google-site-verification=mfDzAmrATs_axixiQE589FtwGxMIv1RrxySdHsqAmqE
spot_img
Beranda blog Halaman 52

Jaksa Karawang Tegaskan: Barang Bukti Diterima Sesuai Berita Acara, Tak Ada Uang Rp73 Juta

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Sidang lanjutan kasus pembunuhan tragis terhadap Emot (70), seorang nenek asal Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, mengungkap fakta mengejutkan. Di tengah proses hukum terhadap dua terdakwa, muncul dugaan serius hilangnya uang barang bukti senilai Rp73 juta yang sebelumnya disita oleh penyidik Polres Karawang. Fakta ini mencuat di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Kamis (9/10/2025), dan langsung memantik tanda tanya besar mengenai transparansi penanganan barang bukti oleh pihak kepolisian.

Sidang yang dipimpin majelis hakim PN Karawang itu menghadirkan dua terdakwa, SP dan NY, serta sejumlah saksi. Dalam kesaksiannya, terdakwa NY menyebutkan bahwa uang tunai sebesar Rp80 juta, hasil penjualan emas milik korban, disimpan di dalam tas laptop yang kemudian diamankan oleh polisi. Namun, ketika diperiksa, uang tersebut hanya tersisa Rp73 juta, dan lebih aneh lagi—uang itu tidak pernah dihadirkan di persidangan sebagai barang bukti resmi.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Karawang, Deby Febriantika Fauzi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa terdakwa memang berhak memberikan keterangan apapun di persidangan, namun pernyataannya hanya sah untuk dirinya sendiri kecuali disertai bukti konkret.

“Terdakwa bebas memberikan keterangan, tapi itu hanya berlaku untuk dirinya sendiri. Kecuali ada bukti,” ujar Deby saat dikonfirmasi, Senin (13/10/2025).

Ia menegaskan, kejaksaan hanya menerima barang bukti sesuai berita acara serah terima dari kepolisian. Berdasarkan dokumen resmi tersebut, barang bukti yang diterima kejaksaan hanya berupa uang Rp18,9 juta dari NY dan Rp23 juta dari SN. Tidak ada catatan mengenai uang Rp73 juta sebagaimana disebutkan terdakwa di pengadilan.

Lebih lanjut, Deby meminta publik dan media untuk menunggu proses pembuktian dalam sidang lanjutan di PN Karawang pada Kamis (16/10/2025) mendatang, di mana verba lisan para saksi dan jaksa penuntut akan memperjelas duduk perkaranya.

Sementara itu, pengakuan NY soal hilangnya uang tersebut memunculkan teka-teki besar: ke mana raibnya uang Rp73 juta yang disebut disita polisi?

Kejanggalan ini semakin mencuat lantaran Polres Karawang memilih bungkam. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media, baik melalui pesan WhatsApp maupun kunjungan langsung ke Mako Polres, tak membuahkan hasil. Baik Humas, Satreskrim, hingga Kapolres Karawang, kompak menutup rapat informasi terkait dugaan raibnya uang barang bukti itu.

Pertanyaan publik pun menguat: ada apa di balik diamnya Polres Karawang? Apakah benar ada sesuatu yang disembunyikan?

Sebagai catatan, kasus ini bermula pada 26 April 2025, ketika korban Emot ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya setelah ditusuk oleh cucunya sendiri, SP, yang mencoba mempertahankan gelang emas seberat 100 gram hasil rampasan. SP kemudian melarikan diri bersama NY, yang membantu menjual hasil kejahatan tersebut.

Tim Resmob Anaconda Polres Karawang berhasil meringkus keduanya pada 30 April 2025 di wilayah Purwakarta. Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai, satu unit sepeda motor Honda Scoopy, surat pembelian gelang emas, tali berwarna hitam, dan ponsel milik pelaku.

Kedua terdakwa kini dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan, sementara dugaan hilangnya uang barang bukti Rp73 juta masih menunggu kejelasan dari proses hukum yang tengah berjalan.

Soal Hilangnya Barang Bukti Rp73 Juta, Polres Karawang Pilih Diam

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM -Sebuah misteri besar menyelimuti penanganan kasus pembunuhan Nenek Emot (70) di Kecamatan Klari, Karawang. Di tengah proses hukum yang berjalan, muncul dugaan kuat bahwa barang bukti uang tunai senilai Rp73 juta, yang seharusnya menjadi bagian tak terpisahkan dari kasus ini, diduga telah hilang secara misterius.

Fakta ini terungkap dalam serangkaian persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, di mana terdakwa NY dengan berani menyatakan bahwa uang tersebut berada dalam tas laptop saat dirinya ditangkap oleh pihak kepolisian.

Namun, ironisnya, uang itu tak pernah dihadirkan sebagai barang bukti di persidangan.

“Saya lihat sendiri uangnya ada di dalam tas laptop. Tapi setelah dihitung oleh polisi, katanya hanya Rp73 juta,” ujar NY dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim.

Pengakuan ini menimbulkan pertanyaan besar: ke mana gerangan uang tersebut menghilang?

Kejanggalan ini semakin diperkuat dengan sikap bungkam dari pihak Polres Karawang.

Upaya konfirmasi dari awak media, baik melalui pesan WhatsApp maupun kunjungan langsung ke Mako Polres, menemui jalan buntu.

Humas, Satreskrim, hingga Kapolres, seolah kompak menutup rapat informasi terkait hilangnya barang bukti ini.

Mengapa Polres Karawang memilih untuk bungkam? Apakah ada sesuatu yang disembunyikan? Pertanyaan-pertanyaan ini semakin menggelitik rasa ingin tahu publik dan menimbulkan spekulasi liar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan Nenek Emot ini melibatkan cucunya sendiri, SP, sebagai eksekutor, dan NY sebagai pihak yang membantu menjual barang hasil rampokan.

SP menusuk neneknya sendiri saat korban berusaha mempertahankan gelang emas seberat 100 gram.

Dalam persidangan terungkap bahwa SP telah menjual emas tersebut dan mendapatkan uang tunai Rp80 juta serta saldo di rekening sebesar Rp62 juta. NY bersaksi bahwa uang tunai Rp80 juta disimpan dalam tas laptop sebelum diamankan oleh polisi. Namun, hanya Rp73 juta yang diakui oleh polisi, dan kini uang itu raib tanpa jejak.

Satu-satunya barang bukti uang yang masih tercatat adalah saldo sebesar Rp27 juta yang berada di tangan kejaksaan.

Majelis hakim telah meminta pihak penyidik Polres Karawang untuk memberikan penjelasan dalam sidang berikutnya.

Selain uang, barang bukti lain yang diamankan adalah sepeda motor Honda Scoopy, surat pembelian gelang emas, tali berwarna hitam, dan ponsel milik pelaku. Kedua pelaku dijerat pasal tentang pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan.

Kasus ini menuntut transparansi dan tanggung jawab moral dari aparat penegak hukum. Publik berhak tahu ke mana barang bukti uang Rp73 juta itu menghilang, agar kepercayaan terhadap proses hukum di Karawang tidak semakin tergerus. (Hd)

Bocah Laki-laki Tewas Tertabrak di Depan Terminal Tanjungpura Karawang, Identitas Belum Diketahui

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Tanjungpura, tepat di depan Terminal Karawang, Senin (13/10/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 10 tahun tewas di tempat setelah tertabrak dua kendaraan secara beruntun.

Informasi yang dihimpun di lokasi, korban diketahui hendak menyeberang dari arah gang Lapangan Terminal menuju Jalan Proklamasi. Namun, dari arah lampu merah melaju sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan menabrak korban.

Akibat benturan keras, tubuh korban terpental ke tengah jalan dan kembali tertabrak mobil yang datang dari arah Rengasdengklok. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala dan tubuh.

Korban kemudian dievakuasi oleh ambulans Rai Medical Team Karawang ke Instalasi Forensik RSUD Karawang. Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban belum diketahui, karena tidak ditemukan kartu identitas maupun tanda pengenal lainnya di tubuh korban.

Sampai sore hari, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi dan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Karawang masih melakukan penyelidikan di lokasi dan memeriksa sejumlah saksi mata.

Beberapa warga sekitar Terminal Tanjungpura mengaku menyaksikan langsung peristiwa mengenaskan itu.

Deden, warga sekitar terminal, menuturkan bahwa bocah tersebut tampak berlari dari arah gang menuju jalan utama.

“Tadi anak kecil itu tiba-tiba nyebrang dari gang. Motornya kencang banget, jadi nggak sempat ngerem. Pas jatuh malah ketabrak mobil dari arah Dengklok,” ujarnya.

Sementara itu, Nana, pedagang di sekitar lokasi kejadian, mengaku kaget mendengar suara benturan keras.

“Saya kaget dengar suara benturan keras. Waktu dilihat, anak itu sudah tergeletak. Banyak orang langsung lari nolong,” katanya.

Hal senada disampaikan Rina, pengemudi ojek online yang melintas tak jauh dari tempat kejadian.

“Daerah sini memang sering banget kecelakaan. Harusnya ada petugas yang ngatur lalu lintas di depan terminal, apalagi jam sibuk pagi,” ucapnya.

Sedangkan Asep, warga Tanjungpura lainnya, berharap pihak kepolisian segera mengungkap identitas korban dan memperketat pengawasan di kawasan tersebut.

“Kasihan, masih kecil. Semoga cepat diketahui siapa keluarganya. Polisi juga harus tegas, biar jalan di depan terminal nggak jadi rawan lagi,” ungkapnya.

Pihak RSUD Karawang kini masih menunggu kedatangan pihak keluarga atau masyarakat yang mengenali korban. Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri anak laki-laki usia sekitar 10 tahun, dapat menghubungi Instalasi Forensik RSUD Karawang atau Satlantas Polres Karawang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab pasti kecelakaan serta kendaraan yang terlibat. Polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Bupati Aep Lepas Kafilah Karawang ke STQH Nasional XXVIII di Sulawesi Tenggara

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Suasana apel pagi di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang pada Senin (13/10/2025) terasa berbeda. Kali ini, apel bukan hanya menjadi rutinitas administrasi, tetapi juga momentum spiritual yang sarat makna.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE, secara resmi melepas keberangkatan kafilah Kabupaten Karawang yang akan berkompetisi dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII serta Festival Seni Budaya Islam Tingkat Nasional di Sulawesi Tenggara.

Sebanyak 20 peserta dan 2 pelatih asal Karawang berangkat membawa nama daerah dan Provinsi Jawa Barat dalam ajang yang mempertemukan kafilah dari 37 provinsi di seluruh Indonesia. Mereka merupakan juara-juara terbaik hasil seleksi STQH tingkat Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Aep menyampaikan apresiasi dan doa agar para peserta dapat memberikan penampilan terbaik serta mengharumkan nama Karawang di tingkat nasional.

“Selamat kepada para kafilah. Berikan yang terbaik untuk Jawa Barat, terutama untuk Karawang,” ujar Bupati Aep.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pembina dan pelatih yang telah berperan besar dalam membimbing peserta dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.

“Tanpa pembinaan yang baik, tak mungkin kita bisa sampai ke titik ini,” tambahnya.

Lebih dari sekadar perlombaan, keberangkatan kafilah Karawang ini menjadi simbol semangat spiritual dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Dari daerah yang dikenal sebagai lumbung padi dan kawasan industri, Karawang juga menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan generasi muda yang religius dan berakhlak Qur’ani.

Dengan penuh harapan dan doa, para kafilah dilepas menuju Sulawesi Tenggara. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa kuat nilai-nilai keagamaan hidup di hati masyarakatnya.

Ribuan Penari Meriahkan Indonesia Menari 2025 di Resinda Park Mall Karawang

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Antusiasme ribuan pecinta tari akhirnya terwujud dalam gelaran Indonesia Menari 2025 yang resmi digelar serentak hari ini di 11 kota di seluruh Indonesia. Total lebih dari 8.000 peserta turut ambil bagian dalam ajang tahunan ini. 12 Oktober 2025

Untuk semakin memperluas akses partisipasi budaya bagi masyarakat, Indonesia Menari 2025 hadir kembali di enam kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, dan Palembang, dan untuk pertama kalinya menyambangi lima kota baru, yaitu Surabaya, Balikpapan, Manado, Bekasi, dan Karawang. Penambahan kota ini mencerminkan semangat untuk melibatkan lebih banyak pecinta tari dari berbagai daerah.

Para peserta Indonesia Menari 2025 datang dari beragam latar belakang, mulai dari generasi milenial, sanggar tari, komunitas pecinta tari, hingga perwakilan sekolah dan universitas di seluruh Indonesia. Mereka bersama-sama menampilkan kemampuan menari terbaik dalam upaya memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah persembahan Indonesia Kaya.

Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga perayaan yang menghidupkan kembali kekayaan seni pertunjukan Indonesia melalui pendekatan yang modern dan interaktif.

“Pendaftaran Indonesia Menari 2025 resmi ditutup pada 26 September kemarin. Kami berterima kasih atas atensi dan respons tinggi dari masyarakat Indonesia untuk mengikuti kegiatan ini. Secara keseluruhan, total pendaftar mencapai 35.000 orang, didominasi rentang usia 25–35 tahun sebanyak 42%. Secara umum tidak ada perbedaan signifikan dalam komposisi demografi pendaftar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Perbedaan paling menonjol adalah jumlah total pendaftar dan rentang usia yang semakin melebar, dari 5 hingga 70 tahun. Peningkatan jumlah pendaftar ini dipengaruhi oleh pertambahan jumlah kota penyelenggara dari tahun ke tahun dan karena banyak yang menantikan kembalinya kegiatan Indonesia Menari,” terang Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya.

Kelompok usia muda, yaitu 16–24 tahun, juga menunjukkan partisipasi kuat sebesar 30%, diikuti peserta di bawah 15 tahun sebesar 20%. Sementara itu, peserta berusia di atas 36 tahun mencapai 8%. Dalam hal gender, perempuan mendominasi dengan 77%, sedangkan laki-laki 23%.

Surabaya menjadi kota dengan pendaftar terbanyak, hampir 9.000 orang, sementara dari 11 kota, Palembang memiliki kuota peserta terbanyak, yaitu 1.200 orang.

Memasuki penyelenggaraan ke-10, Indonesia Menari tahun ini semakin istimewa karena sekaligus menjadi bagian dari perayaan 12 tahun Galeri Indonesia Kaya. Sejak dimulai pada 2012, Indonesia Menari konsisten menjadi wadah apresiasi tari Nusantara yang dikemas dengan format modern, segar, dan inklusif.

Tahun ini, Indonesia Menari hadir dalam bentuk tarian kelompok yang terdiri dari minimal lima orang dan maksimal tujuh orang yang bisa diikuti siapa pun tanpa batasan usia dan latar belakang.

Seluruh peserta diwajibkan menggunakan kostum bertema etnik modern dan membawakan koreografi tarian tanpa boleh diubah. Namun, pola lantai dan komposisi koreografi boleh dikembangkan oleh peserta.

Koreografi khusus tahun ini merupakan karya Bathara Saverigadi Dewandoro, seorang penari, koreografer, dan sutradara drama wayang. Ia dikenal sebagai juara Indonesia Mencari Bakat, peraih Gold Medals Traditional Dance Sport PON 2024, sekaligus Art Director Swargaloka Art. Dalam karyanya, Bathara menonjolkan detail gerakan tangan khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Koreografi tersebut diiringi medley 8 lagu daerah yang diaransemen modern oleh Alffy Rev, yaitu:

  • Sinanggar Tulo (Sumatera Utara)
  • Kicir-Kicir (DKI Jakarta)
  • Cing Cangkeling (Jawa Barat)
  • Anging Mamiri (Sulawesi Selatan)
  • Rek Ayo Rek (Jawa Timur)
  • Indung-Indung (Kalimantan Timur)
  • Si Patokaan (Sulawesi Utara)
  • Rasa Sayange (Maluku)

Semua unsur menciptakan harmoni unik antara tradisi dan musik kontemporer.

Sesuai format di semua kota, seluruh peserta menari secara serentak sebanyak dua putaran tepat pukul 13.00 WIB. Setelah itu, juri lapangan memilih kelompok terbaik di masing-masing zona untuk maju sebagai finalis dan tampil di panggung utama.

Pemenang ditentukan oleh juri utama dari Indonesia Kaya dan para pelaku seni tari nasional dengan penilaian pada kekompakan, kreativitas pola lantai dan komposisi koreografi, serta semangat kolektif peserta.

Rincian Kota, Lokasi, Juri, dan Kuota Peserta:

1. Medan, Sun Plaza, Hartati – Koreografer & Penata Tari Kontemporer 700

2. Palembang, PTC Mall Palembang, Reza Muhammad – Koreografer & Ketua Umum Atraksi Indonesia 1.200

3. Karawang, Resinda Park Mall, Nungki Kusumastuti – Seniman, Penari & Koreografer, Ufa Sofura – Penari Kontemporer & Pengajar Tari 1.000

4. Bekasi, Pakuwon Mall, Takako Leen – Pengajar Tari & Koreografer 750

5. Jakarta, Grand Indonesia, Rianto – Maestro Tari Lengger 600

6. Bandung, 23 Paskal Shopping Centre Gianti Giadi – Koreografer & Pendiri Gigi Art of Dance 700

7. Semarang, The Park Mall, Rosmala Sari Dewi – Koreografer & Penari Tradisional 750

8. Surabaya, Ciputra World, Bathara Saverigadi Dewandoro – Koreografer Indonesia Menari 1.000

9. Balikpapan, Pentacity Mall, Maria Darmaningsih – Pengembang Koreografi Kontemporer 540

10. Makassar, Trans Studio Mall, Eko Supriyanto – Penari & Koreografer 750

11 . Manado, Manado Town Square Didik Nini Thowok – Maestro Tari Indonesia 500

Pemenang Indonesia Menari 2025 di Karawang

Juara 1: Eyes on Us — Rp 25.000.000

Juara 2: Neng Ros — Rp 20.000.000

Juara 3: Salasika Lawani — Rp 15.000.000

Selain itu, satu kelompok kategori kostum favorit akan diumumkan pada 21 Oktober 2025 melalui akun Instagram @indonesia_kaya.

Penyelenggaraan Indonesia Menari 2025 didukung oleh Savoria, Wings Group Indonesia, Dermaster, dan Derma Express. Apresiasi juga diberikan kepada rekan media serta seluruh pecinta tari di Indonesia.

“Melalui #MenaridiMall, kita bukan hanya menampilkan tarian, tetapi merayakan keberagaman dengan bergerak bersama. Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang, sekaligus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat, kreativitas, dan kecintaan mereka terhadap budaya Indonesia. Semoga Indonesia Menari terus menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dan mendatang untuk melestarikan warisan Nusantara,” tutup Billy Gamaliel.

Tentang Indonesia Kaya

Indonesia Kaya adalah inisiatif budaya dari Bakti Budaya Djarum Foundation untuk memperkenalkan, melestarikan, dan menghidupkan kembali kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan modern dan interaktif.

Empat entitas utama Indonesia Kaya:

1. Indonesiakaya.com – portal digital dengan 2.000+ informasi budaya (pariwisata, kesenian, tradisi, kuliner).

2. Galeri Indonesia Kaya – berlokasi di Grand Indonesia, diresmikan 10 Oktober 2013.

3. Taman Indonesia Kaya – ruang publik seni di Semarang, diresmikan 10 Oktober 2018 bersama Pemkot Semarang.

4. Rumah Budaya Indonesia Kaya – dalam proses pembangunan.

Situs www.indonesiakaya.com juga menjadi rumah digital berbagai program, seperti Ruang Kreatif, Indonesia Menari, dan program online seperti #MusikalDiRumahAja (2020), Serial Musikal Nurbaya, dan Serial Musikal Payung Fantasi yang diadaptasi dari kisah klasik Indonesia dan dapat disaksikan di kanal YouTube Indonesia Kaya.

(RAY)

Lapas Karawang Tegaskan Komitmen “Zero Narkoba”, Gelar Razia Gabungan Skala Besar

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang melaksanakan razia gabungan pada kamar blok hunian warga binaan pada Jumat (10/10) sore. Kegiatan ini melibatkan jajaran pengamanan Lapas Karawang bersama unsur Polres Karawang, Satuan Brimob, TNI, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang.

Razia yang berlangsung hingga malam hari tersebut turut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, yang memimpin jalannya kegiatan sekaligus menyaksikan proses pemusnahan barang bukti hasil razia.

Dalam keterangannya, Kusnali menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI dalam rangka pemberantasan peredaran gelap narkoba serta pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan.

“Kegiatan ini menjadi langkah nyata komitmen jajaran Pemasyarakatan di Jawa Barat untuk bersama-sama memberantas narkoba dan segala bentuk penyimpangan di lingkungan Lapas dan Rutan,” ujar Kusnali.

Lebih lanjut, Kusnali juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari ikrar Zero Handphone dan Narkoba yang telah dicanangkan oleh Lapas Karawang beberapa waktu lalu. Menurutnya, pelaksanaan razia secara terpadu bersama aparat penegak hukum menjadi bentuk konsistensi nyata dari ikrar tersebut.

“Razia gabungan seperti ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi simbol keseriusan kita dalam memastikan tidak ada toleransi terhadap peredaran narkoba dan penggunaan handphone ilegal di dalam Lapas. Kita ingin memastikan Lapas benar-benar bersih dari penyimpangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Christo Toar, menegaskan bahwa kegiatan razia gabungan ini merupakan bentuk sinergi nyata antar-aparat penegak hukum (APH) dalam mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan Pemasyarakatan.

“Kami terus memperkuat kerja sama lintas instansi sebagai wujud komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas, serta mendukung sepenuhnya program P4GN,” jelas Christo.

Dari hasil razia gabungan tersebut, petugas berhasil menemukan 8 unit handphone dan sejumlah barang terlarang lainnya. Seluruh barang hasil temuan tersebut langsung dimusnahkan di tempat, dipimpin oleh Kakanwil Ditjenpas Jawa Barat sebagai bentuk ketegasan dan transparansi pelaksanaan kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Karawang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dan gangguan keamanan lainnya, serta memastikan pelaksanaan Ikrar Zero Handphone dan Narkoba benar-benar terwujud secara nyata di lingkungan Lapas Karawang.

Bupati Karawang Resmikan Jembatan Parkland Podomoro, Permudah Akses ke Alun-Alun Kota

0

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Jembatan penghubung Interchange Tol Karawang Barat menuju Alun-Alun Karawang resmi diresmikan oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama President Director Agung Podomoro Land, Bacelius Ruru, pada Jumat (10/10/2025).

Jembatan yang diberi nama Parkland Bridge ini menjadi akses utama kawasan perumahan seluas 130 hektar di Parkland Podomoro. Infrastruktur ini diharapkan dapat memangkas jarak dan waktu tempuh masyarakat dari arah tol menuju pusat kota Karawang.

Parkland Bridge menghubungkan Pintu Barat Patung Kuda Parkland Podomoro Karawang menuju ke pintu timur arah Alun-Alun Karawang. Meski sebagian kawasan masih dalam tahap pembangunan, kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas dan mendukung aktivitas ekonomi warga.

“Alhamdulillah hari ini telah diresmikan Jembatan Parkland Podomoro yang akan memotong ruas Jalan Interchange menuju Alun-Alun Kota Karawang,” ujar Bupati Aep.

Ia menambahkan, masyarakat dari arah Interchange kini tidak perlu memutar jauh hingga flyover pabrik es untuk menuju Alun-Alun, karena dapat langsung melewati jembatan baru tersebut.

Peresmian ini sekaligus menjadi penanda nyata kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dengan sektor swasta dalam mendorong investasi dan pembangunan berkelanjutan.

“Terima kasih kepada Parkland Podomoro atas fasilitas ini. Semoga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan mendukung pertumbuhan titik baru perekonomian warga,” tambah Bupati Aep.

Peresmian jembatan tersebut turut disaksikan sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda Karawang.

Setelah Viral Tegas, Kini Camat Pangkalan “Dicari” Warga Soal Truk PT Jui Shin

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM –  Kebijakan Bupati Karawang terkait larangan operasional truk PT Jui Shin pada pukul 07.00-19.00 WIB, yang hanya memperbolehkan truk beroperasi pada malam hari (pukul 19.00-05.00 WIB), kecuali hari Minggu dan libur nasional, kembali menjadi sorotan. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap keluhan warga terkait aktivitas truk yang mengganggu dan membahayakan di Jalan Raya Badami-Loji.

Sebelumnya, Camat Pangkalan, Catur Teguh Imam Sugiarto, juga sempat viral di media sosial karena ketegasannya dalam menertibkan truk-truk yang beroperasi di wilayahnya, terutama yang melayani PT Jui Shin. Tindakan ini dilakukan setelah seorang pelajar nyaris tertabrak truk pada September 2025.

Namun, kini Catur Teguh Imam Sugiarto kembali menjadi perbincangan setelah akun Instagram @pesonajalan_lojikrw mengunggah foto dengan tulisan “DICARI CAMAT KEC. PANGKALAN” pada Sabtu, 9 Agustus 2025.

Unggahan tersebut mempertanyakan keberadaan camat yang dulu tegas menindak truk PT Jui Shin sebelum adanya aturan jam operasional.

Dalam unggahan yang sama, akun tersebut juga memposting foto truk-truk pengangkut batu kapur yang melanggar aturan pada Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 07.07 WIB di Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan.

Postingan ini pun mendapat banyak komentar dari netizen yang meminta admin @pesonajalan_lojikrw untuk mencari keberadaan Camat Pangkalan.

Beberapa komentar netizen antara lain:

– Akun @barong1910: “Camat eta nu pernah nga hukum saya sitah lumpat 3 kuriling di bumi perkemahan,,pedah teu disiplin,, tah ayeuna loba mobil teu disiplin waktu, gera hukum atuh pak camat”

– Akun @dikchaw17: “Aturan hanya aturan, tak ada penindakan bahkan dishub yg harusnya menindak sesuai perda dan aturan malah hanya ngopi santuy di warung padahal tenda yg di buat itu buat dia bertugas minimal berdiri dari pagi buta Sampai jam 8 pagi silih berganti menindak mobil2 besar yg akan melintas ke arah jalan Pangkalan loji”

Hingga berita ini diturunkan, upaya menghubungi Camat Pangkalan masih terus dilakukan. Sementara itu, Bupati Karawang juga menjajaki kemungkinan jalur alternatif melalui Kabupaten Bekasi untuk mengatasi masalah ini di kemudian hari.

District East Hadirkan Ruko View Danau, Ikon Baru Bisnis dan Lifestyle di Karawang

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Kawasan terpadu District East di Karawang kembali mencuri perhatian publik. Hasil kolaborasi antara True Land dan AlfaLand Group ini secara resmi mengumumkan pengembangan area komersial terbaru berupa ruko eksklusif dengan pemandangan danau (lake view). Kehadiran ruko ini menjadi langkah penting dalam memperluas fasilitas kawasan sekaligus mempertegas posisi District East sebagai destinasi hunian, bisnis, dan investasi paling prospektif di Karawang Timur.

Dua Tipe Ruko: Ion Terrace dan Clarke Quay

District East menghadirkan dua tipe ruko yang berbeda karakter, yakni Ion Terrace dan Clarke Quay.

Tipe Ion Terrace dirancang menghadap langsung ke Jalan Lingkar Tanjungpura Karawang, memberikan keuntungan maksimal bagi pelaku usaha yang mengutamakan visibilitas tinggi serta akses mudah bagi pelanggan.

Sementara itu, tipe Clarke Quay menawarkan suasana yang lebih eksklusif dengan posisi strategis menghadap langsung ke danau, menghadirkan pengalaman waterfront lifestyle yang memadukan konsep bisnis dan rekreasi. Ruko tipe ini menjadi yang pertama di Karawang dengan konsep waterfront, menjadikannya ikon baru dalam lanskap properti komersial daerah ini.

Respons terhadap Pertumbuhan Ekonomi Karawang

Pembangunan kawasan ruko di District East merupakan langkah strategis dalam menjawab kebutuhan ruang usaha dan investasi yang terus meningkat di Karawang. Pertumbuhan ekonomi yang pesat, didukung oleh kehadiran kawasan industri dan populasi pekerja yang besar, membuat permintaan terhadap fasilitas komersial modern semakin tinggi.

Group Chief Operating Officer District East, Harris Aison, menegaskan bahwa pengembangan area komersial ini merupakan bagian dari visi besar dalam menciptakan kawasan terpadu yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui pembangunan ruko di District East, kami ingin menghadirkan ruang usaha yang produktif, modern, dan nyaman. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Karawang serta mampu mendukung aktivitas bisnis para pelaku usaha,” ujarnya.

Destinasi Lifestyle dan Bisnis Modern

Dengan mengusung konsep “Work–Leisure Balance”, ruko District East tidak hanya berfungsi sebagai tempat usaha, tetapi juga menjadi destinasi gaya hidup bagi masyarakat Karawang dan sekitarnya. Suasana tepi danau yang asri, ruang terbuka yang luas, serta potensi traffic tinggi menjadikan kawasan ini sangat ideal untuk berbagai jenis bisnis seperti kafe, restoran, butik, retail modern, hingga coworking space.

Direktur Marketing True Land, Jonson Lim, menambahkan bahwa lokasi strategis District East di jalur utama Karawang Timur menjadi nilai tambah tersendiri bagi investor dan pelaku bisnis.

“Ruko di District East menggabungkan desain modern dengan konsep visioner. Potensi investasinya sangat kuat, baik untuk pelaku usaha yang ingin berkembang maupun investor yang mencari pertumbuhan nilai jangka panjang,” jelasnya.

Jonson Lim juga didampingi oleh Leo Yulianto Sutomo dan Angela Salomonsz, keduanya Sales Manager District East, dalam memperkenalkan konsep dan prospek pengembangan ruko tersebut.

Ikon Komersial Baru di Karawang Timur

Dengan posisi strategis, aksesibilitas yang mudah, serta konsep waterfront yang unik, ruko Ion Terrace dan Clarke Quay diproyeksikan menjadi ikon komersial baru di Karawang. Kehadirannya diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem bisnis lokal, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

District East optimistis kawasan ini akan menjadi magnet investasi baru, tempat ideal bagi pengusaha, kreator, dan investor yang ingin menjadi bagian dari pertumbuhan pesat Karawang — kota yang kian menegaskan diri sebagai pusat bisnis dan hunian masa depan di Jawa Barat.

(*)

Bupati Aep Resmikan Parkland Bridge, Wujud Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

KARAWANG | KARAWANGEXPOSE.COM – Wajah baru tampak di sisi barat Kabupaten Karawang. Sebuah jembatan megah kini menjadi ikon baru yang menghubungkan kawasan hunian Parkland Podomoro dengan jantung kota Karawang. Tidak hanya memperindah tata ruang, Parkland Bridge juga membuka jalur alternatif dari arah Tol Karawang Barat langsung menuju Alun-alun Karawang.

Peresmian jembatan tersebut dilakukan oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, bersama President Director Agung Podomoro Land, Bacelius Ruru, pada Jumat (10/10/2025).

Jembatan ini membentang dari pintu barat kawasan Parkland Podomoro Karawang, tepatnya di area Patung Kuda, menuju sisi timur arah pusat kota. Keberadaannya mempermudah mobilitas warga, mempersingkat waktu tempuh dari arah Interchange Tol Karawang Barat tanpa harus memutar jauh melewati flyover pabrik es.

“Alhamdulillah, hari ini Jembatan Parkland Podomoro resmi bisa digunakan. Masyarakat kini memiliki akses baru yang lebih cepat dan efisien menuju pusat kota,” ujar Bupati Aep dalam sambutannya.

Pembangunan Parkland Bridge menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta. Infrastruktur ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan hunian modern seluas 130 hektare milik Agung Podomoro Land, namun manfaatnya meluas hingga ke masyarakat di luar kawasan.

Menurut Bupati Aep, kolaborasi seperti ini menunjukkan bagaimana pembangunan bisa membawa dampak positif bagi warga. “Kami mengapresiasi kontribusi Parkland Podomoro. Semoga jembatan ini membuka akses ekonomi baru dan mempercepat pertumbuhan kawasan barat Karawang,” ujarnya.

Meski beberapa bagian kawasan masih dalam proses penyempurnaan, kehadiran Parkland Bridge menandai langkah maju dalam tata kota Karawang yang semakin terintegrasi, modern, dan ramah mobilitas.

Kini, setiap kendaraan yang melintas di atas Parkland Bridge bukan hanya menyeberangi sungai atau jalan — tetapi juga menandai kemajuan, bahwa pembangunan adalah tentang mendekatkan jarak antarwarga dan mempercepat kehidupan.

(*)