Beranda blog Halaman 64

Ribuan Penari Meriahkan Indonesia Menari 2025 di Resinda Park Mall Karawang

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Antusiasme ribuan pecinta tari akhirnya terwujud dalam gelaran Indonesia Menari 2025 yang resmi digelar serentak hari ini di 11 kota di seluruh Indonesia. Total lebih dari 8.000 peserta turut ambil bagian dalam ajang tahunan ini. 12 Oktober 2025

Untuk semakin memperluas akses partisipasi budaya bagi masyarakat, Indonesia Menari 2025 hadir kembali di enam kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, dan Palembang, dan untuk pertama kalinya menyambangi lima kota baru, yaitu Surabaya, Balikpapan, Manado, Bekasi, dan Karawang. Penambahan kota ini mencerminkan semangat untuk melibatkan lebih banyak pecinta tari dari berbagai daerah.

Para peserta Indonesia Menari 2025 datang dari beragam latar belakang, mulai dari generasi milenial, sanggar tari, komunitas pecinta tari, hingga perwakilan sekolah dan universitas di seluruh Indonesia. Mereka bersama-sama menampilkan kemampuan menari terbaik dalam upaya memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah persembahan Indonesia Kaya.

Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga perayaan yang menghidupkan kembali kekayaan seni pertunjukan Indonesia melalui pendekatan yang modern dan interaktif.

“Pendaftaran Indonesia Menari 2025 resmi ditutup pada 26 September kemarin. Kami berterima kasih atas atensi dan respons tinggi dari masyarakat Indonesia untuk mengikuti kegiatan ini. Secara keseluruhan, total pendaftar mencapai 35.000 orang, didominasi rentang usia 25–35 tahun sebanyak 42%. Secara umum tidak ada perbedaan signifikan dalam komposisi demografi pendaftar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Perbedaan paling menonjol adalah jumlah total pendaftar dan rentang usia yang semakin melebar, dari 5 hingga 70 tahun. Peningkatan jumlah pendaftar ini dipengaruhi oleh pertambahan jumlah kota penyelenggara dari tahun ke tahun dan karena banyak yang menantikan kembalinya kegiatan Indonesia Menari,” terang Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya.

Kelompok usia muda, yaitu 16–24 tahun, juga menunjukkan partisipasi kuat sebesar 30%, diikuti peserta di bawah 15 tahun sebesar 20%. Sementara itu, peserta berusia di atas 36 tahun mencapai 8%. Dalam hal gender, perempuan mendominasi dengan 77%, sedangkan laki-laki 23%.

Surabaya menjadi kota dengan pendaftar terbanyak, hampir 9.000 orang, sementara dari 11 kota, Palembang memiliki kuota peserta terbanyak, yaitu 1.200 orang.

Memasuki penyelenggaraan ke-10, Indonesia Menari tahun ini semakin istimewa karena sekaligus menjadi bagian dari perayaan 12 tahun Galeri Indonesia Kaya. Sejak dimulai pada 2012, Indonesia Menari konsisten menjadi wadah apresiasi tari Nusantara yang dikemas dengan format modern, segar, dan inklusif.

Tahun ini, Indonesia Menari hadir dalam bentuk tarian kelompok yang terdiri dari minimal lima orang dan maksimal tujuh orang yang bisa diikuti siapa pun tanpa batasan usia dan latar belakang.

Seluruh peserta diwajibkan menggunakan kostum bertema etnik modern dan membawakan koreografi tarian tanpa boleh diubah. Namun, pola lantai dan komposisi koreografi boleh dikembangkan oleh peserta.

Koreografi khusus tahun ini merupakan karya Bathara Saverigadi Dewandoro, seorang penari, koreografer, dan sutradara drama wayang. Ia dikenal sebagai juara Indonesia Mencari Bakat, peraih Gold Medals Traditional Dance Sport PON 2024, sekaligus Art Director Swargaloka Art. Dalam karyanya, Bathara menonjolkan detail gerakan tangan khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Koreografi tersebut diiringi medley 8 lagu daerah yang diaransemen modern oleh Alffy Rev, yaitu:

  • Sinanggar Tulo (Sumatera Utara)
  • Kicir-Kicir (DKI Jakarta)
  • Cing Cangkeling (Jawa Barat)
  • Anging Mamiri (Sulawesi Selatan)
  • Rek Ayo Rek (Jawa Timur)
  • Indung-Indung (Kalimantan Timur)
  • Si Patokaan (Sulawesi Utara)
  • Rasa Sayange (Maluku)

Semua unsur menciptakan harmoni unik antara tradisi dan musik kontemporer.

Sesuai format di semua kota, seluruh peserta menari secara serentak sebanyak dua putaran tepat pukul 13.00 WIB. Setelah itu, juri lapangan memilih kelompok terbaik di masing-masing zona untuk maju sebagai finalis dan tampil di panggung utama.

Pemenang ditentukan oleh juri utama dari Indonesia Kaya dan para pelaku seni tari nasional dengan penilaian pada kekompakan, kreativitas pola lantai dan komposisi koreografi, serta semangat kolektif peserta.

Rincian Kota, Lokasi, Juri, dan Kuota Peserta:

1. Medan, Sun Plaza, Hartati – Koreografer & Penata Tari Kontemporer 700

2. Palembang, PTC Mall Palembang, Reza Muhammad – Koreografer & Ketua Umum Atraksi Indonesia 1.200

3. Karawang, Resinda Park Mall, Nungki Kusumastuti – Seniman, Penari & Koreografer, Ufa Sofura – Penari Kontemporer & Pengajar Tari 1.000

4. Bekasi, Pakuwon Mall, Takako Leen – Pengajar Tari & Koreografer 750

5. Jakarta, Grand Indonesia, Rianto – Maestro Tari Lengger 600

6. Bandung, 23 Paskal Shopping Centre Gianti Giadi – Koreografer & Pendiri Gigi Art of Dance 700

7. Semarang, The Park Mall, Rosmala Sari Dewi – Koreografer & Penari Tradisional 750

8. Surabaya, Ciputra World, Bathara Saverigadi Dewandoro – Koreografer Indonesia Menari 1.000

9. Balikpapan, Pentacity Mall, Maria Darmaningsih – Pengembang Koreografi Kontemporer 540

10. Makassar, Trans Studio Mall, Eko Supriyanto – Penari & Koreografer 750

11 . Manado, Manado Town Square Didik Nini Thowok – Maestro Tari Indonesia 500

Pemenang Indonesia Menari 2025 di Karawang

Juara 1: Eyes on Us — Rp 25.000.000

Juara 2: Neng Ros — Rp 20.000.000

Juara 3: Salasika Lawani — Rp 15.000.000

Selain itu, satu kelompok kategori kostum favorit akan diumumkan pada 21 Oktober 2025 melalui akun Instagram @indonesia_kaya.

Penyelenggaraan Indonesia Menari 2025 didukung oleh Savoria, Wings Group Indonesia, Dermaster, dan Derma Express. Apresiasi juga diberikan kepada rekan media serta seluruh pecinta tari di Indonesia.

“Melalui #MenaridiMall, kita bukan hanya menampilkan tarian, tetapi merayakan keberagaman dengan bergerak bersama. Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang, sekaligus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat, kreativitas, dan kecintaan mereka terhadap budaya Indonesia. Semoga Indonesia Menari terus menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dan mendatang untuk melestarikan warisan Nusantara,” tutup Billy Gamaliel.

Tentang Indonesia Kaya

Indonesia Kaya adalah inisiatif budaya dari Bakti Budaya Djarum Foundation untuk memperkenalkan, melestarikan, dan menghidupkan kembali kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan modern dan interaktif.

Empat entitas utama Indonesia Kaya:

1. Indonesiakaya.com – portal digital dengan 2.000+ informasi budaya (pariwisata, kesenian, tradisi, kuliner).

2. Galeri Indonesia Kaya – berlokasi di Grand Indonesia, diresmikan 10 Oktober 2013.

3. Taman Indonesia Kaya – ruang publik seni di Semarang, diresmikan 10 Oktober 2018 bersama Pemkot Semarang.

4. Rumah Budaya Indonesia Kaya – dalam proses pembangunan.

Situs www.indonesiakaya.com juga menjadi rumah digital berbagai program, seperti Ruang Kreatif, Indonesia Menari, dan program online seperti #MusikalDiRumahAja (2020), Serial Musikal Nurbaya, dan Serial Musikal Payung Fantasi yang diadaptasi dari kisah klasik Indonesia dan dapat disaksikan di kanal YouTube Indonesia Kaya.

(RAY)

Lapas Karawang Tegaskan Komitmen “Zero Narkoba”, Gelar Razia Gabungan Skala Besar

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang melaksanakan razia gabungan pada kamar blok hunian warga binaan pada Jumat (10/10) sore. Kegiatan ini melibatkan jajaran pengamanan Lapas Karawang bersama unsur Polres Karawang, Satuan Brimob, TNI, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang.

Razia yang berlangsung hingga malam hari tersebut turut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, yang memimpin jalannya kegiatan sekaligus menyaksikan proses pemusnahan barang bukti hasil razia.

Dalam keterangannya, Kusnali menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI dalam rangka pemberantasan peredaran gelap narkoba serta pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan.

“Kegiatan ini menjadi langkah nyata komitmen jajaran Pemasyarakatan di Jawa Barat untuk bersama-sama memberantas narkoba dan segala bentuk penyimpangan di lingkungan Lapas dan Rutan,” ujar Kusnali.

Lebih lanjut, Kusnali juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari ikrar Zero Handphone dan Narkoba yang telah dicanangkan oleh Lapas Karawang beberapa waktu lalu. Menurutnya, pelaksanaan razia secara terpadu bersama aparat penegak hukum menjadi bentuk konsistensi nyata dari ikrar tersebut.

“Razia gabungan seperti ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi simbol keseriusan kita dalam memastikan tidak ada toleransi terhadap peredaran narkoba dan penggunaan handphone ilegal di dalam Lapas. Kita ingin memastikan Lapas benar-benar bersih dari penyimpangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Christo Toar, menegaskan bahwa kegiatan razia gabungan ini merupakan bentuk sinergi nyata antar-aparat penegak hukum (APH) dalam mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan Pemasyarakatan.

“Kami terus memperkuat kerja sama lintas instansi sebagai wujud komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas, serta mendukung sepenuhnya program P4GN,” jelas Christo.

Dari hasil razia gabungan tersebut, petugas berhasil menemukan 8 unit handphone dan sejumlah barang terlarang lainnya. Seluruh barang hasil temuan tersebut langsung dimusnahkan di tempat, dipimpin oleh Kakanwil Ditjenpas Jawa Barat sebagai bentuk ketegasan dan transparansi pelaksanaan kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Karawang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dan gangguan keamanan lainnya, serta memastikan pelaksanaan Ikrar Zero Handphone dan Narkoba benar-benar terwujud secara nyata di lingkungan Lapas Karawang.

Bupati Karawang Resmikan Jembatan Parkland Podomoro, Permudah Akses ke Alun-Alun Kota

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Jembatan penghubung Interchange Tol Karawang Barat menuju Alun-Alun Karawang resmi diresmikan oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama President Director Agung Podomoro Land, Bacelius Ruru, pada Jumat (10/10/2025).

Jembatan yang diberi nama Parkland Bridge ini menjadi akses utama kawasan perumahan seluas 130 hektar di Parkland Podomoro. Infrastruktur ini diharapkan dapat memangkas jarak dan waktu tempuh masyarakat dari arah tol menuju pusat kota Karawang.

Parkland Bridge menghubungkan Pintu Barat Patung Kuda Parkland Podomoro Karawang menuju ke pintu timur arah Alun-Alun Karawang. Meski sebagian kawasan masih dalam tahap pembangunan, kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas dan mendukung aktivitas ekonomi warga.

“Alhamdulillah hari ini telah diresmikan Jembatan Parkland Podomoro yang akan memotong ruas Jalan Interchange menuju Alun-Alun Kota Karawang,” ujar Bupati Aep.

Ia menambahkan, masyarakat dari arah Interchange kini tidak perlu memutar jauh hingga flyover pabrik es untuk menuju Alun-Alun, karena dapat langsung melewati jembatan baru tersebut.

Peresmian ini sekaligus menjadi penanda nyata kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dengan sektor swasta dalam mendorong investasi dan pembangunan berkelanjutan.

“Terima kasih kepada Parkland Podomoro atas fasilitas ini. Semoga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan mendukung pertumbuhan titik baru perekonomian warga,” tambah Bupati Aep.

Peresmian jembatan tersebut turut disaksikan sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda Karawang.

Setelah Viral Tegas, Kini Camat Pangkalan “Dicari” Warga Soal Truk PT Jui Shin

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM –  Kebijakan Bupati Karawang terkait larangan operasional truk PT Jui Shin pada pukul 07.00-19.00 WIB, yang hanya memperbolehkan truk beroperasi pada malam hari (pukul 19.00-05.00 WIB), kecuali hari Minggu dan libur nasional, kembali menjadi sorotan. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap keluhan warga terkait aktivitas truk yang mengganggu dan membahayakan di Jalan Raya Badami-Loji.

Sebelumnya, Camat Pangkalan, Catur Teguh Imam Sugiarto, juga sempat viral di media sosial karena ketegasannya dalam menertibkan truk-truk yang beroperasi di wilayahnya, terutama yang melayani PT Jui Shin. Tindakan ini dilakukan setelah seorang pelajar nyaris tertabrak truk pada September 2025.

Namun, kini Catur Teguh Imam Sugiarto kembali menjadi perbincangan setelah akun Instagram @pesonajalan_lojikrw mengunggah foto dengan tulisan “DICARI CAMAT KEC. PANGKALAN” pada Sabtu, 9 Agustus 2025.

Unggahan tersebut mempertanyakan keberadaan camat yang dulu tegas menindak truk PT Jui Shin sebelum adanya aturan jam operasional.

Dalam unggahan yang sama, akun tersebut juga memposting foto truk-truk pengangkut batu kapur yang melanggar aturan pada Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 07.07 WIB di Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan.

Postingan ini pun mendapat banyak komentar dari netizen yang meminta admin @pesonajalan_lojikrw untuk mencari keberadaan Camat Pangkalan.

Beberapa komentar netizen antara lain:

– Akun @barong1910: “Camat eta nu pernah nga hukum saya sitah lumpat 3 kuriling di bumi perkemahan,,pedah teu disiplin,, tah ayeuna loba mobil teu disiplin waktu, gera hukum atuh pak camat”

– Akun @dikchaw17: “Aturan hanya aturan, tak ada penindakan bahkan dishub yg harusnya menindak sesuai perda dan aturan malah hanya ngopi santuy di warung padahal tenda yg di buat itu buat dia bertugas minimal berdiri dari pagi buta Sampai jam 8 pagi silih berganti menindak mobil2 besar yg akan melintas ke arah jalan Pangkalan loji”

Hingga berita ini diturunkan, upaya menghubungi Camat Pangkalan masih terus dilakukan. Sementara itu, Bupati Karawang juga menjajaki kemungkinan jalur alternatif melalui Kabupaten Bekasi untuk mengatasi masalah ini di kemudian hari.

District East Hadirkan Ruko View Danau, Ikon Baru Bisnis dan Lifestyle di Karawang

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Kawasan terpadu District East di Karawang kembali mencuri perhatian publik. Hasil kolaborasi antara True Land dan AlfaLand Group ini secara resmi mengumumkan pengembangan area komersial terbaru berupa ruko eksklusif dengan pemandangan danau (lake view). Kehadiran ruko ini menjadi langkah penting dalam memperluas fasilitas kawasan sekaligus mempertegas posisi District East sebagai destinasi hunian, bisnis, dan investasi paling prospektif di Karawang Timur.

Dua Tipe Ruko: Ion Terrace dan Clarke Quay

District East menghadirkan dua tipe ruko yang berbeda karakter, yakni Ion Terrace dan Clarke Quay.

Tipe Ion Terrace dirancang menghadap langsung ke Jalan Lingkar Tanjungpura Karawang, memberikan keuntungan maksimal bagi pelaku usaha yang mengutamakan visibilitas tinggi serta akses mudah bagi pelanggan.

Sementara itu, tipe Clarke Quay menawarkan suasana yang lebih eksklusif dengan posisi strategis menghadap langsung ke danau, menghadirkan pengalaman waterfront lifestyle yang memadukan konsep bisnis dan rekreasi. Ruko tipe ini menjadi yang pertama di Karawang dengan konsep waterfront, menjadikannya ikon baru dalam lanskap properti komersial daerah ini.

Respons terhadap Pertumbuhan Ekonomi Karawang

Pembangunan kawasan ruko di District East merupakan langkah strategis dalam menjawab kebutuhan ruang usaha dan investasi yang terus meningkat di Karawang. Pertumbuhan ekonomi yang pesat, didukung oleh kehadiran kawasan industri dan populasi pekerja yang besar, membuat permintaan terhadap fasilitas komersial modern semakin tinggi.

Group Chief Operating Officer District East, Harris Aison, menegaskan bahwa pengembangan area komersial ini merupakan bagian dari visi besar dalam menciptakan kawasan terpadu yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui pembangunan ruko di District East, kami ingin menghadirkan ruang usaha yang produktif, modern, dan nyaman. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Karawang serta mampu mendukung aktivitas bisnis para pelaku usaha,” ujarnya.

Destinasi Lifestyle dan Bisnis Modern

Dengan mengusung konsep “Work–Leisure Balance”, ruko District East tidak hanya berfungsi sebagai tempat usaha, tetapi juga menjadi destinasi gaya hidup bagi masyarakat Karawang dan sekitarnya. Suasana tepi danau yang asri, ruang terbuka yang luas, serta potensi traffic tinggi menjadikan kawasan ini sangat ideal untuk berbagai jenis bisnis seperti kafe, restoran, butik, retail modern, hingga coworking space.

Direktur Marketing True Land, Jonson Lim, menambahkan bahwa lokasi strategis District East di jalur utama Karawang Timur menjadi nilai tambah tersendiri bagi investor dan pelaku bisnis.

“Ruko di District East menggabungkan desain modern dengan konsep visioner. Potensi investasinya sangat kuat, baik untuk pelaku usaha yang ingin berkembang maupun investor yang mencari pertumbuhan nilai jangka panjang,” jelasnya.

Jonson Lim juga didampingi oleh Leo Yulianto Sutomo dan Angela Salomonsz, keduanya Sales Manager District East, dalam memperkenalkan konsep dan prospek pengembangan ruko tersebut.

Ikon Komersial Baru di Karawang Timur

Dengan posisi strategis, aksesibilitas yang mudah, serta konsep waterfront yang unik, ruko Ion Terrace dan Clarke Quay diproyeksikan menjadi ikon komersial baru di Karawang. Kehadirannya diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem bisnis lokal, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

District East optimistis kawasan ini akan menjadi magnet investasi baru, tempat ideal bagi pengusaha, kreator, dan investor yang ingin menjadi bagian dari pertumbuhan pesat Karawang — kota yang kian menegaskan diri sebagai pusat bisnis dan hunian masa depan di Jawa Barat.

(*)

Bupati Aep Resmikan Parkland Bridge, Wujud Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

0
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama jajaran Forkopimda dan President Director Agung Podomoro Land, Bacelius Ruru, saat meninjau kawasan Parkland Podomoro usai meresmikan Parkland Bridge, jembatan penghubung baru dari Karawang Barat menuju pusat kota

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Wajah baru tampak di sisi barat Kabupaten Karawang. Sebuah jembatan megah kini menjadi ikon baru yang menghubungkan kawasan hunian Parkland Podomoro dengan jantung kota Karawang. Tidak hanya memperindah tata ruang, Parkland Bridge juga membuka jalur alternatif dari arah Tol Karawang Barat langsung menuju Alun-alun Karawang.

Peresmian jembatan tersebut dilakukan oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, bersama President Director Agung Podomoro Land, Bacelius Ruru, pada Jumat (10/10/2025).

Jembatan ini membentang dari pintu barat kawasan Parkland Podomoro Karawang, tepatnya di area Patung Kuda, menuju sisi timur arah pusat kota. Keberadaannya mempermudah mobilitas warga, mempersingkat waktu tempuh dari arah Interchange Tol Karawang Barat tanpa harus memutar jauh melewati flyover pabrik es.

“Alhamdulillah, hari ini Jembatan Parkland Podomoro resmi bisa digunakan. Masyarakat kini memiliki akses baru yang lebih cepat dan efisien menuju pusat kota,” ujar Bupati Aep dalam sambutannya.

Pembangunan Parkland Bridge menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta. Infrastruktur ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan hunian modern seluas 130 hektare milik Agung Podomoro Land, namun manfaatnya meluas hingga ke masyarakat di luar kawasan.

Menurut Bupati Aep, kolaborasi seperti ini menunjukkan bagaimana pembangunan bisa membawa dampak positif bagi warga. “Kami mengapresiasi kontribusi Parkland Podomoro. Semoga jembatan ini membuka akses ekonomi baru dan mempercepat pertumbuhan kawasan barat Karawang,” ujarnya.

Meski beberapa bagian kawasan masih dalam proses penyempurnaan, kehadiran Parkland Bridge menandai langkah maju dalam tata kota Karawang yang semakin terintegrasi, modern, dan ramah mobilitas.

Kini, setiap kendaraan yang melintas di atas Parkland Bridge bukan hanya menyeberangi sungai atau jalan — tetapi juga menandai kemajuan, bahwa pembangunan adalah tentang mendekatkan jarak antarwarga dan mempercepat kehidupan.

(*)

Lapas Karawang Tanam Padi di Lahan 1,7 Hektare, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM — Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menggelar kegiatan penanaman padi pada Jumat (10/10/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di lahan seluas 1,7 hektare yang berada di area sekitar lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang menjelaskan bahwa varietas padi yang ditanam kali ini adalah M70D dan Nutrising, dua jenis padi unggulan yang memiliki hasil panen tinggi serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.

“Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Menteri Hukum dan HAM melalui Direktur Jenderal Pemasyarakatan, yang mengimbau agar seluruh lapas di Indonesia lebih produktif dan ikut berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak Lapas Karawang memanfaatkan tenaga warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang telah mendapat pelatihan pertanian dan sedang menjalani program asimilasi. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada produktivitas pangan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa lapas bukan hanya tempat pembinaan, tapi juga wadah produktif yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan penanaman padi di Lapas Karawang ini diharapkan menjadi contoh positif bagi lapas lainnya di seluruh Indonesia. Selain memperkuat ketahanan pangan nasional, langkah ini juga membuka peluang bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan baru yang berguna ketika mereka kembali ke masyarakat. (*)

Temuan BPK di RSUD Rengasdengklok, Pemerhati : Pengembalian Dana Tak Lenyapkan Indikasi Niat Korup

0

 

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Di tengah euforia persiapan beroperasinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok pada awal Januari 2026 mendatang, sorotan tajam muncul dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Meskipun sejumlah kerugian negara telah dikembalikan ke kas daerah, temuan BPK ini memicu pertanyaan serius mengenai integritas proyek dan potensi adanya niat korupsi yang terungkap “keburu” oleh pemeriksaan.

Pembangunan fasilitas kesehatan senilai Rp247,4 miliar ini, yang dilaksanakan oleh PT PP sejak 14 November 2023, diharapkan menjadi solusi peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Karawang Utara.

Acara soft opening bahkan dihadiri langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang mengapresiasi arsitektur modern bangunan tersebut. Namun, kemegahan ini sedikit tercoreng oleh laporan BPK.

BPK RI menemukan beberapa penyimpangan signifikan dalam proyek RSUD Rengasdengklok, di antaranya:

– Pekerjaan tidak sesuai kontrak senilai Rp774.331.667,00.

– Kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp267.302.572,00.

– Harga satuan beberapa item pekerjaan baru dalam adendum kontrak lebih tinggi dari seharusnya sebesar Rp234.675.931,00.

– Hasil pengujian kualitas material pada beberapa item tidak sesuai standar senilai Rp26.341.784,00.

– Kelebihan pembayaran akibat selisih harga satuan atas perubahan merek dalam adendum kontrak sebesar Rp246.011.380,00.

Total potensi kerugian negara yang teridentifikasi mencapai lebih dari Rp1,5 miliar. BPK mencatat bahwa penyedia, PT PP dan CV Azz, telah menyetorkan kembali kelebihan pembayaran sebesar Rp862.139.667,00 ke kas daerah. PT PP mengembalikan Rp774.331.667,00, sementara CV AZZ menyetor Rp87.808.000,00.

Meskipun pengembalian dana telah dilakukan, para pengamat hukum dan integritas publik menegaskan bahwa tindakan ini tidak serta-merta menghilangkan indikasi niat korupsi atau pelanggaran hukum yang mungkin terjadi.

“Pengembalian uang setelah temuan BPK justru menguatkan dugaan bahwa ada upaya untuk mengambil keuntungan tidak sah, dan baru dikembalikan setelah ‘terciduk’ atau ‘keburu diuji petik’ oleh auditor,” ujar Tatang Obet, salah seorang pemerhati Karawang.

“Niat jahat atau penyalahgunaan wewenang itu sudah ada sejak awal, pengembalian hanya upaya mitigasi risiko setelah ketahuan.” Katanya.

BPK sendiri menilai potensi kerugian ini disebabkan oleh kurang cermatnya Kepala Dinas Kesehatan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selaku Pengguna Anggaran dalam mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD.

Hal ini menunjukkan adanya kelalaian serius yang berujung pada kerugian keuangan negara, terlepas dari apakah dana tersebut akhirnya dikembalikan atau tidak.

“Pengembalian dana, meski positif untuk kas negara, seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan penyelidikan lebih lanjut terhadap motif di balik temuan-temuan tersebut, demi memastikan tidak ada ruang bagi praktik korupsi di masa mendatang,” pungkasnya.

Sidang Kasus Pembunuhan Nenek Emot, Terungkap Dugaan Hilangnya Barang Bukti Rp73 Juta di Polres Karawang

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Kasus pembunuhan sadis terhadap seorang nenek bernama Emot (70) di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, yang sebelumnya diungkap Polres Karawang karena dilakukan oleh cucunya sendiri, kini memasuki babak baru di meja hijau. Namun, di balik proses persidangan, muncul dugaan hilangnya barang bukti uang sebesar Rp73 juta yang sebelumnya disita oleh pihak kepolisian.

Fakta mencengangkan itu terungkap dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Kamis (9/10/2025).

Sidang yang dipimpin majelis hakim PN Karawang tersebut menghadirkan dua terdakwa, SP dan NY, serta sejumlah saksi, termasuk pembeli emas dan tim penangkapan dari Polres Karawang.

Dalam kesaksiannya, terdakwa NY mengungkap bahwa SP sempat menjual emas milik korban seberat 100 gram dengan nilai sekitar Rp142 juta, terdiri atas uang tunai Rp80 juta dan saldo Rp62 juta. Uang tunai tersebut disebut disimpan dalam tas laptop yang dibungkus plastik sebelum diamankan oleh kepolisian.

“Saya lihat sendiri uangnya ada di dalam tas laptop. Tapi setelah dihitung oleh polisi katanya hanya Rp73 juta,” ujar NY di hadapan majelis hakim.

NY juga menyebut terakhir kali melihat tas berisi uang itu saat dirinya berada di Polres Karawang. Namun setelah itu, ia tidak mengetahui lagi keberadaannya.

“Saya sempat lihat tas itu di Polres waktu saya ditangkap. Sekarang saya tidak tahu tas itu ada di mana,” tambahnya.

Yang mengejutkan, dalam sidang tersebut barang bukti uang Rp73 juta tidak dihadirkan oleh jaksa maupun penyidik. Satu-satunya barang bukti yang masih tercatat hanyalah saldo Rp27 juta yang kini sudah diserahkan ke pihak kejaksaan.

Menanggapi hal itu, majelis hakim meminta penyidik Polres Karawang hadir dalam sidang berikutnya untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan hilangnya barang bukti tersebut.

Kasus ini sebelumnya menarik perhatian publik karena pelaku pembunuhan merupakan cucu kandung korban sendiri. Polisi menyebut motif pembunuhan diduga terkait persoalan ekonomi dan penguasaan harta milik korban.

Bupati Karawang Resmikan Karya Bhakti TNI 2025, Wujud Sinergi Bangun Desa dan Sejahterakan Masyarakat

0
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE, bersama jajaran Forkopimda membuka secara resmi Karya Bhakti TNI Tahun 2025 di Makodim 0604/Karawang. Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara Pemkab Karawang dan TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, secara resmi membuka Upacara Pembukaan Karya Bhakti TNI Tahun 2025 di Lapangan Makodim 0604/Karawang, Jumat pagi (10/10/2025).

Program Karya Bhakti TNI merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Karawang dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Tahun ini, kegiatan Karya Bhakti TNI dilaksanakan di empat desa, yakni Desa Batujaya, Desa Telukambulu, dan Desa Telukbango di Kecamatan Batujaya, serta Desa Wadas di Kecamatan Telukjambe Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Aep menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI atas kontribusi nyata mereka dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan TNI menjadi langkah penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pelosok desa.

“Karya Bhakti TNI bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga tentang membangun semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Bupati Aep.

Pelaksanaan Karya Bhakti TNI Tahun 2025 dimulai pada 10 Oktober 2025 dan akan berlangsung selama 90 hari kalender hingga 23 Desember 2025. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan warga di wilayah sasaran.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan TNI dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. (*)