah dilepas menuju Sulawesi Tenggara. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa kuat nilai-nilai keagamaan hidup di hati masyarakatnya.